519 research outputs found
Interview with Muhammad Zuhdi
Muhammad Zuhdi is an Indonesian who studied at the University of New South Wales (UNSW) in 1999. He studied on an Australian Development Scholarship (ADS) and completed a Masters of Education. The interview was conducted in English on 12 January 2015 by Dr. Ahmad Suaedy of the Abdurrahman Wahid Centre for Inter-faith Dialogue and Peace at Universitas Indonesia. This set comprises: an interview recording, a timed summary, and a photograph
Interview with Muhammad Zuhdi
Muhammad Zuhdi is an Indonesian who studied at the University of New South Wales (UNSW) in 1999. He studied on an Australian Development Scholarship (ADS) and completed a Masters of Education. The interview was conducted in English on 12 January 2015 by Dr. Ahmad Suaedy of the Abdurrahman Wahid Centre for Inter-faith Dialogue and Peace at Universitas Indonesia. This set comprises: an interview recording, a timed summary, and a photograph
Strategi komunikasi dakwah Habib Muhammad Zuhdi di Majlis Daar Al-Barkah Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi
INDONESIA;
Merosotnya pengamalan nilai-nilai agama dilihat dari partispasi masyarakat yang kurang antusias untuk menghadiri kegiatan keagamaan, hal tersebut mengundang para pendakwah untuk lebih meningkatkan lagi gerakan dakwahnya. Dalam hal ini Habib Muhammad Zuhdi merupakan pendakwah yang memiliki antusias untuk menciptakan lingkungan yang penuh dengan nilai-nilai ajaran Islam. Perlu adanya strategi komunikasi dakwah untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pemahaman tentang ajaran Islam, agar masyarakat dapat menjungjung nilai-nilai ajaran Islam di lingkungan kehidupan sehari-harinya. Strategi komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Habib Muhammad Zuhdi yaitu melalui pendekatan personal dan kekeluargaan, pendekatan tersebut sesuai dengan ajaran islam yaitu dakwah bil hikmah, mauidzah hasanah, dan mujadalah.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi dakwah yang dilakukan oleh Habib Muhammad Zuhdi di Majelis Al-Barkah Pondok Gede Bekasi..
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori manajemen strategi komunikasi Fred R. David yang mencakup tiga fokus tahapan yaitu tahapan-tahapan strategi perencanaan, tahapan implementasi/pelaksanaan dan tahapan evaluasi.
Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari melalui wawancara kepada responden, sedangkan data sekunder diperoleh dengan observasi melalui buku-buku, jurnal dan sumber internet.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah Habib Muhammad Zuhdi di Majelis Daar Al-Barkah Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi cukup baik, efektif dan teroganisir, bahwa dalam dakwahnya habib Muhamad Zuhdi memiliki langkah-langkah strategis dalam berdakwah pertama, Perencanaan dakwah yang dilakukan oleh Habib Muhammad Zuhdi yaitu sebagai tolak ukur keberhasilan tujuan yang telah ditetapkan dengan melalui tahapan niat, menentukan sasaran, mempersiapkan materi dan metode dakwah. Kedua, Pelaksanaan Dakwah Habib Muhammad Zuhdi yaitu Proses pelaksanaan dakwah melibatkan langkah-langkah yang sistematis dan bertujuan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat dengan baik. Adapun langkah-langkahnya yaitu Membuka Kajian, Menyampaikan Materi, Sesi Interaksi dan Tanya Jawab dengan Jamaah, dan penutupan. Kegita, Evaluasi dalam berdakwah Habib Muhammad Zuhdi adalah terkait materi yang disampaikan, metode penyampaian dan terkait dengan dampak dari dakwahnya. Ketiga langkah tersebut sangat efektif dan tersusun dengan baik, sehingga para jamaah dapat mengimplementasikan pengajaran dakwah Habib Muhammad Zuhdi.
ENGLISH:
The decline in the practice of religious values is evident from the lack of public enthusiasm in attending religious activities. This phenomenon has encouraged preachers to intensify their da'wah efforts. In this regard, Habib Muhammad Zuhdi is a preacher with a passion for creating an environment imbued with the teachings of Islam. A communication strategy for da'wah is essential to enhance public interest in understanding Islamic teachings, enabling society to uphold Islamic values in their daily lives.
The da'wah communication strategy employed by Habib Muhammad Zuhdi involves a personal and familial approach. This approach aligns with the Islamic principles of dakwah bil hikmah, mauidzah hasanah, and mujadalah.
