1,721,435 research outputs found
Diesel-CNG Dual Fuel Engine Knock Signal at 1400 rpm with Various Diesel to CNG Fuel Ratios
This data contains a raw knock signal for a Diesel-CNG Dual Fuel (DDF) engine with various fuel ratio at a constant 0.7 of equivalence ratio and 1400 rpm engine speed. The data was obtained from a piezoelectric knock sensor which mounted near the first cylinder at the engine block. The data was recorded using National Instruments Combustion Analysis System (NI-CAS) with 1 degree crank angle interval
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH CEMPEDAK ( Artocarpus champeden L.) PADA BERBAGAI MEDIA SIMPAN DENGAN LAMA PENYIMPANAN BERBEDA
Cempedak seeds are recalcitrant seeds with high water content and are susceptible to a decrease in water content. Seed viability quickly decreases and eventually dies. Decreasing the water content below the critical point is a problem, high water content seeds germinate, and die if stored at low temperatures. With the right storage media, it is hoped that seeds can be stored longer so that seed viability and vigor can be maintained. This research aims to obtain appropriate storage media with a certain storage time that can maintain the viability and vigor of cempedak seeds. The research used a Completely Randomized Design (CRD) arranged factorially with two factors. The first factor of storage media (m) consists of m1: sawdust, m2: rice husks, and m3: coconut fiber powder. Meanwhile, the second factor is storage time (w) which consists of three treatment levels, namely w1: storage for 2 weeks, w2: storage for 4 weeks and w3: storage for 6 weeks. There were 9 treatments. Each treatment was repeated three times so that there were 27 experimental units. Each experimental unit contained 25 cempedak seeds. The variables observed were: seed water content, germination percentage, germination speed, germination uniformity and seedling dry weight. Data were analyzed using the F test and continued with the Duncan test at the α level of 5%. The results of the research showed that cempedak seeds stored in sawdust media for 4 weeks were able to maintain a water content of 36.24%, germination capacity of 69.33%, germination speed of 1.87%, germination simultaneity of 62.66% and seed dry weight. 8.37 grams.Key words: viability ; vigor ; storage media ; storage time; cempedak seed
RASIONALITAS PEZIARAH KHAUL AL HABIB SHOLEH BIN MUKHSIN AL HAMID DI TANGGUL
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan dan tujuan
yang melatarbelakangi peziarah menghadiri acara khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin
Al Hamid serta menganalisis rasionalitas peziarah khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin
Al Hamid. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, sehingga
menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau lisan dan perilaku yang dapat diamati
dari informan. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive
sampling yang didasarkan pada kriteria tertentu. Jumlah informan yang dikumpulkan
adalah 12 orang yang terdiri dari 6 orang informan pokok dan 6 orang informan
sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi
partisipan terbatas, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Keabsahan data
diuji menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu peneliti membandingkan dan
mengecek balik suatu informasi yang diperoleh dari informan pokok, informan
tambahan, hasil observasi dan dokumentasi berupa foto-foto. Teknik analisis data
yang digunakan adalah model analisis interaktif dengan alur kegiatan: reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil dan kesimpulan dari
penelitian ini adalah alasan peziarah menghadiri acara khaul Al Habib Sholeh bin
Mukhsin Al Hamid didasari oleh adanya tradisi yang dilakukan oleh generasi
pendahulu, adanya kepercayaan terhadap keistimewaan habib Sholeh dan adanya
permasalahan hidup yang sedang dialami. Sedangkan tujuan peziarah menghadiri
acara khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid adalah mencari berkah
keselamatan dan ketenangan batin, melancarkan rejeki dan pekerjaan, mencari
kesembuhan, serta melancarkan jodoh. Rasionalitas yang ada dalam ziarah khaul Al
vii
Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid antara lain: (1) tindakan tradisional yaitu
