1,721,189 research outputs found

    STUDI KOMPREHENSIF PENGARUH DAN PENGOPTIMALAN DEAKTIVASI KATALIS TERHADAP PROSES PADA ALAT PRIMARY REFORMER (101-B) DI PABRIK AMONIA PUSRI-IV PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG

    Full text link
    (Muhammad Rafli Firmansyah, 2021, 51 halaman, tabel, 11 gambar, 4 lampiran) PT Pupuk Sriwidjaja Palembang merupakan salah satu industri yang memanfaatkan amonia untuk memproduksi pupuk urea dan NPK. Untuk dapat memproduksi amonia, dibutuhkan gas sintesa. Pengolahan gas alam menjadi gas sintesa dengan menggunakan Primary Reformer, tidak pernah lepas dari sebuah permasalahan. Diantara permasalahan tersebut, deaktivasi katalis merupakan permasalahan yang pasti terjadi. Proses deaktivasi ini, dalam beberapa kasus, dapat diperburuk dengan adanya endapan carbon deposit pada katalis. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan katalis tersebut untuk mengkonversi gas alam, yang banyak mengandung metana, menjadi gas sintesa. Akibatnya, terjadi methane slip. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh carbon deposit terhadap methane slip dan bagaimana pengoptimalannya. Peninjauan dilakukan dengan metode micro-kinetic analysis, dimana terlebih dulu mempelajari mekanisme reaksi pada permukaan katalis, lalu mengevaluasi kinetika reaksi secara umum dan reaksi pembentukan carbon deposit. Berdasarkan ini, disimpulkan bahwa carbon deposit memperburuk proses deaktivasi katalis dengan banyaknya sisi aktif katalis yang tertutup oleh carbon. Namun, kondisi ini masih dapat diantisipasi dengan mengatur dan menjaga kondisi operasi pada temperatur 777ºC dan tekanan antara 27 – 30,5 kg/cm2

    Teach-Smart: Panduan Digital Anti Mikroagresi Guru Berbasis Metode Emphatic Value Clarification Pencegah Tindakan Bias Gender di SD Kota Makassar

    Full text link
    Muhammad Rafli, 2023, Teach-Smart: Panduan Digital Anti Mikroagresi Guru Berbasis Metode Emphatic Value Clarification Pencegah Tindakan Bias Gender di SD Kota Makassar. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. (dibimbing Dr. Suciani Latif, M.Pd dan Nur Fadhilah Umar, S.Pd., M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan digital berbasis komunikasi empatik untuk mencegah mikroagresi guru yang disebabkan oleh ketidakadilan gender. Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian pengembangan melalui model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement�Evaluate). Populasi penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar (SD) di kota Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling melalui rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 101 guru SD. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari skala the gendered racial microaggressions scale yang diadaptasi dari Lewis dan Neville tahun 2015, skala faktor-faktor mikroagresi, skala analisis kebutuhan program, instrumen uji ahli media dan uji ahli bimbingan konseling, serta adaptasi skala perilaku mikroagresi yang dikembangkan oleh Crowford et al tahun 2021. Penelitian ini menggunakan tiga jenis analisis yaitu analisis model (SEM) untuk uji faktor-faktor mikroagresi dengan bantuan aplikasi SmartPLS, analisis deskriptif untuk menguji bentuk�bentuk mikroagresi guru menggunakan aplikasi JASP, dan analisis inferensial berupa uji-t untuk menguji keefektifan panduan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk mikroagresi yang paling sering terjadi adalah mikroagresi yang disebabkan oleh bias gender khususnya aspek stereotip dan diskriminasi, serta aspek etnis. Selain itu, mikroagresi disebabkan oleh dua faktor yaitu internal (multicurtural awareness), dan faktor eksternal (teman sejawat, keluarga budaya dan media social); (2) Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru sangat membutuhkan panduan digital Teach-Smart; (3) Panduan Digital Teach Smart memenuhi kriteria kevalidan kegunaan, kelayakan, ketepatan dan isi materi berdasarkan hasil penilaian ahli bimbingan dan konseling dan ahli media pembelajaran. Hasil uji keefektifan produk melalui eksperimen menunjukkan panduan dapat menurunkan perilaku mikroagresi guru yang disebabkan bias gender. Teach-Smart sebagai solusi dasar menjadi media pelatihan implementatif yang friendly dalam penggunaanya yang terfokus pada penataan dunia akademik yang lebih positi

