44 research outputs found
Persepsi jamaah terhadap penggunaan parabahasa dan gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus (studi kasus jamaah Majelis Al-Muqorrobin Kendal)
Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti terhadap dakwah Habib Muhammad Firdaus yang berupa pembacaan kitab Maulid Simthud Durror dan sholawat. Inovasi yang ditambahkan oleh Habib Muhammad Firdaus berupa parabahasa (intonasi, kecepatan, tinggi rendah, tekanan suara dan genre musik) dan gerakan tangan dalam bersholawat. berkaitan dengan itu, Habib Muhammad Firdaus menjadikan salah satu pemacu semangat dan kecintaan untuk bersholawat dan membaca kitab Maulid muncul dalam hati masyarakat. Selain itu, alasan Habib Muhammad Firdaus adalah untuk mengajak masyarakat berbondong-bondong hadir dalam majelis maulid dan sholawat. Jamaah yang menghadiri majelis beragam, dari anak-anak, remaja, pemuda bahkan sampai orang tua. Hal tersebut juga menjadi salah satu ketertarikan peneliti meneliti persepsi dari jamaah untuk menghadiri Majelis. Untuk Menjelaskan masalah yang menjadi obyek penelitian, dijabarkan dalam satu rumusan masalah, yaitu: bagaimana persepsi jamaah Majelis Al-Muqorrobin Kendal terhadap penggunaan Parabahasa dan Gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus?. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui persepsi Jamaah Al-Muqorrobin Kendal terhadap penggunaan parabahasa dan gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penentuan informan dalam penelitian menggunakan teknik random sampling snowball.
Hasil dari penelitian menunjukkan persepsi jamaah Majelis Al-Muqorrobin Kendal terhadap dakwah Habib Muhammad Firdaus yang menggunakan parabahasa, menunjukkan tanggapan, pendapat dan penilaian jamaah cukup positif terhadap inovasi yang dilakukan Habib Muhammad Firdaus dalam dakwahnya. Dilihat dari jamaah ikut melantunkan sholawat. Semenjak tahun 2012 jamaah yang hadir dari beberapa golongan seperti: anak-anak, remaja bahkan sampai orang tua. Berkaitan dengan gerakan tangan yang dilakukan terkadang disalahgunakan hingga terkesan seperti berjoget. Sesuai dengan peryataan 9 informan menyatakan tanggapan, pendapat dan penilaian terhadap penggunaan parabahasa adalah positif, terlihat dari hasil wawancara yang menunjukkan efektif dan 1 di antaranya mengungkap¬kan cukup efektif dengan kondisi dan situasi dizaman sekarang. Dari sisi menggerakkan tangan 5 informan menyatakan tanggapan, pendapat dan penilaian yang positif, terlihat darihasil wawancara yang mengungkapkan efektif dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus, sedangkan 2 menyatakan terkadang efektif terkadang juga tidak efektif dan 3 lainnya menyatakan tidak efektif dengan situasi dan kondisi zaman sekarang
Profil Kemampuan Memecahkan Masalah Peserta Didik MA Darul Muqorrobin pada Pembelajaran Biologi
This study aims to describe the problem-solving ability profile of students in biology learning at MA Darul Muqorrobin. This research is descriptive qualitative with the technique of collecting data which is netted with a problem-solving ability test in biology learning. The subject in this study is students of class X MA Darul Muqorrobin for the academic year 2021/2022, totaling 53 people. Generally, the problem solving ability of students in biology learning at MA Darul Muqorrobin is in poor criteria where the indicators of understanding the problem are 51% (not good), designing problem solving 32% (not good), implementing problem solving 38% (not good) and recheck the troubleshooting result of 37% (not good). To improve problem-solving skills in biology learning, teachers need to apply problem-based learning models and media and create a learning environment that supports problem-solving methods that can increase students' learning activities, motivation and cognitive abilities
