1,721,161 research outputs found
Integrasi Dakwah Muhammad Natsir di Indonesia
Dakwah merupakan upaya untuk menyebarluaskan Agama Islam. Dakwah Islam merupakan salah satu upaya yang positif yang dilakukan baik dengan aktivitas lisan, tulisan maupun perbuatan. Dakwah dilakukan dengan maksud menyeru, mengajak, bahkan mempengaruhi cara berpikir seseorang, cara berbicara, serta cara bersikap seseorang. Untuk itu dakwah sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia serta realitas sosial disekitarnya. Muhammad Natsir, seorang ulama dan politisi, menjadi salah satu tokoh penting dalam Sejarah dakwah di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep danwah MuhammadNatsir dan implementasinya di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah library research atau kajian pustaka, yang mana data-datanya didapatkan dari buku, jurnal, baik online ataupun offline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep dakwah Muhammad Natsir sangat komplesk dan berlandaskan pada al-Qur’an dan sunnah. Dalam konsepnya tertuang tujuan dakwah yaitu untuk melanjutkan Risalah Rasulullah dan mengembalikan manusia ke fitrahnya. Muhammad Natsir menekankan metode dakwahnya melalui hikmah, dalam pandangan Muhammad Natsir metode bi al-Hikmah merupakan pangkal dari metode dakwah yang memiliki keterkaitan dengan metode dakwah lainnya. Adapun syarat yang harus dipersiapkan bagi muballigh adalah persiapan mental, dan persiapan ilmiyah. Sedangkan implementasi dakwah Muhammad natsir di Indonesia adalah dengan didirikannya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang menjadi sarana pemberdayaan umat melalui program sosial seperti Pembangunan masjid, penyebaran da’i ke daerah terpencil dan adanya Lembaga naungan DDII yang meliputi STID Muhammad Natsir, Laznas DDII, dan Safari Hudaya
KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD NATSIR
This article examines the concept of the Islamic education curriculum according to Muhammad Natsir. This study is included in the library research category. The study method used is descriptive-analytical. The primary data in this study came from the book Capita Selecta by Muhammad Natsir. The results of this study indicate that Muhamamd Natsir has made curriculum reforms during his time. The curriculum offered by Muhammad Natsir is an integrated curriculum that integrates religious and general education as the synthesis of the current dichotomy of the Islamic education curriculum
KONSEP PENDIDIKAN INTEGRAL PERSPEKTIF MUHAMMAD NATSIR
Penelitian yang berjudul pendidikan integral di lembaga agama maupun umum dalam prespektif Muhammad Natsir, bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan integral di terapkan Muhammad Natsir di Indonesia ini. Penelitian menggunakan beberapa metode antara lain: library research,historis dan deskriptif. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian literatur dengan melalui data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan agama maupun umum. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan rohani dan jasmani. Untuk mengimplementasikan Pendidikan Integral Muhammad Natsir kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan kurikulum agama.Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara rohani dan jasmani. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama islam secara seimbang. Begitu pula dengan pesantren juga harus memasukkan pendidikan umum secara seimbang pul
Konsep pendidikan integral perspektif pemikiran pendidikan Muhammad Natsir
Penulis mengambil pemikiran Muhammad Muhammad Natsir tentang pendidikan integral sebagai pijakan atau alat analisa untuk melihat pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAl) di Indonesia. Untuk kemudian dapat memberikan suatu tawaran atau solusi dari hasil analisa yang diperoleh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: bagaimana konsep pendidikan integral perspektif pendidikan Muhammad Muhammad Natsir, bagaimana implementasi pendidikan integral perspekti Muhammad Natsir, dan mengapa pendidikan integral menurut pemikiran Muhammad Natsir harus di implementasikan. Untuk memperoleh hasil penelitian tersebut, peneliti menggunakan beberapa metode antara lain: deduktif, induktif, historis, dan kontekstual. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikrul agama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara barat dan timur. Islam hanya mengenal antagonisme antara hak dan bathil. Semua yang hak itu ia terima, biar pun datangnya dari barat, dan semua yang bathil akan ia singkirkan walaupun datangnya dari timur. