166 research outputs found
SURAT-SURAT NABI MUHAMMAD SEBAGAI DOKUMEN ZAKAT
This article aims at describing the letters of Muhammad, but it does
RELASI-KONFLIK SUKU QURAISH DAN BANI MUSTALIQ DI ERA NABI MUHAMMAD
This paper examines the role of the prophet Muhammad's preaching in resolving internal conflicts of Quraysh tribe and conflicts between the Quraysh tribe with a descendant of Mustaliq. The goal is to reconstruct their conflicts and Muhammad's position in the middle of the conflict. For that purpose, the data collected from the books of Sirah Nabawiyah as the main source and analyzed so that it can be drawn the conflict relationship between the two tribes and the resolution. The results of the study found the conflict between the Quraysh tribe of the descendant of Mustaliq can be tracked since their ancestors, respectively, before the advent of Muhammad. Fundamental issues regarding with conflicts dealing with political power, self-esteem and group identity. The triggers of conflict that almost rising the violent conflicts between the other were a misunderstanding. In resolving the conflict, the prophet prefers peaceful means despite ever using violence in the form of war.
Tulisan ini mengkaji peran dakwah nabi Muhammad dalam menyelesaikan konflik intern suku Quraish maupun konflik antara suku Quraish dengan bani Mustaliq. Tujuannya, merekonstruksi relasi konflik antara mereka dan posisi Muhammad di tengah tengah konflik tersebut. Untuk tujuan itu, data dihimpun dari kitab-kitab Sirah Nabawiyah sebagai sumber utama dan dianalisis sehingga tergambar relasi-konflik tokoh-tokoh dari kedua suku tersebut dan penyelesaiannya. Hasil kajian menemukan, konflik antara suku Quraish dengan bani Mustaliq dapat dilacak sejak nenek moyang mereka masing-masing, sebelum kenabian Muhammad. Issu pokok terjadinya konflik berkenaan dengan persoalan politik kekuasaan, harga diri dan identitas kelompok. Pemicu konflik yang nyaris menimbulkan kekerasan antara lain adalah kesalahpahaman. Dalam menyelesaikan konflik, nabi lebih mengutamakan jalan damai meski pernah menggunakan kekerasan dalam bentuk peperanga
IMPLEMENTASI TA’ZIR DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN PANGGUNG PUTRA TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Implementasi Ta’zir dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Sulthon Rifqi, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), NIM: 126201203213 Tahun 2024 yang dibimbing oleh Muhammad Sulthon Aziz, Lc., M.H.
Kata Kunci : Perencanaan, Implementasi Ta’zir, Santri
Latar belakang penelitian ini dilihat dari fenomena zaman sekarang dimana merosotnya moral dan akhlak peserta didik, keadaan ini dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang kehidupan peserta didik ataupun karena pergaulan di lingkungan luar Pondok pada saat sekolah formal. Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berfungsi untuk mendidik dan membentuk karakter peserta didik, salah satunya dengan menciptakan karakter peserta didik seperti karakter disiplin agar kualitas peserta didik meningkat sehingga dapat mencetak output santri yang bermoral, disiplin, dan berakhlak mulia. Di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung memiliki progam pemebrian ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan perencanaan implementasi Ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung. (2) mendeskripsikan implementasi Ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung. (3) Mendeskripsikan evaluasi kedisiplinan santri melalui implementasi Ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif dan jenis penelitian field research. Sumber datanya diperoleh melalui tiga unsur yaitu: Person, Place, Paper. Metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumetasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, dan triangulasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kedisiplinan santri yang ada di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung, yaitu sudah dirumuskannya tata tertib pondok yang mana pemikirannya dari para pengasuh pondok ataupun masayikh, yang mana meliputi : Kewajiban dan hak santri, larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan, jenis-jenis hukuman dan tujuan tata tertib tersebut (2) Ta’zir atau hukuman menjadi bagian dari pengarahan, perbaikan serta motivasi santri kearah yang lebih baik dalam mentaati peraturan pondok, pelaksanaan ta’zir menyesuaikan pelanggaran yang dilakukan oleh santri. Ada tiga tingkatan ta’zir yaitu ringan, sedang hingga berat, tidak ada ta’zir fisik yang diberikan ta’zir yang diberikan kepada santri hanyalah ta’zir yang dapat mendidik santri tanpa harus dengan kekerasan fisik. (3) Evaluasi program ta’zir dapat meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung, dalam hal sikap santri maupun kegiatan wajib yang ada di pondok, adanya rasa kepatuhan dalam diri santri, yaitu segala perbuatannya harus sesuai dengan tata tertib yang berlaku, baik waktu, tempat maupun keadaan yang ada di pondok pesantren
KONSEP SYARTUL JAZA’I (KLAUSUL DENDA) DALAM PERSPEKTIF FIQIH ISLAM (Studi Analisis Keputusan Majma’ Fiqih Islami Nomor 109)
ABSTRAK
Tesis dengan judul judul “Konsep Syartul Jaza’I (Klausul Denda)
dalam Fiqih Islam (Studi Analisis Keputusan Majma‟ Fiqih Islami Nomor 109)”
yang ditulis oleh Muhammad Sulthon Aziz denga dibimbing oleh Dr. H. M.
Saifuddin Zuhri, M.Ag dan Dr. Agus Eko Sujianto, SE., M.M
Kata Kunci: Syartul Jaza‟i, Hukum Klausul Denda, Hukum Klausul Penalti
Persoalan syarat (klausul) pada akad (kontrak) atau perjanjian, dalam
negara yang menganut civil law merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi
sebuah sarana yang efektif untuk tercapainya tujuan dalam akad, dari beberapa
macam syarat (klausul) pada akad yang ada, salah satunya adalah syartul jaza‟i
(klasusl denda dan klausul penalti). Dalam hal ini penulis merasa penting untuk
melakukan penelitian ini, tentang pandangan ulama‟ tentang syartul jaza‟i dan
menganalisa keputusan majma‟ fiqih Islami terkait permasalahan tersebut.
Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah pertama: Bagaimana konsep
syartul jaza‟i (klausul denda) dalam perspektif fiqih Islam?. kedua, Bagaimana
analisis syartul jaza‟i (klausul denda) dalam perspektif majma‟ fiqih Islami
nomor 109?. Penlitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research)
dengan menggunakan pendekatan normatif yang dilakukan dengan mengkaji
pandangan para ulama fiqih Islam, dan analisis kritis terhadap keputusan majma‟
fiqih Islam nomor 109.
Padangan jumhurul ulama‟ fiqih Islam menyatakan bahwa hukum syarat
pada akad diperbolehkan kecuali syarat yang dilarang oleh syara‟ dalam al-Qur‟an
dan as-Sunnah, dalam hal ini termasuk syartul jaza‟i diperbolehkan semua akad
muamalah kecuali syarat yang berkaitan dengan iltizam (kewajiban) asalnya
adalah hutang piutang, karena murupakan riba nasiah, dan riba dilarang oleh
syara‟
IMPLEMENTASI KHIYAR DALAM PRAKTIK JUAL BELI BAJU BEKAS SECARA ONLINE MELALUI MARKETPLACE SHOPEE (Studi Kasus di Magie Thriftshop Desa Ngubalan,Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Implementasi Khiyar dalam Praktik Jual Beli Baju Bekas
Secara Online Melalui Marketplace Shopee (Studi Kasus di Magie Thriftshop
Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung)” ditulis oleh
Mutiara Azza Zaenuri, NIM 126101212200, dengan dosen pembimbing
Muhammad Sulthon Aziz, Lc., M.H.
