101 research outputs found
Pendapat Al-Syafi'i dan Kualitas Dalil Takbir Zawaid Shalat'Idain
IKHTISAR Dani Ikhwani. Pendapat al-Syafi'i Dan Kualitas Dalil Takbir ZawaidShalat ‘ Idain. Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah Takbir Zawaid, dalam kitab Bidayatul Mujtahid diterangkan bahwa ikhtilaf sampai kepada 12 pendapat, dan dalam kitab Nailul Author dijelaskan ikhtilaf sampai kepada 10 pendapat. Imam al-Syafi’i berpendapat bahwa jumlah takbir zawaid adalah 7 kali pada raka’at pertama sesudah takbir ihram dan 5 kali pada raka’at kedua sesudah takbir intiqal (berdiri dari sujud). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Dasar hukum yang digunakan al-Syafl’i tentang takbir zawaid tujuh dan lima, (2) Istinbath al-hukm takbir zawaid tujuh dan lima menurutnya, (3) Kualitas dalil takbir zawaid yang ditentukan al-Syafi’i dalam pelaksanaan shalat ‘ idain. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa inelaksanakan shalat hari raya adalah Ta’abudi dan bentuk kongkrit dari kegiatan ibadah dalam situasi yang serba bahagia, dimana shalatnya merupakan ruh dan jiwanya, yang dapat mewamai keadaan ‘id, bahkan hal itu menjadi acara puncak dan pokok dalam pelaksanaan ‘idain, karena pada hakikatnya hari raya dalam Islam itu adalah hari bersyukur. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis isi kitab karya Imam al-Syafi’i di antaranya al-Umm dan Musnad al-Syafi'i yang merupakan sumber data primer. Sedangkan sumber data skunder, diantaranya fiqh sunnah, Bidayat al-Mujtahid, al- Muwatha berikut kitab-kitab syarahnya Al Muhalla, Nailul Author, Subtdus Sunan Abu Daud dan Aunul Ma’bud. Analisis dilakukan dengan menghubungkan dalil-dalil yang dikemukakan al-Syafi’i dan Istinbath al-hukm tentang takbir zawaid kemudian di lanjutkan dengan penelusuran terhadap hadits-hadits yang digunakan dalil dengan metode takhrij hadits. Al-Syafi’i hanya memakai empat pokok dasar hadits, berdasarkan kuantitasnya diketahui bahwa hadits tersebut termasuk kategori Hadits Ahad Masyhur. Hasil analisis dalam kitab al-Umm menunjukan bahwa al-Syafi’i berpendapat meninggalkan takbir zawaid tujuh dan lima dengan sengaja tidak perlu mengulangi shalatnya (‘iadah) dan meninggalkan takbir zawaid karena lupa tidak perlu sujud sahwi, alasannya takbir zawaid itu termasuk dzikir, maka apabila ditinggalkan tidak akan merusak shalat. Berdasarkan
uraian tersebut, maka takbir zawaid itu hukumnya sunnah. Berdasarkan kualitasnya, hadits-hadits ini termasuk kategori Hadits Dha'if. Hadits pertama, hanya sampai disebutkan “hadastani Jafar bin Muhammad anna Nabiyya... ” padahal Ja’far bin Muhammad hidup pada tahun 80-128 H. Rangkaian Ja’far hubungannya dengan Nabi adalah: Ja’far bin Muhammad bin Afi bin Husein bin Ali bin Thalib, sebagaian sanadnya dalam meriwayatkan hadits yaitu, Ja’far an Abihi ‘an Jaddihi 'an Aliyyin. oleh karena itu termasuk Hadits Mu’ dhal karena ada beberapa perawi yang gugur. Hadits kedua, di sebutkan seorang perawi bemama Ibrahim Muhammad bin Abi Yahya menurut beberapa pandangan ulama tidak adil dan tidak dhabit. Perawi ini disebutkan juga pada hadits kesatu dan ketiga, hadits kedua Mauquf kepada Ali r.a. Rangkaian sanadnya, Ja’far menerima dari bapaknya (abihi) dan langsung menyebutkan pekeijaan Ali r.a. maka satu orang perawi gugur karena tidak disebutkan, yaitu Jaddihi. Dengan demikian hadits ini juga termasuk kategori Hadits Maqthu. Hadits ketiga, MauquJ kepada sahabat Aba Ayyub dan Zaid bin Tsabit. Hadits keempat, Mauquf kepada Abu Hurairah, tetapi termasuk sanad silsilatul ad-dzahab (rantai emas) dan tidak ada seorangpun yang mendha 7/kannya, maka termasuk marfu ’ hukmi, perbuatan sahabat Abu Hurairah yang dilaksanakan di hadapan orang banyak, pasti meniru perbuatan Nabi, para sahabat mendiamkan dan tidak menegumya, sekaligus menjadi bukti adanya perbuatan itu di zaman Nabi. Hadits ini dikuatkan dengan hadits-hadits yang lainnya
Ainur / Muhammad Usamah Mohd Ridzuan
Cahaya terkenal lebaran menyingsing,
Mercun das di langit dara,
Menyilih gema takbir,
Ragamnya sewel tidaklah asing,
Maaf diutus usah berlara,
Kosongkanlah sebalik tabir
TINJAUAN RUKUN – RUKUN SHALAT SESUAI DENGAN HADIS NABI MUHAMMAD SAW
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tata cara shalat yang dibatasi hanya rukun –rukun shalat, baik yang berupa gerakan atau ucapaan yang sesuai dengan hadis – hadisnabi Muhammad SAW yang di jadikan acuaan oleh ulama – ulama Fiqih sehingga kitadalam mengerjakan ibadah shalat tidak asal tahu gerakan dan ucapannnya saja akantetatapi kita juga harut mengetahui ucapan dan gerakan shalat yang benar yangdicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Penelitian ini dilakukan dengan objekpenelitiannya yaitu seputar tata cara shalat yang berhubungan dengan rukun – rukunshalat yang di mulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Pengumpulan datanyamelalui observasi, catatan lapangan, dokumentasi data yang diteliti dan diperlukan olehpenulis yaitu referensi - referensi atau buku-buku fiqih tentang shalat dan buku – bukuyang hadis yang menjelaskan tentang cara shalat. Dari hasil penelitian ini penelitiberharap agar dapat memberikan pengetahuan dan manfaat bagi semua yangmembacanya.Kata Kunci : Cara Shalat, Hadis - Hadis Nab
