300 research outputs found
MUHAMMAD TAUFAN
Regresi Poisson merupakan salah satu model yang sering digunakan untuk memodelkan hubungan antara variabel respon berupa data diskrit dengan variabel prediktor berupa data kontinu, diskrit, kategori atau campuran. Dalam regresi Poisson mengasumsikan bahwa mean dari variabel respon sama dengan variansnya ( equidispersi ). Namun pada prakteknya, kadang-kadang ditemukan suatu keadaan yang disebut overdispersi, yakni nilai variansnya lebih besar dari nilai meannya. Salah satu penyebab terjadinya overdispersi adalah banyaknya nilai nol pada variabel respon.. Salah satu model yang digunakan untuk mengatasi masalah overdispersi tersebut adalah model regresi Zero-Inflated Poisson (ZIP).
Dalam model regresi Zero-Inflated Poisson, nilai nol pada observasi diduga muncul dalam dua cara yang sesuai untuk keadaan ( state ) yang terpisah. Keadaan pertama disebut zero state, terjadi dengan probabilitas ωi dan menghasilkan hanya observasi bernilai nol. Sementara keadaan kedua disebut Poisson state, terjadi dengan probabilitas (1-ωi) dan berdistribusi Poisson dengan mean µi. Model ini diterapkan pada studi kasus dalam bidang asuransi kendaraan bermotor di PT. Asuransi Sinar Mas Cabang Semarang tahun 2010 untuk mengetahui pengaruh umur mobil dan jenis pertanggungan terhadap banyaknya klaim yang diajukan pemegang polis kepada pihak PT. Asuransi Sinar Mas Cabang Semarang. Dalam hal ini, terjadinya angka nol disebabkan karena banyaknya pemegang polis yang tidak mengajukan klaim kepada pihak PT. Asuransi Sinar Mas Cabang Semarang. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa umur mobil dan jenis pertanggungan berpengaruh terhadap banyaknya klaim yang diajukan pemegang polis kepada pihak PT. Asuransi Sinar Mas Cabang Semarang tahun 2010
ANALISIS PEMIKIRAN MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL DALAM MEMAHAMI HADIS
Muhammad Syuhudi Ismail in understanding the hadith took several steps: First, conducting text analysis; Second, to identify the historical context for the appearance of hadith; and Third, to contextualize hadith. Through these three steps, the structure of the thought of Muhammad Syuhudi Ismail in understanding hadith is so strong especially in analyzing text-context. Therefore, it is appropriate if the thought of Muhammad Syuhudi Ismail actually revealed the existence of modern forms of hermeneutic surgery. This is a result of the intense activity of Muhammad Syuhudi Ismail in various existing discourses so that his thoughts in the study of hadith were influenced by intellectual figures and hadith scholars such as Fazlurrahman, Imam al-Qarafi, and Shah Waliyyullah ad-Dahlawi
THE STUDENTS’ LEARNING STYLES IN DEBATE CLASS AT ENGLISH DEPARTMENT OF ISLAMIC UNIVERSITY KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI
Mapping the students’ learning style can make easier the educators to choose the suitable teaching strategies. This research investigated the students’ learning styles in debate class in order to find out what is the most dominant learning style and what is the least interested learning style.The researcher used a quantitative method and intangible sample survey technique in cross sectional time to gain the result. The researcher used learning style questionnaire as the instrument to collect the data and learning style instrument to analize the data. This research was using Proportionate random sampling technique (60%), there were 71 students took as sample of research from third semester of Islamic University Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari.As the result found out that the most dominant learning style in debate class was kinesthetic with 39% or 28 students choosed it as their best style in learning and the least interested learning style in debate class was visual learning style with 29% or 20 students did not like study using visual aid. Based on the result above, the educators should create learning environment more active, enhancing their physical interaction and avoid the strategy using any visual aid
Memanfaatkan Ketokohan B. J. Habibie dalam Membangun Citra Diri Taufan Pawe sebagai Walikota Parepare
The purpose of this research is to describe how H. M Taufan Pawe uses B. J. Habibie as a symbol of his leadership and uses it to build his image. This research uses qualitative research methods with data analysis from literature related to this research. The results of this research reveal that the use of the B. J. Habibie symbol is manifested in physical development in the form of monuments and buildings that touch the community directly. The use of the name B. J. Habibie is intended to build the image of H. M. Taufan Pawe by utilizing government media and establishing relationships with external media as a means of channeling information to the public
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TRAINER TRANSFORMATOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM TRANSFORMATOR BAGI MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FT UM