Kata Kunci: Khiyar, Jual Beli Online, Marketplace Shopee, Hukum Ekonomi
Syariah, Baju Bekas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik jual beli pakaian
bekas secara online yang seringkali menimbulkan permasalahan seperti
ketidaksesuaian barang dan kurangnya transparansi informasi. Dalam hukum
ekonomi syariah, prinsip khiyar memberikan hak kepada pembeli dan penjual
untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi dalam kondisi tertentu sebagai
bentuk perlindungan konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip khiyar
dalam transaksi jual beli baju bekas secara online di Magie Thriftshop melalui
platform Shopee. Fokus utama penelitian mencakup bagaimana penerapan prinsip
khiyar dalam jual beli online secara umum dan secara khusus pada kasus Magie
Thriftshop.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan empiris studi
kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi terhadap praktik jual beli di Magie Thriftshop. Teknik analisis data
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan
validasi dilakukan melalui triangulasi dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip khiyar, meskipun tidak dikenal
secara terminologis oleh pelaku usaha, telah diaplikasikan dalam praktik melalui
fitur deskripsi produk, chat, retur, dan refund di Shopee. Penjual menerima
pengembalian barang bila terjadi ketidaksesuaian, dan pembeli merasa haknya
terlindungi. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai khiyar dapat diadaptasi dalam
sistem jual beli online demi mendukung transaksi yang adil dan sesuai prinsip
syaria
Dinamika Politik Pada Pemilu 1955 di Kediri
ABSTRAK Fatawi, Muhammad Sulthon. 2013. Dinamika Politik Pada Pemilihan Umum 1955 di Kediri. Skripsi, Jurusan Sejarah, Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum. Kata kunci: dinamika, politik, pemilu 1955, Kediri. Pemilihan umum 1955 merupakan pemilu pertama dalam sejarah nasional Indonesia. Konstelasi partai politik yang memanas di kancah nasional pada masa itu baik langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada dinamika politik lokal khususnya di Kediri, persaingan antar partai dan organisasi underbouw-nya untuk mencari dukungan dari rakyat di daerah gencar dilakukan. Pada awal tahun 1950-an masyarakat Kediri terpolarisasi menjadi empat kelompok besar, pengelompokan tersebut sesuai aliran politik yang mereka anut. Dari hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti seperti apa dinamika politik pada pemilu 1955 di Kediri. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana keadaan Kediri menjelang pemilu 1955, (2) bagaimana dinamika politik di Kediri pada pemilu 1955, (3) bagaimana pelaksanaan dan hasil pemilu 1955 di Kediri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan keadaan Kediri menjelang pemilu 1955, (2) mendeskripsikan dan menganalisis dinamika politik pada pemilu 1955 di Kediri, (3) mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan serta hasil pemilu 1955 di Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) Pemilihan topik, (2) Heuristik (pengumpulan sumber), (3) Verifikasi (kritik intern dan kritik ekstern), (4) Interpretasi (analisis dan sintesis), (5) Historiografi atau penulisan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kediri menjelang pemilu 1955 merupakan daerah yang mempunyai tingkat polarisasi politik yang tinggi khususnya antara empat partai besar berskala nasional yaitu PKI, PNI, NU, dan Masyumi. Partai-partai tersebut dapat mewakili struktur sosial politik masyarakat yang ada di Kediri. (2) Persaingan antar partai dan underbouw di Kediri cukup sengit walaupun berjalan kurang seimbang, karena PKI bisa dikatakan lebih sukses dalam pengorganisasian buruh gula, petani, dan buruh perkebunan di bandingkan partai lainnya. PKI di Kediri selain menggunakan sistem pengorganisasian modern PKI juga memanfaatkan kepemimpinan para dukun di desa untuk menarik simpati dari rakyat. PNI banyak didukung oleh para birokrat yang berpandangan nasionalis dan dari rakyat pendukung Soekarno. NU belum menggunakan sistem pengorganisasian modern, pendekatan NU lebih kepada aspek keagamaan. Program NU-nisasi di Kediri berjalan baik, di mana menjelang pemilu 1955 pejabat KUA dari kabupaten sampai dengan para modin di desa dijabat oleh orang-orang NU dengan menyingkirkan