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan ruhani dan jasmani. Untuk mengimplementasikan pendidikan integral Muhammad Natsir kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan kurikulum agama. Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara badan dan roh. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama Islam secara seimbang, begitu juga sekolah lembaga agama (pesantren) harus memasukkan kurikulum pendidikan nasional secara seimbang pula. Konsep pendidikan integral Muhammad Natsir ini merupakan ide untuk pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang semakin banyak kaum sekuler untuk memisahkan agama dari kehidupan. Pada dasarnya PAI saat ini masih didiskriminasikan dalam pendidikan nasional. Sehingga peran PAl tidak terlalu nampak dampaknya kepada anak didik. Oleh karenanya pendidikan integral Muhammad Natsir ini dilakukan. Dengan berlandaskan tauhid pendidikan akan integral akan berjalan
Konsep pendidikan integral studi pemikiran Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal
Penelitian yang berjudul pemikiran Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal tentang studi pendidikan Integral. Ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan integral menurut pandangan muhammad natsir dan juga konsep pendidikan integral dalam pandangan muhammad iqbal, dan juga untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut dan juga pendapat beberapa tokoh lainnya mengenai pemikiran muhammad natsir dan muhammad iqbal. Peneliti menggunakan beberapa metode antara lain: deduktif, induktif, historis, dan kontekstual. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-komperatif mengambarkan perbandigan pemikiran pendidikan integral studi terhadap pemikran muhammad natsir dan iqbal dengan melalui data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif. Setelah penelitian di selesaikan, maka dapat disimpulkan terdapat persamaan tentang konsep pendidikan integral studi pemikiran Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal tentang pendidikan integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikan agama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara barat dan timur. Islam hanya mengenal antagonisme antara hak dan bathil. Semua yang hak itu ia terima, biarpun datangnya dari barat, dan semua yang bathil akan ia singkirkan walaupun datangnya dari timur. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan rohani dan jasmani. Untuk mengimplementasikan pendidikan integral Muhammad Natsir dan Iqbal kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional, dan kurikulum agama. Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara badan danroh. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama Islam secara seimbang, begitujuga sekolah lembaga agama (pesantren) harus memasukkan kurikulum pendidikan nasional secara seimbang pula. Konsep pendidikan integral menurut Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal ini merupakan ide untuk pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang semakin banyak kaum sekuler untuk memisahkan agama dari kehidupan. Pada dasarnya PAI saat ini masih didiskriminasikan dalam pendidikan Sehingga peran PAI tidak terlalu nampak. dampaknya kepada anak didik. Oleh karenya pendidikan integral Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal ini melakukan. Dengan berlandaskan tauhid pendidikan integral akan berjalan
PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR TENTANG PERTAUTAN AGAMA DENGAN NEGARA
This article examines the thinking of Muhammad Natsir of religion and state. The aim of this study is to describe descriptively about Muhammad Natsir view the relation between religion and state in the context of Indonesia. The research method used in this research is the study of literature by searching texts relating to Muhammad Natsir and religion and the state. The sources referenced text not only from the writings directly from Muhammad Natsir are referred to as primary sources but also refers to the intellectual outlook of Muhammad Natsir which is also known as a secondary source. This study came to the conclusion that Muhammad Natsir is the figure of the intellectual and activist Indonesia in the 19th century which has been struggling for unification between religion and state in the context of Indonesia. Religion and state are two entities that should not be separated. Religion has taught widely to the public how good state. Religion loading concepts clear rule that can be used as a reference in managing government. For him the unification of religion and state is a fixed price, but do not have to do with violent means. He did not agree with the ways DI fighting Islam by means of rebellion against authority. For him, Islam is shown in the concept of the ideal state to bring peace, love not the face of violence
