1,720,978 research outputs found

    BRIGATA CURVA SUD : AWAL MULA TERBENTUK SAMPAI MENJADI SUPORTER TERBAIK ASIA (2011-2017)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk merekontruksi sejarah terbentuknya kelompok suporter Brigata Curva Sud hingga dinobatkan sebagai suporter terbaik Asia sekaligus bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dukungan yang diberikan Brigata Curva Sud terhadap PSS Sleman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah atau historis. Metode penelitian sejarah memiliki empat tahap, yakni heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil dari penelitian ini menunjukan terbentuknya Brigata Curva Sud diawali dengan salah satu laskar Slemania yakni Ultras PSS yang berpindah ke tribun selatan dan memisahkan diri dengan Slemania. Kemudian Ultras PSS dan beberapa komunitas lainnya membentuk kelompok baru yang dijadikan sebagai wadah komunitas-komunitas suporter PSS yang berada di tribun selatan, kelompok tersebut diberi nama Brigata Curva Sud. Kelompok suporter Brigata Curva Sud memutuskan untuk tidak memiliki ketua atau pemimpin serta struktur kepengurusan lainnya. Alasannya, karena agar setiap anggota memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan yang diadakan saat forum. Brigata Curva Sud juga menetapkan diri mereka sebagai kelompok yang mandiri, tidak berada dalam payung apapun dan tidak berpihak pada afiliasi kelompok suporter manapun. Pada perkembanganya, Brigata Curva Sud dianggap sebagai suporter yang progresif karena bentuk dukungan dan kreativitasnya dalam mendukung PSS Sleman seperti melalui aksi koreografi dan chants. Apresiasi terhadap kreativitas Brigata Curva Sud pun datang dari media-media asing yang membahas seputar suporter sepak bola di seluruh dunia seperti Copa90 yang menobatkan Brigata Curva Sud sebagai suporter terbaik di Asia. Kata Kunci: Brigata Curva Sud, PSS Sleman, Suporter Terbaik Asia. ***** This study aims to reconstruct the history of the formation of the Brigata Curva Sud supporter group until it was crowned as the best supporter in Asia and also aims to find out what form of support Brigata Curva Sud gave to PSS Sleman. The research method used in this study is the historical research method. The historical research method has four stages, namely heuristics (collecting sources), verification, interpretation, and writing history. The results of this study show that the formation of Brigata Curva Sud began with one of the Slemania troops, namely Ultras PSS, who moved to the south stand and separated themselves from Slemania. Then Ultras PSS and several other communities formed a new group which was used as a forum for PSS supporter communities in the south stand, the group was named Brigata Curva Sud. The Brigata Curva Sud supporter group decided not to have a chairman or leader and other management structures. The reason is so that each member has the same rights in decision-making held during the forum. Brigata Curva Sud also establishes themselves as an independent group, not under any umbrella and not siding with any supporter group affiliation. In its development, Brigata Curva Sud is considered a progressive supporter because of the form of support and creativity in supporting PSS Sleman such as through choreography and chants. Appreciation for Brigata Curva Sud's creativity also came from foreign media that discussed football supporters around the world such as Copa90 which named Brigata Curva Sud as the best supporter in Asia. Keywords: Brigata Curva Sud, PSS Sleman, Best Supporter in Asia

    Kewajiban Menjaga Kebersihan Air Dari Limbah Rumah Tangga

    No full text
    Abstrak Sumber air tanah yang banyak dimanfaatkan warga adalah air sumur gali. Air sumur gali bila kondisinya tercemar baik oleh limbah domestik maupun limbah industri menyebabkan dampak terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat polusi dan faktor-faktor yang menyebabkan polusi air tanah akibat limbah domestik dan limbah industri di Kelurahan Kalikabong Kabupaten Purbalingga. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada tahun 2012. Keseluruhan data di uji statistik deng an Fisher’s Exact Test. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara kekeruhan (p value 1,000), bau (nilai p value 0,183), warna (p value 1,000), dan rasa (p value 0,346) dengan polusi air tanah.Hasil analisis univariat menunjukkan terdapat 100% air sumur warga tidak memenuhi syarat secara mikrobiologi. Air sumur warga yang bau 47,63%, berasa 38,09%, berwarna 33,33%, keruh 28,57%. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya polusi air sebesar 33,33% berasal dari limbah industri, 47,62% limbah rumah tangga, dan 19,04% berasal dari limbah perkotaan. Untuk mengurangi pencemaran air sumur gali disarankan bagi penduduk setempat untuk pembuatan tangki septik secara komunal