Implementasi pembacaan sholawat maulid ad-diba’i teradap ketenangan jiwa pada mahasiswa di Masjid Al-muqorrobin
Mahasiswa merupakan fase ketika seseorang sedang mengenyam pendidikan secara formal di perguruan tinggi tertentu baik universitas, sekolah tinggi, politeknik ataupun institut. Mahasiswa termasuk ke dalam tahap perkembangan dengan rentang usia 18 sampai 25 tahun. Tahap ini dikategorikan pada remaja akhir dan dewasa. Pada fase ini secara sadar terdapat tuntutan perkembangan yang bergerak menuju sesuatu yang lebih kompleks dan besar, contohnya hubungan antar teman, pengembangan pemikiran dan mindset, dan lama lama akan mengakibatkan perubahan secara konsisten pada diri seseorang entah menjadi lebih baik atau justru sebaliknya. Keadaan seperti ini mahasiswa perlu untuk membangun ketenangan jiwanya untuk mengarahkan perkembangannya kearah yang lebih baik. Penelitian ini berjudul “Implementasi Pembacaan Sholawat Maulid Ad-Diba'i Terhadap Ketenangan Jiwa Pada Mahasiswa Di Masjid Al-Muqorrobin” Kegiatan pembacaan maulid ad-diba'i yang merupakan kegiatan keagamaan dipadukan dengan alunan nada indah yang dapat menjadi sarana bagi mahasiswa sebagai pemenuhan kebutuhan rohani dalam menghadapi tuntutan pada fase perkembangan. Pembacaan sholawat sebagai upaya menumbuhkan ketenangan jiwa dengan pengenalan nilai nilai agama
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah semua data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan juga penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan pembacaan sholawat maulid ad-diba’i di masjid Al-muqorrobin, dan menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti pembacaan sholawat maulid ad-diba’i di masjid Al-muqorrobin mengalami perasaan perasaan dan lingkungan yang dapat membangun ketenangan jiwa seperti ketenangan, kebahagiaan, rasa optimis, mengingat allah dan mendapat lingkungan pertemanan yang baik
Strategi Ta’mir Masjid Al-Azhar Permata Puri Ngaliyan Semarang dalam peningkatan jumlah jamaah majelis taklim Muqorrobin
Penelitian ini disusun oleh May Linda (1501036051) dengan judul: Strategi Takmir Masjid al-Azhar Permata Puri Ngaliyan Semarang dalam Peningkatan Jumlah Jamaah Pengajian Majelis Taklim Muqorrobin. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Strategi Takmir Masjid al-Azhar Permata Puri Ngaliyan Semarang dalam Peningkatan Jumlah Jamaah Pengajian Majelis Taklim Muqorrobin. 2) Apa faktor pendukung dan penghambat Takmir Masjid al-Azhar Permata Puri Ngaliyan Semarang dalam peningkatan jumlah Jamaah Majelis Ta’lim Muqorrobin.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari hasil wawancara kepada Takmir dan pengurus majelis taklim muqorrobin di Masjid al-Azhar dan sumber data sekunder diperoleh dari data pendukung terkait dengan dokumen-dokumen masjid al-Azhar dan majelis taklim muqorrobin, dan foto-foto yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengambilan data yang dilakukan peneliti melalui hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi takmir masjid al-Azhar Permata Puri Ngaliyan Semarang dalam peningkatan jumlah jamaah pengajian majelis taklim muqorrobin melalui beberapa langkah strategi, yaitu: a) Melalui Program Kegiatan, yaitu : Kegiatan ibadah sosial diantaranya : 1) Melalui Kegiatan Amaliyah, 2) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 3) Memperingati Hari Raya Idul Adha. Kegiatan Pendidikan diantaranya : 1) Melalui pembacaan surat-surat al-Qur’an, 2) Yasin dan Tahlil, 3) Bacaan Diba’ 4) BTA (Belajar Tulis al-Qur’an), 5) Ceramah, b) Melalui Media Massa, yaitu: Media Cetak dan Media Sosial, c) Melalui Sebar Proposal, d) Melalui Motivasi Kesadaran kepada Jamaah. Faktor Pendukung: 1) Motivasi dan pengertian yang diberikan takmir kepada pengurus majelis dan ibu-ibu jamaah dalam melaksanakan kegiatan untuk saling mendukung dan mensukseskan acara kegiatan majelis taklim. 