1,721,989 research outputs found
Konsep Pendidikan Islam Menurut Muhammad Yunus
Berdasarkan fenomena yang terjadi bahwa Muhammad Yunus sukses memperbaharui pendidikan Islam dengan mendirikan Normal Islam dan al- Jami’ah al-Islamiyah serta ,juga dianggap sukses menerapkan Kulliyayul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) di Pesantren Gotor setelah menamatkan pendidikannya di Islamic college yang mana Muhammad Yunus sebagai gurunya dalam mengembangkan konsep pendidikan Islam, maka dari itu peneliti mengidentifikasikan masalahnya sebagai berikut, bagaimana konsep pendidikan Islam menurut pemikiran Muhammad Yunus dan adapun tujuannya untuk mengetahui bagaimana gambaran tentang , konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Yunus. penulis menggunakan metode kepustakaan yang dapat diartikan sebagai penelitian yang dilakukan di perpustakaan dan mengambil setting perpustakaan sebagai tempat penelitian dimana objek penelitiannya adalah bahan-bahan perpustakaan
Nobel Prize winner Muhammad Yunus at Vanderbilt
Includes descriptive metadata provided by producer in MP3 file: "Politics, Economics and Social Issues - Podcasts - Nobel Prize winner Muhammad Yunus at Vanderbilt." Muhammad Yunus gives the 2006 Senior Day address about the concept of microcredit for the poor in Bangladesh
Nilai-nilai Islam Grameen Bank dalam Pemikiran Muhammad Yunus
Fokus penelitian ini adalah mengenai Nilai-nilai Islam Grameen Bank dalam Pemikiran Muhammad Yunus. Perhatian Muhammad Yunus terhadap rakyat miskin yang tertindas dan teraniaya oleh struktur sosial, mendorong beliau untuk melahirkan pemikiran-pemikirannya yang berpihak kepada rakyat yang teraniaya. Salah satu dari pemikiran Muhammad Yunus adalah tentang bagaimana mengangkat orang miskin yang terjerat dari kemiskinan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Muhammad Yunus yaitu melalui program perkreditan Grameen Bank yang didasarkan pada falsafah bahwa kredit kepada orang-orang miskin adalah penting sebab kredit tersebut dapat membantu mereka untuk meningkatkan pendapatan dan merekapun mempunyai kemampuan untuk mengembalikan kredit tersebut. Oleh karena itu, untuk membantu orang miskin dari kemelaratan hendaknya dilakukan dengan menyediakan sumber permodalan yang dapat dimanfaatkan secara rasional dan komersial, tetapi dengan persyaratan yang sesuai dengan kondisi mereka.
Adapun permasalahan yang dirumuskan dalam skripsi ini adalah, pertama, Bagaimanakah pemikiran Muhammad Yunus mengenai Grameen Bank? kedua, Apakah Grameen Bank dalam Pemikiran Muhammad Yunus sesuai dengan Nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimanakah pemikiran Muhammad Yunus mengenai Grameen Bank dan apakah Grameen Bank dalam Pemikiran Muhammad Yunus sesuai dengan Nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Dalam hal ini, sumber data yang akan digunakan dibagi menjadi dua yaitu, sumber data primer dan sumber data sekunder.
Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, maka untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dapat disimpulkan: (1) Menurut Yunus, Grameen Bank adalah sebuah organisasi kredit mikro yang dimulai di Bangladesh yang memberikan pinjaman kecil kepada orang yang kurang mampu tanpa membutuhkan collateral. (2) Yunus berpandangan bahwa meminjamkan uang kepada orang miskin tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang. Bahkan tampak oleh Yunus bahwa melayani kebutuhan finansial kaum miskin bisa menjadi sebuah bisnis yang layak. Karena tak ada pilihan lain, Yunus memutuskan membuat bank untuk kaum miskin. (3) Apa yang dilakukan oleh Muhammad Yunus dengan Grameen Banknya dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian telah sesuai dengan nilai-nilai Islam diantaranya adalah sebagai berikut : Kesederhanaan konsep, Kewajiban berusaha, kemandirian, tekun dalam bekerja, kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan, dorongan untuk berbuat adil dan membantu sesama, dan dorongan untuk berwirausaha
Dr. Muhammad Yunus and Lorraine Kasprisin
Dr. Muhammad Yunus accepts the invitationfrom Editor Lorraine Kasprisin at the reception of theGlobal State of Washington Initiative in Seattle in 2007.https://cedar.wwu.edu/jec_images/1000/thumbnail.jp
Pemikiran Muhammad Yunus tentang kewirausahaan sosial : perspektif pemberdayaan masyarakat
Kewirausahaan menjadi suatu kegiatan yang diminati banyak pihak dalam memenuhi kebutuhan. Dewasa ini Kewirausahaan memiliki pergeseran orientasi dari profit oriented ke social mission. Kewirausahaan Sosial menjadi tawaran di beberapa negara berkembang sebab eksistensi kapitalisme yang tidak humanis terhadap masyarakat menengah kebawah. Hal ini mampu dihadirkan oleh sosok Muhammad Yunus. Yunus menjalankan Kewirausahaan sosial dengan tujuan pengentasan kemiskinan. Kegiatan kewirausahaan sosial dianggap menjadi salah satu alternatif pemecahaan masalah kemiskinan. Menurut Yunus, pemberdayaan langsung kepada masyarakat adalah salah satu bentuk hal yang penting dalam pengentasan kemiskinan, dan kelompok perempuan sangat berpotensi untuk diberdayakan.
Maka dari itu penulis membuat rumusan masalah berupa: 1) Bagaimana Pemikiran Muhammad Yunus tentang Kewirausahaan Sosial?, 2) Bagaimana relevansi Pemikiran Muhammad Yunus tentang Kewirausahaan Sosial dengan Pemberdayaan Masyarakat?. Untuk mengkaji Pemikiran Muhammad Yunus penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode library research (studi pustaka). Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dari buku, jurnal, penelitian terdahulu dan dokumen-dokumen terkait penelitian yang dibuat penulis. Teknik analisis data menggunakan Analisis Isi lalu penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini 1) Pemikiran Muhammad Yunus tentang Kewirausahaan Sosial yaitu usaha yang dibuat semata-mata untuk tujuan memecahkan masalah sosial atau lingkungan, dan pemiliknya tidak mengambil dividen apapun kecuali untuk menutup investasi mereka sendiri. Dengan menerapkan pendekatan praktis, inovatif dan berkelanjutan untuk memberikan dampak positif terhadap masyarakat terkhusus kelas ekonomi menengah kebawa serta sensitif gender.2) Pemikiran Muhammad Yunus tentang kewirausahaan sosial jelas memiliki relevansi dengan Pemberdayaan Masyarakat pada beberapa kategori, yakni dalam definisi , prinsip yang dipakai, serta tujuannya. Adapun prinsip-prinsipnya mengarah kepada pemberdayaan masyarakat, prinsip kebutuhan, partisipasi, keterpaduan, kemampuan sendiri (memanfaatkan potensi lokal yang ada), keberlanjutan, dan kaderisasi. Tujuan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat serta kebahagiaan masyarakat dalam upaya peningkatan kesadaran perilaku
Prof. Muhammad Yunus With Students of Social Business Club
Prof. Muhammad Yunus with students of social business club, EU on social business da
PENGELOLAAN YAYASAN AL-ISTIQAMAH SIMPANG AMPEK, KABUPATEN PASAMAN BARAT: SEJARAH KELUARGA H. MUHAMMAD YUNUS (1986-2024)
Penelitian ini menggunakan empat langkah metode sejarah. Dimulai dari heuristik, kritik sumber, interpretasi (analisis sintesis), dan historiografi. Ditahap heuristik didapatkan sumber-sumber primer seperti Akta Pendirian Yayasan, Sertifikat Tanah Komplek, SK Kanwil Depdikbut Provinsi Sumatra Barat Persetujuan Pendirian SMA Al-Istiqamah dan foto keluarga H. Muhammad Yunus. Selain itu, dilakukan wawancara dengan metode sejarah lisan. Sumber informan adalah anak-anak dari H. Muhammad Yunus yaitu Zarfani, Warna, Warni, Nurjani, Rosmidar, Asnita. Dilakukan juga wawancara dengan guru-guru SMA Al-Istiqamah yaitu Supriono, Afiat, dan Yondriadi. Selanjutnya wawancara juga dilakukan dengan alumni SMA Al-Istiqamahyaitu Mulyani dan sepupu H. Muhammad Yunus yang bernama Japril.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa H. Muhammad Yunus berhasil membangun usahanya yaitu perkebunan sawit pada tahun 1980, penginapan pada tahun 1981, kafetarian pada tahun 1981 dan salon pada tahun 1981. Selanjutnya H. Muhammad Yunus membangun Yayasan Al-Istiqamah untuk mengelola pendidikan SMP Al-Istiqamah pada tahun 1987 dan SMA Al-Istiqamah pada tahun 1989. Usaha-uasaha yang dilakukan oleh H. Muhammad Yunus ditujukan untuk membiayai Yayasan tersebut. Setelah ia meninggal pada tahun 2019 semua usahanya diwariskan kepada anak-anaknya dengan pembagian pengelolaan masing-masing.