The aim of this study is to explore the planning, implementation, and evaluation of the da'wah conducted by Habib Muhammad Zuhdi in Majlis Al-Barkah, Pondok Gede, Bekasi. The theoretical framework used in this research is Fred R. David's strategic management communication theory, encompassing three stages: planning, implementation, and evaluation.
This research utilizes qualitative methods with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation studies. Primary data were obtained through interviews with respondents, while secondary data were gathered from observations, books, journals, and internet sources.
The results show that Habib Muhammad Zuhdi's da'wah communication strategy in Majlis Daar Al-Barkah, Pondok Gede District, Bekasi City, is effective, well-organized, and systematic. His da'wah steps are as follows:
Planning: Setting goals through stages such as intention, determining the target audience, preparing materials, and selecting appropriate methods.
Implementation: Conducting systematic steps to deliver Islamic teachings, including opening the session, presenting material, engaging in interactive discussions and Q&A, and concluding the session.
Evaluation: Reviewing the delivered materials, the methods used, and the impact of his da'wah efforts.
These three steps are highly effective and well-structured, enabling attendees to implement the teachings conveyed by Habib Muhammad Zuhdi.
ARABIC:
اِنْخِفَاضُ مُمَارَسَةِ الْقِيَمِ الدِّينِيَّةِ يَتَّضِحُ مِنْ قِلَّةِ حَمَاسِ الْمُجْتَمَعِ لِحُضُورِ النَّشَاطَاتِ الدِّينِيَّةِ، مِمَّا يَدْفَعُ الدُّعَاةَ إِلَى تَكْثِيفِ جُهُودِ الدَّعْوَةِ. فِي هَذَا السِّيَاقِ، يُعْتَبَرُ حَبِيبُ مُحَمَّد زُهْدِي دَاعِيًا ذُو حَمَاسٍ لِإِيجَادِ بِيئَةٍ مُمْتَلِئَةٍ بِقِيَمِ تَعَالِيمِ الإِسْلَامِ. وَلَابُدَّ مِنْ اِسْتِرَاتِيجِيَّةِ تَوَاصُلٍ فِي الدَّعْوَةِ لِتَزْيِيدِ اهْتِمَامِ الْمُجْتَمَعِ بِفَهْمِ تَعَالِيمِ الإِسْلَامِ، لِتَكُونَ الْمُجْتَمَعَ قَادِرَةً عَلَى تَنْفِيذِ تَعَالِيمِ الإِسْلَامِ فِي حَيَاتِهَا الْيَوْمِيَّةِ.
اِسْتِرَاتِيجِيَّةُ تَوَاصُلِ الدَّعْوَةِ الَّتِي يَتَّبِعُهَا حَبِيبُ مُحَمَّد زُهْدِي تَتَمَثَّلُ فِي النَّهْجِ الشَّخْصِيِّ وَالْعَائِلِيِّ، وَيَتَمَاشَى هَذَا النَّهْجُ مَعَ مَبَادِئِ الإِسْلَامِ كَالدَّعْوَةِ بِالْحِكْمَةِ، وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ، وَالْمُجَادَلَةِ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ.
هَدَفُ هَذِهِ الدِّرَاسَةِ هُوَ التَّعَرُّفُ عَلَى تَخْطِيطِ، وَتَنْفِيذِ، وَتَقْيِيمِ الدَّعْوَةِ الَّتِي يُقُومُ بِهَا حَبِيبُ مُحَمَّد زُهْدِي فِي مَجْلِسِ دَارُ الْبَرَكَةِ، مَنْطَقَةُ بُنْدُوق جَدَيْ، مَدِينَةُ بِكَاسِي. النَّظَرِيَّةُ الْمُسْتَخْدَمَةُ فِي هَذِهِ الدِّرَاسَةِ هِيَ نَظَرِيَّةُ إِدَارَةِ اِسْتِرَاتِيجِيَّةِ التَّوَاصُلِ لِفْرِيدْ آرْ دِيفِيدْ، وَتَشْمَلُ ثَلاثَ مَرَاحِلَ: التَّخْطِيطُ، وَالتَّنْفِيذُ، وَالتَّقْيِيمُ.
تُسْتَخْدَمُ طَرِيقَةُ الْبَحْثِ الْكَيْفِيَّةُ بِالنَّهْجِ الْوَصْفِيِّ. وَتَتَضَمَّنُ أَسَالِيبُ جَمْعِ الْبَيَانَاتِ الرَّصْدَ، وَالْمُقَابَلَةَ، وَدِرَاسَةَ الْوَثَائِقِ. وَتَمَّ الحُصُولُ عَلَى الْبَيَانَاتِ الأَوَّلِيَّةِ مِنَ الْمُقَابَلَةِ، وَالْبَيَانَاتِ الثَّانَوِيَّةِ مِنْ كُتُبٍ، وَمَجَلَّاتٍ، وَمَصَادِرَ إِلِكْتْرُونِيَّةٍ.