CULTURE REPRODUCTION IN MAKASSAR, PHENOMENOLOGICAL STUDY OF THE BARZANJI RITUAL OF MAKASSAR CITY MUSLIM COMMUNITIES
Abstract
This article discusses the cultural reproduction in Makassar, a phenomenological study of the barzanji ritual of the Muslim community in the city of Makassar. Muslims, especially in South Sulawesi, have made it a habit or tradition to recite shalawat wherever and whenever. Allah's order about blessing is intended to glorify and strengthen the respect that we should do as long as he is alive until his death. Even after death, we are obliged to continue praying to Him in the hope of obtaining the intercession of Prophet Muhammad SAW. This article uses a descriptive type of qualitative research, the data source used is primary data in the form of community figures, religious figures, and traditional figures who are considered representative of the research, secondary data in the form of books, journals, and scientific research, the research approach uses phenomenology religion as well as data analysis using, reduction, Display data drawing conclusions, research results show that . The Barzanji reading is a series of Maulid reminders that are read after the reading of the holy verses of the Qur'an and before the delivery of wisdom from a speaker. However, this tradition of Barzanji will be carried out throughout the year when meeting the following moments, such as the reading of Barzanji at the tradition of entering a new house, the initial chain of wedding events ( mappaccing in the Makassar Bugis tradition), pilgrimage , purchase of a new vehicle, or other thanksgiving traditions which expresses happiness as a sign of gratitude for the gift that has been received from Allah swt
Problematika Masbuk dalam Salat Jenazah Menurut Perspektif Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hanbali
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika di kalangan ulama
mengenai hukum masbuk dalam shalat jenazah dan metode istinbath yang
digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan
pendapat antara mazhab Syafi'i dan mazhab Hanbali tentang problematika masbuk
dalam salat jenazah serta untuk mengetahui dalil dan metode istinbath yang
digunakan oleh mazhab Syafi'i dan mazhab Hanbali.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yang bersifat
deskriptif komparatif yaitu dengan menggunakan buku-buku sebagai sumber
datanya dan mencari tahu persoalan tentang polemik masbuk dalam salat jenazah.
Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengumpulkan bahan
hukum dari berbagai referensi kemudian untuk memperoleh hasilnya dilakukan
analisis perbandingan.
Hasil dari penelitian ini adalah mazhab Syafi'i berpendapat bagi makmum
yang tertinggal takbir, masbuk dalam salat jenazah hukumnya wajib mengganti
takbir yang tertinggal itu. Sementara menurut mazhab Hanbali, mengganti takbir
yang tertinggal bagi makmum yang tertinggal takbir itu hukumnya sunah. Dan
kalau pun ditinggalkan, maka tidak mengapa
Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kemakmuran Rakyat (Studi Kasus Pt. Semen Tonasa Kabupaten Pangkep)
Berdasarkan hasil penelitian penulis terdapat juga faktor positif selama
pelaksanaan CSR dari PT. Semen Tonasa yang diantaranya adalah infrastruktur
daerah yang paling dekat dengan kawasan pabrik dari PT. Semen Tonasa itu
sangat baik dan memadai, namun lain halnya dengan daerah-daerah yang agak
jauh dari kawasan pabrik itu masih lumayan buruk dan tidak sama dengan
infrastruktur dari daerah terdekat dengan kawasan pabrik. Seharusnya menurut
penulis, infrastruktur di daerah yang menjadi lokasi dari perusahaan yaitu
Kabupaten Pangkep bisa merata sehingga tidak menimbulkan anggapan yang
miring di masyarkat mengenai ketimpangan bantuan pembangunan infrastruktur
oleh PT. Semen Tonas
FILSAFAT ILMU SEBAGAI KOMPAS BAGI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI MASA DEPAN
Artikel ini menelaah secara kritis perkembangan ilmu pengetahuan dan implikasi yang dihasilkannya kemudian. Tujuannya untuk melihat dimensi lain dari perkembangan sains, selain hingar-bingar yang telah ditunjukkan selama ini. Adapun perspektif yang digunakan adalah filsafat ilmu. Oleh sebab itu, melalui perspektif tersebut, studi ini berusaha merefleksi kembali landasan metodologis sains (metode ilmiah), temuan-temuannya serta dampaknya bagi manusia dan alam saat ini. Sebagai hasilnya: (1) metode ilmiah sebagai pondasi sains cenderung mengobjektivasi realitas pada satu pihak, dan mengabaikan kehendak dan kepentingan ilmuawan pada pihak lain; (2) hal ini berimplikasi pada cara padang yang menempatkan alam secara terpisah dengan dengan manusia, padahal alam adalah ruang hidup bagi manusia itu sendiri; (3) sains dalam perkembanganya cenderung menjadi ideologi sehingga bersifat insuler dan tertutup. Adapun teknologi sebagai produknya menjadi barang komoditas yang berorientasi pada pasar.
