1,721,035 research outputs found
Aspek-aspek modernisasi dalam penafsiran KH. Muhammad Romli : Studi tafsir Nusantara Tafsir Nurul Bajan
Kajian terhadap khazanah tafsir Nusantara merupakan bidang yang menarik untuk terus dikaji, salah satunya ialah Tafsir Nurul Bajan karya KH. Muhammad Romli dan H.N.S. Midjaja. Tafsir Nurul Bajan merupakan salah satu tafsir Al-Qur’an yang ditulis dalam bahasa Sunda. Tafsir ini menggunakan aksara Latin belum disempurnakan. Penelitian ini meneliti tentang aspek-aspek modernisasi dalam penafsiran KH. Muhammad Romli melalui Tafsir Nurul Bajan, yang mencerminkan upaya KH. Muhammad Romli menjembatani ajaran Islam dengan tantangan kontemporer.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat modernisasi dalam tafsir Nurul Bajan dari aspek teologi, sosial dan Ilmu pengetahuan/pendidikan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisi ide modernisasi dalam penafsiran KH. Muhammad Romli melalui tafsir Nurul Bajan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis yang didasarkan pada studi kepustakaan (library research). Sumber data utama berasal dari analisis isi Tafsir Nurul Bajan, khususnya pada ayat-ayat yang memuat ide-ide modernisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran ayat-ayat modernisasi dalam tafsir Nurul Bajan yakni pada aspek teologi, KH. Muhammad Romli menekankan pemurnian tauhid (QS. Al-Fatihah [1]:5), menolak khurafat, bid’ah, dan taqlid buta (QS. Al-Baqarah[2]:21, 22, 102). Dalam aspek sosial, ia menekankan rasionalitas, pendidikan, dan keadilan sosial (QS. Al-Baqarah [2]: 53, 78, 118), serta mendorong kesejahteraan umat melalui infaq dan pemberdayaan ekonomi Syariah (QS. Al-Baqarah[2]:254, 261). Sementara dalam aspek ilmu pengetahuan, ia mengintegrasikan tafsir Al-Qur’an dengan sains modern (QS. Al-Baqarah[2]: 29, 164), menekankan pendidikan berbasis pemahaman, inovasi, dan pemikiran kritis untuk kemajuan umat Islam (QS. Al-Baqarah[2]:31, 32, 33, 269).Penelitian ini juga menemukan ide- ide modernisasi dalam penafsirannya: (1) kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis, (2) mengubah dari pola pikir tradisional menuju rasional, (3) penolakan terhadap taqlid, bid’ah, dan khurafat (TBC), (4) mengubah sistem pendidikan tradisional menjadi modern yang rasional dan ilmiah, serta (5) Ajaran Al-Qur'an sesuai dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan
Konstruksi gender dalam tafsir Sunda modernis : Telaah atas tafsir Nurul-Bajan dan Al-Kitabul Mubin karya Muhammad Romli
Tulisan ini berisi penelitian tentang konstruksi gender dalam tafsir Muhammad Romli, yang merupakan salah satu mufassir asal Sunda, juga merupakan salah satu ulama Islam pembaharu (modernis), tafsirnya antara lain Nurul-Bajan dan Al-Kitabul Mubin. Hingga saat ini, terdapat sebagian tafsir keagamaan yang mengandung bias gender sehingga hal ini mendorong penulis untuk melakukan kajian konstruksi gender pada tafsir Al-Qur’an. Penulis memilih topik ini karena masih terbatasnya kajian gender dalam tafsir Sunda. Sementara Muhammad Romli dan tafsirnya, penulis pilih karena merupakan salah satu tafsir Sunda yang banyak dicetak dan tersebar di masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mennganalisis konstruksi gender dalam penafsiran Muhammad Romli terkait ayat-ayat gender dalam Al-Qur’an.
