1,729,042 research outputs found

    An Analysis Of Interpersonal Meaning in Sri Mulyani Indrawati’s Speech

    No full text
    This thesis entitled "An Analysis of Interpersonal Meaning in Sri Mulyani Indrawati's speech". This thesis discusses about how analyze interpersonal meaning in Sri Mulyani Indrawati's speech that delivered at the University of Virginia. In this thesis, the writer had two objectives to achieve. First, this research tried to analyze Interpersonal Meaning through Mood Structures in Sri Mulyani Indrawati's speech. Second, it also tried to analyze Speech Functions and Mood Types in the clauses of Sri Mulyani Indrawati's speech. This research used qualitative method. From the analysis of Interpersonal meaning through mood structures consist of mood element and residue element. In the mood elements, there are 141 Subjects and 158 Finites. In the residue elements, there are 117 predicators, 122 complements, 27 mood adjuncts, 75 circumstantial adjuncts, 3 comment adjuncts and 67 conjunctive adjuncts. And from the analysis of Speech Functions, there are 135 statements, 11 questions and 13 commands.Skripsi ini berjudul "An Analysis of Interpersonal Meaning in Sri Mulyani Indrawati’s speech".Skripsi ini membahas tentangbagaimana menganalisis makna interpersonal dalam pidato Sri Mulyani Indrawati yang disampaikan di Universitas Virginia. Dalam skripsi ini, penulis memiliki dua tujuan untuk dicapai. Pertama, penelitian ini mencoba menganalisis Makna Interpersonal melalui Mood Structures dalam pidato Sri Mulyani Indrawati. Kedua, juga mencoba menganalisis Speech Functions dan Mood Types dalam klausul pidato Sri Mulyani Indrawati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari analisis makna interpersonal lewat mood structures terdiri dari mood element dan residue element. Dalam mood element, ada 141 Subject dan 158 Finite. Dalam residue element, ada 117 predicator, 122 complement, 27 mood adjuncts, 75 circumstantial adjuncts, 3 comment adjuncts dan 67 conjunctive adjuncts. Dan dari analisis Speech Functions ada 135 pernyataan, 11 pertanyaan dan 13 perintah.Skripsi Sarjan

    EDHAYA SUKOHARJO PEMADATAN OLEH M.TH. SRI MULYANI

    No full text
    Tari Bedhaya Sukoharjo garap padat merupakan bentuk tari bedhaya yang telah mengalami proses pemadatan. Tarian ini dipadatkan guna untuk memenuhi kebutuhan pertunjukan di luar tembok keraton, yang pertama kali dipentaskan di Taman Budaya Jawa Tengah. Koreografi tari Bedhaya Sukoharjo merupakan bentuk koreografi yang digarap dengan kaidah-kaidah bedhaya, yang memiliki jumlah sembilan penari yang masing-msing memiliki nama dan kedudukan masing-masing. Pada motif gerak telah mengalami pemadatan dengan mengurangi durasi dari jumlah pengulangan motif gerak yang terkait dengan perubahan cakepan dan pengurangan jumlah gong-an. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pemadatan tari Bedhaya Sukoharjo terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal dari dalam diri senimannya yaitu pengalaman. M.TH. Sri Mulyani sebagai penari bedhaya yang ingin menampilkan tari bedhaya yang lebih singkat durasi pertunjukannya hal ini terkait dengan kebutuhan pentas di luar tembok keraton. Faktor eksternal sangat terkait dengan kebutuhan pentas dan masyarakat pada saat ini. Dipengaruhi juga oleh garap-garap pemadatan tari bedhaya lainnya yang juga mengalami pengurangan motif gerak. Hal ini mendorong untuk digarapnya pemadatan tari Bedhaya Sukoharjo. Sehingga pemadatan tari Bedhaya Sukoharjo secara eksternal banyak dipengaruhi oleh bedhaya-bedhaya sebelumnya yang telah mengalami pemadatan yang fungsinya adalah digunakan sebagai suatu bentuk pertunjukan non ritual. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kualitatif dengan bentuk deskriptif analisis, sehingga ruang lingkup pembahasan meliputi 1) bagaimana proses pemadatan Bedhaya Sukoharjo oleh M.TH. Sri Mulyani, 2) bagaimana koreografi Bedhaya Sukoharjo hasil pemadatan oleh M.TH. Sri Mulyani, 3) bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi Bedhaya Sukoharjo hasil pemadatan oleh M.TH. Sri Mulyani. Analisis data dilakukan dari setiap bagian yang ditemukan. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi pustaka dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan secara kualitatif sesuai dengan pokok bahasannya. Konsep yang digunakan dalam memadatkan tari Bedhaya Sukoharjo adalah konsep bentuk dalam kajian tari: teks dan konteks dengan memberi inovasi yaitu pertunjukan yang singkat, padat dan menarik. Kata Kunci: Pemadatan, Tari Bedhaya Sukoharjo, Koreografi. The condensed style of dance Bedhaya Sukoharjo represents the form of dance Bedhaya that has been condensed. The dance is condensed to meet the performance outside the palace that firstly presented in Taman Budaya Jawa Tengah. The choreography of Bedhaya Sukoharjo shows a choreography with Bedhaya rules telling that it has nine dancers with their own names and positions. The movement motive has been condensed by reducing the duration of repeating movement motive related to the change of cakepan as well as the gong beating number. The factors that influence the condensing of dance Bedhaya Sukoharjo including internal and external factors. The internal factor comes from the artist’s experience, whose name is M.TH.Sri Mulyani, as a Bedhaya dancer who wants to present a shorter dance Bedhaya. It is related to the need of performance outside the palace. The external factors are closely related to the presentation need and the current society. It is also influenced by condensing treatments of other dance Bedhaya that reduce their movement motives. It leads to the condensing of dance Bedhaya Sukoharjo. It is used as a non-ritual performance. This research applies qualitative method with descriptive analysis. The scope of discussion includes 1) how the process of condensing Bedhaya Sukoharjo by M.TH. Sri Mulyani is, 2) how the choreography of Bedhaya Sukoharjo condensed by M.TH. Sri Mulyani is, 3) how the factors that influence Bedhaya Sukoharjo condensed by M.TH. Sri Mulyani are. The data found through observation, interview, and library study is analyzed by applying descriptive analysis and qualitative method according to the main problem. The concept used in condensingthe dance Bedhaya Sukoharjo is the concept of form in dance study covering text and context innovation called a short, condensed and interesting performance. Keywords: condensing, dance Bedhaya Sukoharjo, choreograph

