1,721,099 research outputs found
prototype monitoring dan filtrasi limbah cair tahu menggunakan sensor pH dan turbidity bebasis mikrokontroler arduino uno
Di Indonesia tahu sangat di gemari sebagai makanan untuk kehidupan sehari hari yang di karenkan tahu mempunyai rasa yang enak juga tergolong makanan yang mudah didapat, murah dan memiliki kandunga gizi yang baik .tahu terbuat dari perasan sari kedelai yang di proses dengan campuran bahan lain dengan proses pencucian, perebusan ,pengepresan dan juga pencetakan tahu. Sehingga proses yang di lakukan menghasilkan air sisa olahan atau limbah cair tahu dengan berapa macam karakteristik yaitu: PH,BOD,COD,TSS dan lain lain Dalam perancangan prototipe monitoring dan filtrasi limbah cair tahu menggunakan sensor ph dan turbidity berbasis mikrokontroler arduino uno. Metode yang digunakan adalah dengan metode eksperimental dengan cara melakukan perancangan dan pembuatan alat, kemudian dilakukan pengujian pengukuran terhadap alat tersebut. Pada penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sensor ph untuk mngetahui keasaman pada limbah cair tahu dan di lengkapi dengan sensor turbidity untuk mengetahui keruh air pada limbah tahu. Kalibrasi sensor dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan alat ukur standar yaitu Turbidity Meter, pH Meter. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil sebelum limbah air tahu di filter dan sesudah difilter. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan penurunan kadar tingkat kekeruhan, tingkat asam-basa. Untuk kekeruhan, terjadi penurunan dari nilai awal 40 NTU menjadi sekitar 26 NTU dan untuk tingkat keasaman melakukan perendaman selama 24 jam dengan karang jahe terjadi perubahan dari nilai sekitar 3.13 menjadi sekitar 6.8 -7.
PENGATURAN KEKAYAAN NEGARA DALAM BADAN USAHA MILIK NEGARA
Penelitian ini mengkaji tentang apakah pengaturan kekayaan negara dalam badan usaha milik negara telah memberikan kepastian hukum. Tipe Penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah penelitian hukum normatif (normative legal research) penelitian untuk menguji suatu norma atau ketentuan yang berlaku. Juga dapat dikatakan sebagai penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Penelitian hukum doktrinal. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan konseptual. Berdasarkan apa yang telah dijabarkan pada bab-bab sebeumnya, maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut Sehubungan UU Keuangan Negara, UU Tipikor, Putusan MK RI Nomor 103/PUU-X/2012, Putusan MK RI Nomor 48/PUU-XI/2013, dan Putusan MK RI Nomor 62/PUU-XI/2013 memosisikan kekayaan negara yang disetor ke kas BUMN tetap sebagai kekayaan negara bertumpang tindih dengan UU BUMN, Putusan MK RI Nomor 77/PUU-IX/2011, Fatwa MA RI Nomor WKMA/Yud/20/VIII/2006, Fatwa MA RI Nomor 038/KMA/2009, dan Surat Edaran Ketua MA RI Nomor 07 Tahun 2012 tentang Rumusan Hukum Hasil Rapat Pleno Kamar MA RI Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan, maka pengaturan kekayaan negara dalam BUMN tidak memberikan kepastian hukum
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN TANAH LIAT PADA BATU BATA TERHADAP KUAT TEKAN, BERAT JENIS DAN DAYA RESAPAN AIR SEBAGAI PENDALAMAN MATERI MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK TEKNIK BANGUNAN
ABSTRAK
Muhammad Teguh Raharjo. PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK
SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN TANAH LIAT PADA BATU BATA
TERHADAP KUAT TEKAN, BERAT JENIS DAN DAYA RESAPAN AIR
SEBAGAI PENDALAMAN MATERI MATA PELAJARAN KONSTRUKSI
BANGUNAN DI SMK TEKNIK BANGUNAN.
Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univertas Sebelas Maret
Surakata. Desember 2014.
