97 research outputs found

    WANITA DALAM ISLAM

    Full text link
    Emansipasi wanita dalam ajaran Islam selalu menjadi bahan diskusi yang menarik, karena ada anggapan bahwa ajaran Islam diskriminatif terhadap wanita. Benarkah Islam diskriminatif? Hal ini perlu diteliti dan dibuktikan. Dalam perspektif sejarah dapat dibuktikan bagaimana Islam telah mengangkat derajat wanita, ini dapat dilihat dengan mengkomparasikan kondisi wanita pra Islam dengan pasca Islam. Dari perspektif Syari’ah dapat dibuktikan bahwa hakikatnya tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan wanita di hadapan hukum Islam. Perspektif Al-Qur’an juga membuktikan bahwa Allah selalu mendudukkan laki-laki dan wanita dalam posisi yang sama, tidak ada diskriminasi dalam Al-Qur’an. Berdasarkan tiga perspektif di atas, terbukti bahwa Islam telah mengangkat derajat kaum wanita, sehingga terjadi kesetaraan antara wanita dengan laki-laki. Dalam Islam ada bagian ajaran yang bersifat absolut dan ada yang bersifat relatif; yaitu yang merupakan ajaran-ajaran pokok (ushul) yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan yang merupakan hasil pemikiran manusia (ijtihad) tentang perincian dan penjabaran (furu’) tentang cara pelaksanaan ajaran-ajaran pokok tersebut. Dalam berijtihad manusia sangat mungkin terpengaruh oleh budaya yang ada, termasuk yang masih patrilineal. Sementara itu teks-teks Al-Qur’an dan Hadts (ajaran pokok) telah menggariskan prinsip dan semangat kesetaraan jender, oleh karena itu perlu dilakukan reinterpretasi untuk menghasilkan pemahaman-pemahaman yang sesuai dengan prinsip dan semangat ajaran pokok Islam tersebut

    KORELASI ANTARA KECENDERUNGAN TEOLOGI DENGAN OPINI ETOS KERJA

    Full text link
    The problem underlying this research is a perception of slow development and advancement labeled to Indonesian as a result of low working spirit in comparison to its neighboring countries known as “Little Dragons” such as South Korea, Taiwan, China and Singapore. Moslem dominate Indonesia as a major religion; whether Aqidah has influences on a person’s working spirit is the main focus of this research. It is very important to prove whether there is a positive relationship between a person’s Aqidah and his/her working spirit. Data analysis is carried data tabulation method and correlation analysis (Pearson Correlation). The result show that almost, the correlation of the variables shows quite low correlation between the tendency of Aqidah thought and working spirit. It can be concluded that Aqidah is not the sole factor influencing the person working spirit. There must other factors outside Aqidah in particular and religion in general

    Amar Makruf Nahi Munkar Mu‘tazilah dalam Perspektif al-Zamakhsharî

    No full text
    Islamic command on Amar Makruf Nahi Munkar has been basically intended for all Muslims regardless of their theological affiliation. Mu‘tazila, however, has a typical understanding of it. Al-Zamakhsharî, as one of Mu‘tazilites clerics and mufassir, who wrote al-Kashshâf, discusses the concept of Amar Makruf Nahi Munkar together with its contextual meaning. This problem is investigated and analyzed by using descriptive methodology, content analysis and contextual analysis. From the data collected and analysis conducted it is concluded that Amar Makruf Nahi Munkar in al-Zamakhsharî’s perspective is considered wajib kifayah in a sense that it should be in accordance with the capacity and competence of its doers, with the method of treatment ranging from soft to firm action, even with fight whenever necessary to do so. In the present context, al-Zamakhsharî’s perspective on Amar Makruf Nahi Munkar has turned out to be relevant to be implemented in more actual. The appeal applies to all levels, from the Government, the ulama and intellectuals to the common people.</p

