13 research outputs found

    Laduni Science On Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective

    No full text
    Abstract This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrational. Keywords: laduni science, Muhammad Luthfi Ghozali, rational, mystical Abstrak Artikel ini membahas tentang ilmu laduni dan cara-cara mendapatkannya. Ilmu laduni umumnya dipahami sebagai ilmu mistik yang tidak mungkin diperoleh kecuali oleh sebagian kecil orang. Ilmu ini kerapkali dihubungkan dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses yang mendahuluinya. Muhammad Luthfi Ghozali membantah anggapan tersebut dengan mengajukan argumentasi logis, rasional serta tetap berpegang pada naṣ Al-Qur’an dan hadits. Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa ilmu laduni memiliki mekanisme rasional. Mereka yang memahami substansi ilmu laduni dan membangun mekanisme sebab akan mungkin untuk mendapatkan ilmu ini. Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali ini mendudukkan pemahaman tentang ilmu laduni yang seolah mistik dan tidak rasional. Kata kunci: ilmu laduni, Muhammad Luthfi Ghozali, rasional, mistik

    ILMU LADUNI SEBAGAI SYARAT MURSYID THARIQAH (Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali tentang Pemimpin Tasawuf)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya anggapan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pesantren bahwa ilmu laduni merupakan ilmu yang didatangkan secara langsung tanpa proses yang mendahului. Bahkan sudah menjadi anggapan umum, bila ilmu laduni dikaitkan dengan hal supranatural, mistis, takhayyul serta kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu diluar nalar atau yang lebih populer dengan istilah “yukha riq al-‘a dah”. Anggapan lain menyebut bahwa ilmu ini hanya bisa diperoleh oleh seorang wali. Di sisi lain, tugas manusia sebagai kholifah di bumi dianggap sebagai tugas mutlak yang diemban oleh semua makhluk yang ditakdirkan menjadi manusia. Akan tetapi pada kenyataannya, banyak manusia yang menunjukkan perilaku dan sikap yang bertentangan bahkan bertolak belakang dengan tugasnya sebagai kholifah di bumi. Penelitian ini dikhususkan pada pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali. Sebagai pemerhati, ahli sekaligus praktisi dalam dunia tasawuf, ia memiliki pemahaman yang berbeda dari pandangan ilmuan muslim lain dalam hal ilmu laduni. Ia menganggap bahwa ilmu laduni merupakan ilmu pemberian langsung atau ilmu yang diwariskan oleh orang yang terlebih dahulu mendapatkannya dari pewarisnya. Menurutnya semua orang bisa memperolehnya asal mau membangun sebab diperolehnya, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah takwa, nubuwwah atau walayah dan ilmu yang diwariskan. Berkenaan dengan kholifah bumi, Luthfi Ghozali memahaminya sebagai guru mursyid thariqah, yang membidani kelahiran kedua bagi anak asuhnya. Ia merupakan penunjukan secara langsung oleh sistem ilahiyyah, bukan hasil pemilihan secara aklamasi oleh suatu organisasi thariqah. Guru mursyid memiliki tugas untuk mendiagnosa penyakit anak asuhnya dan memberikan solusi yang tepat baginya. Oleh karena itu, Luthfi Ghozali mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana konsep ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 2) Bagaimana cara memperoleh ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 3) Bagaimana konsep khalifah bumi menurut Luthfi Ghozali dan mengapa ia mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah? Manfaat dari penelitian ini dibedakan menjadi dua, yakni secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih bagi perkembangan khazanah ilmu tasawuf terutama yang berkenaan dengan ilmu laduni, cara memperolehnya dan mursyid thariqah yang dipahami Luthfi Ghozali sebagai kholifah bumi. Adapun secara praktis penelitian ini bermanfaat untuk para akademisi sebagai rujukan, bahan bagi jurusan tasawuf dan studi islam sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum maupun bidang kajian konsentrasinya, rujukan sekaligus perenungan bagi para praktisi tasawuf dalam pengembaraan spiritualnya, serta pijakan bagi para peneliti untuk melakukan penelitian berikutnya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang menitikberatkan pada upaya menggali dan melakukan telaah buku, serta literatur secara mendalam. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara, sementara analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis isi (content analysis). Temuan penelitian dalam disertasi ini adalah 1) ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali merupakan ilmu pemberian atau warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan dari pendahulunya, berupa ilham spontan yang memancar dari dalam hati kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan melalui akal dan fikiran. 2) ilmu laduni bisa diperoleh dengan membangun sebab didapatkannya ilmu laduni, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah taqwa, proses nubuwwah atau wala>yah dan ilmu yang diwariskan. 3) konsep kholifah bumi dalam pandangan Muhammad Luthfi Ghozali adalah para guru mursyid thariqah, yakni para orangtua asuh sejati, bapak ruhaniyah, yang membidani kelahiran kedua dan pembimbing perjalanan dalam pengembaraan ruhani murid-muridnya. Tugas utamanya adalah mendiagnosa penyakit anak muridnya, memberikan solusi yang tepat baginya dan membidani kelahiran kedua. Sistem pengangkatannya bersifat ghaib melalui sistem ilahiyah, bukan pemilihan aklamasi organisasi thariqah tertentu. Indikatornya selalu memberi manfaat kepada sesama, saat memandangnya tergerak hati untuk mengingat Allah, mengingat dosa dan kemaksiatan. Oleh karena tugasnya bersifat ruhani dan ghaib, mursyid thariqah dibekali dengan ilmu laduni, yang mana Luthfi Ghozali menjadikannya sebagai syarat yang mesti dimiliki seorang mursyid thariqah. Kata Kunci: Ilmu Laduni, Mursyid Thariqa

