435 research outputs found

    PERANCANGAN ENTERPRISE ARHCHITECTURE MENGGUNAKAN TOGAF ADM PADA FUNGSI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP BANDUNG

    No full text
    Rumah Sakit Santo Yusup merupakan rumah sakit umum kelas C di Bandung, yang sudah berdiri sejak tahun 1932. Rumah Sakit Santo Yusup dikelola oleh perkumpulan "Perhimpunan Santo Boromeus" yang selalu terus membangun citra dan meningkatan kualitas pelayanan di bidang kesehatan. Dalam mencapai visi Rumah Sakit Santo Yusup yaitu menjadi Rumah Sakit umum pilihan masyarakat Bandung timur dibutuhkan keselarasan antara bisnis dan teknologi yang ada. Sehingga teknologi informasi yang ada dapat menunjang tujuan bisnis Rumah Sakit khususnya dalam kegiatan operasionalnya seperti pelayanan Rawat Inap. Pada pelayanan Rawat Inap dibutuhkan pertukaran data yang cepat dan akurat sehingga dapat memberikan keakuratan pelayanan terhadap pasien. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala seperti lamanya proses pengumpulan berkas medis saat pasien pulang dan adanya duplikasi informasi antara informasi fisik dan informasi elektronik. Salah satu solusi untuk mengorganisir dan mengelola penerapan Teknologi Informasi yaitu dengan merancangan Enterprise Arhchitecture. Enterprise Arhchitecture adalah sebuah pendekatan logis, komperhensif, dan holistic untuk merancang dan mengimplementasikan sistem dan komponen sistem sehingga dapat terintegrasi dengan baik untuk mendukung tujuan perusahaan Dalam merancang Enterprise Arhchitecture dibutuhkan sebuah framework sebagai panduan dalam merancang penyelarasan antara teknologi informasi dan tujuan bisnis. Framework yang digunakan pada penelitian ini adalah TOGAF ADM. TOGAF ADM adalah metode dalam merancang Enterprise Arhchitecture yang berupa proses teruji dan berulang. Terdapat tujuh fase TOGAF ADM yang digunakan dalam merancang Enterprise Arhchitecture pada Rumah Sakit Santo Yusup yaitu, preliminary phase, architeccture vision, business arhchitecture, information system architecure, technology arhchitecture, oppurtunities and solutions, dan migration planning. Pada penelitian ini akan dibahas kondisi arhchitecture Rumah Sakit Santo Yusup saat ini dan juga target yang kemudian menghasilkan IT Roadmap yang bisa dijadikan panduan Rumah Sakit dalam membangung infrastruktur IT

    BUDAYA POPULER DALAM POP ART

    No full text
    BUDAYA POPULER DALAM POP ART Oleh Muhammad Yusup Nurrahman NIM 05206241021 ABSTRAK Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tema lukisan, teknik dan visualisasi serta bentuk lukisan dengan judul Budaya populer Dalam Pop Art. Penciptaan lukisan menggunakan gaya pop art. Sedangkan metode penciptaan melalui proses eksplorasi, seperti melakukan pengamatan langsung dan tidak langsung benda-benda, tokoh dalam praktik budaya populer kehidupan sehari-hari yang di dapat dari lingkungan sekitar dan media masa seperti televisi, majalah, dan internet. Selain itu pengamatan juga dilakukan pada karya lukis pop art terdahulu dan masa kini. Dalam pengamatan karya pop art dapat ditemukan ciri dan teknik dari gaya pop art itu sendiri. Proses improvisasi seperti melakukan eksperimentasi dari hasil pengamatan yang mengarah kepada ciri dan gaya pop art. Proses pembentukan seperti pencetakan gambar di atas kanvas dengan teknik cetak digital dan pengembangan karya dengan teknik manual Hasil pembahasan dan proses penciptaan adalah sebagai berikut: tema yang dipilih dalam menciptakan lukisan adalah tentang budaya populer beserta praktiknya dalam kehidupan, teknik visualisasi dalam mencipta lukisan adalah teknik cetak digital dan pengembangan manual seperti plakat, stencil. Struktur bentuk yang ada dalam lukisan yaitu bidang-bidang simetris yang disusun sesuai komposisi, warna-warna cerah dan komplementer, figur-figur dan benda populer, garis vertikal dan horisontal serta unsur ruang. Bentuk lukisan adalah lukisan pop art dengan judul antara lain : Digital Camera, Leissure Time, Kiss By Lady Gaga, Weekend, Stereotipe, Ecstasy Gaya Hidup#1, Mother Monster, I Love Sunday, Luna Maya#1, Luna Maya#

    A study on the factors that influence the growth of tourism industry in Langkawi island / Muhammad Faiz Yusup

    No full text
    The main purpose of this research is to understand and to know the most influential factors towards the growth of tourism industry in Langkawi Island. The objectives of this research are to determine the most influential factors towards the growth of the tourism industry in Langkawi Island, to measure the relationship between the factors and the growth of tourism industry in Langkawi Island and to measure the relationship between gender and the factors that influences the growth of tourism industry in Langkawi Island. This study was conducted at the Kota Setar. The populations at the targeted area are 366, 787 and the sample size were 379 respondents. The data were collected by using questionnaires. The factors that highlighted in this research are the economic, infrastructure, attraction and seasonal factors. Based these 4 factors, the most influential factors were determined by using Correlation Analysis Test, Multiple Regression Analysis, Mean and Independence T-test. Reliability analysis in this study shows that the questionnaires in this study were acceptably reliable. The results of this study show that all the variables have significant relationship with the growth of tourism industry in Langkawi Island. Hl (economical factor has strong relationship with tourism industry) was accepted), H2 (infrastructure factor has strong relationship with tourism industry) was accepted, H3 (attraction factor has strong relationship with tourism industry) was accepted and H4 (economical factor has moderate relationship with tourism industry) was accepted