Konsep Pendidikan dalam Perspektif Muhammad Natsir
This study aims to determine the concept of education and Muhammad Natsir. The method used in this research is a qualitative method with a library research approach. The results of this study explain that education is something that is very important in human life. The urgency of education makes education experts give a lot of ideas in order to improve the quality of education itself. One of the national figures who cares about the world of education is Muhammad Natsir. Muhammad Natsir contributed many thoughts inorder to advance education in Indonesia. According to Natsir, education must be based on Tauhid. Eliminating monotheism in the world of education is a very big mistake and also a very big negligence. Muhammad Natsir also offers an integral direction of education. This means that in the world of education there is no longer any separation between religion and science. Islam has a concept of not separating religion and science. Separating religion and science means opening up opportunities to secularize science and also to secularize education. The integration of science will make the science in the garden bring people to know who the creator is
Konsep pendidikan Islam integral menurut Muhammad Natsir
ABSTRAK
Membincangkan pendidikan berarti membincangkan masalah diri manusia sendiri sebagai makhluk Tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah-Nya di muka bumi dalam kerangka mengabdi kepada-Nya. Pendidikan Islam dikaitkan dengan konsepsi kejadian manusia yang dari sejak awal kejadiannya sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna yang dibekali potensi hidayah akal dan ilmu, maka itu merupakan proses panjang yang tidak berkesudahan sehingga siap untuk memikul amanat Tuhan dan tanggung jawab, sepanjang dunia masih ada. Oleh sebab itu problematika pendidikan Islam yang muncul selalu complicate serumit persoalan manusia itu sendiri
Salah satu tantangan pendidikan Islam, adalah masih terjadinya dikotomi ilmu. Artinya, terjadinya pemisahan antara ilmu-ilmu dunia (‘ulum al-dunyâ) dengan ilmu-ilmu agama (‘ulum al-syar’i) yang saling menafikan satu sama lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terhadap kondisi ini, di antaranya hilangnya spirit atau semangat keagamaan, bahkan meragukan dan menganggap bahwa agama bukanlah jalan keluar untuk dapat selamat dari permasalahan duniawi dan juga diperkuat dengan adanya ketidakjelasan mengenai konsep kehidupan di akhirat kelak. Cara pandang semacam ini, jelas akan berpengaruh besar terhadap sikap seseorang dalam memandang ilmu. Di samping ilmu menjadi tidak utuh, juga menjadi bebas nilai. Untuk mengembalikan hakikat ilmu yang telah terpisah-pisah itu diperlukan adanya gerakan yang mampu menyadarkan bahwa ilmu dalam Islam itu merupakan satu kesatuan yang utuh (integral).
Berangkat dari itulah penulis kemudian ingin membahas kembali pemikiran tokoh dan intelektual muslim Indonesia yang mencoba untuk merumuskan pendidikan Islam yang sesuai dengan haparan agama, bangsa dan Negara, seperti Muhammad Natsir. Maka dari itu penulis mengambil judul Konsep Pendidikan Islam Integral Menurut Muhammad Natsir. Dengan harapan, konsepsi pendidikan Islam yang ditawarkan oleh beliau mampu menginspirasikan elemen pelaksana pendidikan dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam agar kemudian pendidikan Islam mampu menjawab tantangan globalisasi dengan tetap mendasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam.
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pemikiran Muhammad Natsir tentang Pendidikan Islam, serta Bagaimana Pemikiran Pendidikan Islam Integral Muhammad Natsir. Dari fokus masalah yang sudah disebutkan tadi, penulis mengambil langkah untuk kemudian menganalisis atau menelitinya dengan tujan mampu mengetahui, memahami, dan mampu mengambil kesimpulan dari pemikiran pendidikan Islam Integral menurut Muhammad Natsir, sehingga hasil dari telaah tersebut mampu dijadikan kontribusi dalam terselenggaranya dan berkembangnya pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis library research. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dalam rangka mencari sumber dan data yang menunjang dalam penulisan ini. Kemudian dari dokumentasi tersebut dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Deskriptif dan metode content analysis.