    MEMAHAMI DAN MEMPERLAKUKAN LINGKUNGAN DENGAN KACA MATA FILSAFAT

    Full text link
    Hal yang sering menjadi problematika dan bahan diskusi panjang adalah masalah kelestarian alam. Permasalahan ini sangat berkaitan dengan sikap manusia terhadap alam; bagaimana manusia seharusnya memahami dan bersikap terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang ingin dikaji dan diteliti untuk menemukan jawabannya. Kajian ini menggunakan pendekatan filsafat dari pemikiran para tokoh filsafat modern. Hasilnya: Prinsip Pansubyektifitas Whitehead, Wahdat al-wujud (makhluk) Mulla Shadra, dan Kesatuan ego (individu) Iqbal hendaknya dapat menjadi dasar untuk menumbuhkan kesadaran setiap pribadi manusia sebagai sama-sama subyek dengan unsur-unsur alam yang lain, sehingga tidak ada sikap semena-mena yang eksploitatif terhadap alam dan lingkungan, karena hal itu dapat mengakibatkan ketidakharmonisan general (disharmoni global). Ketika manusia menganggap bahwa lingkungan (alam) di sekitarnya adalah obyek, maka dapat memberi konotasi manusia boleh melakukan eksploitasi sesuka hati terhadap alam. Akan tetapi jika manusia menyadari bahwa seluruh unsur alam ini adalah sesama makhluk, sesama individu, dan sama-sama subyek yang saling terkait, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk boleh berbuat ketidakadilan (dhalim) dan kerusakan terhadap ala

    Materi PAI Berbasis Technopreneurship di ITS Surabaya

    No full text
    Materi agama Islam berbasis technopreneurship di ITS Surabaya dihadirkan untuk antisipasi problem di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penelitian ini ditulis dengan menggunakan data kualitatif bersumber pada referensi buku, berita, jurnal dan opini di media massa serta sumber lain yang relevan. Penelitian ini fokus pada pertanyaan-pertanyaan penting berikut ini: Pertama, apa saja isi materi Agama Islam di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya? Kedua, bagaimana materi Agama Islam Berbasis Technopreneurship di ITS Surabaya? Ketiga, apa relevansi materi Agama Islam berbasis technopreneurship dengan masyarakat dan bangsa? Hasil riset menunjukkan; pertama, isi materi Agama Islam di ITS berkaitan dengan konsep manusia berhubugan dengan Tuhan, manusia berhubungan dengan manusia dan manusia berhubungan dengan alam semesta. Kedua, pengembangan materi Agama Islam berbasis technopreneurship dan karakter madani di ITS dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan zaman. Ketiga, relevansi pengembangan materi Agama Islam berbasis technopreneurship dan karakter madani dengan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yaitu terletak pada kebutuhan inovasi, kreativitas dan sinergi

    Materi PAI Berbasis Technopreneurship di ITS Surabaya

    No full text
    Materi agama Islam berbasis technopreneurship di ITS Surabaya dihadirkan untuk antisipasi problem di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penelitian ini ditulis dengan menggunakan data kualitatif bersumber pada referensi buku, berita, jurnal dan opini di media massa serta sumber lain yang relevan. Penelitian ini fokus pada pertanyaan-pertanyaan penting berikut ini: Pertama, apa saja isi materi Agama Islam di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya? Kedua, bagaimana materi Agama Islam Berbasis Technopreneurship di ITS Surabaya? Ketiga, apa relevansi materi Agama Islam berbasis technopreneurship dengan masyarakat dan bangsa? Hasil riset menunjukkan; pertama, isi materi Agama Islam di ITS berkaitan dengan konsep manusia berhubugan dengan Tuhan, manusia berhubungan dengan manusia dan manusia berhubungan dengan alam semesta. Kedua, pengembangan materi Agama Islam berbasis technopreneurship dan karakter madani di ITS dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan zaman. Ketiga, relevansi pengembangan materi Agama Islam berbasis technopreneurship dan karakter madani dengan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yaitu terletak pada kebutuhan inovasi, kreativitas dan sinergi

    STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDIKAN TERAPAN BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (PRODISTIK) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN SISWA DI MA ZAINUL HASAN 1 GENGGONG

    Full text link
    Education in Indonesia aims to enlighten the nation and develop individual potential. Technological advancements require the education sector to adapt to improve quality. Madrasahs often face various limitations, making innovation and external partnerships essential. The Prodistik at MA Zainul Hasan 1 Genggong serves as an example of innovation in ICT education, achieving notable accomplishments despite challenges. This study examines the development strategies of Prodistik in enhancing students' skills. There are two main focuses in this study: the Prodistik strategy at MA Zainul Hasan 1 Genggong in developing students' skill potential and the Prodistik strategy at MA Zainul Hasan 1 Genggong in enhancing students' achievements. In this study, the author employs a field research approach supported by qualitative methods. This qualitative approach allows for a deeper exploration of the meanings derived from the collected data by analyzing them contextually and constructing meaningful abstractions. Once the data is carefully gathered and classified, it is then examined and analyzed. After the analysis, the findings are written and presented. Data presentation in this research involves a process of data reduction. Data reduction is a crucial step that includes categorization, selection, simplification, and the collection of the most relevant data aligned with the research objectives. The research results show that MA Zainul Hasan 1 Genggong has successfully developed Prodistik for 12 years within a traditional pesantren environment through various strategies for enhancing students' skill competencies. These strategies include partnerships with local and national institutions to expand access to modern educational resources and the development of an industry-based curriculum. The program implements project-based practical learning, provides adequate technological facilities, and utilizes a digital assessment system for objective and real-time evaluation. Meanwhile, the strategy for student achievement development is carried out holistically by balancing theory and practice, providing intensive mentoring by instructors who also act as facilitators, and recognizing student achievements to boost motivation. Regular evaluations and academic guidance further support students’ readiness for both the job market and higher education. With this comprehensive approach, Prodistik graduates are wellprepared to compete in the ever-evolving technology industry

    STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH

    Full text link
    Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, seperti menerbitkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Institusi pendidikan juga tidak ketinggalan dengan mengadakan kegiatan ilmiah yang dapat mengembangkan potensi guru melalui seminar, pelatihan, workshop dan lainnya secara berkelanjutan sehingga guru menjadi profesional yang mempunyai kemampuan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan akan terwujud dan menjadi kenyataan. Artikel ini membahas faktor-faktor peningkatan mutu pendidikan, unsur-unsur peningkatatan mutu pendidikan serta strategi peningkatan mutu pendidikan

    MEDIA, SOCIAL LEARNING AND CULTURAL TRANSMISSION: PARENTS RESISTANCE ON CHILDREN’S MEDIA: CHILDREN’S RIGHT OR PARENTS’ AUTHORITY?

    Full text link
    Recently, the arrival and flourish of digital media increase variation of children’s media and broaden children’s access to enter wider world. Many adults may see these contemporary media are just playing tools for children, but there is something significant behind children interaction with their media. They are not just having fun with their favorite media, but unconsciously, children construct their self identity, explore their childhood world, express their self, engage with their external environment beyond the context of here and now, create their own world and learn cultural values. Within this process, they construct their knowledge and who they are. However, this self formation is frequently restricted by their parents. Parents may feel that they should protect their children since unconsciously children can be victim of media. Parents have obligation to redirect their children, enforce which values they should internalize or they should drop. However, children may have their own way to accept and interpret cultural values from their media. This emerges an issue relating to children’s right to enjoy their media and parents’ authority to shape children’s behaviour. Thus, this study aims to explore how do parents respond to their children’s media, how do these media affect children’s behaviour and do children develop their own thinking and feeling which are different from their parents? This study adopts qualitative-case study by conducting in-depth interview and reflection notes on parents’ experiences. This study is grounded on social cognitive and constructivism perspectives. The data show that parents restrictive behaviour is grounded on their expectation for their children to develop self-control, self-discipline, grow social awareness and create proper self social relationship (social self construction). Differently, children want to have sense of freedom to play, explore their world, construct their own problem solving, and see their real environment in their fun way. Keywords: media, childhood, self construction, identity, parents’ authority, children’s right, cultural transmission Theme : Media and Cultur

    Tradisi Khotmil Qur’an Bil Ghaib: Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Zainul Ibad Litahfidzil Qur’an Prenduan Sumenep Madura