tindakan yang dilakukan peziarah khaul didasarkan atas kebiasaan yang diikuti dari
generasi pendahulunya; (2) rasionalitas yang berorientasi nilai (Wertrationalitat) yaitu
tindakan yang dilakukan peziarah didasarkan pada nilai-nilai tertentu; (3) rasionalitas
instrumental (Zweckrationalitat) yaitu tindakan yang dilakukan peziarah didasarkan
atas tujuan empiris yang ingin dicapai; dan (4) tindakan afektif yaitu tindakan yang
didominasi oleh luapan emosi dengan tanpa adanya perencanaan yang sadar
RASIONALITAS PEZIARAH KHAUL AL HABIB SHOLEH BIN MUKHSIN AL HAMID DI TANGGUL
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan dan tujuan
yang melatarbelakangi peziarah menghadiri acara khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin
Al Hamid serta menganalisis rasionalitas peziarah khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin
Al Hamid. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, sehingga
menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau lisan dan perilaku yang dapat diamati
dari informan. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive
sampling yang didasarkan pada kriteria tertentu. Jumlah informan yang dikumpulkan
adalah 12 orang yang terdiri dari 6 orang informan pokok dan 6 orang informan
sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi
partisipan terbatas, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Keabsahan data
diuji menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu peneliti membandingkan dan
mengecek balik suatu informasi yang diperoleh dari informan pokok, informan
tambahan, hasil observasi dan dokumentasi berupa foto-foto. Teknik analisis data
yang digunakan adalah model analisis interaktif dengan alur kegiatan: reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil dan kesimpulan dari
penelitian ini adalah alasan peziarah menghadiri acara khaul Al Habib Sholeh bin
Mukhsin Al Hamid didasari oleh adanya tradisi yang dilakukan oleh generasi
pendahulu, adanya kepercayaan terhadap keistimewaan habib Sholeh dan adanya
permasalahan hidup yang sedang dialami. Sedangkan tujuan peziarah menghadiri
acara khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid adalah mencari berkah
keselamatan dan ketenangan batin, melancarkan rejeki dan pekerjaan, mencari
kesembuhan, serta melancarkan jodoh. Rasionalitas yang ada dalam ziarah khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid antara lain: (1) tindakan tradisional yaitu
tindakan yang dilakukan peziarah khaul didasarkan atas kebiasaan yang diikuti dari
generasi pendahulunya; (2) rasionalitas yang berorientasi nilai (Wertrationalitat) yaitu
tindakan yang dilakukan peziarah didasarkan pada nilai-nilai tertentu; (3) rasionalitas
instrumental (Zweckrationalitat) yaitu tindakan yang dilakukan peziarah didasarkan
atas tujuan empiris yang ingin dicapai; dan (4) tindakan afektif yaitu tindakan yang
didominasi oleh luapan emosi dengan tanpa adanya perencanaan yang sadar
RASIONALITAS PEZIARAH KHAUL AL HABIB SHOLEH BIN MUKHSIN AL HAMID DI TANGGUL
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan dan tujuan
yang melatarbelakangi peziarah menghadiri acara khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin
Al Hamid serta menganalisis rasionalitas peziarah khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin
Al Hamid. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, sehingga
menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau lisan dan perilaku yang dapat diamati
dari informan. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive
sampling yang didasarkan pada kriteria tertentu. Jumlah informan yang dikumpulkan
adalah 12 orang yang terdiri dari 6 orang informan pokok dan 6 orang informan
sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi
partisipan terbatas, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Keabsahan data
diuji menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu peneliti membandingkan dan
mengecek balik suatu informasi yang diperoleh dari informan pokok, informan
tambahan, hasil observasi dan dokumentasi berupa foto-foto. Teknik analisis data
yang digunakan adalah model analisis interaktif dengan alur kegiatan: reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil dan kesimpulan dari
penelitian ini adalah alasan peziarah menghadiri acara khaul Al Habib Sholeh bin
Mukhsin Al Hamid didasari oleh adanya tradisi yang dilakukan oleh generasi
