119 research outputs found
NAK Sdn Bhd: Auger Trolley / Afiqah Zahari, Muhammad Nashrullah Azemee, Muhammad Halsiff Abdul Halim
Auger Trolley is the business that officially known as machine. Our client is customers identifying as high, middle and low class who want consume product with affordable price of product. We also targeting busiest workers because we have delivery services of our product to customer home. NAK Sdn. Bhd. offers an auger trolley that give customers comfort to use the auger trolley
Penerapan Pembelajaran Bahasa Arab pada kurikulum 2013 pada Madrasah Ibtidaiyah negeri 3 Banjarmasin
Muhammad Nashrullah, 2018. Penerapan pembelajaran bahasa arab kurikulum 2013 di madhrasah ibtidaiyyah 3 Banjarmasin . Penelitian Ilmiah, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.Pembimbing pertama: Hamidi Ilhamy M.Ag. dan H. M. Kamil ramma oensyar, M. Pd
Kata Kunci: ,Penerapan Kurikulum 2013
Penelitian ini digali berdasarkan rumusan masalah meliputi, bagaimana perencanaan, penerapan, dan evaluasi pembelajaran bahasa arab pada kurikulum 2013 dan faktor-faktor yang mempengaruhi kurikulum tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran bahasa arab yang meliputi, tahap perencanaan, tahap penerapan dan tahap evaluasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kurikulum 2013 seperti kebiasaan guru, buku guru dan murid, kemampuan penilaian guru, saran prasarana serta keaktifan siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif kualitatif. Subjek penelitian ini ada satu orang guru mata pelajaran pendidikan bahasa arab madhrasah ibtidaiyyah 3 banjarmasin yaitu bapak ahmad fauzan ilmi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dokumenter, dan trigulasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, tabulasi, penyajian data, verifikasi, triangulasi dan interpretasi data dengan menggunakan analisis dekriptif kualitatif dan teknik penarikan kesimpulan secara induktif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan bahasa arab di MIN 3 Banjarmasin dengan metode yang bervariatif menerapkan pendekatan scientific secara utuh, model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
langsung, guru menggunakan penilaian autentik dan tertulis, guru menggunakan buku pelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi inti.
Kendala utama penerapan pembelajaran bahasa arab pada kurikulum 2013 di MIN 3 Banjarmasin adalah masalah buku dari segi isi dan keaktifan siswa, sarana dan prasarana yang mempengaruhi kualitas penilaian dan kemampuan penilai gur
PENERAPAN KONSEP ’URF DALAM KITAB SABILAL MUHTADIN (Kajian Terhadap Pemikiran Muhammad Arsyad Al-Banjari)
Dalam perspektif hukum Islam, Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan ulama Banjar yang banyak menghasilkan karya, baik di bidang Tauhid, Akhlak maupun Fiqh. Melalui salah satu karya monumentalnya Sabilal Muhtadin, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait pemikiran beliau tentang ‘urf. Penulis memfokuskan penelitian ini pada: 1) Konsep ‘Urf dalam hukum Islam. 2) Penerapan ‘Urf dalam kitab Sabilal Muhtadin karya Syeih Muhammad Arsyad Al Banjari. 3) Relevansi antara konsep ‘urf dalam perspektif Muhammad Arsyad al-Banjari dengan pembaharuan hokum Islam. Dengan pendekatan filsafat hukum Islam, penelitian yang sepenuhnya merupakan penelitian kualitatif ini berupaya untuk mengungkap secara sistematis pemikiran Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menggunakan pertimbangan-pertimbangan ‘urf untuk menentukan lahirnya keputusan hukum. Adapun filsafat hukum Islam yang dimaksud adalah filsafat yang menganalisis hukum Islam melalui pemikiran para pakar hukum Islam beserta konsep-konsep hukumnya secara metodis dan sistematis sehingga mendapatkan keterangan yang mendasar, atau menganalisis hukum Islam secara ilmiah dengan filsafat dan Ushul Fiqh sebagai alatnya. Selanjutnya konsep ‘urf tersebut dikaji melalui pemikiran beliau dalam kitab Sabilal Muhtadin dan sumber-sumber lain tentang ‘urf dalam buku, jurnal, serta media lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ‘Urf dalam adalah kebiasaan yang telah berulang-ulang dan berlaku secara terus-menerus dalam masyarakat. Dengan demikian, maka tercipta patokan hukum yang mengakomodir perubahan hukum, sehingga hukum dapat dijalankan dengan baik, tanpa mengurangi nilai ibadah dalam menjalankannya. Pemikiran Muhammad Arsyad al-Banjari terkait ‘‘Urf dalam kitab Sabilal Muhtadin di antaranya adalah, 1) Memakan anak wanyi (anak lebah), 2) Adab buang hajat dalam kakus (jamban), 3) Mengubur jenazah menggunakan peti mati (tabala), 4) Zakat
Tides level indicator / Mohd Rahmani Mat Akhir, Muhammad Nashrullah Faisal and Muhammad Nazhiim Ikmal Hilmi
