1,720,989 research outputs found
Reading “Mukidi”: Discourse Representation in Indonesia’s New Media Platform
This paper is an Ethnographic Content Analysis (ECA) analyses the viral messages of “Mukidi” in Indonesia’s new media platform. It focuses on how the viral messages of “Mukidi” in social media (i.e. WhatsApp) exist in relation to how people, in the WhatsApp, talk about the messages. The results of the research show that “Mukidi” was not just an ordinary message, but also able to represent discourse on social and cultural values through the new media of communication. The theme of viral messages represented by “Mukidi” became the representation of the dynamics of daily life. The implication of such findings is our understanding that discourse is not just present in the mainstream media. Instead it spontaneously offers alternative probabilities in using social media for future communication. </jats:p
Stilistika dalam Teks Anekdot Mukidi Karya Soetantyo Moechlas (Analisis Isi)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai penggunaan metafora, fungsi kalimat dan kontruksi kalimat yang terdapat dalam teks anekdot Mukidi karya Soetantyo Moechlas. Teks anekdot Mukidi yang dianalisis berjumlah 45 teks. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dan metode kualitatif pendekatan stilistika. Objek penelitian ini adalah teks anekdot Mukidi karya Soetantyo Moechlas, dengan fokus penelitian metafora, fungsional kalimat, dan konstruksi kalimat. Instrumen penelitian dibantu dengan table analisis data. Langkah-langkah penelitian memahami objek penelitian, menentukan kriteria analisis, menandai kata, frasa, klausa, kalimat dan menganalisis data berdasarkan kalimat, mengelompokkan data ke dalam tabel, membahas hasil temuan, dan menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian teks anekdot Mukidi sbb: (1) berdasarkan metafora pilihan citra,
metafora yang mendominasi adalah bercitra abstrak ke konkret berjumlah 22. Penggunaan metafora ini menggunakan ungkapan dalam bentuk kata, frasa, maupun klausa yang bersifat abstrak ke ungkapan yang bersifat konkret. Jenis metafora ini digunakan untuk untuk memperhalus ungkapan-ungkapan yang bersifat sindiran. Untuk penggunaan metafora ekspresi tidak langsung, metafora terbanyak adalah metafora kelompok penggantian berjumlah 15. Metafora jenis ini tepat dalam penggunaannya jika dikaitkan dengan ciri sebuah anekdot yang merupakan cerita humor mengandung sindiran dengan tokoh cerita orang/tokoh yang terkenal. Penulis Anekdot menuliskan nama tokoh dengan penggunaan metafora kelompok penggantian sebagian maupun keseluruhan atau menyebut bagian fisik/sifat seseorang untuk mewakili sosok tokoh yang diceritakan oleh penulis. (2) Fungsi kalimat yang mengandung metafora berdasarkan pilihan citra terbanyak ada pada fungsi objek sedangkan fungsi kalimat yang mengandung metafora ekspresi tidak langsung terbanyak ada pada fungsi subjek dan predikat
Analisis Value Added Kopi Robusta Pada Umkm Kopi Mukidi Di Kabupaten Temanggung
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa nilai tambah, profitabilitas, efisiensi dan keuntungan yang didapatkan dari usaha mengolah kopi robusta menjadi kopi bubuk robusta oleh UMKM Kopi Mukidi di Kabupaten Temanggung. Penelitian ii menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive (sengaja) di UMKM Kopi Mukidi. Metode pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekuder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan responden, observasi dan pencatatan data dari dinas terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis biaya, analisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis efisiensi, analisis profitabilitas dan analisis nilai tambah metode Hayami. Berdasarkan hasil penelitian pengolahan biji kopi robusta menjadi kopi bubuk pada UMKM Kopi Mukidi mampu menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 38.766 tiap kg dengan rasio nilai tambah sebesar 40,39%. Keuntungan yang didapatkan oleh UMKM Kopi Mukidi pada bulan Maret 2021 adalah sebesar Rp 2.647.478,-. Nilai profitabilitas yang dihasilkan oleh UMKM Kopi Mukidi adalah 52,81% dan efisiensi usaha UMKM Kopi Mukidi pada bulan Maret 2021 adalah 1,53.Kata Kunci : Analisis Nilai Tambah, Analisis Keuntungan, Metode Hayami, Kopi Robust
Analisis Peningkatan Mutu Layanan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Rumah Makan Bakso Mukidi Pulogebang Kota Madya Jakarta Timur)
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuisoner kepada pelanggan bakso mukidi secara langsung di tempat atau dengan memberikan link kuisoner menggunakan google form kepada pelanggan sebanyak 75 orang. Responden yang berjumlah 75 orang didapat menggunakan rumus slovin, yang digunakan untuk menentukan banyaknya sampel minimum yang diperlukan. Sementara analisis data mutu layanan rumah makan Bakso Mukidi menggunakan teknik QFD melalui matrik HOQ. Persyaratan pelanggan yang diinginkan oleh para pelanggan restoran bakso mukidi adalah rasa, tampilan makanan, kebersihan menu serta peralatannya, harga, porsi makan dan minum, variasi makanan yang beragam, lokasi mudah dijangkau, rasa nyaman tempat, kecepatan dalam sajian makanan dan minuman, tempat yang bersih, sikap ramah serta rasa sopan pelayan, pelayan yang memberi penjelasan, transaksi yang cepat, parkiran yang besar serta aman dan promosi. Sementara itu terkait bobot mutlak persyaratan teknis itu ada lima prioritas utama yang harus dipenuhi oleh pihak restoran bakso mukidi yaitu pelayanan, proses memasak, pasokan bahan mentah, menyimpan bahan mentah, proses persiapan, proses membersihan, serta proses mencuci