    SATIRE DALAM CHANNEL MAJELIS LUCU INDONESIA KONTEN SJW NEWS ANALISIS WACANA KRITIS MODEL NORMAN FAIRCLOUGH

    Full text link
    ****ABSTRAK**** Muhammad Rafli Tsalas. Satire dalam Channel Majelis Lucu Indonesia Konten SJW NEWS Model Norman Fairclough. Skripsi. Jakarta: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Desember 2023 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui jenis satire yang digunakan dalam channel Majelis Indonesia di salah satu kontennya berjudul SJW NEWS berdasarkan penjelasan satire dari Abrams. Rentang waktu penelitian ini dari bulan April hingga Desember 2023. Data yang digunakan berupa video dari konten SJW NEWS berdurasi 22:28 menit. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti, gawai, sambungan internet dan YouTube sebagai cara untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Abrams mengemukakan lima jenis satire yaitu, parodi, ironi, alegori dan humor. Dari Hasil penelitian ini ditemukan 8 satire berjenis parodi, 7 satire berjenis ironi, 2 satire berjenis alegori dan 6 satire berjenis humor. Ditemukan juga pada dimensi teks kebanyakan satire yang digunakan menggunakan diksi-diksi yang berkaitan dengan gen z dan tidak baku. Dimensi praktik wacana yang membahas bahwa latar belakang Oza Rangkuti sebagai produser teks berpengaruh terhadap penggunaan satire karena sebelumnya ia sudah memiliki konten dengan tema serupa. Dimensi praktik sosiokultur yang membahas bagaimana konten yang menggunakan satire menjadi salah satu konten yang banyak dikonsumsi masyarakat dan sesuai dengan idealisme MLI yang ingin menciptakan komedi tepi jurang. Kata Kunci: analisis wacana kritis, mli, norman fairclough, satire, sjw news. ******ABSTRACT******** Muhammad Rafli Tsalas. Satire dalam Channel Majelis Lucu Indonesia Konten SJW NEWS Model Norman Fairclough. Skripsi. Jakarta: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Desember 2023. This research was conducted with the aim of finding out the type of satire used on the Indonesian Assembly channel in one of its contents entitled SJW NEWS based on Abrams' explanation of the satire. The time span of this research is from April to December 2023. The data used is a video from SJW NEWS content with a duration of 22:28 minutes. The research method used is Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis model. The research instruments used were researchers, gadgets, internet connections and YouTube as a way to collect the required data. Abrams proposed five types of satire, namely, parody, irony, allegory and humor. From the results of this research, it was found that 8 satires were of the parody type, 7 satires were of the irony type, 2 satires were of the allegory type and 6 satires were of the humor type. It was also found that in the text dimension, most of the satire used used diction related to Gen Z and was not standard. The discourse practice dimension discusses that Oza Rangkuti's background as a text producer influences his use of satire because he previously had content with a similar theme. The dimension of sociocultural practice which discusses how content that uses satire is one of the contents that is widely consumed by the public and is in accordance with MLI's idealism which wants to create comedy on the edge of the cliff. Keyword: critical discourse analysis, mli, norman fairclough, satire, sjw new