ABSTRAK Taufan, Muhammad Natsir.2012. Perancangan dan pembuatan trainer transformator sebagai media pembelajaran praktikum transformator bagi mahasiswa teknik elektro ft um. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci: Transformator, Trainer Transfoamtor, Praktikum Transformator Transformator adalah suatu mesin yang berfungsi untuk memindahkan energi dari rangkaian primer menuju rangkaian sekunder secara elektromagnetis, dengan frekuensi yang sama sedangkan arus dan teganganya berbeda. Transformator termasuk mesin listrik yang banyak dibutuhkan dalam dunia kelistrikan. Transformator juga merupakan alat yang dipakai untuk memanipulasi drop power ataupun memanipulasi biaya yang akan dikeluarkan untuk menghantarkan daya dari suatu tempat tertentu menuju pusat pembagi beban. Tujuan tugas akhir ini adalah bagai mana merancang, membuat dan menguji trainer transformator. Manfaat dari trainer transformator ini adalah dapat digunakan sebagai media pembelajaran atau percobaan khususnya percobaan karakteristik transformator tak berbeban, hubung singkat dan berbeban dalam matakuliah praktikum transformator bagi mahasiswa universitas negeri malang khususnya jurusan teknik elektro. Dalam metode perancangan dan pembuatan trainer transformator ini penentuan spesifikasi alat kerja pokok berdasarkan perhitungan secara manual. Untuk transformator uji menggunakan transformator 1 fasa step-up/down 1000 VA. Hasil perancangan dan pembuatan trainer transformator, dapat dirumuskan ketika melakukan percobaan tak berbeban daya yang dihasilkan transformator merupakan rugi besi karna rugi tembaga begitu kecil sehingga dapat diabaikan, sebaliknya pada percobaan transformator hubung singkat rugi besi turun sedemikian rupa sehingga dapat diabaikan dan daya yang dihasilkan transformator merupakan rugi tembaga atau rugi joule, dari percobaan tersebut sehingga efisiensi transformator dapat diketahui dengan percobaan transformator berbeban. Kesimpulan dari perancangan, pembuatan dan pengujian trainer transformator, trainer dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik-karakteristik transformator 1 fasa dan transformator 3 fasa, khususnya untuk percobaan transformator tak berbeban, hubung singkat dan berbeban nantinya mahasiswa dapat mengetahui rugi-rugi, regulasi dan efisiensi transformator dari hasil pengukuran percobaan.
Strategi Bisnis terhadap Perkembangan Usaha Toko Kelontong di Medan (Studi Kasus di Sekitaran Jl A.R.Hakim Gg. Pendidikan)
Retail business is currently favored by many businesses. On the street A.R
Hakim Pendidikan alley, the grocery store is highly developed and needed by
local communities to meet their daily needs. The owner of a grocery store on the
street AR Hakim, Pendidikan alley required to keep finding and determine
appropriate strategies to anticipate and defend their business and can excel in the
face of competition around it. Therefore, every grocery store owner must consider
the correct strategy to maintain and expand its business. It is also done to
determine the strategy of their respective owners in the grocery store business on
the street AR Hakim Pendidikan alley, Medan.
Formulation of the problem in this study was to determine how the
business strategies implemented around the grocery store owner on the street.A.R
Hakim ,Pendidikan alley in developing a business?
The method used was a qualitative comparative method. Data were
obtained from observation, interview. Analysis using 7R Strategy analysis (right).
Informants in this study amounted to 13 people. The use of informants using
sampling purposesive.
Results of research conducted shows that the strategy used by each
business owner to develop a grocery store.116 HalamanSkripsi Sarjan
STUDI HADIS DI INDONESIA: KAJIAN ATAS HERMENEUTIKA HADIS MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL
Salah seorang tokoh hadis Indonesia yang cukup berpengaruh adalah
Muhammad Syuhudi Ismail. Muhammad Syuhudi dalam kancah studi hadis
dikenal dalam upayanya mengkaji ulang hadis-hadis Nabi, yang justru
kebanyakan ulama cenderung mengutamakan sikap reserve (menerima) ketika
melakukan telaah ulang dan pengembangan pemikiran terhadap hadis Nabi. Selain
itu, Syuhudi memberi atensi yang cukup besar bagi ijtihād (peran akal) ketika
memahami hadis Nabi, disaat kebanyakan ahli hadis klasik justru mempersempit
peran akal. Dengan beberapa argumen tersebut, cukup penting kiranya melakukan
penelitian terhadap tokoh tersebut, dengan mengaitkannya dalam perkembangan
pemahaman hadis di Indonesia. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan
(library research) yang melibatkan berbagai sumber literatur bacaan, yang terkait
dengan topik penelitian. Kemudian terkait metode, metode yang dipakai dalam
penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan historis-filosofis.
Penggunaan kedua hal tersebut dalam penelitian ini diwujudkan dengan
penggunaan hermeneutik dalam menganalisisnya. Hermeneutik dalam penelitian
ini dipakai untuk melihat dan menganalisis lebih lanjut pemikiran memahami
hadis Syuhudi Ismail. Bagaimana unsur-unsur hermeneutik seperti teks, konteks,
dan kontekstualisasi beoperasi dalam pemikiran memahami hadis Syuhudi Ismail
tersebut. Hasilnya, pemikiran memahami hadis Syuhudi Ismail menampakkan
bentuk operasi hermeneutik. Seperti dalam upayanya mencermati hubungan antar
teks (hadis dengan teks lain). Dimana hal tersebut termasuk salah satu bentuk
metode pemahaman dalam aspek teks (dalam lingkup kajian hermeneutik). Selain
itu, pemahaman hadis yang dilakukan oleh Syuhudi Ismail turut melibatkan
konteks sosio-historis yang berupa konteks posisi atau fungsi Nabi dan latar
belakang munculnya hadis.