    Tanggung Jawab Dalam Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia

    No full text
    Persatuan dan kesatuan merupakan kunci suatu negara dalam membangun suatu bangsa, tanpa adanya rasa tanggung jawab dan kesadaran dalam menjaga persatuan bangsa maka keadaan suatu negara mudah tergoyah oleh berbagai ancaman baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia harus memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas daam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Dan timbunya kesadaran bertanggung jawab karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Metode penulisan yang digunakan adalah metode penulisan deskriptif kualitatif

    PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK KACARNSEBAGAI FILLER TERHADAP KUAT TEKANRNBETON

    No full text
    Meningkatnya suatu proses produksi industri kaca dapat berpengaruh padameningkatnya jumlah limbah yang di hasilkan. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk memanfaatkan limbah botol kaca secara optimal. Serbuk kacadigunakan karena memiliki potensi sebagai material pozzolan. Perencanaancampuran beton menggunakan Metode ACI 211.1-91. Benda uji menggunakansilinder dengan ukuran 10 cm x 20 cm. Benda uji yang digunakan pada penelitianini sebanyak 10 benda uji pervariasi bahan tambah serbuk kaca (2%), (4%), danbeton kontrol dengan variabel pengujian pada umur 7 hari dan 28 hari. Dari hasilpenelitian diperoleh kuat tekan rata-rata beton normal dan beton serbuk kacadengan variasi (2%) dan (4%) pada umur 7 hari sebesar 20,21 MPa, 18,91 MPa,dan 16,89 MPa. Kuat tekan rata-rata beton normal dan beton serbuk kaca denganvariasi (2%), dan (4%) pada umur 28 hari sebesar 29,40 MPa, 28,30 MPa, dan 21,53MPa. Dari hasil pengujian diperoleh nilai rata-rata modulus elastisitas pada betonnormal sebesar 21774,87 MPa, beton serbuk kaca (2%) dan (4%) sebesar 22552,52MPa dan 18694,15 MPa. Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan diperolehnilai perbandingan kuat tekan rata-rata beton normal dan beton serbuk kaca. Padaumur 7 hari nilai perbandingan kuat tekan rata-rata yang diperoleh antara betonserbuk kaca variasi 2% dengan beton normal lebih besar 6,43% dari kuat tekanbeton serbuk kaca variasi 2% dan nilai perbandingan kuat tekan rata-rata yangdiperoleh antara beton serbuk kaca variasi 4% dengan beton normal lebih besar16,43% dari kuat tekan beton serbuk kaca variasi 4%. Pada umur 28 hari nilaiperbandingan kuat tekan rata-rata yang diperoleh antara beton serbuk kaca variasi2% dengan beton normal lebih besar 3,74% dari kuat tekan beton serbuk kacavariasi 2% dan nilai perbandingan kuat tekan rata-rata yang diperoleh antara betonserbuk kaca variasi 4% dengan beton normal lebih besar 26,77% dari kuat tekanbeton serbuk kaca variasi 4%.Kata Kunci : beton serbuk kaca, kuat tekan, modulus elastisita

    Hematologic Predictors of Chemotherapy-Induced Neutropenia in Breast Cancer Patients Receiving Anthracycline- or Taxane-Based Chemotherapy

    Full text link
    Background: Chemotherapy-induced neutropenia (CIN) is a common and serious complication of chemotherapy in breast cancer patients, leading to increased morbidity, mortality, and treatment disruptions. This study aimed to investigate the association between hematologic profiles and the occurrence of CIN in breast cancer patients receiving anthracycline-based or taxane-based chemotherapy. Methods: A retrospective observational analytic study with a cross-sectional design was conducted using medical records of breast cancer patients treated at the Oncology Surgery Clinic between 2022 and 2023. Sixty patients were included in the study. Hematologic profiles, including hemoglobin and leukocyte counts, were analyzed to assess their association with CIN in both anthracycline- and taxane-based chemotherapy groups. Results: The majority of patients were aged 15-64 years (86.67%), normoweight (65%), had luminal B subtype (63.3%), and were in the locally advanced breast cancer (LABC) stage (45%). Most patients were non-anemic (Hb ≥12 mg/dL) and leukopenic (71.7% and 80%, respectively). No significant association was found between age, nutritional status, or breast cancer stage and CIN (p > 0.05). However, hemoglobin and leukocyte profiles were significantly associated with CIN in both chemotherapy groups (p < 0.05). No association was found between the type of chemotherapy (anthracycline- or taxane-based) and CIN occurrence. Conclusion: Anemia (Hb <12 g/dL) and leukopenia are significant predictors of CIN in breast cancer patients, regardless of the chemotherapy regimen. These findings highlight the importance of monitoring hematologic profiles in these patients to identify those at higher risk of CIN and implement appropriate preventive and management strategies

    Improving the Functionality of the Electronic Health Record System through the Development of the Anesthesia Module

    Full text link
    Background: With the advancement of healthcare technology, the use of Electronic Health Records (EHR) has become more effective, providing benefits such as cost reduction, improved healthcare quality, and enhanced data recording and mobility. To remain effective, EHRs must meet requirements such as data completeness, failure resilience, high availability, and security. Pekanbaru army hospital has adopted EHR since 2022 for several main services, except for the anesthesia service. The anesthesia service still uses paper records, which are inefficient and lag behind other services. The anesthesia process, involving extensive information and coordination, greatly requires an EHR system. The development of an anesthesia module is expected to facilitate anesthesiologists and nurse anesthetists in managing patient medical information and assist in the execution of surgical procedures. Objective: This study aims to improve the functionality of the electronic health record system (EHRS) in managing medical records in the anesthesia installation service by developing an anesthesia module at the Pekanbaru Army Hospital. Method: The software development methodology used in this research is Agile Methodology where the process of analyzing user needs, collecting data, implementing the system, and evaluating and validating the system. Result: The Anesthesia Module that has been built has various features including: anesthesia patient registration, pre-anesthesia patient data recording, anesthesia induction, post-anesthesia, anesthesia reports, and integration with laboratory and radiology systems. Through testing carried out with the black box test technique, 98% of the system functionality runs well and with the user acceptance test technique, 94% of the system functionality can be accepted by users

    Studi Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Menggunakan WaterCAD V8i

    Full text link
    Pelayanan air bersih di Desa Sendang Dajah dan Desa Sendang Laok Kecamatan Labang masih sangat kurang, dan salah satu solusinya untuk mengatasinya butuh suatu jaringan air bersih yang bias melayani Desa Sendang Laok dan Desa Sendang Dajah. Dalam studi ini dilakukan analisa jaringan air bersih dengan bantuan aplikasi Software WaterCAD V8i untuk mengetahui kondisi hidrolis jaringan pipa. Analisa rencana anggaran biaya juga dilakukan dalam studi ini yang meliputi anggaran pengadaan dan pekerjaan tandon dan pipa saja,. Dari hasil Rencana Anggaran Biaya kemudian dilakukan analisa ekonomi dengan menggunakan 5 parameter yaitu Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Analisa Pengembalian (payback periode), Analisa Sensivitas. Dari Hasil Perencanaan Kebutuhan Air Bersih didapatkan bahwa kebutuhan air di Desa Sendang Dajah dan Desa Sendang Laok adalah sebesar 6,835 lt/detik, jika dilihat dari sumber air yang ada sebesar 100 lt/detik, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Sendang Dajah dan Desa Sendang Laok. Dari hasil simulasi jaringan pipa menggunakan Aplikasi Software WaterCAD V8, bahwa sistem jaringan pipa dapat berjalan dengan baik. Hal ini didasarkan kondisi tekanan, headloss gradient, dan kecepatan telah sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam SNI. Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan ini sebesar Rp. 7.577,052,134,50-. Analisa Ekonomi pada tingkat suku bunga 9,25% didapatkan nilai Rasio Biaya Manfaat (B/C) sebesar 1,04, nilai Net Present Value didapatkan sebesar Rp. 49.189,139,53,- . Tingkat Pengembalian Internal (IRR) sebesar 9,78%. tahun. Analisa Pengembalian selama 12,61 tahun, dan harga air yang ditetapkan jika B/C = 1 sebesar Rp. 6,724.78,- B/C > 1 sebesar Rp. 7.000,-. dan harga air saat biaya konstruksi 100% ditanggung pemerintah Rp. 350,- per m

    Perkembangan Demokrasi di Negara Indonesia

    No full text
    Demokrasi lahir karena persamaan di depan hukum dan perlindungan hak asasi manusia, dimulai dari Deklarasi Amerika 1776 dan Prancis 1789. Demokrasi konsep pembangunan sesuai dengan perubahan konstitusi yang berlaku Secara konseptual, setiap konstitusi membentuk pemahaman dan tatanan demokrasi mengikuti visi pembuat konstitusi. Secara historis, penerapan demokrasi konsep telah banyak berubah. Konvensi negara telah mengubah konsep demokrasi kontraksi berkali-kali. Negara memiliki aturan dominan untuk pelaksanaan demokrasi dengan pelaksana negara. Konfigurasi politik dengan dasar pemikiran menuju demokrasi perubahan konsep dan eksekusi
    corecore