8,224 research outputs found
Pengorganisasian integrasi ilmu dan sains
Buku ini berjudul “Pengorganisasian Integrasi Ilmu dan Sains”. Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pengorganisasian Integrasi Ilmu pada Program Studi Pendidikan Sains di lingkungan Kemenag RI dan khususnya bagi UIN Maliki Malang, UINSA Surabaya, dan IAIN Tulungagung sebagai kampus “Da’wah dan peradaban”
Pengorganisasian integrasi ilmu dan sains
Buku ini berjudul “Pengorganisasian Integrasi Ilmu dan Sains”. Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pengorganisasian Integrasi Ilmu pada Program Studi Pendidikan Sains di lingkungan Kemenag RI dan khususnya bagi UIN Maliki Malang, UINSA Surabaya, dan IAIN Tulungagung sebagai kampus “Da’wah dan peradaban”
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Tauhid Education in Pesantren (Study of Tauhid Thought and Education in Pesantren al-Mukmin Ngruki, Central Java, Indonesia)
This research aims to reveal the thoughts possessed by the kyais and ustadz in Pesantren al-Mukmin on the tauẖîd education, and their implementation. The method used in this reseach was qualitative. The results of this research are as follows. Firstly, tauẖîd is given a special attention since the main aim of education in the pesantren al-Mukmin Ngruki is to produce a muslim generation with pure tauẖîd coloring all their lives. KH. Wahyudin and ustadz Abdurrahim Ba’asyir Lc understand tauẖîd in line with Ibnu Taimiyah and Muhammad bin Abdul Wahab. Secondly, Tauẖîd education in Pesantren al-Mukmin Ngruki using three methods of education; the doctrine of tauẖîd values, understanding, and practice. Meanwhile the learning of tauẖîd in the Pesantren al-Mukmin Ngruki more adopted the concept of tauẖîd proposed by Muhammad bin Abdul Wahab and Ibn Taimiyah since the books studied in the ẖalaqah program are written by Muhammad bin Abdul Wahab, while those studied in the learning of tauẖîd in the class are written by Dr. Shalih Fauzan who is one of the figures in the Muhammad bin Abdul Wahab tauẖîd dakwah movement in Saudi Arabia.  Kata kunci: Tauẖîd, Education, Pesantre
Mukmin Muhammad's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Pengertian Mukmin, Kafir, Munafik, dan Musyrik
Seorang mukmin dapat memiliki perilaku kehidupan/amal yang beragam. Tidak dapat dipungkiri bahwa sikap seseorang mukmin memiliki dinamika dan paradigma. Seorang mukmin selalu dipengaruhi atas kondisi sosial, politik, budaya yang melatarbelakanginya menjadi insān kāmil (manusia sempurna) dalam versinya masing-masing. Keberagaman dan keimanan seharusnya membawa warna kerukunan bukan perpecahan. Pentingnya konsep keimanan sejati dipahami umat muslim sebagai upaya untuk meminimalisir sikap ekstrimis dan ekstrimis. Berangkat dari hal tersebut, sedikitnya terdapat tiga sebab utama keberagamaan dan keimanan dipahami secara tidak tepat sehingga berujuang pada sikap ekstrimis dan ekstrimis. Pertama, wawasan al- Qur’an dan Hadis yang terbilang minim bahkan lemah sehingga menjadikan beragama jauh dari kata spiritual transedental. Kedua, kurangnya keseimbangan kesalehan individual dan kesalehan sosial. Ketiga, narasi ajaran agama yang diyakini secara taklid buta memunculkan kebenaran. Sehingga sepihak, melegalkan tindakan anarkis dan radikalis, bahkan lebih parahnya seakan memiliki mandataris sebagai eksekutor tuhan. Ketiga hal ini merupakan problem yang serius dalam Islam khususnya dalam penafsiran al- Qur’an tentang pemahaman mukmin sejati dalam al-Qur’an
HADIS "ORANG MUKMIN MINUM DENGAN SATU USUS SEDANGKAN ORANG KAFIR DENGAN TUJUH USUS" (KAJIAN MA'ANIL HADIS)
Skripsi ini berjudul Hadis “Orang Mukmin Minum Dengan Satu Usus Sedangkan Orang Kafir Dengan Tujuh Usus” (Kajian Ma’anil Hadis). Kehidupan manusia zaman dulu tentu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Walaupun budaya-budaya dan gaya hidup masa lalu tetap juga masih ada yang dilaksanakan hingga zaman sekarang diantaranya hedonisme. Hal ini digambarkan Nabi Muhammad SAW dengan orang mukmin minum dengan satu usus sedangkan orang kafir dengan tujuh usus. Karenanya penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut, dengan memunculkan pertanyaan, yaitu bagaimana pemahaman terhadap hadis tentang orang mukmin minum dengan satu usus sedangkan orang kafir minum dengan tujuh usus dan bagaimana relevansi hadis terhadap gaya hidup hedonisme.