Dalam tradisi penafsiran Al-Qur’an, khususnya pada ayat-ayat gender, kerap kali ditemukan adanya penafsiran yang bias gender. Perbedaan gender, seperti perbedaan laki-laki dan perempuan merupakan suatu keniscayaan, namun akan menghasilkan ketidakadilan manakala perbedaan tersebut menghasilkan bias gender dan ketimpangan. Untuk itu analisis gender, khususnya pada tafsir keagamaan, dapat menjadi upaya untuk melihat ada atau tidaknya indikator ketidakadilan gender dalam gagasan suatu tafsir keagamaan, yang tidak akan terlepas dari pengaruh penafsir, doktrin keagamaan, hingga sosio-kultur yang melingkupinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan gender, yakni menggunakan analisis gender Mansour Fakih. Data diperoleh melalui studi pustaka (library research). Dengan sumber data utama yaitu kitab tafsir Nurul-Bajan dan Al-Kitabul Mubin karya Muhammad Romli, dan data sekunder lain berupa artikel ilmiah yang menjelaskan teori serta analisis mengenai Muhammad Romli.
Hasil penelitian pada penafsiran Muhammad Romli tentang ayat-ayat gender dalam Al-Qur’an yakni pada tema ganjaran amal manusia (Q.S Ali Imran [3] :195 dan Q.S An-Nahl [6] : 97), asal mula penciptaan manusia (Q.S An-Nisa [4] : 1 dan Q.S As-Saffat [37] : 11), otoritas kehidupan rumah tangga (Q.S An-Nisa [4] : 34 dan Q.S Al-Baqarah [2] : 223), poligami (Q.S An-Nisa [4] : 3), warisan (Q.S An-Nisa [4] : 7 dan 11) dan kesaksian laki-laki dan perempuan (Q.S Al-Baqarah [2] : 288), menunjukkan bahwa Muhammad Romli dalam beberapa tema seperti ganjaran kebaikan, penciptaan manusia, dan poligami, menjelaskan relasi gender di dalamnya secara adil, sementara pada tema lain yaitu otoritas rumah tangga, formula warisan, dan kesaksian, terlihat adanya bias gender dalam pemaparan Muhammad Romli mengenai relasi-gender dalam penafsirannya, yang berupa stereotyping, marginalisasi, dan subordinasi. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh cara penafsiran yang tekstualis, rujukan tafsir klasik, hingga pengaruh budaya Sunda pada saat itu yang patriarki
Penafsiran Surat Al-Fātihah (Studi Komparatif Atas Tafsir Núrul Bajān Dan Al-Kitābul Mubīn Karya Muhammad Romli)
Penelitian ini membahas penafsiran surat al-Fātihah berbahasa Sunda,
tafsir Núrul Bajān dan tafsir al-Kitābul Mubīn. Penelitian ini dilatarbelakangi
perbedaan penafsiran Q.S Al-Fatihah di dalam kedua kitab tafsir ini. Kedua
kitab tafsir tersebut merupakan karya dari Muhammad Romli dan populer di
kalangan Muslim Sunda, serta kecenderungan pemikiran Romli yang
menganut ideologi Islam modernis.
Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan dengan pendekatan
hermenutika dan jenis penelitian library research. Metode deskriptif-komparatif digunakan untuk mengkomparasikan antara tafsir Núrul Bajān
dengan tafsir al-Kitābul Mubīn. Dengan pendekatakan hermeneutik, surat al-Fātihah dalam bahasa Sunda dapat menemukan pemaknaan baru dan
lokalitas penafsiran.
Hasil penelitian ini pertama menguraikan komponen-komponen yang
berkaitan dengan surat al-Fātihah, kedua dua tafsir ini menetapkan lafaz
bismillāh bukan menjadi bagian dari surat al-Fātihah, ketiga menjelaskan
hukum membaca lafaz āmīn dan taawuz dalam al-Qur’an, keempat
menguraikan penafsiran surat al-Fātihah secara umum beserta ideologisasi
tafsir yang dilakukan oleh Romli, kelima menjelaskan aspek lokalitas seperti:
aspek lokalitas kebahasan, aspek lokalitas kebudayaan, aspek lokalitas
penafsiran dan keenam melakukan analisis komparasi terhadap penafsiran
surat al-Fātihah.