2) Hubungan antara takmir masjid, pengurus majelis taklim dan jamaah ibu-ibu dalam membantu kegiatan Majelis Taklim Muqorrobin saling bahu membahu dalam pelaksanaan kegiatan majelis, baik memberikan sebuah gagasan (pikiran) maupun tenaga. 3) Kerjasama antar pengurus yang baik dalam mengkoordinasikan kegiatan kepada jamaah ibu-ibu. 4) Dukungan dari masyarakat dan ustadz ustadzah yang domisili di sekitar masjid al-Azhar dalam proses kemajuan kegiatan keagamaan yang ada di wilayah masjid al-Azhar Permata Puri Ngaliyan Semarang. 5) Berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh takmir dan pengurus majelis menjadikan bertambahnya semangat jamaah ibu-ibu dalam mengikuti kegiatan majelis, karena kegiatan yang diadakan sangat bervariasi dan tidak monoton. Faktor Penghambat: 1) Keterbatasan waktu karena banyak ibu-ibu yang sibuk sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam membagi waktu dengan kegiatan di rumah. 2) Faktor usia yang mungkin sudah tidak sekuat masa mudanya yang mengeluhkan akan jarak dari rumah ke masjid untuk wilayah permata puri bawah. 3) Kepribadian jamaah dalam memahami dan mengikuti kegiatan keagamaan. 4) Kondisi atau keadaan cuaca yang kurang mendukung
Manajemen wakaf tanah makam oleh yayasan rukun Kifayah Al Muqorrobin Denpasar perspektif Undang-undang nomor 41 tahun 2004 Tentang Wakaf
مستخلص البحث
أنها واحدة من النموذج المثالي للعبادة. وذلك لأن الوقف ليس عنصر الإخلاص يجب أن تبقى على أهبة الاستعداد، لأن الوقف هو فهم الملكية (للالوقف الهواء) التي الصدقات الفوائد المناسبة للخير بعبارة أخرى، اتخذت الوقف الجذرية وأصبح تقليدا المسلمين في أي مكان، وليس باستثناء إندونيسيا وأصبحت هذه المؤسسة واحدة من دعم تنمية المجتمع.
وقد تقدما ملحوظا في إندونيسيا من قبل تدشين القانون رقم 41 لسنة 2004 بشأن الأوقاف. على الرغم من أن الممارسة لكل واكفان موجودة بالفعل قبل تنصيب القانون، وكذلك ما حدث في مؤسسة كفيا المقربين دينباسار. وتشارك المؤسسة في الاجتماعية مع إدارة وقف قبر الأرض وتطويره ليكون كبيرا. القضايا التي تمت مناقشتها في هذه الأطروحة هو عن أسباب كفاية روكون آل الأساس لإدارة الأوقاف المقابر وكيف يمكن لنظام إدارة هذه المؤسسة في استعراض قانون - قانون رقم 41 لسنة 2004 بشأن الأوقاف.
مؤسسة السبب كفاية روكون آل دينباسار إدارة الأوقاف المقابر هو شكل من أشكال تنفيذ ولاية من الأراضي الوقفية واقف أكام لذلك يمكن استخدامها كوسيلة لتمكين الشعب وتدار مع الإدارة الملائمة للتشريع، فضلا عن رؤية ومهمة تشكيل المؤسسة وتعزيز الوحدة وحدوية RKI / RWM / الجمعية في ممارسة تعاليم الإسلام من أجل تحقيق مجتمع آمن، والهدوء والسلمية، الروحية والمادية، وفي الله وتقديم التوجيه والإرشاد للمسلمين في تحقيق الحياة الدينية وتحسين النشاط والإسلامية الوئام بين الأديان في تعزيز الوحدة الوطنية.
التبرعات لإدارة الأراضي في الأساس عمود قبر الكفاية آل دينباسار بالفعل منظمة تنظيما جيدا جدا، بدءا من التخطيط والتنظيم والتنفيذ والرصد. في تنفيذ هو أيضا لا يخلو من قانون نظام القانون رقم 41 لسنة 2004 بشأن الوقف حتى لا يكون هناك أي مشكلة في تطبيق القانون.
ABSTRACT
As one of the worship that not only benefits personally but also socially is waqf, waqf is considered as one of the perfect forms of worship. This is because in waqf there is an element of ignorance that must be kept in guard, because waqf is an understanding of wakif property (beneficiary) that provides benefits to goodness In other words, the Wakaf has been rooted and became the tradition of Muslims everywhere, not to mention in Indonesia, this institution has become one of the supporting community development.