تُظْهِرُ النَّتَائِجُ أَنَّ اِسْتِرَاتِيجِيَّةَ تَوَاصُلِ الدَّعْوَةِ لِحَبِيبِ مُحَمَّد زُهْدِي فِي مَجْلِسِ دَارِ الْبَرَكَةِ، مَنْطَقَةُ بُنْدُوق جَدَيْ، مَدِينَةُ بِكَاسِي، كَانَتْ فَعَّالَةً، وَمُنَظَّمَةً جَيِّدًا، وَمُنْهَجَةً. خَطَوَاتُ دَعْوَتِهِ هِيَ:
التَّخْطِيطُ: تَحْدِيدُ الْأَهْدَافِ مِنْ خِلالِ مَرَاحِلَ كَالنِّيَّةِ، وَتَحْدِيدِ الْجُمْهُورِ، وَتَحْضِيرِ الْمَوَادِّ، وَاخْتِيَارِ الطَّرَائِقِ.
التَّنْفِيذُ: إِجْرَاءُ خُطُوَاتٍ نِظَامِيَّةٍ لِتَوْصِيلِ تَعَالِيمِ الإِسْلَامِ، وَتَتَضَمَّنُ فَتْحَ الْجَلْسَةِ، وَتَقْدِيمَ الْمَادَّةِ، وَالتَّفَاعُلِ وَالْمُحَاوَرَةِ، وَالْخِتَامِ.
التَّقْيِيمُ: مُرَاجَعَةُ الْمَوَادِّ الْمُقَدَّمَةِ، وَالأَسَالِيبِ الْمُسْتَخْدَمَةِ، وَأَثَرِ دَعْوَتِهِ.
هَذِهِ الْمَرَاحِلُ الثَّلاثُ فَعَّالَةٌ وَمُنْتَظِمَةٌ، مِمَّا يُمَكِّنُ الْجَمَاعَةَ مِنْ تَنْفِيذِ تَعَالِيمِ حَبِيبِ مُحَمَّد زُهْدِي.
الكَلِمَاتُ المَفْتَاحِيَّةُ: اِسْتِرَاتِيجِيَّةُ، تَوَاصُلُ، دَعْوَةُ
Kegiatan Menghafal Alquran pada pondok Tahfizh Alquran Alamanah Banjarmasin
Muhammad Zuhdi. 2017. Kegiatan Menghafal Alquran pada pondok Tahfizh
Alquran Alamanah Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing: Drs. H. Aswan, M. Pd.
Kata kunci: Kegiatan, Tahfizh, Alquran
Kegiatan atau pelaksanaan artinya proses, cara, perbuatan melaksanakan.
Pelaksanaan yang dimaksud disini adalah pelaksanaan perbuatan yang dilakukan
secara sistematis dan sudah direncanakan terlebih dahulu. Kata Tahfizh secara
etimologis berasal dari kata haffadza yang berarti menghafal, yang dalam bahasa
Indonesia kata hafal berarti telah masuk dalam ingatan, dapat mengucapkan diluar
kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain). Aquran berasal dari bahasa arab yang
artinya bacaan atau yang dibaca. Alquran adalah kalamullah yang diturunkan kepada
penutup para rasul, Muhammad bin Abdullah. Dia telah menurunkan Alquran dengan
berbahasa arab melalui lisan Nabi Muhammad Saw
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan tahfizh
Alquran dan hambatan-hambatan pelaksanaan kegiatan tahfizh Alquran pada Pondok
Tahfizh Alquran Alamanah Banjarmasin.