H. Muhammad Yunus mewariskan Yayasan Al-Istiqamah dan usahanya kepada anak-anaknya, yaitu Zarfani, Warna, Warni, Nurjani, Rosmidar, dan Asnita. Warna sebagai Ketua Yayasan, Nurjani mengelola perkebunan, Rosmidar mengelola penginapan, Zarfani dan Warni mengelola sekolah, Nurjani mengelola kafetaria, dan Asnita mengelola salon. Anak-anaknya berhasil mewujudkan cita-cita H. Muhammad Yunus. Pengelolaan dengan managemen keluarga warisan H. Muhammad Yunus tersebut berada di bawah manager utama “H. Zarfani”. Ia adalah anak “sulung” dan laki-laki satu-satunya dari enam bersaudara
La empresa social de Muhammad Yunus, un nuevo paradigma para erradicar la pobreza
Social business represents a new paradigm to eradicate world poverty, within a market model that respects human dignity. This social innovation is analyzed based on its creator and main promoter, Muhammad Yunus, 2006 Nobel Peace Prize winner. In addition, these ideas are contrasted with those of other authors who have studied the topic of poverty (such as Bornstein, Prahalad Sachs, De Soto). Some of them have adopted the point of view of traditional Economics and have been criticized by Muhammad Yunus for their ideas and methods. Finally, the author reflects on relative poverty and the moral obligation to fight it.La empresa social representa un nuevo paradigma para erradicar la pobreza en el mundo, dentro de un modelo de mercado que respeta la dignidad humana. Se analiza esta innovación social con base en los escritos de su creador y principal promotor, Muhammad Yunus, Premio Nobel de la Paz 2006. Asimismo, se contrastan estas ideas con las de otros autores que han analizado el tema de la pobreza (tales como Bornstein, Prahalad, Sachs, De Soto), algunos de los cuales adoptan el punto de vista de la economía tradicional, cuyas ideas y métodos han sido criticados por Muhammad Yunus. Finalmente, se hace una reflexión sobre la relatividad del concepto de pobreza y la obligación moral de combatirla
La empresa social de Muhammad Yunus, un nuevo paradigma para erradicar la pobreza
Social business represents a new paradigm to eradicate world poverty, within a market model that respects human dignity. This social innovation is analyzed based on its creator and main promoter, Muhammad Yunus, 2006 Nobel Peace Prize winner. In addition, these ideas are contrasted with those of other authors who have studied the topic of poverty (such as Bornstein, Prahalad Sachs, De Soto). Some of them have adopted the point of view of traditional Economics and have been criticized by Muhammad Yunus for their ideas and methods. Finally, the author reflects on relative poverty and the moral obligation to fight it.La empresa social representa un nuevo paradigma para erradicar la pobreza en el mundo, dentro de un modelo de mercado que respeta la dignidad humana. Se analiza esta innovación social con base en los escritos de su creador y principal promotor, Muhammad Yunus, Premio Nobel de la Paz 2006. Asimismo, se contrastan estas ideas con las de otros autores que han analizado el tema de la pobreza (tales como Bornstein, Prahalad, Sachs, De Soto), algunos de los cuales adoptan el punto de vista de la economía tradicional, cuyas ideas y métodos han sido criticados por Muhammad Yunus. Finalmente, se hace una reflexión sobre la relatividad del concepto de pobreza y la obligación moral de combatirla
Inspiring social business – a conversation with Muhammad Yunus
At a recent LSE Entrepreneurship event, Nobel Peace Laureate Muhammad Yunus talked about where capitalism is going wrong and what to think about when starting a social busines
- …