    LADUNI SCIENCE ON MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI’S PERSPECTIVE

    No full text
    This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrationa

    PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII MTS AL-GHOZALI TAHUN AJARAN 2020/2021

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VII MTs Al-Ghozali Tahun Ajaran 2020/2021. Ditulis oleh Risa Lailatuzzahro, NIM: 12202173051, Dosen Pembimbing: Muhammad Musthofa Luthfi, M.Pd.I,. Kata Kunci: Media Audio Visual, Ketrampilan Berbicara. Penelitian ini di latar belakangi oleh jarangnya penggunaan alat bantu pembelajaran dengan media audio visual dalam pembelajaran di dalam kelas, serta sarana dan prasarana yang sudah tersedia namun tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Sementara siswa lebih menyenangi pembelajaran dengan menggunakan berbagai media, seperti dengan penggunaan media audio visual. Di Mts Al-Ghozali sedang mengalami permasalahan dalam pembelajaran khususnya bahasa Arab. Hal ini karena pembelajaran seperti ini merupakan pembelajaran yang memerlukan adaptasi dengan pengenalan-pengenalan bagaimana cara pelafalan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa saja jenis media audio visual yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas VII MTs Al-Ghozali Tahun Ajaran 2020/2021? 2) Bagaimana penggunaan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas VII MTs Al-Ghozali Tahun Ajaran 2020/2021? 3) Apa saja kendala dan solusi dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas VII MTs Al-Ghozali Tahun Ajaran 2020/2021? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data dan deduksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Jenis media audio visual yang digunakan di MTs Al-Ghozali adalah video. 2) Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran ketrampilan berbicara yaitu persiapan alat, menyiapkan materi, pencarian materi di youtube yang sesuai dengan buku pelajaran, menirukan yang diucapkan oleh guru, tes kemampuan siswa. 3) Adapun kendala dalam penggunaan media audio visual adalah: membutuhkan waktu yang lama, membutuhkan penjelasan ulang, materi yang di dapat dari youtube memakan banyak kuota, materi yang disajikan hanya gambaran singkat. Solusi dalam mengatasi kendala tersebut adalah: mengulangi materi yang telah disampaikan, siswa yang sudah mampu ditekankan untuk mengajari temannya, dan siswa yang kemampuannya rendah diajarkan lagi secara mandir

    Percikan samudra hikmah: syarah hikam Ibnu Atho'illah As-Sakandari

    No full text
    Buku ini adalah salah satu dari sedikit syarah al-hikam yang lahir dari penulis asli Indonesia?dan karenanya syarah ini memiliki posisi yang unik. Ada beberapa alasan. Pertama, setiap karya kerohanian, selain memuat tema yang universal, juga mengandung elemen ?lokal,? yakni setidaknya dipengaruhi oleh faktor kapabilitas penulisnya (daya nalar, maqam spiritual, kemampuan bahasa, dan sebagainya), faktor ruang (lingkungan yang membentuk penulisnya), dan faktor waktu (zaman di mana sebuah karya ditulis). kedua, syarah ini ditulis bukan hanya berdasarkan analisis intelektual belaka; tetapi, ia juga ditulis berdasarkan pengalaman rohani penulis, dan berdasarkan interaksi ?esoteris? penulis dengan setiap elemen lahir dan batin yang dikandung dalam kitab al-Hikam