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang kajian living qur’an yakni tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib di Pondok Pesantren Zainul Ibad Litahfidzil Qur’an. Sebagai santri penghafal Al-Qur’an senantiasa menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan salah satunya dengan melaksanakan khataman Al-Qur’an bil ghaib yang dilaksanakan setiap akhir bulan hijriyah sebagai sarana murajaah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap: (1) bagaimana sejarah lahirnya dan proses pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib di Pondok Pesantren Zainul Ibad. (2) bagaimana pemaknaan dari tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib perspektif teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam memperoleh data Penulis menggunakan 3 metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer dihasilkan dari observasi dan wawancara. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal atau artikel ilmiah yang relevan dengan topik yang dikaji. Terkait hasil pembahasan dari kajian ini adalah: Pertama, awal sejarah tentang lahirnya tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib di Pondok Pesantren Zainul Ibad berawal dari ijtihad KH. Ahmad Zaini untuk menghidupi sunnah Rasul, kemudian di teruskan oleh putra beliau yakni KH. Abdullah Zaini. Kedua, makna dari tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib berdasarkan teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim terbagi menjadi 3 makna, yakni (1) Makna Objektif, tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib dilaksanakan sebagai bentuk taat kepada Pengasuh dan peraturan pondok pesantren. (2) Makna Ekspresif, dari tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib dapat memberikan ketenangan hati, menambah keistiqamahan dalam murajaah, menciptakan rasa aman damai, sebagai obat dari berbagai penyakit hati, dimudahkan segala urusan dan dilancarkan rezeki oleh Allah SWT. (3). Makna Dokumenter, makna yang tersirat, yakni tradisi khataman Al-Qur’an bil ghaib menjadi tradisi yang telah mendarah daging dalam diri santri dan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan ABSTRACT This research discusses the study of the living Qur'an, which is the tradition of khataman Al-Qur'an bil ghaib at Pondok Pesantren Zainul Ibad Litahfidzil Qur'an. As a student who memorizes the Qur'an, he always presents the Qur'an in his life, one of which is by implementing the khataman of the Qur'an bil ghaib which is carried out every end of the Hijri month as a means of murajaah. This research aims to reveal: (1) the early history of the birth of the Al-Qur'an bil ghaib khataman tradition at the Zainul Ibad Islamic Boarding School. (2) what is the meaning of the Al-Qur'an bil ghaib khataman tradition based on Karl Mannheim's Sociology of Knowledge theory? This research is field research using a qualitative approach. In obtaining data, the author used 3 data collection methods, namely observation, interviews and documentation. Primary data sources are generated from observations and interviews. Meanwhile, secondary data sources are obtained from books, journals or scientific articles that are relevant to the topic being studied. Related to the results of the discussion from this study are: First, the initial history of the birth of the Al-Qur'an bil ghaib khataman tradition at the Zainul Ibad Islamic Boarding School begins with the ijtihad of KH. Ahmad Zaini to carry out the Sunnah of the Prophet, then continued by his son, KH. Abdullah Zaini. Second, the meaning of the tradition of khataman Al-Qur'an bil ghaib based on Karl Mannheim's Sociology of Knowledge theory is divided into 3 meanings, namely (1) Objective Meaning, the tradition of khataman Al-Qur'an bil ghaib is carried out as a form of obedience to the caretaker and regulations of the Islamic boarding school . (2) Expressive meaning, from the tradition of khataman Al-Qur'an bil ghaib, it can provide peace of mind, increase istiqamah in murajaah, create a sense of peaceful security, as a medicine for various heart ailments, make all matters easier and provide sustenance by Allah SWT. (3). The meaning of the documentary, the implied meaning, is that the tradition of reciting the Al-Qur'an bil ghaiba is a tradition that has become ingrained in the santri and has become a habit that cannot be abandoned. مستخلص البحث يناقش هذا البحث دراسة القرآن الحي، وهو تقليد خاتم القرآن بالغيب في معهد زين العباد لتحفيظ القرأن. باعتباره السنتري الذي يحفظ القرآن، فهو يقدم القرآن دائمًا في حياته، أحدها هو تنفيذ ختم القرآن بالغيب الذي يتم تنفيذه في كل نهاية الشهر الهجري كوسيلة مراجعة. الهدف من هذا البحث هو الكشف عن: (1) التاريخ المبكر لميلاد تقليد القرآن بالغيب خاتمان في مدرسة زين العباد الإسلامية. (2) ما معنى تقليد القرآن بالغيب ختمان المبني على نظرية علم اجتماع المعرفة لكارل مانهايم؟ هذا البحث هو بحث ميداني باستخدام المنهج النوعي. وفي الحصول على البيانات، استخدم المؤلف ثلاث طرق لجمع البيانات، وهي الملاحظة والمقابلات والتوثيق. يتم إنشاء مصادر البيانات الأولية من الملاحظات والمقابلات. وفي الوقت نفسه، يتم الحصول على مصادر البيانات الثانوية من الكتب أو المجلات أو المقالات العلمية ذات الصلة بالموضوع قيد الدراسة. فيما يتعلق بنتائج المناقشة من هذه الدراسة هي: أولاً، التاريخ الأولي لميلاد تقليد القرآن بالغيب خاتمان في مدرسة زين العباد الإسلامية الداخلية يبدأ باجتهاد. أحمد الزيني لتنفيذ سنة النبي، ثم واصله ابنه. عبدالله زيني. ثانياً: ينقسم معنى تقليد ختم القرآن بالغيب استناداً إلى نظرية علم اجتماع المعرفة لكارل مانهايم إلى 3 معان وهي (1) المعنى الموضوعي، ويحمل تقليد ختم القرآن بالغيب الخروج كشكل من أشكال طاعة مقدمي الرعاية وقواعد المدرسة الداخلية الإسلامية. (2) المعنى المعبر، من حديث ختم القرآن بالغيب، يمكن أن يبعث في النفس راحة البال، ويزيد الاستقامة في المراجع، ويخلق الشعور بالأمان الهادئ، وكدواء لمختلف أمراض القلب، وييسر الأمور كلها. وتوفير الرزق من الله سبحانه وتعالى. (3). معنى الفيلم الوثائقي المعنى الضمني هو أن عادة قراءة القرآن بالغيب هي عادة ترسخت في الطلاب وأصبحت عادة لا يمكن التخلي عنه
    corecore