702 research outputs found

    استخدام الوسائط المتعددة في تعليم اللغة العربية بمدرسة قدسية العالية قدس Istikhdaam al-wasaaith al-muta’addidah fii ta’liim al-lughoh al-‘arobiyyah bi madrasah Qudsiyyah al-aliyah qudus (Penggunaan Multimedia Dalam Pengajaran Bahasa Arab di MA Qudsiyyah Kudus)

    No full text
    Muhammad Nasrullah (3103139), Penggunaan Multimedia Dalam Pengajaran Bahasa Arab di MA Qudsiyyah Kudus, 2009, Semarang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, IAIN Walisongo. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui definisi multimedia dan penggunaannya dalam pengajaran Bahasa Arab di MA Qudsiyyah Kudus. Skripsi ini merupakan Deskriptif Kualitatif karena pokok pembahasannya bersifat lapangan dan penjelasan yang dikumpulkan berupa kalimat yang tak terhitung. Penulis mengumpulkan penjelasan dengan Metode Observasi, Interview dan Dokumentasi. Metode Observasi digunakan untuk mengetahui penerapan penggunaan multimedia dalam pengajaran bahasa arab sedangkan Metode Interview digunakan untuk mengetahui keadaan MA Qudsiyyah mulai dari sejarah berdirinya, media yang digunakan, tujuan berdirinya madrasah serta Mata Pelajaran yang diajarkan. Adapun Metode Dokumentasi digunakan untuk mengetahui dokumen-dokumen madrasah, gambar-gambar dari tata cara penggunaan multimedia pada pengajaran Bahasa Arab di MA Qudsiyyah Kudus. Penjelasan yang terkumpul dianalisis dengan Metode Induktif dan Deduktif. Metode Induktif digunakan untuk mengetahui penggunaan multimedia pada pengajaran Bahasa Arab di MA Qudsiyyah Kudus. Sedangkan Metode Deduktif digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara penerapan penggunaan multimedia dalam pengajaran Bahasa Arab di MA Qudsiyyah dengan landasan teorinya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi seeorang yang sesuai dan mau menambah cakrawala pengetahuan untuk kemajuan pengajaran bahasa ara

    The relationship between determinants of liquidity and performance of Malaysian commercial banks / Muhammad Nasrullah Mohd Rafi

    No full text
    A commercial bank is a financial institution that provides a service such as making business loans, offering an investment product, making deposit for the customers and so on. In Malaysia, there has many of commercial banks that are stable in terms of their financial performance. Even though the banking sector in Malaysia is quite good in terms of stability but there is still has an exposure that influencing the commercial bank performance. The specific macroeconomic factors such as inflation and GDP has given a huge impact on the banking sector. This is because the fluctuation of economy performance will give impact an overall of the banking sector. In banking sector, the most crucial factors are level of liquidity efficiency among commercial bank. That are so important to increase the efficiency of the commercial bank performances. The liquidity problem exists when the commercial bank has a lack of the liquid asset such as cash and others. Because of that, the performance of the commercial bank will get an impact. Because of that, the customer or depositor started to feel uncomfortable when the commercial bank begins facing a liquidity problem. In this study, we have used a secondary data. For the dependent variable, we have decided to use the return on asset. While, for the independent variable, we have used the current ratio which is to examines the liquidity positions of the commercial bank. Next, quick ratio which is to examines the short-term solvency of a commercial bank. Then, cash ratio known as an immediate ability of the commercial bank to pay off its short-term commitments. After that, we have used a macroeconomic variable such as inflation and GDP. For the research sample, we have chosen five (5) potential commercial bank in Malaysia such as CIMB Bank, Maybank, Affin Bank, RHB Bank and AmBank. For the data collection, we have collected the data from the year 2009 until 2018. In this study, there is no significant relationship between macroeconomic variables and the return on asset. While, for the liquidity ratio that divided into two (2) such as current ratio and cash ratio has a significant relationship with the return on asset

    Perbandingan penafsiran Thair Ababil antara Muhammad Abduh dengan Sayyid Quthub: kajian tafsir komparatif dalam surat al-Fil