    DETERMINAN PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, sertifikasi lingkungan, profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan lingkungan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sector pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 sampel. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian menggunakan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, profitabilitas, dan leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan lingkungan. Variabel sertifikasi lingkungan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan lingkungan. Kata Kunci : Sertifikasi Lingkungan, Ukuran Perusahaan, Pengungkapan Lingkunga

    percikan Samudra Hikmah : syarah hikam ibnu atho'illah as-sakandari

    No full text
    Buku ini membahas tentang nilai-nilai tasawufxvi. 596 hlm. ; 23 c

    Determining Caffeine in Fat-Burning Supplements Using Thin Layer Chromatography-Densitometry and UV-Vis Spectrophotometer

    No full text
    There are so many ways to lose weight, such as consuming fat burner supplements to burn fat faster. A fat burner supplement consists of various ingredients, such as caffeine. Fat burner supplements are usually not registered in BPOM RI. This study aims to evaluate caffeine in fat burner supplements qualitatively and quantitatively. These supplements were analyzed in the pharmaceutical laboratory in Universitas Muhammadiyah Yogyakarta using Thin Layer Chromatography (TLC)–Densitometry and UV–Vis Spectrophotometer. Sample preparation was conducted by separating caffeine from supplements by a separatory funnel with chloroform as an organic solvent. Qualitative analysis was carried out by TLC and analyzing standard spectrum, and sampling technique was carried out with UV–Vis Spectrophotometer. The first quantitative analysis used densitometry by measuring the spot on the TLC plate. Meanwhile, the second quantitative analysis used UV–Vis Spectrophotometer by observing absorbency value on samples with λ 273.5 nm. The result of the qualitative test using TLC was analyzed by comparing the Rf value of the standard and the sample. The Rf value of caffeine standard was 0.63, and every sample showed similar value with caffeine standard, indicating that all samples contain caffeine. The result of quantitative test with TLC - Densitometry method revealed 1st sample 5.68 mg/ml, 2nd sample 5.74 mg/ml, 3rd sample 3.43 mg/ml, 4th sample 8.90 mg/ml, and 5th sample 1.88 mg/ml. The qualitative test result was analyzed using the UV–Vis Spectrophotometer method, and all of the caffeine standard spectra can be read at wavelength 273.5 nm, which means all samples contain caffeine. The second quantitative test result analyzed by using UV–Vis Spectrophotometer method  showed 1st sample 3.22 mg/g, 2nd sample 4.56 mg/g, 3rd sample 2.23 mg/g, 4th sample 11.22 mg/g, and 5th sample 0.26 mg/g. It can be concluded that all samples (fat burners) contained caffeine

    KONTEKSTUALISASI AYAT NUTFAH DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENENTUAN JENIS KELAMIN ( KAJIAN TAFSIR AN-NUR DAN TAFSIR ILMI KEMENAG )

    No full text
    ABSTRACT This article aims to examine the interpretation of nut}fah verses related to the process of human creation and gender determination, and uses the book of tafsir An-Nu>r by Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy and the Ministry of Religion's book of tafsir ilmi as a tool for interpreting nut}fah verses. In this research The researcher analyzes by connecting the interpretation of the nut}fah verses with the scientific approach of human genetics. The approach in this research uses qualitative methods guided by literature data, with a focus on content analysis. The results of this study found that the Qur'an answers issues related to sex determination, according to tafsir An-Nu>r and tafsir ilmi Kemenag indicating that men through nut}fah (sperm) determine sex, this is supported by the scientific approach of human genetics, supported by the scientific approach of human genetics. Keywords: Tafsir An-Nu>r, Tafsir Kemenag, Nutf}ah, Genetik, Jenis Kelamin. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat nut}fah yang berkaitan dengan proses kejadian manusia dan penentuan jenis kelamin, serta menggunakan kitab tafsir An-Nu>r karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dan kitab tafsir ilmi Kemenag sebagai alat penafsir ayat-ayat nut}fah. Pada penelitian ini peneliti menganalisis dengan cara menghubungkan antara penafsiran ayat-ayat nut}fah dengan pendekatan ilmiah genetika manusia. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif berpedoman pada data kepustakaan, dengan fokus analisis pada konten. Hasil penelitian ini mandapati bahwa Al-Qur‟'an menjawab persoalan terkait penentuan jenis kelamin, Menurut tafsir An-Nu>r dan tafsir ilmi Kemenag mengindikasikan bahwa laki-laki melalui nut}fah (sperma) yang menentukan jenis kelamin, hal ini didukung oleh pendekatan ilmiah genetika manusia. Kata Kunci: Tafsir An-Nu>r, Tafsir Kemenag, Nutf}ah, Genetik, Jenis Kelamin
    corecore