    THE USE OF CONSONANT ELISION BY SRI MULYANI DURING HER INTERVIEW SESSION WITH THE BANKER

    Full text link
    This research is entitled “The Use of Consonant Elision by Sri Mulyani During Her Interview Session with The Banker”. The objects of this research are the consonant elisions that are produced by Sri Mulyani when she was interviewed by The Banker. The objectives of this research are to describe and analyze the frequency of consonant elision used by Sri Mulyani and to find out the phonemes that are often being elision-ed by Sri Mulyani in her interview with The Banker. The analysis of this research was done by using descriptive qualitative analysis method. This study uses Carr’s (2008), Giegerich’s (1992), and Roach’s (2001) theories about phonological rules and elision. This study shows that during her interview, Sri Mulyani uses consonant elision for 26 times and she tends to do the omission to the phoneme /t/ (19 times), /d/ (5 times), /r/ (1 times), and /s/ (1 times)

    The Authorized Biography Sri Mulyani Indrawati : no limits reformasi dengan hati

    No full text
    Buku ini menggambarkan perjalanan karier Sri Mulyani dari masa kecil hingga menjadi seorang ekonom terkemuka. Latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi dan keterlibatannya dalam berbagai organisasi internasional menjadi fokus penting. buku ini juga menyoroti gaya kepemimpinan Sri Mulyani yang tegas tetapi tetap berempati. Dikenal karena dedikasinya yang kuat terhadap integritas dan etika, Sri Mulyani juga berusaha memimpin dengan pendekatan yang mempertimbangkan sisi kemanusiaan.xiii, 577 p. : col. ill. 23 c

    TARI KENYA LENGGER KARYA MULYANI KABUPATEN WONOSOBO (KAJIAN KOREOGRAFI)