    No full text
    Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah I ) Bagaimana penafsiran "Thair Ababil" dalam surat al-Fil menurut Muhammad Abduh 2) Bagaimana penafsiran 'Thair Ababil" dalam surat al-Fil menurut Sayyid Quthub 3) Bagaimana persamaan penafsiran Muhammad Abduh dan Sayyid Quthub 4) Bagaimana perbedaan penafsiran Muhammad Abduh dengan Sayyid Quthub. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproporsionalkan data penafsiran Muhammad Abduh dan Sayyid Quthub, sebagai wacana bagi umat islam tentang variasi-variasi penafsiran yang muncul dalam kalangan islam di zaman dulu dan sekarang, untuk bisa mengembangkan penafsiran ayat yang tidak dapat diterima masyarakat untuk dirasionalkan atau cukup dengan penafsiran yang ada. Dalam menjawab permasalahan tersebut penel itian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan menggunakan Diskri ptif-Anal isis yaitu menggambarkan atau menjelaskan penafsiran-penafsiran yang berkai tan dengan penelitian ini, kem udian membandingkan atau mengkomparasi kan penafsiran kedua mz{fasir tersebut. Langkah-langkah penelitian i ni adalah. bab I merupakan kerangka berfiki r, bab II adalah kerangka keil muan, bab Ill menyajikan data kedua penafsir beserta penduk ung-penduk ung kedua penafsi r dan menganal isa penafsi ran kedua penafsir, dan pada bab IV adalah kesimpulan. Selama bergel ut di dunia akadem is, tidak ditem ukan pem bahasan yang mendala m berupa rangk uman menjadi sebuah buk u yang tersendi ri mengenai ''Thair Ahabir dalam surat al-Fi l sebagai lalat atau nyam uk yang membawa virus sehingga mengakibatkan penyaki t cacar atau campak. Padahal ulama terdahul u dan ulama modem sudah banyak yang membahasnya dalam karya-karya mereka, bai k mereka setuju terhadap pendapat tersebut atau tidak. Dalam penulisan ini hanya dikemukakan dua nnfasir yang mewaki l i kelom pok pro dan kontra, kelompok yang pro terhadap ''71wir AhahiI" sebagai hewan terbang yang membawa virus, diwak ili oleh Muham mad Abduh, ulama yang hid upnya di Afrika merupakan daerah yang terkenal mengedepankan akal. Di kelom pok yang kontra terhadap "Thair Ahahi f' sebagai hewan terbang yang membawa vi rus, diwaki l i oleh Sayyid Quth ub yang hidup di Mesir merupakan daerah yang membawa konsep negara Islam yang ditempuh oleh kaum salaf yang shal i h yang tidak mengedepankan akal. Kesi mpulan dari penel itian i ni yait u, "71wir Abahi f' sebagai hewan yang terbang mem bawa virus meru pakan wilayah perselisi han para ulama modem h ingga sekarang. Nam un "11wir Ahahit' sebagai hewan yang terbang mem bawa v irus mcru pa kan pendapat yang memaksakan akal u nt uk d irasional kan, sebab hat it u adal ah unsur intensitas atas Perbuatan Tuhan yang l ua r biasa

    PANDANGAN ABDULLAH SAEED PADA KONSEP NASKH MANSUKH (ANALISIS SURAH AN-NUR AYAT 2)

