11 research outputs found

    Muhammad Rayhan Iqbal's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Muhammad Rayhan Iqbal's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    ANALISIS UJI UNJUK KERJA DARI HASIL DESAIN OPTIMASI PADA PROSES PEMBUATAN RODA GIGI TRANSPORTIR MESIN BUBUT MAXIMAT V13

    No full text
    Mesin bubut dengan merk maximat bertipe v13 yang ada pada bengkel produksi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya memiliki masalah yang sering terjadi, yakni kerusakan pada roda gigi transportir yang terjadi akibat keausan. Dengan latar belakang tersebut maka dibuatnya penelitian ini dengan tujuan agar hasil proses pembuatan roda gigi transportir yang baru ini yang berfokus pada pembuatan roda gigi serta dilakukan pengujian kekerasan, pengujian impak, dan uji unjuk kinerja penggunaan pakai pada roda gigi tranportir ke mesin bubut. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah spesifikasi roda gigi baru menggunakan material baja AISI 4340, roda gigi lurus 1 dengan jumlah gigi 40 berdiameter 52,50 mm, roda gigi lurus 2 dengan dengan jumlah gigi 80 berdiameter 102,50 mm, dan roda gigi lurus 3 dengan jumlah gigi 127 berdiameter 161,25 mm. Hasil kekerasan tertinggi roda gigi transportir baru bahan baja AISI 4340 nilai rata-rata VHN 256,5611042 kg/mm2 dan harga impak dengan nilai rata-rata 0,382 J/mm2 dibandingkan dengan roda gigi transportir lama bahan baja AISI 1015 hasil terendah nilai rata-rata VHN 130,8208262 kg/mm2 dan harga impak dengan nilai rata-rata 0,162 J/mm2

    Nafas Sebagai Bagian dari Ekologi: Interpretasi QS. Al-Mursalat25-26 dalam Konteks Siklus Karbon

    No full text
    Artikel ini membahas keterkaitan antara nafas manusia, ekologi, dan tafsir Al-Qur’an, khususnya pada QS. Al-Mursalat:25–26, dalam konteks siklus karbon. Melalui pendekatan interdisipliner antara agama dan sains, kajian ini mengungkap bahwa aktivitas bernapas bukan sekadar proses biologis, tetapi juga memiliki makna ekologis dan spiritual yang mendalam. Proses respirasi manusia berperan dalam pertukaran karbon dioksida (CO₂) dan oksigen (O₂), yang membentuk keseimbangan antara manusia, tumbuhan, dan bumi. Ayat Al-Mursalat:25–26 dipahami sebagai simbol keterpaduan kehidupan dan kematian dalam satu sistem ekologis ciptaan Allah. Dengan menempatkan nafas sebagai variabel epistemologis, penelitian ini memperluas wacana tafsir ekologi Al-Qur’an, memperlihatkan bahwa Islam memberikan dasar teologis bagi etika ekologis dan keberlanjutan lingkungan

    Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemilik dalam Pelaporan Kewajiban Perpajakan di Kecamatan Tenggarong (Studi Kasus pada Usaha Rumah Makan)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepemilikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam melaporkan kewajiban perpajakannya, dengan fokus pada usaha rumah makan. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 200 responden. Jenis penelitian dan data yang digunakan kuantitatif dan data bersumber dari Kuisoner serta menggunakan alat analisis SmartPLS 4.1.0.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak, kemauan membayar pajak, dan persepsi wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Sedangkan pengetahuan dan pemahaman wajib pajak berpengaruh signifikan Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa faktor-faktor psikologis dan persepsi tidak secara signifikan memengaruhi perilaku kepatuhan perpajakan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung, serta upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran wajib pajak di kalangan wajib pajak

    PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGELOLAAN TALENTA DAN PRODUKTIVITAS KERJA: STUDI PADA PERUSAHAAN SEKTOR JASA

    No full text
    Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang berperan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam hal manajemen talenta dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi kontribusi utama AI dalam sektor jasa. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana AI membantu dalam rekrutmen, evaluasi kinerja, dan pengembangan keterampilan karyawan, dengan perhatian khusus pada generasi Z sebagai tenaga kerja dominan. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan AI meningkatkan efisiensi operasional perusahaan hingga 30% dan membantu menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi ekspektasi generasi Z terhadap fleksibilitas kerja dan inovasi teknologi. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk perusahaan sektor jasa agar dapat memanfaatkan AI secara efektif dalam pengelolaan SDM untuk meningkatkan daya saing di era digita

    Optimizing Team Building Through Training for Karang Taruna Youth in Pasir Tanjung Village, Bogor

