362 research outputs found
PERANCANGAN APLIKASI PENJUALAN BERBASIS YII PADA TOKO WAWAN AQUARIUM JEPARA
Wawan Aquarium adalah sebuah toko yang bergerak dalam bidang penjualan ikan hias dan aksesorisnya, dan berlokasi di Pecangaan Jepara serta masih menggunakan sistem penjualan secara konvensional. Toko ini memerlukan aplikasi informasi berbasis web supaya pemasarannya lebih luas. Maka dari itu penulis membuatkan sebuah aplikasi penjualan yang berbasis website dengan menggunakan framework yii sebagai kerangka kerja dan mySQL sebagai databasenya serta waterfall sebagai metodenya. Aplikasi ini dapat memberikan informasi terhadap masyarakat sekitar bahwa toko Wawan Aquarium telah memiliki website sehingga untuk melihat stok barang yang yang ada ditoko cukup membuka websitenya dan bisa melakukan transaksi online. Aplikasi ini juga di lengkapi dengan pengolahan data barang, data customer, data distributor serta data trasaksi.
Dengan hasil diperoleh bahwa aplikasi penjulan ini sangat layak digunakan dalam presentasi 96,3% yang diuji oleh ahli materi dan ahli media, dan 96% yang telah diuji oleh umum
AWAL KEBANGKITAN ISLAM DAN PERADABANNYA PADA MASA MODERN: Peranan Muhammad Abduh
Pada periode modern (1800 M–dan seterusnya) timbul ide-ide pembaharuan dalam Islam yang dilakukan oleh banyak intelektual dan cendekiawan Islam. Dengan penekanan utama kembali kepada Al Qur’an dan hadis, yang salah satu tokohnya adalah Muhammad Abduh. Muhammad Abduh lahir dan berkembang pada saat yang tepat. Artinya dari faktor sosial ia lahir dari keluarga yang secara ekonomi lebih baik dari pada rata-rata penduduk setempat. Kenyataan ini menempatkan Muhammad Abduh memperoleh pendidikan yang memadai, sehingga dari seorang anak petani desa menjadi seorang pejabat negara yang sangat perpengaruh baik secara nasional maupun internasional. Serta Ia memperoleh lingkungan yang pada saatnya bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan intelektual Muhammad Abduh. Perkembangan pemikiran Muhammad Abduh diwarnai oleh didikan paman dari ayahnya yang bernama syekh Darwisy sebagai pengikut Zawiyah Sanusiah. Muhammad Abduh belajar membersihkan hati dan cara memahami agama Islam dengan mengikuti al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih, tidak fanatik terhadap pemimpin dan madzhab, tafsiran dan karangan umat Islam. Oleh karena itu Muhammad Abduh lebih cenderung memakai ajaran asli dan menyesuaikannya dengan zaman modern. Untuk menyesuaikan ajaran-ajaran agama dengan situasi modern perlu dilakukan interpretasi baru dan karena itu diperlukan ijtihad. Dalam hal ini Muhammad Abduh berpendapat bahwa pintu ijtihad harus dibuka lebar agar umat Islam terbebas dari taklid. Pasa masa Muhammad Abduh masih belajar, pemahaman kaum muslimin terhadap ajaran agamanya cenderung semakin berkurang bahkan menyimpang. Kondisi ini menyebabkan adanya taassub atau fanatik mazhab yang pada gilirannya dapat menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam. Setelah selesai belajar, dalam kondisi umat Islam yang membudayakan sikap taassub itulah Muhammad Abduh tampil untuk membangkitkan kembali umat Islam yang telah dilanda kemunduran, dengan ide-ide pembaruannya. Untuk merealisasikan apa yang ada di pikirannya dalam rangka memperbaiki umat Islam, Muhammad Abduh menempuh tiga jalur perjuangan, yaitu pada bidang pendidikan dengan cara dengan mereformasi al Jami al Azhar sebagai pusat lembaga pendidikan termasyur saat itu; bidang keagamaan, dengan mengupayakan penyesuaian ajaran Islam dengan kondisi dan situasi zaman dengan cara reinterpretasi ajaran Islam, karena itulah menurutnya pintu ijtihad perlu dibuka kembali; dan bidang ketatanegaraan (Politik). Dalam bidang ketatanegaraan ini Muhammad Abduh berpendapat bahwa kekuasaan negara haruslah dibatasi. Di zamannya, Mesir sudah mempunyai konstitusi sendiri dan usahanya di waktu itu tertuju pada membangkitkan kesadaran rakyat akan hak hak mereka.