For a people who live nearby the sea or mostly depending on the sea like fisherman and people live near the coastline are having a hard time whenever the water tides change out of expectation. Usually by day light people indicate the water tides by observe near the seashore and from nearest jetty. But whenever day turn to night, there is no precise way on how to determine and indicate the situation. Then, there will be a problem when the tides level increase suddenly. This situation may give a big problem to the villagers and people nearby. Furthermore, loading process must be done by the normal tides level and how to measured this level without any devices. Nowadays, news also aware about this situation, the news shows the world how dangerous could be if this situation has no sequel and no action be taken. By creating ‘THE TIDES LEVEL INDICATOR’, this matter will solve in no time. The tides level indicator is one of its kind projects that exist with low cost required. For actual life product will cost a lot of expenses because the equipment is in Marine specification. The idea is simple, by combining two type of project which is water level indicator and a range finder. The indication process is due to the calculation frequency feedback proportional to time measurement. By that we can determine on what level of the water tides situation at the current time. This device that had been created was easily to handle. This device will indicate five situations that will show the user if the tides condition was high, low or the tide was at the normal situation. When the tides dangerously low or high this device will give an alarm and tell a user this condition. The user can take the earlier precaution. This device will indicate the situation at the difference place that this device were place on. The range of the situation based on the situation and condition of the place. This whole project will be using a board called Arduino Uno and ultrasonic sensor as its basics equipment. The calculation programming is done by Arduino board and using an ultrasonic module sensor as the device to detect the frequency of high peak. As additional, this project can be upgraded to multiple additional devices such as solar cell, GSM moderm, LCD display and act. Furthermore this device can place at the ship to indicate the deep of the sea
The Analysis of The Interference of The English Department of UNISKA Students’ Native Language on The Pronunciation of English Monophthongs
Muhammad Rizal Nashrullah. 2015. The Analysis of The Interference of The English Department of UNISKA Students’ Native Language on The Pronunciation of English Monophthongs. Thesis, English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher’s Training. Advisor: Dr. Saifuddin Ahmad Husin, M.A.
Keywords: English monophthongs, interference, native language
The problem formulations of this research are: what kinds of sounds of students’ native language that interfere with the pronunciation of English monophthongs, what are the most difficult monophthongs to pronounce based on students’ native language, and what are the problems faced by the students in pronouncing English monophthongs.
The subject of the research is 38 students of English department of UNISKA Banjarmasin. The object is the students’ pronunciation of monophthongs.
The data of the research collected by using questionnaire, interview and pronunciation test by recording the pronunciation. All the data are analyzed by using qualitative descriptive method.
The result of this research is that each native language has different kind of sounds that interfere with the pronunciation of English monophthongs, as it follows: Only a few students who show the sound which is interfered by the native language, the sounds are [e] and [ɔ:]. The most difficult English monophthongs which are found in the test result are [ɪ], [i:], [u:], [ɔ:], [ɒ] and [ɑ:] for Banjarese Hulu; [ɪ], [i:], [e], [u:], [ɔ:], [ɒ] and [ɑ:] for Banjarese Kuala; [ɪ], [i:], [u:], [ɔ:], [ɒ] and [ɜ:] for Bakumpai. The problems faced by the students in pronouncing English monophthongs are the difference in number of monophthong sounds between English and the students’ native language, the difference between the way of English words are spelling with the way the words are pronounced, the absence of short and long vowel sounds in students’ native language, and the prior knowledge of the students about the sound production of the English words
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA TUBRUKAN MV. SELILI BARU DENGAN TB. MTS 39 SAAT OLAH GERAK DI ALUR SUNGAI SIAK
ABSTRAKSI
Fakhri, Muhammad Nashrullah. NIT. 572011137896 N, 2024, ”Analisis
penyebab terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan TB. MTS 39 saat olah
gerak di alur Sungai Siak”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Capt. Anugrah
Nur Prasetyo., M.,Si. Pembimbing II : Desy Yuli Aryani, S.Si.T., M.T.