Dengan kerangka itu, dapat diketahui bahwa Muhammad Natsir memandang atau mengartikan Pendidikan Islam adalah suatu pimpinan jasmani dan rohani yang menuju kepada kesempurnaan dan lengkapnya sifat-sifat kemanusiaan dengan arti yang sesungguhnya. Selanjutnya yang dimaksud dengan pimpinan dalam konteks pendidikan di atas mengandung dua unsur pokok, yakni ”tujuan” yang berfungsi untuk mengarahkan proses pendidikan dan unsur ”satu asas” sebagai tempat mendasarkannya, maka akan sia-sialah tiap-tiap pimpinan itu apabila ketinggalan salah satu dari yang dua tersebut dari pengertian inilah tujuan yang ingin dicapai oleh Muhammad Natsir adalah untuk memperhambakan diri kepada Allah SWT dengan meletakkan Tauhid sebagai dasar pendidikan Islam.
Pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan Islam Integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikan agama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara barat dan timur. Islam hanya mengenal antagonisme antara hak dan bathil. Semua yang hak itu ia terima, biar pun datangnya dari barat, dan semua yang bathil akan ia singkirkan walaupun datangnya dari timur. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan ruhani dan jasmani.
Untuk mengimplementasikan pendidikan Islam Integral Muhammad Natsir kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan kurikulum agama. Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara badan dan roh. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama Islam secara seimbang, begitu juga sekolah lembaga agama (pesantren) harus memasukkan kurikulum pendidikan nasional secara seimbang pula.
Konsep pendidikan Islam Integral Muhammad Natsir ini merupakan ide untuk pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang semakin banyak kaum sekuler untuk memisahkan agama dari kehidupan. Pada dasarnya PAI saat ini masih didiskriminasikan dalam pendidikan nasional. Sehingga peran PAI tidak terlalu Nampak dampaknya kepada anak didik. Oleh karenya pendidikan Islam integral Muhammad Natsir ini dilakukan.
ABSTRACT
Discuss education is tantamount to discuss problems of the human person as a creature of God and His caliph on earth as a form of devotion to Him. Islamic Education in relation to the conception of human events that the human being from the very beginning it happened as God's most perfect creature. Humans also provided guidance in the form of the potential of reason and science. So that people can be ready to assume the mandate of God and responsibility even in a very long process. Therefore, the problem of Islamic education which appears always complicate the issue as complex as man himself.
One of the challenges of Islamic education today is the dichotomy of science. That is, the separation between the sciences ('ulum al-dunya) with the religious sciences (' ulum al-syar'i) who each deny one another. There are many factors that influence on these conditions, among them the loss of spiritual or religious fervor, even doubt and assume that religion is not the way out to be saved from worldly problems and also reinforced by the vagueness of the concept of life in the Hereafter. This kind of perspective, it surely will greatly affect one's attitude in looking at science. In addition to the science becomes not intact, is also a value-free. To restore the nature of science that has separated it is necessary that the movement is able to realize that the science in Islam is a unified whole (integral).
Departing from that discussed the researchers then intends to re-thinking leaders and Indonesian Muslim intellectuals who tried to formulate Islamic education in accordance with haparan religion, nation and State, namely Muhammad Natsir. Thus the writer take the title concept of Integral Islamic Education According to Muhammad Natsir. With hope, the conception of Islamic education offered by the elements he can inspire educators to develop the Islamic education for Muslim education and then be able to meet the challenges of globalization with a permanent base on the values of Islamic teaching.
Focus problem in this research is how Muhammad Natsir Thinking about Islamic Education, Islamic Education and How Integral Thought Muhammad Natsir. From a focus problem that was mentioned earlier, the researcher took steps to then analyze or examine it with tujan able to know, understand, and are able to draw conclusions from the Islamic schools of thought Integral according to Muhammad Natsir, so that the results of these studies can be used as contribution in the implementation and development of Islamic education . This study uses qualitative research methods to approach a research library. While the method of data collection method in order to find the source documentation and data that support in writing this. Then, from the documentation was analyzed by using descriptive analysis method and the method of content analysis.