orang-orang Muhamma-diyah. Masyumi di Kediri dijalankan oleh orang Muhammadiyah dengan menggunakan sistem pengorganisasian yang modern, Banyak kader-kader Masyumi yang mempunyai keahlian dalam politik. Masyumi banyak diikuti oleh para pedagang muslim yang umumnya tinggal di kota. (3) Pelaksanaan pemilu 1955 di Kediri berjalan cukup aman dan kondusif. Dari pemilu tersebut diketahui hasil sebagai berikut; pemilihan anggota DPR daerah pemilihan Kabupaten Kediri PKI 143.789 suara, NU 92.551 suara, PNI 90.766 suara, Masyumi 54.400 suara. Hasil pemilihan anggota DPR daerah pemilihan Kota Kediri; PKI 23.252 suara, PNI 14.998 suara, NU 11.803 suara, Masyumi 4.521 suara. Hasil pemilihan anggota Konstituante daerah pemilihan Kabupaten Kediri PKI 13.0877 suara, PNI 94.480 suara, NU 89.809 suara, Masyumi 55.237 suara. Hasil pemilihan anggota Konstituante daerah pemilihan Kota Kediri PKI 21.440 suara, PNI 15.897 suara, NU 11.841 suara, dan Masyumi 3.032 suara. Bertolak dari penelitian ini diharapkan dapat membuka penelitian selanjutnya tentang pemilihan umum. Kepada penulis lain yang juga tertarik untuk mengangkat sejarah pemilihan umum sebagai tema skripsi, jangan takut untuk kehabisan topik pembahasan. Masih banyak ruang yang tersisa dengan fokus dan batasan waktu tertentu yang bisa dikaji
Dinamika Politik Pada Pemilu 1955
ABSTRAK Fatawi, Muhammad Sulthon. 2013. Dinamika Politik Pada Pemilihan Umum 1955 di Kediri. Skripsi, Jurusan Sejarah, Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum. Kata kunci: dinamika, politik, pemilu 1955, Kediri. Pemilihan umum 1955 merupakan pemilu pertama dalam sejarah nasional Indonesia. Konstelasi partai politik yang memanas dikancah nasional pada masa itu baik langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada dinamika politik lokal khususnya di Kediri, persaingan antar partai dan organisasi underbouw-nya untuk mencari dukungan dari rakyat di daerah gencar dilakukan. Pada awal tahun 1950-an masyarakat Kediri terpolarisasi menjadi empat kelompok besar, pengelompokan tersebut sesuai aliran politik yang mereka anut. Dari hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti seperti apa dinamika politik pada pemilu 1955 di Kediri. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana keadaan Kediri menjelang pemilu 1955, (2) bagaimana dinamika politik di Kediri pada pemilu 1955, (3) bagaimana pelaksanaan dan hasil pemilu 1955 di Kediri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan keadaan Kediri menjelang pemilu 1955, (2) mendeskripsikan dan menganalisis dinamika politik pada pemilu 1955 di Kediri, (3) mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan serta hasil pemilu 1955 di Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi lima tahap, yaitu: (1) Pemilihan topik, (2) Heuristik (pengumpulan sumber), (3) Verifikasi (kritik intern dan kritik ekstern), (4) Interpretasi (analisis dan sintesis), (5) Historiografi atau penulisan. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Kediri menjelang pemilu 1955 merupakan daerah yang mempunyai tingkat polarisasi politik yang tinggi khususnya antara empat partai besar berskala nasional yaitu PKI, PNI, NU, dan Masyumi. Partai-partai tersebut dapat mewakili struktur sosial politik masyarakat yang ada di Kediri. (2) Persaingan antar partai dan underbouw di Kediri cukup sengit walaupun berjalan kurang seimbang, karena PKI bisa dikatakan lebih sukses dalam pengorganisasian buruh gula, petani, dan buruh perkebunan di bandingkan partai lainnya. PKI di Kediri selain menggunakan sistem pengorganisasian modern PKI juga memanfaatkan kepemimpinan para dukun di desa untuk menarik simpati dari rakyat. PNI banyak didukung oleh para birokrat yang berpandangan nasionalis dan dari rakyat pendukung Soekarno. NU belum menggunakan sistem pengorganisasian modern, pendekatan NU lebih kepada aspek keagamaan. Program NU-nisasi di Kediri berjalan baik, dimana menjelang pemilu 1955 pejabat KUA dari kabupaten sampai dengan para modin di desa dijabat oleh orang-orang NU dengan menyingkirkan orang-orang Muhammadiyah. Masyumi di Kediri dijalankan oleh orang Muhammadiyah dengan menggunakan sistem pengorganisasian yang modern, Banyak kader-kader Masyumi yang mempunyai keahlian dalam politik. Masyumi banyak diikuti oleh para pedagang muslim yang umumnya tinggal