Abstract:
This article critically examines the development of science and its implications. The aim is to see other dimensions of scientific development apart from the noise that has been shown so far. The perspective used is the philosophy of science. Therefore, through this perspective, the study reflects on the methodological foundations of science (scientific method), its findings and their impact on humans and nature today. As a result: (1) the scientific method as the foundation of science tends to objectify reality on the one hand and ignores the will and interests of scientists on the other; (2) this has implications for the way the desert, which places nature separately from humans, even though nature is a living space for humans themselves; (3) science and its development tends to become ideology so that it is insular and closed. As for technology as a product, it becomes a market-oriented commodity.Artikel ini menelaah secara kritis perkembangan ilmu pengetahuan dan implikasi yang dihasilkannya kemudian. Tujuannya untuk melihat dimensi lain dari perkembangan sains, selain hingar-bingar yang telah ditunjukkan selama ini. Adapun perspektif yang digunakan adalah filsafat ilmu. Oleh sebab itu, melalui perspektif tersebut, studi ini berusaha merefleksi kembali landasan metodologis sains (metode ilmiah), temuan-temuannya serta dampaknya bagi manusia dan alam saat ini. Sebagai hasilnya: (1) metode ilmiah sebagai pondasi sains cenderung mengobjektivasi realitas pada satu pihak, dan mengabaikan kehendak dan kepentingan ilmuawan pada pihak lain; (2) hal ini berimplikasi pada cara padang yang menempatkan alam secara terpisah dengan dengan manusia, padahal alam adalah ruang hidup bagi manusia itu sendiri; (3) sains dalam perkembanganya cenderung menjadi ideologi sehingga bersifat insuler dan tertutup. Adapun teknologi sebagai produknya menjadi barang komoditas yang berorientasi pada pasar.
Abstract:
This article critically examines the development of science and its implications. The aim is to see other dimensions of scientific development apart from the noise that has been shown so far. The perspective used is the philosophy of science. Therefore, through this perspective, the study reflects on the methodological foundations of science (scientific method), its findings and their impact on humans and nature today. As a result: (1) the scientific method as the foundation of science tends to objectify reality on the one hand and ignores the will and interests of scientists on the other; (2) this has implications for the way the desert, which places nature separately from humans, even though nature is a living space for humans themselves; (3) science and its development tends to become ideology so that it is insular and closed. As for technology as a product, it becomes a market-oriented commodity
Tinjauan yuridis mengenai tindak pidana pencucian uang di Jakarta (Studi kasus putusan N0.2368Pid.B/PN Jkr Barat)
Analisis Peraturan Bupati Jember Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Penataan Minimarket Berjaringan di Kabupaten Jember Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
Berdasarkan ketentuan pasal 5 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 bahwasanya pembentukan peraturan harus mengacu pada jenis, hirarki dan materi muatan. Demikian halnya dengan peraturan bupati pada dasarnya merupakan peraturan pelaksana peraturan yang ada di atasnya yaitu peraturan daerah Kabupaten. Dalam kenyataannya, hal tersebut dilanggar karena terbitnya peraturan bupati, padahal secara hierarki tidak diatur dalam peraturan daerah Kabupaten namun diatur dalam ketentuan yang lebih tinggi, yaitu Peraturan Presiden. Di Kabupaten Jember telah terbit Peraturan Bupati Jember Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penataan Minimarket Berjaringan Di Kabupaten Jember. Dalam Peraturan Bupati Jember Nomor 8 Tahun 2013 diatur bahwa penataan dan pengaturan pasar tradisional, toko modern dan pusat perbelanjaan termasuk kewenangan penerbitan dan perijinannnya terletak di Kabupaten Jember sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa Ijin usaha pengelolaan pasar tradisional, toko modern dan pusat perbelanjaan diterbitkan oleh Bupati/Walikota
- …