With that framework, it is known that Muhammad Natsir view or interpretation of Islamic Education is a physical and spiritual leadership that leads to perfection and complete human nature with a very real sense. Next is the leader in the context of education above contains two main elements, namely "destination" which serves to direct the education process and elements of "one principle" as a place to base it, it will be in vain each miss the leadership that if one of the which two are from understanding this is the goal to be achieved by Muhammad Natsir is to enslave ourselves to Allah SWT by putting Tauhid as the basis of Islamic education.
Thought Muhammad Natsir about Integral Islamic education is the education model that combine general education and religious education, sustainability is evidenced by not polarize between west and east. Islam knows only the antagonism between the right and the false. All the rights that she received, even though it is coming from the west, and all of a false will he get rid of even coming from the east. With integral education students created a spiritual and physical importance.
To implement the Islamic education curriculum Integral Muhammad Natsir used is the national curriculum and religious curriculum. And to implement a balance between worldly life and ukhrawi, the balance between body and spirit. In general schools should incorporate Islamic religious education in a balanced way, as well as schools of religious institutions (boarding schools) must enter the national education curriculum in a balanced as well.
The concept of Integral Muhammad Natsir Islamic education is the idea for the renewal of Islamic Religious Education, which now more and more the secularists to separate religion from life. Basically PAI are still discriminated against in the national education. So the role of PAI is not too Visible impact to their students. The Islamic education karenya Muhammad Natsir integral is done
RELEVANSI PEMIKIRAN DEMOKRASI ABU’ALA AL-MAUDUDI DENGAN MUHAMMAD NATSIR
Metode demokrasi adalah suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan polittik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan dengan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. Sedangkan Al-Maududi menekankan pentingnya pemerintahan Islam sedapat mungkin mengingatkan diri dengan khalifah Ar-Rasyidin. Bentuk pemerintahan tidak dapat disamakan dengan pemerintahan moderen apapun, kategori ini di istiahkan oleh Al-Maududi dengan Teo Demokrasi, utuk menyebut pemerintahan demokrasi Ketuhanan, karena pemerintahan seperti inilah kaum muslimin diberi kedudukan terbatas dibwah kekuasaan Ketuhanan. Muhammad Natsir menghendaki demokrasi sebagai pemikiran utama karena ingin memasukkan unsur agama kedalam pemerintahan. Sedangkan istilah demokrasi yang digunakan Muhammad Natsir disebut Theistic Demokrasy artinya demokrasi berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan. Istilah Theistic Demokrasy Muhammad Natsir inilah yang ada relevansinya dengan demokrasi yang disampaikan oleh Al-Maududi dengan Teo Demokrasi
Demokrasi dalam Pemikiran Politik Muhammad Natsir (1945-1950)
Democracy is commonly discussed and often debated. Talk of democracy hasexisted since 2500 years ago in Greece , in the city of Athens . Many countries in theworld with democratic systems , including Indonesia, the largest Muslim country in theworld . This research will raise the idea of democracy offered by a politician andMuslim intellectuals , Muhammad Natsir . Natsir reject the spirit of modern democracybackgrounds Western secular culture . Because Natsir considers it is not in accordancewith the guidance and teachings of Islam . The purpose of this study are : First , analyzeand explain about democracy in the political thought of Muhammad Natsir (1945-1950). Second , the view expressed by Muhammad Natsir on Election (voting ) .The method used in this research is qualitative research analysis model isdescriptive. By collecting and interpreting the data and then analyze and examine itmore clearly as factors related to the phenomenon under investigation, in this caseliterature be related deepen the political thought of Muhammad Natsir on Democracy.Thus, this study also called library research. Based on the findings of this study showthat: First, democracy is an elaboration of the theistic Gods sovereignty and thesovereignty of the people. In the opinion of Natsir, Islam is not a full democracyadherents nor theocracy whole, Islam is Islam. And the question of democracy theisticstated by Muhammad Natsir is that the ideas of Islam in the state could accept the rulesof the secular (reason, intuition, experience), then Islam complete with relevation(revelation). Secondly, Based on democratic practices related to the General Electionthen Natsir view of the election should be carried out with a record of consensusagreement must be contained.Keywords : Political Thought , Democracy Theistic , Muhammad Natsir
- …