di kota. (3) Pelaksanaan pemilu 1955 di Kediri berjalan cukup aman dan kondusif. Dari pemilu tersebut diketahui hasil sebagai berikut; pemilihan anggota DPR daerah pemilihan Kabupaten Kediri PKI 143.789 suara, NU 92.551 suara, PNI 90.766 suara, Masyumi 54.400 suara. Hasil pemilihan anggota DPR daerah pemilihan Kota Kediri; PKI 23.252 suara, PNI 14.998 suara, NU 11.803 suara, Masyumi 4.521 suara. Hasil pemilihan anggota Konstituante daerah pemilihan Kabupaten Kediri PKI 13.0877 suara, PNI 94.480 suara, NU 89.809 suara, Masyumi 55.237 suara. Hasil pemilihan anggota Konstituante daerah pemilihan Kota Kediri PKI 21.440 suara, PNI 15.897 suara, NU 11.841 suara, dan Masyumi 3.032 suara. Bertolak dari penelitian ini diharapkan dapat membuka penelitian selanjutnya tentang pemilihan umum. Kepada penulis lain yang juga tertarik untuk mengangkat sejarah pemilihan umum sebagai tema skripsi, jangan takut untuk kehabisan topik pembahasan. Masih banyak ruang yang tersisa dengan fokus dan batasan waktu tertentu yang bisa dikaji
Konsep Revolusi Mental Presiden Joko Widodo dalam Perspektif Pendidikan Karakter Syed Muhammad Naquib Al-Attas
This research aims to find out the mental revolution concept of president Joko Widodo (known as Jokowi) and the character education concept of Syed Muhammad Naquib Al-Attas and to know the revolution mental of Jokowi viewed from the perspective of character education concept by Syed Muhammad Naquib Al-Attas. This research carried out a document study that focuses on analyzing the literature or documents using qualitative approach and content analysis technique.The findings show that there are significant differences between the mental revolution of Jokowi and character education concept of Syed Muhmmad Naquib Al-Attas referring to 4 pillars of UNESCO namely learn to know, learn to do, learn to live together, and learn to be which are called orderly as cognitive, psychomotor, affective and teleology in this research.Of those 4 aspects, the aspects of teleology and cognitive have major differences. In the cognitive aspect, the mental revolution of Jokowi doesn’t give a large focuses on it. Meanwhile, Syed Muhammad Naquib Al-Attas gives the mainly focuses for this aspect. In the aspect of teleology, the mental revolution by Jokowi aims to create good citizens, while it is to create just people (insan kamil) for Syed Muhammad Naquib Al-Attas.From those two aspects, it is concluded that the mental revolution concept of Jokowi when viewed by the perspective of character education of Syed Muhammad Naquib Al-Attas has been in ta’dib concept in order to be a khalifah. And there are still differences in the aspect of cognitive, that the mental revolution of Jokowi only gives a little focuses on the cognitive aspect
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Yudharta Pasuruan)
Tesis dengan judul “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural di Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Universitas Yudharta Pasuruan)” ini ditulis oleh Muhammad Sulthon Arif Jalaludin M.R dengan Pembimbing I. Prof. Dr. Mujamil Qomar, M.Ag. Dan Pembimbing II. Dr.H. Abd. Aziz M.Pd.I.
Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Pendidikan Islam, Multikultural
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa beberapa dekade terakhir ini bangsa Indonesia dihadapkan pada permasalahan yang serius. Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa dengan adanya mata pelajaran keagamaan di segala jenjang pendidikan ternyata tidak menjaminan terwujudnya perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Dalam hal ini, pendidikan agama pun dianggap gagal dalam memainkan perannya sebagai juru damai untuk permasalahan atau persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan. Salah satu faktor kegagalan pendidikan agama ini adalah kurangnya internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam yang memiliki semangat multikultural. Sehingga, upaya ke arah internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam lembaga-lembaga pendidikan tidak dapat ditawar lagi, termasuk di Perguruan Tinggi. Universitas Yudharta Pasuruan adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi yang saat ini telah melaksanakan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural bagi mahasiswanya.