    Young generation’s attitudes and preferences towards Malay traditional food at night markets / Muhammad Ibrahim Sa’min, Yusup Apriyanto and Muhammad Haikhal Afiqi Muhammad Edrus

    No full text
    The changing behaviour of the young generation towards Malay traditional food may pose challenges for traditional food vendors at night markets. This study investigates the purchasing behavior of the young generation towards Malay traditional food at night markets in Puncak Alam, Selangor. Employing a qualitative approach, data was gathered through observations, documentation, and spontaneous interviews. Findings reveal that food presentation, safety and cleanliness, word of mouth, taste, price, and portion size are determinants that influence the purchasing decisions of young consumers. Notably, visual appeal and hygiene practices attract customers, while peer recommendations and flavor evoke positive experiences. Reasonable pricing and generous portion sizes also play pivotal roles. Recommendations include maintaining hygiene standards, leveraging word-of-mouth marketing, preserving authentic flavors, offering reasonable prices, and providing generous portion sizes. Understanding these factors can aid vendors in sustaining and revitalizing the market for Malay traditional cuisine, ensuring its continued presence in Malaysia's lively night markets

    Strategi SMP Santo Yusup Pacet Mojokerto dalam Pembentukan Karakter Toleransi Antar Umat Beragama kepada Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem yang digunakan oleh SMP Santo Yusup Pacet Mojokerto dalam membentuk kepribadian antara resistensi yang ketat terhadap siswa. Karakter resiliensi individu yang berbeda merupakan sikap yang sangat penting untuk diciptakan, mengingat Indonesia adalah negara yang multi agamis, multi suku dan multi budaya. Sekolah cukup untuk digunakan sebagai kendaraan bagi dunia lain untuk menanamkan kualitas-kualitas ketat ini dalam cara berperilaku yang ramah sehari-hari. SMP Santo Yusup, walaupun sebenarnya sekolah tersebut menghirup Katolik, namun penandaan agama harus dihilangkan sebisa mungkin mengingat bahwa penandaan agama sendiri untuk kepentingan sekolah akan benar-benar membuat disposisi selektif tertentu. Namun, pada akhirnya sekolah tidak mempertahankan pelajaran Katoliknya tetapi memberikan kualitas umum dalam pelatihan dalam situasinya saat ini. Studi ini menggunakan metodologi subjektif dengan rencana yang jelas. Strategi pengumpulan informasi menggunakan pertemuan, dokumentasi dan persepsi. Dari hasil tinjauan tersebut, terlihat bahwa metodologi SMP Santo Yusup Pacet Mojokerto dalam membingkai kepribadian resiliensi antara jaringan yang ketat dengan siswa dibawa melalui: (1) pengalaman yang berkembang di ruang belajar; (2) pengalaman yang berkembang di luar kelas; (3) pemanfaatan budaya di sekolah

    MISTIS SINTESIS ALIRAN KEBATINAN PERJALANAN: STUDI KASUS SANGGAR ALIRAN KEBATINAN PERJALANAN TERTEK TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Sintesis Mistik Aliran Kebatinan Perjalanan: Studi Kasus sanggar Aliran Kebatinan Perjalanan Tertek Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Setiawan Yusup, NIM 17302153001, pembimbing Dr. Mafthukin, M.Ag dan Akhol Firdaus M.Pd Kata kunci: Aliran Kebatinan Perjalan, Islam, Sintesis Mistik. Aliran Kebatinan Perjalanan merupakan pembahasan penting dalam kajian Kepercayaan di Indonesia. Karena Indonesia sebagai bangsa yang memiliki multi etnis-budaya dapat menjadi potensi kekayaan, baik secara akademis maupun secara politis. Menyadari hal tersebut, kajian aliran keper-cayaan kebatinan perjalanan dalam konteks Indonesia. Aliran kebatinan perjalanan dan islam merupakan dua kutub yang berbeda tapi mempunyai tujuan yang sama yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana model sintesis-mistik komunitas penghayat perjalanan di Tertek Tulungagung? (2) Ajaran-ajaran apa saja yang bisa di identifikasi sebagai sintesis mistik? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyingkap sintesis mistik antara aliran kebatinan perjalanan dan agama Islam. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini digunakan untuk memahami fenomena yang dialami saubjek penelitian dengan cara pendeskripsian. Melalui metode ini penelitian dapat dilakukan dalam keadaan yang alamiah atau natural. Secara lebih lanjut metodenya adalah pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis mistik penganut ajaran aliran kebatinan perjalanan di tertek bisa dilihat melalui tiga hal, yaitu satu identitas kebudayaan, identitas ke-Jawa-an yang ditandai dengan pengalaman spritual, dan tiga meyakini bahwa Tuhan sebagai tujuan utama dalam mengekspresikan segala ajaran yang ada. Ajaran dari Aliran Kebatinan Perjalanan meliputi ajaran tentang Tuhan, manusia dan alam. Semua ajaran tersebut diambil dari sepuluh wangsit (Dasa Wasita) yang merupakan ajaran pokok dari aliran kebatinan perjalanan tersebut
    corecore