Berdasarkan metode analisis deskriptif-komparatif, menyimpulkan
bahwa dua tafsir ini memiliki metodologi yang hampir sama, hal yang
membedakan yaitu dari segi teknis penulisan dan sumber penafsirannya.
Selanjutnya dari segi konten penafsiran, secara keseluruhan dua tafsir ini
tidak saling bertentangan, adapun hal-hal yang membedakannya yaitu dari
pembahasan ayat-ayat pada surat al-Fātihah. Muhammad Romli dalam tafsir
Núrul Bajān menafsirkan surat al-Fātihah secara global dan terperinci
(tahlily). Sementara dalam tafsir al-Kitābul Mubīn, Romli menafsirkan surat
al-Fātihah secara global (ijmaly), terkesan seperti tafsiran dalam bentuk
terjemahan
PENANGANAN KONTAINER MUATAN BERBAHAYA DI MV. MARINA STAR 2
ABSTRAK
Muhammad Romli Yahya, 2017, NIT: 49124489. N, “Penanganan Kontainer
Muatan Berbahaya di MV. Marina Star 2”, skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Capt. Eko Murdiyanto, M.Pd, M.Mar, Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos.,
M.Si
Pemuatan peti kemas sudah dilakukan sejak tahun 1970-an dewasa ini system
kontainerisasi berkembang sangat pesat diberbagai Negara khususnya di
perusahaan MERATUS LINE, dengan dasar ini penulis telah selesai menyusun
skripsi dengan judul “ Penanganan Kontainer Muatan Berbahaya di MV. Marina
Star 2” dan dengan permasalahan antara lain Mengapa penanganan kontainer
muatan berbahaya tidak sesuai ketentuan IMDG Code di MV. Marina Star 2 dan
Bagaimanakah menangani muatan berbahaya tersebut sesuai ketentuan yang
berlaku dan tidak membahayakan kapal beserta crew kapalnya.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan tentang teori-teori yang
digunakan dalam pembuatan laporan penelitian dan sebagai landasan untuk
memecahkan masalah yang ada dalam proses penelitian utamanya yang terkait
dengan penanganan dan pengaturan muatan peti kemas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang
menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku
yang diamati. Dalam hal ini mengumpulkan data berupa pendekatan terhadap obyek
melalui observasi, wawancara secara langsung terhadap subyek serta menggunakan
dokumen dan data-data yang berhubungan dengan penanganan dan pengaturan
muatan peti kemas.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menemukan masalah
dalam penanganan kontainer muatan berbahaya di atas kapal MV. Marina Star 2
yaitu penanganan dan pembuatan bay plan kontainer muatan berbahaya yang tidak
sesuai dengan aturan IMDG Code, hal ini dilakukan dikarenakan perintah dari port
captain dan perusahaan, sehingga ada suatu keterpaksaan dalam pemuatan, kasus
lain yang ditemukan adalah kondisi ruang muat kapal yang sudah rusak dan tidak
sesuai aturan IMDG Code untuk dimuati kontainer muatan berbahaya dan juga
kurangnya sosialisasi dan famlirisasi kepada crew kapal tentang muatan berbahaya.
Berdasarkan hasil penelitian, dan dapat disimpulkan bahwa penanganan dan
pengaturan kontainer muatan berbahaya di atas kapal MV. Marina Star 2 tidak
sesuai dengan aturan IMDG Code hal ini terbukti dengan ditemukannya beberapa
kasus dalam proses penanganan kontainer muatan berbahaya di atas kapal, sebagai
pemecahan masalah tersebut Nakhoda (penanggung jawab umum dikapal) dan
mualim Satu (perwira pemuatan) harus melakukan penanganan container muatan
berbahaya sesuai dengan IMDG Code dan pihak perusahaan dan port captain harus
bekerja sama dengan pihak kapal serta berperan aktif dalam menunjang kelancaran
operasional kapal dan lebih mementingkan keselamatan kapal dari pada keuntungan
besar yang akan di peroleh, Semua ini dilakukan agar terciptanya pelayaran yang
aman.