The advancement of evacuees in Indonesia is marked by the inauguration of law number 41 of 2004 on waqf. Even though the practice of preachers existed before the law was inaugurated as was the case in the Rukun Kifayah Al Muqorrobin Foundation of Denpasar. The foundation is engaged in social affairs by managing the grave land waqf and developing it to be great. The issues discussed in this thesis are about the reasons for the Rukun Kifayah Al Muqorrobin Foundation to administer the grave land waqf and how the management system of this foundation is reviewed from UU Number 41 Year 2004 on waqf.
The reason for the foundation of Kifayah Al Muqorrobin Denpasar to manage the tomb of wakaf is as a form of execution of trust from wakif so that wakaf tanah akam can be used as a means of empowering the people and managed by lawful management and run the vision and mission of establishing the Foundations Association and The RKI / RWM / Ta'lim Assembly in practicing the teachings of Islam in order to create a peaceful, peaceful, spiritual and physical life of the society, and to be ridhoi by Allah SWT and to provide guidance and guidance to the Muslims in the realization of religion and to enhance the activities of islamiyah ukhuwah as well as interfaith harmony in strengthening unity and unity of the nation.
Management of the tomb raising management at the foundation of kifayah al muqorrobin Denpasar has been well-organized, ranging from planning, organizing, implementing and monitoring. In its implementation also can not be separated from the system of legislation namely the law number 41 Year 2004 About Waqf so there is no legal issue in its implementation.
ABSTRAK
Sebagai salah satu ibadah yang tidak hanya menguntungkan secara personal namun juga secara sosial adalah wakaf, wakaf dinilai sebagai salah satu bentuk ibadah yang sempurna. Hal ini dikarenakan dalam wakaf ada unsur keiklasan yang harus tetap di jaga, karena wakaf merupakan pemahaman terhadap harta benda wakif (orang yang berwakaf) yang menyedekahkan manfaatnya untuk kebaikan Dengan kata lain, Wakaf telah mengakar dan menjadi tradisi umat Islam dimanapun juga, tidak terkecuaali di Indonesia, lembaga ini telah menjadi salah satu penunjang perkembangan masyarakat.
Kemaajuan perwakafan di Indonesia ditandai dengan diresmikannya undang–undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf. Sekalipun praktik perwakafan sudah ada sebelumm diresmikannya undang – undang tersebut seperti halnya yang terjadi di Yayasan Rukun Kifayah Al Muqorrobin Denpasar. Yayasan ini bergerak dibidang sosial dengan mengelola wakaf tanah makam dan mengembangkannya menjadi besar. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah tentang alasan Yayasan Rukun Kifayah Al Muqorrobin ini untuk menglola wakaf tanah makam dan bagaimana system manajemen dari yayasan ini di tinjau dari undang – undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf.
Alasan Yayasan Rukun Kifayah Al Muqorrobin Denpasar mengelola wakaf tanah makam adalah sebagai bentuk pelaksanaan amanah dari wakif supaya wakaf tanah akam tersebut bisa di gunakan sebagai sarana pemberdayaan umat dan dikelola dengan manajeman yang sesuai undang –undang serta menjalankan visi dan misi terbentuknya yayasan yakni Menggalang Persatuan dan Kesatuan RKI/RWM/Majelis Ta’lim dalam mengamalkan ajaran Islam demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tentram, damai rohaniah dan jasmaniah dan di ridhoi oleh Allah SWT dan Memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat islam dalam mewujudkan kehiduoan beragama dan meningkatkan kegiatan ukhuwah islamiyah serta kerukunan antar umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Manajemen pengelolaan wakaf tanah makam di yayasan rukun kifayah al muqorrobin Denpasar sudah terorganisir dengan sangat baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Dalam pelaksanaanya juga tidak lepas dari system perundang-undangan yakni undang-undang nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf sehingga tidak ada permasalahan hukum dalam pelaksananya
’IBAD PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB (Analisis Semantik Terhadap Tafsir Al-Misbah)
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “’Ibad Perspektif Quraish Shihab (Analisis Semantik Terhadap Tafsir Al-Misbah)” ini ditulis oleh Muhamad Rizal Hasani Muqorrobin, NIM. 17301153035, Fakultas Ushuluddi, Adab dan Dakwah jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, pembimbing Fardan Mahmudatul Imamah, S.Th.I, M.A.
Al-Qur’an merupakan kitab yang tidak akan habis untuk ditafsirkan, bahasanya selalu kaya untuk diinterprestasi baru. Darinya telah bermunculan berbagai kitab tafsir, dan terus berlangsungnya penafsiran. Salah satu kitab tafsir yang fenomenal adalah Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab.
Pokok dari skripsi yang tersaji dalam rumusan masalah ini adalah pertama, bagaimana Quraish Shihab menafsirkan kata ‘ibad ? kedua, Argumen apa saja yang dibangun oleh Quraish Shihab dalam menafsiri kata ‘ibad?
Didalam menafsirkan kata ‘ibad yang akan penulis teliti, M. Quraish Shihab menyatakan bahwa kata itu digunakan hamba-hamba-Nya yang taat atau yang menyesali kesalahan-kesalahannya.
Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitif. Dalam pemaknaannya terhadap kata ‘ibad, Quraish Shihab mendasarkan pendapatnya kepada pendapat-pendapat pendahulunya, seperti: Muhammad Abduh dan Thaba’thaba’I yang kemudian memengaruhi penafsirannya. Kemudian, ia juga menggunakan analisisnya sendiri terhadap isi kandungan al-Qur’an, sehingga semakin mengukuhkan argumennya.
Kata kunci: ‘Ibad, Perspektif, M. Quraish Shiha
The understanding of anthropocentrism Hadith concerning Ahlul Bait (study of habib cult in Jam’iyyah Al-Muqorrobin in Kendal)
Muslims in understanding the Ahlul Baīt or descent of
Prophet Muhammad often have differences. In this case, the followers of the Prophet Muhammad or called "Jamiyah Solawat" scattered in various areas to be a factor in the differences in the meaning and understanding. Especially in understanding the cult of the "Habib". Habib as a descendant of Muhammad, in some Muslim society considered a sacred creature and is guaranteed to go to heaven, because there is a prophet blood in their body. And that was nearby and love Habib will participate also go to heaven. So it make a
reaction that is "love". Even from writer views, this love often even the love that disproportionate. That is a love-cult are unfounded. For that determines whether or not the human to go to heaven is only Allah SWT.
Habib cult phenomenon which is becoming a tradition and
less proportional understanding in this Muslim society are very worthy of being studied. Because, in the understanding of Ahlul Baīt (Habib) there are some ḥadīth that talk about it and there are a lot of descriptions about who is the Ahlul Bait, the task of Ahlul Bait, and others. From those ḥadīth, the writer intends to learn the motives and
the content of the ḥadīth in depth, so as to clarify the study of the culthabib diverse in Muslim society. The writer tries to analyze the Ḥadīth antrhopocentrism understanding of the Ahlul Bait, The relationship between the Ahlul Baīt and Habib in the Ḥadīth, and the factors that cause the cult in the Muslim society In addition, there are some problems that can be formulated by the writer such as: first, what is the concept of Ahlul Baīt and Habib. Second, howis the quality of the ḥadīth related Ahlul Baīt and how is understanding and attitute of Ahlul Baīt according to
Jam’iyyah al-Muqorrobin at Kendal. The writer takes the locus studies at Al-Muqorrobin Jam'iyyah Kendal about this reseach. This reseach used a qualitative approach, that the assessment of the issues reseached will generate descriptive data, or in other words, this reseach selected a collection of descriptive data contained in the form of reports and descriptions. A qualitative approach consideres credible to learn this case, because things were observed directly related to the actual problems facing society today. Jam'iyah Muqorribin in kendal that made the object of this
study, the writer intend to get the expected description of how attitudes and understanding of Habib, how the cult who have been entrenched in the Muslim society, particularly in Jam'iyah muqorrobin Kendal.