Pada saat memasuki alur pelayaran sempit terutama ketika memasuki alur
sungai diperlukan pemahaman aturan pencegahan tubrukan dilaut (P2TL 1972).
Hal ini pernah peneliti alami ketika melaksanakan praktek laut di kapal MV.
Selili Baru. Kapal MV. Selili Baru pada saat olah gerak memasuki alur Sungai
Siak mengalami tubrukan dengan TB. MTS 39 yang sedang tender dengan
tongkang di dermaga. Hal tersebut mengakibatkan kerusakan pada lambung
buritan kanan MV. Selili Baru dan kerusakan dibagian bulwark kiri TB. MTS
39. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengidentifikasi penyebab
terjadinya tubrukan dan untuk mengetahui cara mencegah terjadi tubrukan saat
memasuki alur sungai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan disajikan secara
deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan USG
(Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas permasalahan yang
dialami oleh peneliti dan mempermudah peneliti dalam melakukan analisis
data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan TB. MTS 39 di alur Sungai yaitu
tidak terlaksana persiapan sesuai dengan prosedur yang ada, sarana dan prasana
yang kurang mendukung, kurangnya koordinasi antar kru, pemahaman kru
terhadap P2TL 1972, serta pengaruh arus yang kuat. Adapun upaya yang
dilakukan agar kejadian seperti yang dialami MV. Selili Baru tidak terulang
adalah dengan melakukan safety meeting/briefing sebelum memasuki alur,
melakukan familiarisasi mengenai tugas dan tanggung jawab kru di atas
kapal,melaksanakan dinas jaga sesuai dengan aturan 5 P2TL, melakukan
familiarisasi terhadap kondisi alur Sungai Siak, memperhatikan kondisi arus
pasang surut dan cuaca di Sungai Siak. Kesimpulan yang di dapat adalah faktor
yang menyebabkan tubrukan adalah prosedur yang tidak dilaksanakan, serta
upaya yang dilakukan agar tidak terjadi kembali adalah dengan melaksanakan
safety meeting sebelum memasuki alur sungai
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ALASAN MENUNDA PERKAWINAN BAGI PEMUDA YANG SUDAH MEMILIKI KEMAMPUAN DI KELURAHAN LANGGINI KECAMATAN BANGKINANG KOTA KABUPATEN KAMPAR
ABSTRAK
Muhammad Nashrullah (2023) : Tinjauan Hukum Islam Terhadap Alasan Menunda Perkawinan Bagi Pemuda Yang Sudah Memiliki Kemampuan Di Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar
Adapun penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh alasan menunda perkawinan bagi pemuda yang sudah memiliki kemampuan di Kelurahan Langgini Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Allah swt menciptakan manusia berpasang-pasangan dan ajaran Islam mengajarkan kepada manusia bagaimana hidup berdampingan melalui ikatan pernikahan sesuai dengan UU No. 1 tahun 1974 pasal 1 dinyatakan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin, antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian didalam ajaran Islam tidak ada yang menjadi penghalang bagi seseorang untuk menikah apabila telah memiliki kemampuan meskipun usianya masih tergolong muda, di dalam undang-undang perkawinan di Indonesia juga diatur pada UU No. 16 tahun 2019 mengatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengangkat beberapa rumusan masalah, yaitu apa yang menjadi alasan pemuda yang sudah memiliki kemampuan menunda perkawinan di Kelurahan Langgini, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap alasan pemuda yang sudah memiliki kemampuan menunda perkawinan.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan metode peneltian lapangan (field research) yang dilakukan di Kelurahan Langgini Kabupaten Kampar . Adapun yang menjadi populasi didalam penelitian ini adalah 174 orang pemuda. Jumlah sampel yang diambil 62 orang pemuda dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Mengumpulkan data dengan beberapa teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, angket dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa alasan menunda perkawinan bagi pemuda yang sudah memiliki kemampuan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu alasan finansial/ekonomi setelah menikah, ingin mengejar karir, belum menemukan jodoh, ingin membahagiakan orang tua, trauma dengan keadaan sekitar dan kurang mengetahui ilmu tentang pernikahan. Tinjauan hukum Islam terhadap alasan menunda perkawinan bagi pemuda yan sudah memiliki kemampun ialah hukum Islam melarang untuk penundaan perkawinan bahkan diharamkan apabila tidak memiliki alasan yang jelas sesuai dengan ketentuan syara‟.