Metode dalam penelitian ini adalah diskriftip-kualitatif dengan
menggambarkan lokasi yang menjadi tempat penilitian yaitu Pondok Tahfizh Alquran
Alamanah Banjarmasin, yang menjadi subjek penelitian adalah 2 orang ustadz dan 31
santri. Objeknya pelaksaan tahfizh Alquran pada pondok tahfizh Alquran Alamnah
Bnajarmsasin. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua orang ustadz yang menjadi
pembimbing santri dalam menghafal Alquran.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkam bahwa dalam proses pelaksanaan
tahfizh Alquran pada pondok tahfizh Alquran Almanah Banjarmasin yang dilakukan
yaitu Menghafal Alquran dan Setoran Hafalan setelah Sholat Subuh, murâjaah, Ujian
hafalan, Tahsin, dan Evaluasi bulanan. Itu lah yang di programkan pada pondok tahfizh
Alquran Alamanah Banjarmasin. Adapun hambatan-hambatan yang dialami oleh para
santri adalah rasa malas, tugas, kuliah, nafsu, lelah, banyak dosa, lagi ada masalah,
ngantuk, kurangnya motivasi
Types of IBS wall system and their challenges & issues / Muhammad Zuhdi Ahmad
The purpose of the study are to examine the relationship between leadership behaviour and leadership style towards employee empowerment at one of the private organization in Kuala Lumpur. The conceptual :framework in this study are leadership behaviour and leadership style as the independent variables while employee empowerment as the dependent variables. For data collection, the instrument that have been used were questionnaire and its consist of 4 section, section A represent the leadership behaviour, section B, represent leadership style, section C represent the employee empowerment and last section represent the background information. A reliability test were conducted to see whether the instrument are reliable or not and the result shows it was reliable.The questionnaire were distribute to 70 supporting staff in one department at a Bank in Kuala Lumpur. All the data collected and entered into Statistical Packages for Social Sciences (SPSS) version 18. The results show the significance and reliability of the data collected. There were strong, positive and significant correlation between the independent variables and dependent variable and the normality was normal based on range of normality by Pallant, 2011. From the results, some recommendation was given for the future research. The answer for research question also being answered in chapter 5
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS SISWA MAN 1 PEKANBARU
ABSTRAK
Muhammad Zuhdi, (2024): Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits Siswa Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kompetensi Pedagogik guru dan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits siswa Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel 190 siswa. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Setelah dianalisis, data penelitian yang telah dilakukan pada variabel kompetensi pedagogik guru dengan hasil belajar Al-Qur'an Hadits siswa menunjukkan bahwa ada pengaruh positif ditunjukkan dengan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima. Dapat dikatakan bahwa variabel kompetensi pedagogik secara parsial berpengaruh terhadap variabel hasil belajar Al-Qur'an Hadits Siswa Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Begitu juga pada veriable pembelajaran berdiferensiasi menampilkan bahwa nilai signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima. Dapat dikatakan bahwa variabel pembelajaran berdiferensiasi secara parsial berpengaruh terhadap variabel hasil belajar Al-Qur'an Hadits Siswa Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru. Dan hasil analisis dua varibabel terdapat kontribusi yang signifikan antara pengaruh kompetensi pedagogik guru dan Pembelajaran Berdiferensiasi secara simultan dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadits Siswa Madrasah Aliyah Negeri Pekanbaru, dengan nilai signifikan 0,032 lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima.
Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Hasil Belajar Sisw
ULAMA BANJAR KHARISMATIK MASA KINI DI KALIMANTAN SELATAN: Studi Terhadap Figur Guru Bachiet, Guru Danau, dan Guru Zuhdi
Artikel ini meneliti tiga figur ulama kharismatik masa kini yang ada di Kalimantan Selatan. Figur yang diangkat dalam tulisan ini, yaitu K. H. Muhammad Bachieth (Guru Bachieth); K. H. Asmuni (Guru Danau) dan K. H. Ahmad Zuhdiannor (Guru Zuhdi). Ketiga ulama Banjar yang dibahas menunjukkan ciri-ciri seorang tokoh kharismatik berdasarkan teori kharisma dalam sosiologi. Mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki keistimewaan, dan tampil di saat krisis, baik krisis sosial yang tengah terjadi, ataupun krisis kepemimpinan ulama. Masing-masing tokoh memiliki pesona, yang mampu memukau ribuan khalayak yang setia mendengarkan ceramah-ceramahnya. Ia seolah memiliki kekuatan magnetik, yang menyerap orang-orang di sekelilingnya untuk medekat. Meskipun sama-sama memiliki kharisma, masing-masing tokoh memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Latarbelakang sejarah intelektual mereka memang tidak sama, meskipun secara garis besar masih berada dalam jalur keulamaan tradisional. Mereka juga menjadi tokoh di wilayah yang berbeda, dengan jemaah yang berbeda pul
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PANJANG JALAN DAN VOLUME KENDARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH (STUDI KASUS 5 KOTA)