Penelitian ini berusaha mendeskripsikan dan menganalisis tentang internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang ada di Universitas Yudharta Pasuruan dengan fokus kajiannya mencakup: 1) Tahapan-tahapan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural; 2) Implementasi internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural; 3) Implikasi internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, jenis field research dengan rancangan sudi kasus. Lokasi penelitian di Universitas Yudharta Pasuruan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi. Dalam mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi, pembahasan teman sejawat dan perpanjangan penelitian.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Tahapan-tahapan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di Universitas Yudharta Pasuruan melalui: penginformasian tentang nilai-nilai pendidikan Islam multikultural, komunikasi timbal balik tentang nilai-nilai pendidikan Islam multikultural, pendalaman nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dalam kepribadian; (2) Implementasi internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di Universitas Yudharta Pasuruan dilaksanakan dengan pola: multicultural knowing, multicultural feeling, multicultural action; (3) Internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam multikultural di Universitas Yudharta Pasuruan memiliki implikasi yang positif terhadap sikap toleransi para mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan
TINJAUAN FATWA DSN-MUI No. 62 TERHADAP PENUKARAN POIN DENGAN UANG PADA APLIKASI TIKTOK MENGGUNAKAN DANA E-WALLET (Studi Kasus Pengguna Tiktok di Tulungagung)
Skripsi dengan judul ”Tinjauan Hukum Islam Terhadap penukaran Poin Tiktok
Dengan Uang Menggunakan Dana E-Wallet (Studi Kasus Pengguna Tiktok Di
Tulugagung) ” ditulis oleh Putri Risqi Nursotul Azizah, NIM 126101212202
dengan Pembimbing : Muhammad Sulthon Aziz, Lc., M.H.
Kata Kunci : Aplikasi Tiktok, Penukaran Tiktok, Uang, Dana E-Wallet
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi
digital telah melahirkan berbagai model transaksi ekonomi baru, termasuk melalui
aplikasi media sosial seperti TikTok. Salah satu fitur yang menarik perhatian
pengguna adalah pemberian poin (gift) kepada konten kreator, yang kemudian dapat
ditukarkan menjadi uang melalui aplikasi E-wallet seperti DANA. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme penukaran poin TikTok
menjadi uang melalui DANA serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip
Hukum Islam khususnya dalam konteks muamalah.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi ke pada
pengguna Tiktok tentang (1) mekanisme penukaran Poin dengan uang pada aplikasi
Tiktok dengan menggunakan dana E-wallet (2) Mengetahui Hukum islam dari
Penukaran Poin dengan uang pada aplikasi TikTok.
Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan
menggunakan jenis studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengguna TikTok di
Tulungagung yang pernah menukarkan poinnya ke saldo DANA. Sedangkan tahaptahap penelitian ini yaitu tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap pengumpulan
data, tahap laporan dan penyajian data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) mekanisme penukaran poin
dilakukan melalui konversi otomatis dari poin menjadi saldo dolar yang kemudian
dicairkan ke e-wallet DANA dalam bentuk rupiah. (2) Transaksi ini tidak
melibatkan sighat secara eksplisit, namun dianggap sah karena memenuhi syarat
dan rukun akad ju’alah, di mana pengguna menyelesaikan misi atau pekerjaan
tertentu, dan memperoleh imbalan dari TikTok sebagai penyedia layanan. Tidak
ditemukan unsur riba, gharar, atau maysir selama aktivitas dan konten dilakukan
secara halal. Oleh karena itu, dari tinjauan Hukum Islam, praktik penukaran poin
TikTok menjadi uang melalui DANA diperbolehkan (mubah) selama memenuhi
unsur kejelasan, kerelaan, dan kesesuaian dengan syariat
- …