After doing research, there is a description and analysis
presented in the chapters in this paper. It can be deduced that: first, the Ulama have a different understanding of the Ahlul Bait. Some interpret: Ummahatul mu'minin or wives of the Prophet Muhammad. There also interpret that Ahlul Baīt is limited to Ahlul Kisa (Muhammad, Siti Fatimah, 'Ali bin Abi Talib, al-Hasan and al-Husain and the wife of the Prophet). Then Qoul Mu'tamad (great interpet) revealed that the Ahlul Baīt are the wives of the Prophet and the Ahlul
Kisa. The Meaning of Ahlul Baīt includes two items, namely Ahlul Aba (Muhammad, Siti Fatimah, 'Ali bin Abi Talib, al-Hasan and al- Husayn) and the wife of the Prophet Muhammad. It is an interpretation Mu'tamad and can be used as the basic principle. Secondly, based the Tahrijul Ḥadīth, the the quality about thaqalayn is hasan, while the quality about Safinah is dlo'if, and the Nujum also dlo'if quality. Based on field data, it is known that the factors that
influence people understand to cause cult is: First, take Habib in animportant position as a manager or leader. Second, the communication system built by Habib is one-way communication. Third, Al- Jam'iyyah Muqorrobin based in Kendal is the Java society with a culture or a tradition of respect older people. Fourth, the myth of understanding Habib spread in the Muslim society
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR PERMAINAN FUTSAL PADA SMP PLUS RAUDLATUL MUQORROBIN KALISAT
Permainan futsal adalah permainan yang sangat cepat dan dinamis.
Permainan futsal sama dengan sepak bola, yang membedakan dari kedua
permainan ini adalah jumlah pemain, ukuran bola, ukuran lapangan danada
beberapa teknik dasar jugavyang berbeda (Narlan dan Juniar, 2017). Keterampilan
teknik dasar perlu dilakukan pengukuran sebagai bagian darievaluasi pemain futsal,
instrumen atau alat ukur yang dibutuhkan harus mengacu sesuai dengan karakteristik
teknik dasar yang mendukung permainan futsal (Narlan et al., 2017). Seringkali
mengukur kemampuan teknik dalam permainan futsal masih mengadopsi instrumen
dari tes keterampilan sepakbola. Namun hal tersebutdirasa kurang tepat dilakukan
karena karakteristiknya tidak sesuai diantaranya: waktu, tingkat dan jarak
kesulitannya harus sesuai dengan permainan yang sesungguhnya (Narlan et al.,
2017). Mengacu pada pendapat tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis
kemampuan dalam teknik dasar permainan futsal,selain itu menurut observasi
dilapangan belum pernah dilakukan tes keterampilanteknik dasar futsal. Berdasarkan
permasalahan diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
“Bagaimana keterampilan teknik dasar permainan futsal?” Berdasarkan data
Distribusi Frekuensi di atas dapat didiskripsikan sebanyak 3orang siswa atau
13,63% memiliki keterampilan futsal kategori Baik,12 orang siswa atau 54,5%
memiliki keterampilan kategori Cukup, 6 orang siswa atau 27,2% memiliki
keterampilan kategori kurang, 1 orang siswa atau 4,4% memilikiketerampilan
kurang sekali. Dari hasil serta pembahasan penelitian yang peneliti sudah jabarkan
diatas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa: kemampuan smash siswa-siswiSMP
Plus Raudlotul Muqorrobin Dusun Kalisat Utara, Kecamatan Kalisat, Kabupaten
Jember memperoleh hasil kurang untuk keterampilan dasar futsal, dengan demikian
maka perlu peningkatan dalam latihan keterampilan futsal.
Kata kunci: analisis keterampilan futsa
Efforts to Prevent Radicalism through Studying the Book of Mafahim Yajibu An-Tushohhah at the Darul Muqorrobin Kendal Islamic Boarding School, Central Java, Indonesia
Radicalism is a serious threat that has a broad impact on social order, security and societal stability. Acts of radicalism are often associated with violence and intolerance towards differences of opinion and belief, which can trigger social conflict and threaten the values of diversity and unity of the country. Therefore, effective preventive efforts are very necessary to overcome radicalism, especially among the younger generation. This study focuses on the Darul Muqorrobin Kendal Islamic Boarding School, Central Java, and investigates efforts to prevent radicalism among students through a study of the book Mafahim Yajibu An-Tushohhah. This research uses a descriptive qualitative approach that is exploratory and evaluative. Primary and secondary data were obtained through literature reviews, documentation studies, interviews and observations. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the book Mafahim Yajibu An-Tushohhah plays an important role in preventing the spread of radicalism among students at the Darul Muqorrobin Islamic Boarding School, Kendal, Central Java. This book provides a comprehensive understanding of moderate Islamic teachings, which significantly protects students from the influence of radical ideology