pendahulu, adanya kepercayaan terhadap keistimewaan habib Sholeh dan adanya
permasalahan hidup yang sedang dialami. Sedangkan tujuan peziarah menghadiri
acara khaul Al Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid adalah mencari berkah
keselamatan dan ketenangan batin, melancarkan rejeki dan pekerjaan, mencari
kesembuhan, serta melancarkan jodoh. Rasionalitas yang ada dalam ziarah khaul Al
vii
Habib Sholeh bin Mukhsin Al Hamid antara lain: (1) tindakan tradisional yaitu
tindakan yang dilakukan peziarah khaul didasarkan atas kebiasaan yang diikuti dari
generasi pendahulunya; (2) rasionalitas yang berorientasi nilai (Wertrationalitat) yaitu
tindakan yang dilakukan peziarah didasarkan pada nilai-nilai tertentu; (3) rasionalitas
instrumental (Zweckrationalitat) yaitu tindakan yang dilakukan peziarah didasarkan
atas tujuan empiris yang ingin dicapai; dan (4) tindakan afektif yaitu tindakan yang
didominasi oleh luapan emosi dengan tanpa adanya perencanaan yang sadar
Aktivitas Media Relations pada PT Agrakom Para Relatika sebagai Perusahaan Konsultan PR
Mukhsin, 2017, D1614065, AKTIVITAS MEDIA RELATIONS PADA PT AGRAKOM PARA RELATIKA SEBAGAI PERUSAHAAN KONSULTAN PR. Kuliah Kerja Media (KKM) ini mengambil tempat di PT Agrakom Para Relatika (Agrakom PR), Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jalan Warung Buncit Raya No. 75 Jakarta Selatan. Kuliah Kerja Media (KKM) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Pebruari hingga 15 April 2017 bertujuan untuk memenuhi Tugas Akhir Program Diploma III Komunikasi Terapan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2017. Dalam Tugas Akhir ini, penulis mengambil topik tentang aktivitas media relations di PT Agrakom Para Relatika sebagai perusahaan konsultan PR. Kegiatan media relations sangat diperlukan bagi perusahaan-perusahaan dalam rangka meningkatkan publikasi di media sehingga perusahaan tersebut dapar dikenal publik. Agrakom PR sebagai perusahaan konsultan PR memberikan jasanya kepada perusahaan klien untuk merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan media relations. Pentingnya menjalin relasi dengan media tentunya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga kegiatan-kegiatan yang bersifat informal. Agrakom PR telah menjalankan salah satu fungsi public relations yaitu relasi terhadap media. Namun demikian, penulis memberikan saran untuk meningkatkan relasi dengan media sehingga terjalin hubungan yang lebih harmonis. Kata kunci: public relations, media relations, PT Agrakom Para Relatik
Upaya Meningkatkan Minat dan Kemampuan Mengaji bagi Anak Masyarakat Kute Ujung Barat melalui Pelaksanaan Program Tilawah Al Quran di TPA Al-Mukhsin
Recitation is one of the terms used in studying the science of the Qur\u27an. In general, recitations are known as a method of reading verses of the Qur\u27an with a tone or rhythm. This study aims to determine 1) the formulation of the Al-Qur\u27an recitation program in increasing students\u27 interest and ability to read the Qur\u27an at TPA al-mukhsin Kute west end 2) the implementation of the Al-Qur\u27an recitation program in improving students\u27 reading skills of the Qur\u27an at TPA al-Qur\u27an. mukhsin Kute west end. 3) evaluation of the Al-Qur\u27an recitation program in improving students\u27 reading skills of the Qur\u27an at TPA al-Mukhsin Kute west end. This research is a qualitative research. Collecting research data using interviews, observation and documentation. The results of this study are: 1) the formulation of the recitation program was carried out at the Al-Mukhsin TPA Kute west end in mid-June which was supported by various parties, such as: the head of the AL-Mukhsin TPA, the deputy head of the Al-Mukhsin TPA, the Koran teacher, and KKN students. 02 UINSU, aims to help increase children\u27s interest and ability to recite the Koran, the material provided is adjusted to the commemoration of Islamic holidays and other major celebrations. 2) the implementation of learning the Al-Qur\u27an recitation program is carried out on Mondays, Tuesdays and Wednesdays every 19:00 after maghrib prayers. 3) the process of evaluating the implementation of the Al-Qur\u27an recitation program at the al-Mukhsin Kute TPA west end is carried out once a week on Friday afternoon at 16:00 after Asr
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