ABSTRAKJudul:Pengaruh Jumlah Penduduk, Panjang Jalan dan Volume Kendaraan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Aceh (Studi Kasus 5 Kota)Nama: Muhammad Zuhdi ArifinNim: 1401101010082Fakultas: Ekonomi dan BisnisJurusan: Ekonomi PembangunanPembimbing: Dr. T. Zulham, SE. M.SiKonsentrasi: Ekonomi RegionalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, panjang jalan dan volume kendaraan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh khususnya di daerah perkotaan yang mana terdapat lima kota di Provinsi Aceh yaitu Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Sabang dan Subulussalam. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah Variabel jumlah penduduk, panjang jalan, volume kendaraan dan pertumbuhan ekonomi. Data untuk penelitian ini menggunakan data panel lima kota di Provinsi Aceh dalam kurun waktu 2013-2017. Model analisis yang digunakan adalah model regresi linier berganda dengan model pengujian Fixed Effect Model. Hasil dari pendekatan model fixed menunjukkan bahwa variabel volume kendaraan dan panjang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara variabel jumlah penduduk usia kerja berhubungan positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lima kota di provinsi Aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan infrastruktur khususnya jalan, sehingga mempermudah mobilitas orang maupun barang dengan volume kendaraan yang terus meningkat.Kata kunci: Jumlah Penduduk, Panjang Jalan, Volume Kendaraan, Pertumbuhan Ekonomi
Abdul Karim Jamak dan pemikirannya tentang konsep ketuhanan / Ahmad Zuhdi
As a scholar in Kerinci District, Abdul Karim Jamak's thinking needs to be examined in the middle of society, as previously the teachings of Islam taught to his students are seen and understood by the local community by stating that he developed deviant teachings. Of course, such views are not acceptable only to the truth of the teachings they convey. His students are not only from the general public, but also educators, government officials and lecturers, and others. People should see clearly what Abdul Karim Jamak teaches. Consequently, before the conclusions and decisions of the deviation, not a single flow of flow and the teachings developed by a group of scholars, both individually and collectively, need to carry out several approaches and various methods. The study, entitled 'Abdul Karim Jamak and His Thoughts on the Divine Concept', uses qualitative research methods through two approaches namely Historical approach and Islamic theory approach. His ultimate aim is to study and examine the biography of Abdul Karim Jamak and his Thoughts on the Divine Concept. Which in detail talks about, Nature of God, the concept of God's Action and Qada and qadar. With the objective of the study is to analyze and identify the history and life of Abdul Karim Jamak and to express the role of thinking on the direction of God's concept. The author chose this figure as the object of study as he was a prominent figure in Indonesia, then conducted a Comparative Analysis as a comparative research. In addition, it also regulates the views of Kerinci people who had previously thought that Abdul Karim Jamak taught misguided teachings. From research findings it can be seen that Abdul Karim Jamak is a famous scholar, who has fought with his missionary activities inviting the Muslim community in Kerinci to practice the teachings of Islam in accordance with the law of the Prophet Muhammad s.a.w. From the concept of his thinking about the Godhead. Abdul Karim Jamak follows the thinking of Asyā'irah, based on the Quran and the hadith of the Prophet. S.a.w His divine teachings that have been understood and practiced have implicated his students and the Muslim community of Kerinci even to the archipelago. Abdul Karim Jamak deserves the title of Kiyai Haji (Kh) after developing his concept of Islamic thought and the concept of Divine not contrary to the Qur'an and the hadith
MAKNA KEMANDIRIAN BAGI PENYANDANG TUNADAKSA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Studi Kasus Pada Dewasa Awal di Percatu Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Makna Kemandirian Bagi Penyandang Tunadaksa dalam Kehidupan Sehari-hari (Studi kasus pada dewasa awal di Percatu Tulungagung)”, ini ditulis oleh Nadya Ajeng Retno Kawedar, NIM. 126306212069. Dengan pembimbing Dr. Muhammad Sholihuddin Zuhdi, S.Sos.I., M.Pd.
Kata kunci: Kemandirian, Tunadaksa, Studi Kasus, Kehidupan Sehari-hari, Disabilitas
Penyandang tunadaksa menghadapi tantangan fisik dan sosial yang berdampak pada pencapaian kemandirian. Namun, makna kemandirian bagi mereka belum banyak diteliti secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah dua orang dewasa awal penyandang tunadaksa anggota Komunitas Percatu Tulungagung. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Makna kemandirian bagi penyandang tunadaksa mencakup kemampuan mandiri dalam aspek emosional, intelektual, sosial, dan ekonomi. Kemandirian dipandang sebagai simbol keberdayaan dan harga diri. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor pendukung utama. Kemandirian merupakan proses bertahap yang melibatkan perjuangan menghadapi stigma sosial dan membangun kehidupan bermakna. Partisipasi dalam komunitas turut memperkuat proses kemandirian
- …