    No full text
    PANDANGAN ABDULLAH SAEED PADA KONSEP NASKH MANSUKH (ANALISIS SURAH AN-NUR AYAT 2) Muhammad Nasrullah The theory of naskh mansukh is still a debate between scholars regarding agreement and rejection. And among scholars who agree on the concept of nasikh mansukh in the Qur’an, each has their own criteria in determining the concept of nasikh. One of the scholars who agrees is Abdullah Saeed, a contemporary commentator who offers a new method of interpreting the Qur’an, namely the contextualist method. In this paper, researchers are interested in studying the concept of nasikh mansukh according to Saeed through the problems that occur in naskh mansukh Surah An-Nur verse 2. According to Abdullah Saeed, the concept of naskh mansukh gives a very logical idea that the applicable law may experience cancellation for the sake of fulfill the needs of the people due to different conditions and situations, if in the past the Qur'an was still decreasing then the solution from Allah to meet the needs of the people was to cancel the existing law by lowering new laws or nasikh mansukh, but now that the verses of the Qur’an have been coming down, it is to fulfill the needs ummah is by reciting the Qur’an. And Abdullah Saeed made naskh mansukh as a first step to contextualize the law of the Qur’an. 12 14 2020 111 144 10.24239/al-munir.v2i02.66 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/view/66 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/download/66/47 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/download/66/4

    Participation of the Sufis of the Kokand Khanate in the Fight Against Emir Nasrullah

    No full text
    This article examines the participation of Sufis, religious leaders, ishans in the political life of the Kokand Khanate, in solving the problems of relations with the Bukhara Emirate during the reign of Emir Nasrullah and Muhammad Ali Khan, Sher Ali Khan

    PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI TATA USAHA UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI BANJARMASIN

    No full text
    The Role of Climate Organizations and motivations to improve employee performance are very important. This study aims to find out what are the factors that affect the performance of administrative staff at the Islamic University of Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin. This study uses quantitative methods, with a total sample of 60 respondents. The data analysis method used is by using multiple linear regression. The results of the study on the effect of work motivation and Organizational Climate on the performance of Administrative staff at the Islamic University of Kalimantan Banjarmasin showed the following results: The first hypothesis states the influence of motivation and Organizational Climate together have a positive influence on the performance of Administrative employees but not significant (meaningless ), The second hypothesis states that the influence of motivation partially has a positive and significant influence on the performance of administrative staff of the Islamic University of Borneo. The third hypothesis states that the influence of Organizational Climate partially has a positive and significant influence on the performance of administrative staff of the Islamic University of Kalimantan Banjarmasin not proven, because the effect is negative and not significant. So it can be concluded that only motivation has a significant effect on the performance of administrative staff of the Islamic University of Kalimantan.   Keywords: Motivation, Organizational Climate, Administrative Performanc

    Valuation of Environmental Management Standard ISO 14001: Evidence from an Emerging Market

    No full text
    ISO 14001 (Environmental Management Standard) helps corporations to build legitimacy and goodwill, and can be also viewed as an organizational response to institutional pressure to act proactively towards the environment. The purpose of this paper is to investigate how investors in the emerging country value voluntary environmental management standard ISO 14001 certification. The impact of voluntary environmental management standard ISO 14001 on market performance is still not clear. By using event study methodology, this study matched ISO-certified firms with non-certified ones based on three different matching principles that include return on assets, size, and industry. The findings indicated that investors negatively valued ISO 14001 in both the short and long run. The study recommended policy implications for managers, policy makers, and non-government organizations

    Comparison between 4 minutes and 8 minutes of resting interval on sprinting performance among adolescent athletes / Muhammad Nasrullah Nazri

    No full text
    The purpose of this study is to compare the differences between 4 minutes of rest interval and 8 minutes of resting interval on sprinting performance among adolescent athletes. A total of thirteen subjects (N=13) of Selangor Sports School athletic athletes was selected through purposive sampling. This study compared the differences between 4 minutes and 8 minutes of rest interval on sprinting performances. On the first day session, all of the subjects performed the plyometric (Post-activation Potentiation) exercise which is the athletes performed 3 sets of 10 alternate-leg bounds (5 contacts per leg per set), with 25 seconds each set recovery time with 4 minutes of rest interval after completed the 3 sets. The 30 meter sprint time was measured with a handheld stopwatch immediately after 4 minutes of the rest interval. On the second day session of this study, the same method was used for 8 minutes of rest interval on sprinting performance. Paired Sample T-test was used to analyze the data between 4 minutes and 8 minutes of rest interval on sprinting performance. The hypothesis was significant differences between 4 minutes and 8 minutes of rest interval after Post Activation Potentiation activities on sprinting performance (M=0.08, sd=0.03). The overall result also indicated that 4 minutes of rest interval on sprinting (M=4.22, sd = 0.10) was better than 8 minutes of rest interval on sprinting (M=4.31, sd = 0.11). Hence, from this study, the result can conclude 4 minutes of rest interval has been associated with better muscular explosives and helps in improving the sprinting performance