Untuk menemukan jawaban diatas, penulis menggunakan metode ma’anil hadis dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research) bersifat kualitatif. Sumber data yang digunakan kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Jami’ at-Tirmidzi, dan Musnad Ahmad bin Hanbal, serta kitab-kitab dan buku lainnya sebagai data sekunder yang berhubungan dengan judul penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan membaca literatur-literatur yang berhubungan dengan pembahasan, kemudian sumber data yang diperoleh dikumpulkan, dipelajari dan dikaji untuk selanjutnya diadakan penganalisaan. Data yang telah terkumpul lalu dianalisa secara diskriptif kualitatif, kemudian ditarik suatu kesimpulan secara deduktif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa seorang muslim harus bersikap zuhud, minimalis, karena semua hal yang didapatkan di dunia ini hanyalah titipan semata. Kesombongan, keangkuhan, dan melakukan sesuatu secara berlebihan itu tidak dibenarkan
The Complete Muhammad Ali
Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
HADIS “ORANG MUKMIN MINUM DENGAN SATU USUS SEDANGKAN ORANG KAFIR MINUM DENGAN TUJUH USUS” (KAJIAN MA’ANIL HADIS)
Skripsi ini berjudul Hadis “Orang Mukmin Minum Dengan Satu Usus
Sedangkan Orang Kafir Dengan Tujuh Usus” (Kajian Ma’anil Hadis).
Kehidupan manusia zaman dulu tentu sangat berbeda dengan zaman sekarang.
Walaupun budaya-budaya dan gaya hidup masa lalu tetap juga masih ada yang
dilaksanakan hingga zaman sekarang diantaranya hedonisme. Hal ini digambarkan
Nabi Muhammad SAW dengan orang mukmin minum dengan satu usus sedangkan
orang kafir dengan tujuh usus. Karenanya penulis tertarik untuk meneliti lebih
lanjut, dengan memunculkan pertanyaan, yaitu bagaimana pemahaman terhadap
hadis tentang orang mukmin minum dengan satu usus sedangkan orang kafir minum
dengan tujuh usus dan bagaimana relevansi hadis terhadap gaya hidup hedonisme.
Untuk menemukan jawaban diatas, penulis menggunakan metode ma’anil
hadis dan jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library
research) bersifat kualitatif. Sumber data yang digunakan kitab Shahih Bukhari,
Shahih Muslim, Jami’ at-Tirmidzi, dan Musnad Ahmad bin Hanbal, serta kitab
kitab dan buku lainnya sebagai data sekunder yang berhubungan dengan judul
penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu
dengan membaca literatur-literatur yang berhubungan dengan pembahasan,
kemudian sumber data yang diperoleh dikumpulkan, dipelajari dan dikaji untuk
selanjutnya diadakan penganalisaan. Data yang telah terkumpul lalu dianalisa
secara diskriptif kualitatif, kemudian ditarik suatu kesimpulan secara deduktif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa seorang muslim harus bersikap
zuhud, minimalis, karena semua hal yang didapatkan di dunia ini hanyalah titipan
semata. Kesombongan, keangkuhan, dan melakukan sesuatu secara berlebihan itu
tidak dibenarkan.
Kata kunci: Usus, Hedonisme, Hadi
Pendidikan Pondok Pesantren berbasis Agrobisnis dan Agroindustri: Studi di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, Waru, Sidoarjo
Agroindustri. Pengangguran merupakan salah satu masalah sosial yang dihadapi hampir oleh setiap Negara terutama Negara-negara berkembang. Pengangguran disebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Dengan adanya pendidikan keterampilan, diharapkan menjadikan solusi dari masalah pengangguran. Pondok pesantren sekarang ini mengalami perkembangan yang luar biasa, khususnya berkaitan dengan dunia pekerjaan yang begerak di kewirausahaan bidang Agrobisnis dan Agroindustri. Penulis merumuskan masalah penelitian ada tiga, yaitu : bagaimana porses pendidikan pondok pesantren berbasis agrobisnis dan agroindustri Mukmin Mandiri, bagaimana model pendidikan pondok pesantren berbasis agrobisnis dan agroindustri di pondok pesantren Mukmin Mandiri dan bagaimana internalisasi nilai – nilai agrobisnis dan agroindustri di pondok pesantren Mukmin Mandiri Waru, Sidoarjo. Sementara, untuk metode penelitian, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif. Metode yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi sebagai bahan utama yang relevan dan objektif dalam penelitian ini adalah : Observasi, interview, dan dokumentasi. Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, maka selanjutnya data tersebut diolah dan disajikan dengan menggunakan suatu metode analisis deskriptif berusaha memaparkan secara detail tentang hasil penelitian sesuai dengan data. Dari deskripsi pada beberapa bab sebelumnya, maka penulis menyimpulkan tesis ini bahwa corak tersendiri pendidikan pesantren Mukmin Mandiri dapat dilihat dari struktur pengajaran yang diberikan, dari sistematika pengajaran, dijumpai pelajaran yang berulang dari tingkat ke tingkat. Pesantren Mukmin Mandiri melakukan sejumlah akomodasi yang dianggap tidak hanya akan mendukung kontinuitas pesantren, tetapi juga bermanfaat bagi santri. Pendidikan bidang agrobisnis di pesantren Mukmin Mandiri mengacu kepada semua aktivitas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani yang saling terkait satu sama lain yang diinternalisasikan melalui proses pendidikan. Model pendidikan berbasis agrobisnis dan agroindustri di pondok pesantren Mukmin Mandiri adalah model pendidikan integratif; sebuah model pendidikan yang mengintegrasikan materi kewirausahaan di dalam seluruh mata pelajaran, buku ajar, ekstrakurikuler dan kultur pesantren. Setelah itu, kegiatan praktik secara simultan dilakukan berdasarkan materi yang diberikan
- …