Upayanya dalam melakukan kontekstualisasi hadis melibatkan ijtihād
(rasio/akal) dalam rangka mencari indikator-indikator konteks hadis di masa Nabi
dan masa kini. Secara umum, bentuk operasi hermeneutika yang melibatkan aspek
teks, konteks, dan kontekstualisasi jarang terlihat diaplikasikan secara bersama
dalam pemikiran memahami hadis Muhammad Syuhudi Ismail tersebut.
Muhammad Syuhudi Ismail lebih sering mengoperasikan ketiga unsur
hermeneutik tersebut secara terpisah, seperti hanya melakukan analisis teks dan
konteks saja, atau bahkan satu aspek saja.
Ada pula yang hanya melakukan analisis teks saja, lalu melakukan
kontekstualisasi. Padahal, untuk mengetahui makna teks secara utuh perlu
pengoperasian aspek teks, konteks, dan kontekstualisasi yang padu. Walaupun
begitu, kontribusi melalui berbagai karyanya mampu „memompa‟ gairah kajian
hadis di Indonesia. Tepat kiranya jika Muhammad Syuhudi Ismail disebut sebagai
salah satu tokoh pembaharu pemahaman hadis di Indonesia. Oleh karena itu,
melalui penelitian ini harapannya selain dapat diketahui perkembangan studi hadis
kawasan, juga dapat mengangkat kembali pemikiran memahami hadis yang bisa
jadi menjadi salah satu alternatif memahami hadis pada masa kini
Pengaruh Jenis Biochar dan Pemupukan Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Sistem Agroforestri Kayu Putih
Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kedelai adalah alih fungsi lahan. Salah satu alternatif pemecahannya adalah pemanfaatan lahan di bawah tegakan kayu putih untuk budidaya kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh serta interaksi jenis biochar dan pemupukan urea terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada sistem agroforestri kayu putih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021 di Resort Hutan Menggoran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi. Petak utama jenis biochar terdiri dari tanpa biochar, biochar sekam padi, dan biochar kayu putih. Anak petak adalah takaran pemupukan urea yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, dan 150 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi jenis biochar sekam padi dan dosis Urea 100 kg.ha-1 secara nyata mampu meningkatkan bobot 100 biji kedelai (36,41%) dibandingkan tanaman kontrol (tanpa perlakuan biochar dan pupuk Urea); Pemberian Jenis biochar kayu putih menunjukkan serapan N per hektar yang tertinggi (253,22 kg.ha-1) dan berbeda nyata dengan tanpa biochar (188,52 kg.ha-1); Pemberian jenis biochar dan takaran urea tidak memberikan pengaruh yang nyata dan interaksi antara jenis biochar dengan takaran urea pada jumlah daun, bobot daun khas, panjang akar, bobot biji per hektar tanaman kedelai umur 12 mst
WACANA STUDI HADIS DI INDONESIA: STUDI ATAS HERMENEUTIKA HADIS MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL
Muhammad Syuhudi Ismail is one of the most influential hadith figures in Indonesia. His thinking in terms of understanding the hadith which is popular with the "Contextualization of hadith" is a typical hermeneutic of the traditions of Muhammad Syuhudi Ismail, because it involved the aspect of ijtihÄd in understanding it. The idea of understanding the hadith is classified as contextual because besides involving linguistic analysis in it, it also carries out historical analysis of hadith. Therefore the pattern of analysis of text, context, and contextualization can be seen in the understanding of this tradition of Muhammad Syuhudi Ismail. The three hermeneutic circles appear to be applied by looking at the hadith that are the object of their study
A review and evaluation of ballast settlement models using results from the Southampton Railway Testing Facility (SRTF)
Many of the world’s railways run on ballasted track, which has for nearly 200 years provided a stable support for train operation. However, with trafficking the geometry of the track deteriorates, mainly as a result of the development of differential settlement of the track-bed (ballast and sub-base). When the geometry defects become too severe, maintenance is needed to realign the track to enable the continued safe running of trains. Maintenance is a major cost associated with ballasted railway track, which usually takes the form of tamping. However, tamping damages the ballast, resulting in a diminishing return period between maintenance interventions until eventually the track-bed requires full renewal. A major component of the differential settlement can be attributed to the ballast layer. However, differential settlement of lengths of track cannot easily be modelled or predicted either computationally or experimentally. Thus the total plastic (permanent) settlement is often used as a proxy for the potential for the development of differential settlement along a length of track in the field. Many empirical models have been developed to predict ballast settlement, usually as a function of the number of train axle passes and/or the cumulative load. However, these models may produce very different results, perhaps indicating that the input variables have not been adequately formulated. This paper describes some current empirical ballast settlement models, and evaluates them using experimental data generated using the Southampton Railway Testing Facility (SRTF). This apparatus represents a section of track consisting of a single sleeper bay 650 mm wide, confined by rigid sides that enforce plane strain conditions. The paper summarises the strengths and weaknesses of the existing models, and suggests variables that could be taken into account to improve them
- …