Kata Kunci : Penanganan Kontainer Muatan Berbahay
TAFSIR NUSANTARA BERBAHASA SUNDA (ANALISIS ASPEK LOKALITAS PENAFSIRAN K.H MUHAMMAD ROMLI DALAM TAFSIR NURUL BAJAN)
Penelitian ini mengkaji Tafsīr Nūrul Bajān, sebuah karya tafsir al-Qur’an berbahasa Sunda yang ditulis oleh K.H. Muhammad Romli bersama asistennya, H.N.S. Midjaja, pada tahun 1960. Peran H.N.S. Midjaja lebih menonjol dalam proses penerbitan, karena ia merupakan pemilik percetakan Perboe (Perusahaan Bumiputra). Kedua tokoh ini memiliki kesamaan ideologi, yaitu menganut paham Islam pembaharu (reformis). Tafsīr Nūrul Bajān merupakan bagian dari khazanah tafsir lokal di wilayah Nusantara, khususnya di Tatar Sunda, yang memadukan ajaran al-Qur’an dengan bahasa dan budaya Sunda pada zamannya.
Karya tafsir lokal seperti ini cenderung kurang dikenal dalam ranah akademik. Minimnya perhatian terhadap tafsir lokal menunjukkan adanya kesenjangan dalam kajian tafsir di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dua aspek utama: (1) latar belakang yang memengaruhi penafsiran, dan (2) bentuk-bentuk lokalitas yang tercermin dalam tafsir tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data primer berasal dari naskah Tafsīr Nūrul Bajān, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Teknik analisis yang digunakan mencakup analisis isi (content analysis) untuk menelaah makna dan pesan dalam teks, serta pendekatan historis untuk memahami konteks sosial dan ideologis sang mufassir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Nūrul Bajān merepresentasikan corak pemikiran yang bercirikan ideologi modernis. Tafsir ini tidak hanya bertujuan menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an, tetapi juga berfungsi sebagai media dakwah dan kritik terhadap praktik keagamaan tradisional. Unsur lokalitas dalam tafsir ini tercermin melalui penggunaan tingkatan bahasa Sunda (undak-usuk basa), keterkaitan dengan budaya masyarakat Sunda—seperti penggunaan peribahasa dalam penafsiran—serta ilustrasi alam Sunda yang kontekstual dengan kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, Tafsīr Nūrul Bajān merupakan contoh konkret hubungan antara pesan-pesan keislaman dengan budaya lokal. Penelitian ini memperkaya studi tafsir Nusantara dan menegaskan pentingnya pendekatan budaya dalam memahami dan menyampaikan ajaran Islam, khususnya di wilayah Tatar Sunda
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENGARUH TAFSIR AL-TAHRIR WA AL-TANWIR DALAM TAFSIR AL MISBAH PADASURAT LUQMAN AYAT 14 DAN AL AHZAB AYAT 59
Nurul Bajan merupakan salah satu kitab tafsir yang lahir dari tanah Sunda karya KH, Muhammad Romli. Dalam penulisan tafsirnya masih menggunakan ejaan lama, sehingga memerlukan penyesuaian dalam membaca tafsirmya. Sudah banyak penelitian yang menganalisis isi dari penafsiran KH. Muhammad Romli dengan berbagai tema yang dikaji. Jurnal ini bertunjuan untuk meneliti keterpengaruhan Tafsir Al-Mannar dalam Tafsir Nurul Bajan. Adapun langkah penilitian ialah dengan melacak teks Tafsir Nurul Bajan, kemudian melakukan studi komperatif dengan Tafsir Al-Mannar yang diduga menjadi rujukan dalam penulisan Tafsir Nurul Bajan. Artikel ini berkesimpulan bahwa Tafsir Nurul Bajan memiliki persamaan penafsiran dengan Tafsir Al Mannar. Dalam kasus surat Al-Baqaroh ayat 261-262, KH. Romli memaknai kata fi sabilillah sebagai kemaslahatan umat. Pernyataan yang sama juga disampaikan Al-Manna>r. Adapun relasi keilmuan antara keduanya karena popolaritas Al-Manna>r di tubuh ormas Persis, dan KH. Romlik merupakan Pengurus Persis
- …