Kata kunci :taassub, pembaruan, pendidika
NASIONALISME PEMUDA DALAM PERUBAHAN SOSIAL
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melihat bagaimana perubahan nasionalisme pemuda dalam perubahan sosial. Nasionalisme terancam retak oleh krisis-krisis yang menyeruak: krisis moneter, krisis moral, krisis sosial, krisis politik, krisis kebangsaan dan sebagainya. Krisis yang berkepanjangan tersebut antara lain disebabkan oleh berbagai masalah sosial kemasyarakatan seperti pertentangan politik, etnik, sosial budaya dan merebaknya sikap, perilaku permisif terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme yang berlangsung lama. Metode penulisan yang dipergunakan adalah metode deskriptif analitis.
Perubahan cara pandang pemuda tentang nasionalisme terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam kehidupan terutama dalam kehidupan sosial. Perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun sedemikian cepat sehingga mempengaruhi pola pikir dan sikap pada masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Dalam pengertian yang sangat luas perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan penting dari struktur sosial dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial
Eco-Pesantren: Perspektif Pengelolaan Lingkungan Pada Ponpes Salafi Abdussalam Kabupaten Kubu Raya
Penerapan pemberdayaan ekonomi umat dengan hadirnya eco-pesantren sebagai ketahanan ekonomi mengakibatkan krisis lingkungan di perekonomian Indonesia, hal ini dapat diatasi berupa pengelolaan lingkungan melalui lembaga pendidikan sebagai fondasi untuk mengembangkan perekonomian yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat dan alami melalui pengelolaan lingkunan hidup di Pondok Pesantren Salafi Abdussalam Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menganalisis pemberdayaan ekonomi melalui para santri untuk menciptakan santriprenuer. Hasil penelitian yang diperoleh dengan adanya penerapan ecopesantren dalam pengelolaan lingkungan hidup alami dan sehat dapat membantu finansial maupun pembangunan pesantren. Dalam bentuk penerapan eco-pesantren dapat bekerja sama dengan pemerintah dengan mengadakan workshop, seminar, pelatihan skill serta pemberian dana guna membangun di lingkungan pesantren sistematis. Diharapkannya pemerintah dapat terus membantu pesantren yang masih kekurangan dalam financial secara lebih merata hingga ke pondok pesantren khususnya memberdayakan para santri dalam mengelola lingkungan hidup sebagai masa depan ekonomi negara cerah. Selain itu, dapat dilakukannya pengawasan dan pemantauan secara berkala di setiap pesantren yang dibina, sehingga dapat di ketahui keberhasilan atau kegagalan dari program eco-pesantren yang di bina oleh Pemerintah
ANALISIS AKULTURASI DAKWAH DAN KEBUDAYAAN PADA MASA KENABIAN MUHAMMAD
In highlighting the portrait of Da'wah practiced by the Messenger of Allah in several periods, it can be said that the missionary mission that was being carried out at that time was not an easy activity, in the course of Islamic history recorded, that the da'wah carried out by Muhammad, encountered many obstacles and obstacles, due to internal conditions humanity and the aqeedah of Arab society in general are in a state that is far from the teachings that Muhammad is broadcasting. Therefore, the da'wah process that will be applied really requires a mature strategy, especially the condition of the people who are accustomed to doing past activities and practices such as consuming alcohol, gambling, fighting power, adultery, adultery to murder
PENGARUH PROSEDUR PEMBIAYAAN ARRUM HAJI TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH NASABAH (Studi Kasus pada Kantor Cabang Pegadaian (Persero) Syariah Veteran Purwakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prosedur pembiayaan arrum haji terhadap peningkatan jumlah nasabah di PT Pegadaian Syariah cabang Purwakarta. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sampel populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket berskala Likert. Sedangkan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, analisis uji hipotesis, analisis korelasi dan regresi dengan menggunaakan bantuan software.
Hasil penelitian menunjukkan prosedur pembiayaan Arrum haji di Pegadaian Syariah Purwakarta diukur berdasarkan 4 indikator variabel yaitu : 1) realisasi pembiayaan; 2) kemudahan prosedur; 3) kecepatan pelaksanaan; dan 4) persyaratan dengan rata-rata 3,30 atau 66%. Dengan demikian prosedur pembiayaan Arrum haji di Pegadaian Syariah Cabang Purwakarta terlaksana cukup baik. Peningkatan jumlah nasabah di Pegadaian Syariah di Pegadaian Syariah Purwakarta diukur berdasarkan 3 indikator variabel yaitu 1) re-puchase, 2) word of mouth; dan 3) membeli produk lain dengan rata-rata 3,29 atau sebesar 65,8%. Dengan demikian terdapat Peningkatan jumlah nasabah di Pegadaian Syariah di Pegadaian Syariah Purwakarta dalam kategori cukup baik.
Hasil koefisien korelasi dengan menggunakan Pearson (Product Moment) memaparkan nilai koefesien korelasi sebesar 0,533 (hubungan korelasi sedang dengan arah korelasi positif). hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji T dengan bantuan software (Independent sample t-test), diperoleh t hitung 2,814 > t tabel 1,987 dengan nilai sig (2 tailed) (0,002) < α (0,05), maka Ho ditolak dan menerima Ha.Koefesien determinasi sebesar 0,284 mengindikasikan bahwa 28,4% variabel Y (peningkatan jumlah nasabah) turut ditentukan oleh variabel X (prosedur pembiayaan arrum haji), sedangkan sisanya 71,6% ditentukan oleh variabel lain yang perlu diteliti lebih lanjut karena keterbatasan penelitian dan tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifkan prosedur pembiayaan Arrum haji terhadap peningkatan jumlah nasabah di Pegadaian Syariah Cabang Purwakart
Ethnopharmacology and Network Pharmacology Study of Karo Oil as Traditional Medicine by Karo Ethnic Group
Background: The Karo ethnic group is known for its strong utilization of natural resources for traditional medicine, such as Karo oil, for various health purposes. This behavior is influenced by their environment, particularly Berastagi sub-district, which is rich in biodiversity. However, there is still a lack of scientific documentation regarding the medicinal properties of these remedies. The development of network pharmacology, which is crucial for the initial stages of pharmacological studies among traditional Chinese medicines, has also prompted similar analyses of Karo oil.
Objective: This research aims to explore and inventory the knowledge, utilization, and management of natural ingredients in Karo oil as a traditional medicine based on the local knowledge of the Karo ethnic group. It also seeks to predict protein targets for diseases treated with Karo oil based on network pharmacology analysis.
Method: Semi-structured interviews were conducted with Karo informants in Berastagi sub-district, who have recognized knowledge and experience within the community. Sampling was done using a combination of purposive and snowball sampling methods to ensure selection aligns with the research objectives and cultural context. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, exploring medicinal plants and calculating the usefulness index. Tissue pharmacology analysis was performed based on online databases visualized with Cytoscape software.
Results: The study identified 39 plant families and 84 medicinal plants used in Karo oil. The most common family was Zingiberaceae. Production involves the collection of raw materials, separation, grinding, heating, filtering, and packaging. Karo oil treats muscle and joint disorders, skin conditions, digestive disorders, fever, and aids in postpartum recovery, used both topically, orally, or a combination of both. The native plant species Vitis gracilis plays a significant role in Karo oil. ESR1 (Estrogen Receptor 1), MAPK1 (Mitogen-Activated Protein Kinase 1), and MAPK3 (Mitogen-Activated Protein Kinase 3) are the three main protein targets for alpha-pinene, a key component in Karo oil, in burn injury healing.
Conclusion: The Karo community possesses rich traditional knowledge of medicinal plants, particularly in the production of Karo oil. However, modernization and the lack of successors threaten this knowledge. Conservation efforts are crucial to preserve this valuable cultural heritage.143 PagesSkripsi Sarjan
Pengembangan Roda Ramping Bersirip (Narrow Lug Wheel) untuk Lahan Sawah.
Rancangan roda besi bersirip (cage wheel) pada umumnya digunakan untuk
budidaya pertanian terbatas hanya pada kegiatan pengolahan tanah. Setelah
kegiatan pengolahan tanah traktor roda dua tidak difungsikan lagi untuk pekerjaan
yang lain. Sementara ada beberapa pekerjaan yang lain setelah kegiatan pengolahan
tanah yaitu perawatan dan pengendalian tanaman pengganggu (gulma). Hal ini
disebabkan oleh tidak sesuai jarak tanam padi di lahan sawah dengan bentuk dan
ukuran roda besi bersirip rancangan umum (existing), lebar roda besi (cage wheel)
yang tersedia saat ini lebih besar dibanding dengan jarak tanam padi. Kondisi
tersebut menyebabkan aktifitas roda yang melalui tanaman akan mengenai padi
sehingga dapat merusak bahkan berdampak hingga tanaman padi mati. Oleh karena
itu perlu kiranya menentukan jenis roda traktor roda dua yang sesuai seperti roda
ramping bersirip (narrow lug wheel) agar dapat beroperasi diantara jarak tanaman
tanpa mengganggu pertumbuhan, perkembangan tanaman padi di lahan sawah, dan
mampu menghasilkan kinerja traksi yang baik, serta slip dan sinkage yang relative
kecil. Roda ramping bersirip ini diaplikasikan pada saat kegiatan setelah
pengolahan tanah dimana aplikasinya tidak merusak barisan tanaman padi.
Tujuan penelitian untuk merancang, membangun dan menganalisis roda
ramping bersirip, pengembangan disain dari roda yang ada (existing) yang
diaplikasikan menggunakan traktor roda dua diantara barisan tanaman padi lahan
sawah
Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan konsep disain dan pembuatan
sketsa rancangan roda besi ramping bersirip, perancangan roda, pembuatan
prototipe roda, pengujian roda pada soil bin dan pengujian roda pada lahan sawah.
Pengujian di soil bin sudut sirip dan tinggi sirip divariasikan, sudut sirip dirancang
sebesar 30°, 40° dan 45° dan lebar sirip tetap 7 cm serta tinggi sirip 7 cm, 10.5 cm
dan 14 cm. Roda yang menghasilkan kinerja terbaik dijadikan sebagai bahan
pertimbangan untuk desain roda uji di lahan padi sawah memakai traktor roda dua.
Desain dan pengujian roda ramping bersirip di lahan sawah berdasarkan hasil
uji kinerja yang terbaik dari pengujian model roda di soil bin, selain itu dilakukan,
pengumpulan informasi dan analisi karakteristik tanaman padi, kondisi padi,
kondisi petak lahan sawah, dan dimensi traktor roda dua. Hasil analisis untuk
menentukan bentuk, ukuran dan jenis bahan roda ramping bersirip untuk padi lahan
sawah.
Roda ramping bersirip diuji di lahan sawah. Roda uji dengan traktor roda dua
merek Bromo DX daya 8.5 HP diaplikasikan diantara barisan tanaman padi di lahan
sawah. Pengukuran dan analisis terhadap kinerja roda (meliputi efisiensi traksi, slip
roda dan sinkage), efek sinkage dari lintasan roda dan pengaruh pada pemutusan
perakaran padi, pertumbuhan tinggi dan perkembangan jumlah anakan tanaman
padi.
Hasil uji kinerja roda uji di soil bin menunjukkan bahwa kinerja roda ramping
bersirip sangat dipengaruhi oleh kondisi sudut sirip, tetapi kurang dipengaruhi oleh
dimensi tinggi sirip roda. Ukuran dan bentuk sirip yang berkinerja paling baik
diperoleh pada dimensi sirip (7 x 10.5) cm dan sudut sirip 45° dengan nilai efisiensi
traksi maksimum sebesar 24.5%.
Roda ramping bersirip untuk traktor roda dua yang dioperasikan di lahan
padi sawah berdasarkan karakteristik tanah, tanaman padi dan traktor. Kontruksi
roda ramping terdiri dari sebuah rim diperkuat dengan 4 buah jari jari terhubung
dengan sebuah flens, dan jumlah sirip (8, 10, 12) dipasangkan pada rim. Sirip
berukuran (14 x 21) cm dengan bahan besi baja plat tebal 4 mm, sudut sirip (300
dan 450). Diameter rim sebesar 63 cm dibuat dari bahan besi bulat pejal berdiameter
30 mm, jari jari dubuat dari bahan besi bulat pejal berdiameter 15 mm, diameter
flens adalah 20 cm dibuat dari bahan besi plat dengan tebal 10 mm. Jenis bahan plat
adalah BJPS dan jenis bahan bulat pejal adalah KS 1020. Pengoperasian roda
ramping bersirip 3 barisan tanaman padi diantara dua roda dengan jarak antar roda
61 cm dan operator mengangkangi 1 barisan tanaman padi. Jumlah dan sudut sirip
roda berdampak terhadap nilai sinkage, jumlah dan sudut sirip yang lebih besar
mengakibatkan nilai sinkage menurun, demikian juga nilai slip menurun akibat
peningkatan jumlah dan sudut sirip roda ramping bersirip (narrow lug wheel).
Efisiensi traksi dipengaruhi oleh jumlah dan sudut sirip roda, jumlah dan sudut sirip
roda meningkat akan mengakibatkan kenaikan nilai efisiensi traksi. Kinerja roda
terbaik ditunjukkan oleh nilai efisiensi traksi yang paling tinggi, diperoleh pada
jumlah sirip 12 dan sudut sirip 450 sebesar 67.82%, sedangkan efisiensi traksi
terendah diperoleh pada jumlah sirip 8 dan sudut sirip 300 sebesar 13.16%.
Aplikasi roda ramping bersirip dengan perlakuan variasi jumlah dan sudut
sirip pada traktor roda dua berdapak juga terhadap variasi nilai sinkage yang terjadi,
nilai sinkage yang tertinggi pada jumlah sirip 8 dengan sudut sirip 30° yaitu 12.28
cm, sedangkan yang terendah pada jumlah sirip 12 dengan sudut sirip 30° sebesar
7.24 cm.
Sinkage pada aplikasi roda ramping bersirip memberikan efek terhadap
pemutusan akar tanaman padi berkisar antara (17-58)%. Pertumbuhan tinggi
tanaman dan perkembangan jumlah anakan tanaman padi dipengaruhi oleh
pemutusan akar tanaman akibat adanya lintasan roda ramping bersirip,
dibandingkan dengan tanaman yang tanpa perlakuan lintasan roda (kontrol)
Pengaruh Pelatihan, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Pengetahuan Akuntansi Terhadap Efektivitas Penerapan Aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) se-Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan, kualitas SDM, dan pengetahuan akuntansi terhadap efektivitas penerapan SIPADES se-Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Populasi dalam penelitian ini adalah perangkat desa atau operator SIPADES. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari jawaban kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan SIPADES, kualitas SDM, dan pengetahuan akuntansi berpengaruh terhadap efektivitas penerapan aplikasi SIPADES se-Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 dan F hitung > F tabel yaitu sebesar 10,422 > 3,49. 
PENERAPAN QAWAIDH FIQHIYYAH DALAM BIDANG KEPEMILIKAN
Fiqih sebagai bingkai kehidupan umat Islam untuk selalu berjalan di atas rel kebenaran atas nama agama merupakan produk ijtihad. Sebagai sebuah produk, harus ada manhaj atau metodologi dan seperangkat aturan yang digunakan untuk membangunnya. Bagi sebagian sarjana hukum Islam, aturan yang mengatur proses penalaran dan perumusan fiqh (istinbath al-ahkam) seringkali dipenuhi dalam aturan baku ushul fiqh dan qawaid fiqh. Jarang ada penelitian yang lebih mendalam dari mana aturan-aturan yang terkandung dalam ushul dan fiqh qawaid diturunkan. Namun sebagai aturan, tentu ada dasar-dasar yang menjadi pedoman persiapan. Ushul fiqih dan qawaid fiqih dibangun atas dasar yang dinamakan kaidah ushuliyah dan kaidah fiqhiyyah. Melalui kajian pustaka, tulisan ini mengkaji asal-usul penyusunan kaidah yang dewasa ini telah diakui sebagai metodologi istimbath al-ahkam. Sehingga umat Islam memahami bagaimana suatu produk hukum fiqih diproses dari pangkal sampai ujung. Selain itu, pemahaman yang mumpuni tentang konstruksi lahirnya sebuah metodologi akan membawa lahirnya fiqh sebagai produk yang lebih diakui secara akademis yang diberkahi oleh para akademisi idealis. Berbagai macam interpretasi tentang kepemilikan dan riba kaitannya dengan transaksi yang lain seperti gharar karena tidak adanya kejelasan akad atas transaksi banyak dilakukan masyarakat modern saat ini, baik itu dari fukaha maupun ekonom Muslim, nampaknya terjadi karena ‘illat riba yang dikemukakan para fukaha dipandang tidak akurat dalam perkembangan pemikiran hukum Islam. Bila dilihat dari sisi etika transaksi Islam, baik riba maupun pelanggaran lain menyalahi keetisan dalam transaksi. Pertimbangan etik larangan riba, bunga dan gharar, dikarenakan adanya ketidakwajaran, eksploitasi dan tidak produktif. Sementara sistem etik ekonomi menekankan produk, kewajaran dan kejujuran di dalam perdagangan, serta kompetisi yang adi
- …