    No full text
    Pasirtanjung village has many young people who have an essential role in the village. However, although the number of youths is quite large, the Karang Taruna in Pasirtanjung Village is still unable to function optimally because members are not active enough to contribute. Therefore, Karang Taruna does not function like a youth organization. Meanwhile, to make the organization function optimally (achieve its goals), it is necessary to have contributions from each member. Community service activities are designed to build a better village community, in this case, Karang Taruna. This activity resulted in a program to improve team building for youth organizations. This is done to strengthen teamwork, improve group performance, and increase emotional attachment between group members and trust between members. Moreover, it optimizes the role of Karang Taruna in achieving its goal as one of the community institutions that helps build the village. The first step in building team building is strengthening group cohesiveness within the youth organization.A series of programs were designed to improve team building: 1) providing materials, 2) training, and 3) Focus group discussions. These team-building activities have been proven to help improve group performance. Systematic team-building activities can increase emotional attachment between group members and trust between members. This series of activities can ultimately be measured through pretest-posttest measurements related to group cohesion. The results show that the understanding of youth regarding group cohesion in youth organizations has increased after being given training. This training can provide new insights to the trainees that developing an organization requires an active and mutually supportive team.Pasirtanjung village has many young people who have an essential role in the village. However, although the number of youths is quite large, the Karang Taruna in Pasirtanjung Village is still unable to function optimally because members are not active enough to contribute. Therefore, Karang Taruna does not function like a youth organization. Meanwhile, to make the organization function optimally (achieve its goals), it is necessary to have contributions from each member. Community service activities are designed to build a better village community, in this case, Karang Taruna. This activity resulted in a program to improve team building for youth organizations. This is done to strengthen teamwork, improve group performance, and increase emotional attachment between group members and trust between members. Moreover, it optimizes the role of Karang Taruna in achieving its goal as one of the community institutions that helps build the village. The first step in building team building is strengthening group cohesiveness within the youth organization.A series of programs were designed to improve team building: 1) providing materials, 2) training, and 3) Focus group discussions. These team-building activities have been proven to help improve group performance. Systematic team-building activities can increase emotional attachment between group members and trust between members. This series of activities can ultimately be measured through pretest-posttest measurements related to group cohesion. The results show that the understanding of youth regarding group cohesion in youth organizations has increased after being given training. This training can provide new insights to the trainees that developing an organization requires an active and mutually supportive team

    Mengatasi Kurangnya Kesadaran Masyarakat dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    No full text
    Pada kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi kepada masyarakat permasalahan yang kita angkat yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan untuk mengurangi resiko penyebaran dan juga tertularnya virus COVID 19. Masyarakat seperti enggan memakai masker, kurang sadar dengan mencuci tangan setalah melakukan aktivitas diluar rumah, oleh karena itu kami memberikan edukasi agar masyrakat bisa meningkatkan kesadaran dan pentingnya menaati protokol kesehatan yang sesuai dengan anjuran pemerintah. Metode yang kami gunakan yaitu sosialisai cara terhindar dari virus, pembagian masker, pembuatan tempat cuci tangan di tempat yang biasa dikunjungi banyak orang, dan juga pembuatan poster tentang pentingnya menaati protokol kesehatan. Masyarakat merasa senang dan juga terbantu dengan adanya kegiatan ini karena dapat memberikan informasi penting mengenai kesehatan diri, mencegah tertularnya virus COVID 19, serta mematuhi protokol kesehatan

    Potensi Kompres Dingin Terhadap Pencegahan Hematoma pada Pasien Pasca Percutaneous Coronary Intervention (PCI): Scoping Review

    No full text
    ABSTRACT Coronary Heart Disease (CHD) is a cardiovascular disease due to atherosclerosis or atherosclerotic occlusion of the coronary arteries. Various treatments can be done to treat CHD, including Percutaneous coronary intervention (PCI). The PCI procedure can cause complications. Hematoma is a significant complication that can cause swelling, pain, and increased discomfort. One of the many actions to reduce hematomas and pain is giving cold compresses. This study aimed to determine the potential of giving cold compresses to repair hematomas in post-PCI patients. This research uses scoping review method. Article searches were carried out on databases and search engines: PubMed, ProQuest, Google Scholar, and Garuda, in the period 2017-2022 with the keywords “Percutaneous Coronary Intervention” or “Cardiac Catheterization” and “Cold Therapy” or “Ice Application” and “Hematoma.”. There were seven articles included in the qualitative analysis. All articles discuss the effect of cold compresses on hematomas in post-PCI patients. Cold compresses help vasoconstrict blood vessels and speed up blood clotting time and formation. It was concluded that cold compresses could potentially prevent hematomas in post-PCI patients. Keywords: Cold compress, Cardiac Catheterization, Hematoma, Percutaneous Coronary Intervention (PCI)  ABSTRAK Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit kardiovaskular yang terjadi karena aterosklerosis atau oklusi aterosklerotik pada arteri koroner. Berbagai penanganan dapat dilakukan untuk mengatasi PJK, salah satunya adalah Percutaneous coronary intervention (PCI). Prosedur PCI dapat menimbulkan komplikasi. Hematoma adalah komplikasi utama yang dapat menyebabkan bengkak, nyeri, dan meningkatkan ketidaknyaman. Salah satu tindakan yang banyak dipilih untuk mengurangi hematoma dan nyeri yaitu dengan pemberian kompres dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian kompres dingin terhadap perbaikan hematoma pada pasien post PCI. Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel dilakukan pada database dan search engine: PubMed, ProQuest, Google Scholar, Garuda, dalam rentang waktu 2017-2022 dengan kata kunci “Percutaneous Coronary Intervention” or “Cardiac Catheterization” and “Cold Therapy” or “Ice Application” and “Hematoma”. Didapatkan 7 artikel yang masuk dalam analisa kualitatif. Sseluruh artikel berfokus membahas pengaruh kompres dingin terhadap hematoma pada pasien post PCI. Kompres dingin membantu vasokonstriksi pembuluh darah, mempercepat waktu pembekuan darah, dan pembentukan bekuan darah. Didapatkan simpulan bahwa kompres dingin memiliki potensi dalam mencegah terjadinya hematoma pada pasien post PCI. Kata Kunci: Kompres dingin, Kateterisasi Jantung, Hematoma, Percutaneous Coronary Intervention (PCI
    corecore