PENGEMBANGAN KREATIVITAS-INOVATIF DALAM PENDIDIKAN SENI MELALUI PEMBELAJARAN MUKIDI
Pendidikan Seni adalah pendidikan yang memberikan materi-materi tentang karya-karya seni, baik secara apresiasi ataupun praktek. Karya seni ini mempunyai unsur pokok, yaitu: keindahan. Dengan keindahan karya seni, peserta didik diharapkan dapat menangkap makna keindahan yang ada pada karya seni. 3 (tiga) elemen: apresiasi, ekspresi, dan kreasi, yang tetap menjadi basis utama dalam pembelajaran seni. Pencapaian ranah ini dilakukan melalui pendekatan: definitif, partisipatif, dan eksploratif; dengan pembelajaran yang: Menyenangkan, Unik, Kreatif, Inovatif, Demokratis, dan Inisiatif (MUKIDI). Keharmonisan dari elemen-elemen pembalajaran tersebut diharapkan mampu meningkatakan kreativitas-inovatif dalam pendidikan seni
Nilai Pendidikan Karakter Pada Tindak Tutur Ilokusi dan Perlokusi Dalam Kumpulan Teks Humor Buku Mukidi: Ruang Tertawa Bebas Pajak Karya Soetantyo Moechlas
This study aims to (1) Know the value of character education on the form of speech
acts of illocution in a collection of humor text books Mukidi: Tax Laughing Laughter
room by Soetantyo Moechlas; (2) Knowing the value of character education in the
form of speech acts perlokusi in a collection of humor text books Mukidi: Tax
Laughing Laughter of Soetantyo Moechlas. (3) Knowing the model of teaching
materials that can be developed based on the value of character education in the form
of speech acts of illocution and perlokusi in a collection of humor texts book Mukidi:
Tax Laughing Room Soetantyo Moechlas. This research is qualitative descriptive
research. Data collection method applied in this research is method refer to advanced
technique note. The data collected in the study was analyzed by the equivalent
method. The matching method in this study uses referential equivalents. The results
of this research are (1) The form of the act of speech of illocution in the novel there
are 8 values of character education that is religious value, honest value, discipline
value, hard work value, democratic value, curiosity value, love value peace,
environmental caring value, and the value of responsibility; (2) The form of speech
acts perlokusi in the novel there are 10 values of character education that is religious
value, discipline value, hard work value, curiosity value, spirit value of nationality,
friendly / communicative value, reading value, environmental caring value, social,
and value of responsibility. (3) The result of research of character education value in
the form of speech act of ilokusi and perlokusi in the collection of text of humor
book Mukidi: Tax Laughing Soeh Room by Soetantyo Moechlas can be developed as
teaching material in First VIII Junior High School Semester 1 KD 3. 5 and KD 4.5
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGEMBANGAN APLIKASI PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS ANDROID “MUKIDI” PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, pendidik kimia SMA/MA, dan respon peserta didik. Penelitian dilakukan dengan metode 4-D (four D) yang dibatasi sampai tahap development. Produk yang dikembangkan ditinjau oleh dosen pembimbing, kemudian diberikan koreksi dan masukan oleh dosen ahli media, dosen ahli materi dan peer review, untuk kemudian dinilaikan pada pendidik kimia SMA/MA. Produk juga direspon oleh peserta didik. Penilaian kualitas produk meliputi 7 aspek penilaian, yaitu aspek kelayakan materi, bahasa, dan soal oleh ahli materi, aspek keterlaksanaan, dan modul oleh pendidik, aspek penampilan fisik, dan fungsional oleh ahli media, serta angket respon untuk mengetahui keberfungsian produk sebagai media belajar mandiri peserta didik yang terdiri dari 3 aspek, yaitu aspek kesadaran belajar mandiri, minat terhadap aplikasi, dan kebermanfaatan aplikasi.
Hasil penilaian berupa data kualitatif kemudian dianalisis untuk menentukan kualitas produk. Karakteristik aplikasi Mukidi (Modul Kimia Android) Materi Kesetimbangan Kimia sebagai media belajar mandiri adalah berupa aplikasi android berformat .apk yang memuat penjelasan dan latihan soal materi Kesetimbangan Kimia, serta dilengkapi dengan menu video pembelajaran untuk membantu peserta didik belajar mandiri dalam memahami materi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan penilaian ahli materi, aplikasi Mukidi (Modul Kimia Android) yang dikembangkan mendapatkan skor 62 dari 65 dengan persentase keidealan 95,38% sehingga dikategorikan Sangat Baik (A). Penilaian ahli media mendapatkan skor 43 dari 55 dengan persentase keidealan 74,54% sehingga masuk kategori Baik (B). Adapun penilaian menurut pendidik, produk mendapatkan skor 96 dari 120 dengan persentase keidealan 80% dan kualitas Sangat Baik (A). Respon dari peserta didik menghasilkan skor 206 dari 240 dengan persentase keidealan 85,84% sehingga dapat dikatakan aplikasi disukai dan dapat menjadi media belajar mandiri peserta didik
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