Kata Kunci : Alasan Pemuda, Menunda Perkawinan, Hukum Islam, Mamp
Pelajar jana jualan lima angka menerusi Program Keusahawanan FSKM / Sarah Nadhirah Mohd Johari
Muhammad Indra Nashrullah Dwi Indratino mula berniaga pada tahun 2015 secara suka-suka. Beliauyang merupakan bekas pelajar Diploma Sains Aktuari, Fakulti Sains Komputer dan Matematik (FSKM),Universiti Teknologi MARA (UiTM), Tapah, Perak menjual baju, air mineral, roti, burger dan nasi bujang dikolej kediaman beliau, Kolej Gamma
KISAH KISAH DALAM AL QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI NILAI PENDIDIKAN ISLAM
Al qur’an diturunkan di bumi melalui nabi Muhammad tidak serta merta berisi petunjuk kepada umat manusia untuk beribadah kepada allah Swt Semata. Al qru’an diturunkan di bumi memiki banyak petunjuk dan manfaat untuk kehidupan manusia di muka bumi, salah satunya yang ada dalam isi al qur’an adalah tentang nilai nilai pendidikan yang terkandung didalamnya. dalam pembahasan jurnal ini diuraikan tentang kisah kisah dalam al qur’an dan relevansinya terhadap nilai nilai pendidikan agama islam. Jurnal ini merupakan hasil dari analisis penulis mengenai keterkaitan kisah kisah yang terdapat dalam al qur’an dengan nilai nilai pendidikan agama islam. Hasl analisis yang diperoleh dari pembahasan ini adalah nilai nilai pendidikan agama islam meliputi masalah keimanan (aqidah), masalah keislaman (syariah), dan masalah ikhsan (akhlak). Relevansi kisah kisah dalam al qur’an dengan pendidikan islam yang telah dijelaskan diatas yaitu nilai aqidah/ keimanan di surat: al baqarah ayat 155-1557, luqman ayat 13, al qamar ayat 34 dan nilai ibadah/syariah dalam surat: shafat ayat 103-107, as shad ayat 41- 44. Dan nilai pendidikan akhlak pada surat: yusuf ayat 84-87, dhuha ayat 9-11, luqman ayat 12-19. Allahab 1-5
Analisis Lafaz Tanshurullaha dalam Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Tafsir Al-Kabir
Helping others is mandatory in certain ways that one's fellow human beings can understand. But in the Qur'an Allah not only commands people to help their neighbors, Allah also commands us to help Him, there are different interpretations among ulama regarding the sentence nashrullah. In this study, the author will express the thoughts of Sayyid Qutb in his interpretation of Fi Zhilâl al-Qur'an and al-Râzi in Tafsîr al-Kabîr against lafaz nashrullah. The goal is to find out how different interpretations of lafaz nashrullah according to Sayyid Qutb and al-Râzi. The results showed that in sayyid Qutb's view, nashrullah is done by purifying the values of godliness and reviving His manhaj and shari'a. Meanwhile, according to al-Râzi nashrullah is to fight against the infidels as the Messenger of Allah did to defend Allah t and this religion of Islam from their insults and slurs. Tolong-menolong terhadap sesama merupakan hal wajib dilaksanakan dengan cara-cara tertentu yang dapat dipahami sesama manusia. Namun dalam al-Qur’an Allah tidak hanya memerintahkan manusia untuk tolong-menolong antar sesama mereka, Allah juga memerintahkan kita untuk menolong-Nya, di sini muncul perbedaan para ualam dalam menafsirkan makna kalimat nashrullah. Dalam penelitian ini penulis akan mengungkapkan pemikiran Sayyid Qutb dalam tafsirnya Fi Zhilâl al-Qur’an dan al-Râzi dalam Tafsîr al-Kabîr terhadap lafaz Nashrullah. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan penafsiran lafaz nashrullah menurut Sayyid Qutb dan al-Râzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pandangan Sayyid Qutb, nashrullah dilakukan dengan cara memurnikan kembali nilai-nilai ketauhidan dan menghidupkan kembali manhaj dan syariat-syariat-Nya. Sedangkan menurut al-Râzi nashrullah adalah melakukan peperangan melawan kaum kafir sebagaimana dilakukan Rasulullah untuk membela Allah t dan agama Islam ini dari hinaan dan cercaan mereka
- …