Tingkat penggunaan material bata di Indonesia masih tinggi sehingga
diperlukan suatu pendalaman materi mengenai batu bata dan inovasinya untuk
meningkatkan kualitas melalui mata pelajaran konstruksi bangunan di SMK. Abu
vulkanik merupakan material yang dihasilkan dari letusan gunung berapi yang
sejauh ini pemanfaatannya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan abu vulkanik terhadap karakteristik batu bata
serta untuk mengetahui persentase optimal penggunaan abu vulkanik terhadap
karakteristik batu bata yaitu kuat tekan, berat jenis dan daya resapan air.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimen yang akan menguji kualitas batu bata dengan penggunaan
campuran abu vulkanik. Variasi penggunaan abu vulkanik dalam penelitian ini
adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Persentase optimal penggunaan
abu vulkanik yang diperoleh dengan pembakaran batu bata selama 24 jam adalah
sebesar 20% dengan kuat tekan sebesar 4,276 MPa, berat jenis batu bata 1,268
gr/cm3 dan daya resapan air sebesar 19,678%. Penggunaan abu vulkanik pada batu
bata ini menghasilkan berat jenis yang lebih ringan dibandingkan batu bata normal
dengan kuat tekan yang masuk dalam kelas mutu 50 dan nilai daya resapan air
tersebut berada di bawah standar nilai maksimal daya resapan air yaitu sebesar
20% sesuai SNI 15-2094-2000. Hasil tersebut menunjukkan bata abu vulkanik
dapat digunakan sebagai material pengisi dinding bangunan dan bisa menjadi
alternatif pemanfaatan abu vulkanik.
Kata Kunci: Bata, Abu Vulkanik, Konstruksi Bangunan
HUBUNGAN DEBU LINGKUNGAN KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KAPASITAS FUNGSI PARU PADA PEKERJA BAGIAN WORKSHOP PT ROSALIA INDAH TRANSPORT KARANGANYAR
Muhammad Teguh Dian Purnomo, R0214066, 2018. Hubungan Debu Lingkungan Kerja dan Masa Kerja dengan Kapasitas Fungsi Paru pada Pekerja Bagian Workshop PT Rosalia Indah Transport Karanganyar, Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Latar Belakang : Salah satu penyakit akibat kerja yaitu penyakit paru yang timbul karena hubungan kerja antara pekerja dengan lingkungan. Adapun aktivitas kerja di area workshop berupa perbaikan mesin, body repair, putty, painting dan finishing. Aktivitas tersebut dapat menimbulkan faktor risiko bahaya yang beragam, misalnya paparan debu lingkungan kerja. Paparan debu lingkungan kerja, dan masa kerja dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan debu lingkungan kerja dan masa kerja dengan kapasitas fungsi paru pada pekerja bagian workshop PT Rosalia Indah Transport Karanganyar.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Populasi adalah tenaga kerja bagian workshop PT Rosalia Indah Transport Karanganyar berjumlah 65 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dan diperoleh sampel sebesar 40 orang. Penelitian ini menggunakan spirometer untuk mengetahui kapasitas fungsi paru, menggunakan Nephelometer Dust Monitor untuk mengukur kadar debu lingkungan kerja dan pengumpulan data karakteristik responden dengan melakukan pengukuran dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Spearman Rank Test serta Regresi Linier Berganda.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa debu lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap kapasitas fungsi paru (p=0,0001), sedangkan untuk masa kerja (p=0,181) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kapasitas fungsi paru. Selanjutnya menggunakan uji Regresi Logistik menunjukkan bahwa variabel debu lingkungan kerja memiliki risiko 4.6 kali lipat terhadap terjadinya penurunan kapasitas fungsi paru pada pekerja yang terpapar dengan nilai Exp. (B) = 4.638.
Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar debu lingkungan kerja dan kapasitas fungsi paru pada pekerja bagian workshop sedangkan untuk masa kerja tidak ada hubungan yang bermakna dengan kapasitas fungsi paru pada pekerja bagian workshop PT Rosalia Indah Transport Karanganyar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