    Gaya Komunikasi Asertif Ustadz Nasrullah pada Program Netizen Bertanya Ustadz Menjawab dalam Youtube @TVMU

    No full text
    Dakwah di era digital saat ini, tidak lagi terbatas pada ceramah tatap muka di masjid atau forum-forum keagamaan, melainkan telah meluas ke berbagai platform media sosial dan program berbasis daring. Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat komunikasi antar manusia menjadi lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi asertif Ustadz Nasrullah dalam menyampaikan pesan dakwah dalam program Netizen Bertanya Ustadz Menjawab di YouTube @tvMu. Fokus penelitian ini adalah pada aspek ketegasan, keteguhan, dan kesopanan mengacu pada ndicator yang dirumuskan oleh Doris Hulbert. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mengkaji bentuk-bentuk komunikasi asertif yang ditampilkan dalam tayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Nasrullah secara konsisten menerapkan gaya komunikasi asertif yang menyeimbangkan antara penyampaian yang tegas dan sikap yang santun, sehingga pesan dakwah dapat diterima secara luas oleh audiens digital

    Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)

    No full text
    Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep integrasi ilmu dari kedua tokoh tersebut, dengan fokus pada persamaan, perbedaan, serta implikasi metodologisnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang bersifat kualitatif, menganalisis karya-karya primer dan sekunder, serta pendekatan komparatif-kritis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sama-sama merespons hegemoni epistemologi Barat sekuler dan berkomitmen pada pengilmuan yang berakar pada worldview Islam, kedua pemikir ini menawarkan metodologi yang berbeda secara fundamental. Al-Attas menekankan proses “Islamisasi Ilmu” yang bersifat dekonstruktif dan bersifat mendasar (radikal). Bagi Al-Attas, Islamisasi dimulai dari purifikasi akal dan jiwa dari sekularisme, dualisme, dan unsur-unsur lain yang bertentangan dengan Tauhid, diikuti oleh pengisian kembali (infusion) dengan unsur-unsur kunci Islam (seperti Tuhan, wahyu, manusia, ilmu, dan agama) ke dalam kerangka ilmu kontemporer. Titik tolaknya adalah masalah ta‘rif (definisi) yang benar dalam bahasa Arab klasik sebagai medium konseptual Islam. Sementara itu, Al-Faruqi mengusulkan “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” melalui sebuah rencana kerja (Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan) yang lebih sistematis-operasional. Metodenya bersifat lima tahap: penguasaan disiplin ilmu modern, penguasaan warisan Islam, penentuan relevansi Islam bagi disiplin ilmu, analisis kreatif dan sintesis, serta penyebaran ilmu yang telah diislamisasi. Pendekatan Al-Faruqi lebih bersifat integratif-akomodatif terhadap ilmu modern, dengan tujuan mengarahkannya untuk mengabdi pada nilai-nilai dan tujuan Islam (maqashid syariah). Secara kritis, konsep Al-Attas dinilai lebih filosofis-metafisik dan menekankan aspek bahasa dan kebudayaan, sedangkan Al-Faruqi lebih sosiologis-pragmatis dengan kerangka yang lebih terstruktur. Keduanya saling melengkapi: Al-Attas memberikan fondasi filosofis yang kokoh, sementara Al-Faruqi menawarkan peta jalan aplikatif. Namun, keduanya juga menghadapi kritik, seperti tantangan implementasi praktis dalam struktur akademik yang mapan dan risiko simplifikasi dalam proses integrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa dialektika antara pendekatan filosofis-fundamental Al-Attas dan metodologis-operasional Al-Faruqi terus menjadi pijakan penting bagi pengembangan proyek integrasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam saat ini
    corecore