    No full text
    Kenya Lengger merupakan tari kreasi yang ada di Wonosobo dan merupakan modifikasi dari Tari Lengger kesenian tradisional kerakyatan. Proses penciptaan Tari Kenya Lengger melalui empat tahap yaitu penemuan ide, eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Arti Kenya Lengger adalah Lengger gadis, dinamakan Lengger gadis karena semua penarinya adalah gadis remaja kemudian menjadi ciri khas dari tarian ini. Proses dan bentuk koreografi Tari Kenya Lengger memunculkan sebuah karya tari kreasi yang indah. Masalah penelitian ini adalah bagaimana proses koreografi Tari Kenya Lengger karya Mulyani di Kabupaten Wonosobo dan bagaimana bentuk koreografi Tari Kenya Lengger karya Mulyani Kabupaten Wonosobo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mendiskripsikan dan menganalisis proses koreografi Tari Kenya Lengger karya Mulyani di Kabupaten Wonosobo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan koreografis untuk memahami proses koreografi dan bentuk koreografi dalam Tari Kenya Lengger karya Mulyani Kabupaten Wonosobo, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, peneliti melakukan penelitian berdasarkan pada fakta yang berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi objek sebagaimana adanya, kemudian gambaran tersebut dideskripsikan dan dianalisis oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukan tentang bagaimana proses koreografi meliputi penemuan ide, eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Proses penemuan ide didasarkan pada pengalaman melihat kesenian Tari Lengger Desa Giyanti, oleh Mulyani ide tersebut diwujudkan melalui kegiatan koreografis yaitu eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Bentuk koreografi Tari Kenya Lengger karya Mulyani meliputi tema, pemain/pelaku, gerak, iringan, tata rias dan busana, properti, tata pentas, dan tata lampu. Berdasarkan bentuk koreografi Tari Kenya Lengger karya Mulyani, Tari Kenya Lengger memiliki nilai estetika. Koreografer Tari Kenya Lengger diharapkan lebih kreatif dalam memodifikasi Tari Kenya Lengger menjadi tari yang diminati oleh remaja masa kini sehingga Tari Kenya Lengger menjadi tari yang tetap eksis dan tidak diabaikan oleh generasi muda dan memunculkan gerak khas Tari Kenya Lengger. Penari Tari Kenya Lengger diharapkan lebih giat berlatih dalam menarikan Tari Kenya Lengger agar penari dapat mementaskan Tari Kenya Lengger dengan baik dan sesuai dengan karakter Tari Kenya Lengger. Masyarakat Wonosobo diharapkan tetap melestarikan kesenian khas Wonosobo tertutama kesenian Tari Kenya Lengger agar generasi muda tidak melupakan kebudayaan daerah sendiri. Pembaca diharapkan mengembangkan penelitian ini yang mengkaji nilai estetika Tari Kenya Lengger

    Tari Klasik Gaya Sunda"Srikandi Mustakaweni"

    No full text
    Tari Klasik Gaya Sunda"Srikandi Mustakaweni" Karya: Ai Mulyani, Ujian penyajian tugas akhir jur. Tari, Pendapa ISI Surakart

    Tari Berthema"Cikeruhan"

    No full text
    Tari Berthema"Cikeruhan" Karya: Nani Mulyani, Ujian penyajian tugas akhir Jr. Tari, Pendapa ISI Surakarta

    Sistem Informasi Rekam Medis Berbasis Web Pada Bpm Leny Mulyani

    Full text link
    Laporan skripsi dengan judul “Sistem Informasi Rekam Medis Berbasis Web Pada BPM Leny Mulyani” telah dilaksanakan dengan menganalisa permasalahan yang ada diantaranya pendataan pasien keliru/tidak benar disebabkan oleh sistem manual, pendataan, pendaftaran tidak tersistem dengan baik. Tujuan dari skripsi ini adalah menghasilkan aplikasi perangkat lunak untuk memudahkan proses pendataan pasien dan rekam medis, pembayaran yang mudah dengan terkomputerisasi, dan menyimpan laporan secara lebih baik dan efisien. Sistem ini dirancang menggunakan pemodelan UML. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan database MySQL. Hasil dari rancang bangun ini adalah sebuah aplikasi berbasis web untuk BPM Leny Mulyani bernama SISFO Rekam Medis

    REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI

    No full text
    rtikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruksi melalui (1) penggalian tari, (2) pemadatan tari, (3) peningkatan karyakarya tari dan penyebarluasan. Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo mengalami sentuhan kreativitas oleh M.Th. Sri Mulyani salah satu seniman tari di Kraton Surakarta. Bentuk koreografinya dikemas lebih padat dan menarik dikarenakan tari Bedhaya Sukoharjo dalam konteks penyambutan tamu. Perubahan ini lebih ditata pada komponen gerak, tata rias dan busana, desain lantai dan musik tari. Kegiatan penggalian dimaksudkan untuk merekonstruksi tari yang bersumber dari masyarakat, melibatkan penari, pemusik dan penata busana serta seniman di daerah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kualitatif dengan bentuk deskriptif analisis, sehingga ruang lingkup pembahasan meliputi 1) bagaimana proses rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani, 2) bagaimana bentuk hasil rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani, 3) bagaimana faktor-faktor yang mendukung rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani. Analisis data dilakukan dari setiap bagian yang ditemukan. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan studi pustaka dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan secara kualitatif sesuai dengan pokok bahasannya. Konsep yang digunakan dalam merekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo adalah konsep bentuk dalam kajian tari: teks dan konteks dengan memberi inovasi yaitu pertunjukan yang singkat, padat dan menarik. Maka berdasarkan konsep di atas, tari Bedhaya Sukoharjo dapat menjadi aset seni pertunjukan di Kota Surakarta. Dengan demikian, imajinasi dan realitas kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari komunitas pemiliknya sehingga akan selalu muncul sebagai identitas baru sebagai jati diri personal melalui produksi karya tari visualisasi baru. Kata kunci: rekonstruksi, Tari Bedhaya Sukoharjo, koreografi

    Mulyani Mudis Taruna's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
    corecore