    ANALISIS KEBOCORAN FIXED FIRE FIGHTING APPLIANCES CO2 DI KAPAL MT. KATOMAS

    Full text link
    ABSTRAKSI Ramdhani, Muhammad Rafli. 2023. “Analisis Kebocoran Fixed Fire Fighting Appliances CO2 di Kapal MT. Katomas”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Akhmad Ndori,S.ST.,M.M.,M.Mar., Pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih,S.T.,M.T. Kebocoran atau kerusakan alat fixed fire fighting appliances merupakan hal yang kerap terjadi di atas kapal. Pada dasarnya apabila terjadi kebocoran alat-alat pemadam di atas kapal akan menyebabkan kerugian yang cukup banyak apabila terjadi bahaya kebakaran yang sebenarnya terutama untuk awak kapal. Kapal adalah merupakan tempat bekerja, dengan demikian perlu adanya jaminan keselamatan kerja yang memadai, salah satu jaminan itu adalah terpenuhinya persyaratan peralatan pemadam kebakaran. Dengan terjaminnya peralatan keselamatan maka para awak kapal dapat bekerja dengan lebih tenang serta dapat menunjang kelancaran operasinya kapal. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui factor penyebab terjadinya kebocoran fixed fire fighting appliances CO2 dan mengetahui usaha perbaikan dan perawatan yang dilakukan oleh pihak kapal terhadap fire fighting appliances khususnya fixed CO2. Dalam penulisan skripsi ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh saat observasi langsung, hasil wawancara dengan Mualim I, Mualim III dan inspector, hasil dokumentasi berupa gambar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara selama peneliti melaksanakan penelitian di MT Katomas.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya kebocoran alat fixed fire fighting appliances CO2 disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor manusia, faktor alam, dan faktor alat pemadam kebakaran itu sendiri, seperti kurangnya pengalaman dari Mualim III dan kurangnya perhatian mualim senior untuk mengajarkan yuniornya dan inspektor yang tidak teliti dalam inspeksi, ombak yang dapat mengguncang kapal serta alat-alat pemadam kebakaran yang sudah tua. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, maka kerusakan alat-alat pemadam kebakaran dapat diminimalisir dengan memaksimalkan perawatan dan perbaikan alat-alat pemadam kebakaran khususnya fixed fire fighting appliances CO2, serta para mualim yang sebaiknya lebih memperhatikan alat-alat keselamatan terutama alat-alat pemadam kebakaran sesuai dengan prosedur, agar operasional kapal dapat berjalan dengan lancar dan keselamatan jiwa di atas kapal dapat terjaminn

    Pelaksanaan Penyimpanan Benda Sitaan Pada Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Studi Di Rupbasan Kelas I Medan)

    No full text
    Benda hasil sitaan setelah diambil alih oleh penyidik maka diperlukan sebuah tempat penyimpanan.Tempat untuk barang sitaan juga telah di atur pada KUHAP tepatnya pada Pasal 44 ayat (1) yang berbunyi “Benda sitaan disimpan dalam rumah penyimpanan benda sitaan negara”.Dan ayat (2) “Penyimpanan benda sitaan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tanggung jawab atasnya ada pada pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan dan benda tersebut di larang untuk dipergunakan oleh-siapapun juga”.Pada praktiknya di lapangan bahwa tidak jarang terjadi benda-benda sitaan yang disimpan untuk keperluan peradilan rusak ataupun hilang ketika disimpan pada Rupbasan, tentu saja hal ini terjadi karna satu dan lain hal yang berkaitan dengan hubungan sebab-akibat, bisa saja karena kurang baiknya pemeliharaan benda-benda sitaan pada Rupbasan ataupun dapat juga berupa penyalahgunaan barang bukti yang digunakan bukan untuk kepentingan peradilan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Empiris yang menggunakan sumber data Primer dan Sekunder serta menganalisis data dengan metode analisis kualitatif berupa uraian-uraian kalimat yang mudah dimengerti oleh pembaca. Berdasarkan hasil penelitian bahwapelaksanaan penyimpanan barang sitaan negara pada Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara juga berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara Pada Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI No. PAS-140.PK.02.01 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Negara Di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara, bahwa Pelaksanaan penyimpanan benda sitaan negara di Rupbasan dimulai dengan proses penerimaan, registrasi, pengklasifikasian dan penempatan benda sitaan negara, bahwa kendala yang dihadapi oleh pihak Rupbasan, yaituOver kapasitas karena lambatnya proses pelelangan, penurunan nilai jual benda akibat terlalu lama disimpan dan terjadi penyusutan, kendala mengklasifikasi benda dari Kejaksaan, kurangnya kelengkapan surat-surat terkait dengan benda sitaan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore