1,274 research outputs found

    Peer review artikel jurnal "Laduni Science on Muhammad Lutfi Ghazali's Perspective", Ngainun Naim

    No full text
    Peer review artikel jurnal "Laduni Science on Muhammad Lutfi Ghazali's Perspective", Ngainun Nai

    Afaf Lutfi al-Sayyid-Marsot, Egypt in the reign of Muhammad 'Ali. Cambridge-Middle East Library, Cambridge University Press, 1984

    No full text
    Laurens Henry. Afaf Lutfi al-Sayyid-Marsot, Egypt in the reign of Muhammad 'Ali. Cambridge-Middle East Library, Cambridge University Press, 1984. In: Bulletin critique des annales islamologiques, n°3, 1986. pp. 127-130

    LADUNI SCIENCE ON MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI’S PERSPECTIVE

    No full text
    This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrationa

    Studi kritik pemahaman Muhammad Syahrur terhadap Hadis metafisika : keghaiban

    No full text
    Bermula dari pembahasan tentang hal metafisika (keghaiban). Para ulama’ menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengetahui peristiwa hal ghaib yang belum terjadi. Pemahaman tersebut, berbeda dengan ungkapan Syahrur yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad sebenarnya tidak mengetahui hal metafisika (keghaiban) yang akan terjadi. Syahrur memahami ayat 3 dan 4 surah an-Najm dengan penafsiran yang berbeda. Kata huwa pada surah tersebut merujuk kepada al-Qur’an bukan kepada Nabi Muhammad. Ia mempunyai Konsep dalam pemahaman sunah dan hadis yang tentunya berbeda dengan kalangan ulama’ pada umumnya. Ia mengartikan sunah adalah ijtihad Nabi, sedangkn hadis adalah produk ijtihad Nabi yang masih verbal. Nabi adalah seorang mujtahid yang bertugas mengubah mutlak menjadi nisbi. Pembahasan selanjutnya, Peneliti memfokuskan terhadap tiga rumusan masalah. Pertama, pemahaman Syahrur terhadap hadis metafisika (keghaiban. Kedua, argumen Syahrur dalam menilai lemah (dha’if) pada hadis tersebut, kelebihan dan keterbatasan argumen Syahrur dalam memahami hadis tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif, yaitu merupakan penelitian pustaka (library research). Teori yang digunakan oleh peneliti adalah kritik sanad dan matan dengan mengacu parameter yang digunakan ulama’ hadis dahulu dalam hal menguji keshahihan sanad dan matan. Pembahasan selanjutnya, peneliti mencantumkan biografi, karya-karya, kapasitas Syahrur dan hadis-hadis yang dinilai Syahrur lemah seperti peneliti kemukakan di awal. Selanjtunya, peneliti menganalisis pemahaman Syahrur terhadap hadis metafisika (keghaiban), argumen yang digunakan syahrur dalam mendhaifkan hadis tersebut dan peneliti mengungkapakan pula kelebihan dan keterbatasan argumen Syahrur. Jadi, hadis-hadis yang diteliti antara lain tentang: kronologi Allah memanggil Adam setelah perhitungan amal manusia, kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan, umat Muhammad terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan dan satu golongan masuk surga, dan tidaklah mati seorang muslim kecuali Allah memasukan orang-orang Yahudi dan Nasrani ke dalam neraka adalah dha’if sebagaimana justifikasi para ulama’ muhadditsîn

    JILBAB DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD SYAHRUR DALAM AL-KITAB WA AL-QUR’AN: QIRA’AH MU’ASIRAH DAN MUHAMMAD ‘ALI AL-SABUNI DALAM SAFWAT AL TAFASIR

    No full text
    ABSTRAK Tesis degan judul ‚Jilbab dalam Perspektif Muhammad Syahrur dalam Al Kitab Wa Al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirahdan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni dalam Safwat Al-Tafasir‛ ini ditulis oleh Lutfi Khusniati dibimbing oleh Dr. Salamah Noorhidayati, M. Ag dan Dr. H.Abad Badruzaman, Lc.,M.Ag. Kata kuci: Jilbab, Perspektif, Muhammad Syahrur, Muhammad ‘Ali al Sabuni. Penelitian ini dilatarbelakangi motivasi yang salah dalam berjilbab, jilbab hanya menjadi sebuah tren atau model, serta banyak wanita-wanita muslim yang tidak mengerti dan tidak dapat memastikan untuk apa dan bagaimana ia berjilbab. Selain itu juga adanya perselisihan tentang kewajiban memakai jilbab dikalangan mufasir. Fokus dan pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pandangan Muhammad Syahrur dalam Al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah dan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni dalam Safwat al-Tafasir tentang jilbab? 2) Bagaimana argumen-argumen yang digunakan Muhammad Syahrur dalam Al Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah dan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni dalam Safwat al-Tafasir dalam menafsirkan jilbab? 3) Bagaimana implikasi konsep jilbab Muhammad Syahrur dan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni? Penelitian ini bertujuan pertama: mendeskripsikan pandangan Muh}ammad Syahrur dalam Al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah dan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni dalam Safwat al-Tafasir tentang jilbab melalui metode penafsiran yang ditempuh keduanya. Kedua: melacak argumen-argumen yang digunakan Muhammad Syahrur dalam Al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah dan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni dalam Safwat al-Tafasir dalam menafsirkan jilbab. Ketiga: mengkaji implikasi konsep jilbab Muhammad Syahrur dan Muhammad ‘Ali Al-Sabuni. Jenis penelitian tesis ini adalah library research. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan linguistik dan analisis modern. Urgensi dari pendekatan ini adalah untuk mendeskripsikan sekaligus mengetahui hasil dari penafsiran Syahrur dan al-Sabuni yang sangat berbeda. Dari hasil pemaparan kedua tokoh tersebut, penulis melakukan analisa serta membandingkan antara kedua argumentasi hukum yang berbeda itu. Dengan demikian dapat disimpulkan, menurut Syahrūr jilbab merupakan persoalan aib dan malu secara adat, bukan persoalan halal dan haram. Menurutnya, perempuan haruslah berpakaian sesuai dengan kondisi, situasi dan kebiasaan setempat, supaya dia terhindar dari gangguan baik gangguan alamiah ataupun sosial. Sedangakan menurut al-Sabuni jilbab identik dengan hijab. Memakai jilbab adalah menutup wajah dan kepala mereka dan hanya menampakkan matanya, dan pakaian seperti inilah yang biasa disebut dengan istilah cadar. Tafsir dari kedua tokoh ini mendapat tanggapan yang beragam terlebih tafsir dari Muhammad Syahrur. Konsep tafsir yang ditawarkan Muhammad Syahrur di anggap keluar dari kaidah-kaidah ulama masa lalu.Dengan teori-teori yang dikembangkannya muncul kritik dari berbagai golongan namun tak sedikit pula yang memberikan pujian salah satu nya datang dari kelompok feminisme. Sedangkan konsep jilbab dari ‘Ali al-Sabuni di anggap sebagai warisan masa lalu yang tidak berlawanan dan lebih diterima dan konsepnya banyak digunakan. Berdasarkan studi komparatif yang telah penulis lakukan sesungguhnya pada masalah jilbab ini, kedua tokoh memiliki titik temu yang bias dikompromikan namun tidak bersifat absolut. Batasan aurat yang dikemukakan oleh keduanya berbeda

    Mawlid and Mi'raj Poems of Haja Muhammad Lutfi in Sirat Literature

    No full text
    Over the years, the writing of sirat, which dates back to the earliest times of Islamic history, has made an enormous and varied body of literature available. This literature developed through commentary-hashiyas, critique, and transmission, and even continued with the addition of thematic sub-genres. The works written in prose form, have influenced sirat writing throughout history. During the Ottoman era, poetry gained prominence, with poetic sirat texts being widely utilized. The sources and the method of text generation, which had a certain continuity until the modernization era, underwent a significant in this period. This rupture affected the sirat texts of the Republic of Turkey period. A new age has been brought about by the criticism of the sirat literature that is currently in existence using new preferences for the utilization of sources. Texts produced in a literary manner are found in this new era when many aspects of traditional sirat writing have been abandoned. We are studying these texts authored by Alvarli Haja Muhammad Lutfi, who underwent classical education procedures and represented a tradition with a Sufi component. This study discusses two sections of Haja Muhammad Lutfi's Hulasat al-haqayiq, which is regarded as one of the literary texts of sirat writing: Miraj al-Nabi and Mawlid al-Nabi. The study begins with a brief history of the use of poetry as a writing form and source in sirat writing, then, it emphasizes the forms of text construction, and finally, it discusses the main themes, sources, preferences, and mi'rajiya and mawlid sections of Haja Muhammad Lutfi's work in sirat writing. In this way, it aimed to discuss the history of using poetry in sirat literature, to open the poetic texts in the sirat genre to the discussion, and for this purpose, the texts subject to the research were evaluated in terms of content, use of sources and style. As a result of the research, it has been seen that poetry, which has existed since the emergence of sirat literature, has turned into a unique form of text construction in time and fed this literature, and that the mawlid and mi'rajiyya of Haja Muhammad Lutfi are texts that continue the classical literature in the Republican period in terms of their sources and style

    Pola Komunikasi Dakwah Ustadz Muhammad Ajma’in pada Remaja Masjid Al-Munawwarah Buntok

    No full text
    Skripsi ini disusun dengan berlatar belakang kurangnya minat remaja dalam mengikuti kegiatan-kegiatan agama di masyarakat. Maka dari itu pentingnya pola komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Ajma’in untuk merangkul para remaja terkhusus di lingkungan Masjid Besar Al-Munawwarah Buntok. Pola Komunikasi dakwah sangatlah penting dalam kesuksesan penyampaian pesan dakwah kepada mad’u. Ustadz Muhammad Ajma’in memiliki pola yang bagus untuk dijadikan pembelajaran dan sebagai panutan dalam menyebarkan dakwah Islam dikarenakan pesan yang disampaikan mudah untuk dicerna serta dipahami mad’unya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi dakwah Ustadz Muhammad Ajma’in pada Remaja Masjid AlMunawwarah Buntok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau disebut Penelitian lapangan (Field research) yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Penelitian ini merupakan pengamatan secara langsung ke lokasi Penelitian. Peneliti akan mengamati, mengobservasi, mewawancarai dan mendokumentasikan. Hasil Penelitian yang telah diperoleh oleh peneliti terdapat beberapa pola komunikasi dakwah Ustadz Muhammad Ajma’in pada Remaja Masjid Al-Munawwarah Buntok yakni, pola komunikasi dakwah linear, pola komunikasi dakwah interaksional, dan pola komunikasi dakwah transaksional

    Diskursus negara dan civil society dalam kontestasi filsafat politik Thomas Hobbes dan Muhammad Iqbal

    No full text
    Buku ini berisi mengenai filsafat politik dalam tinjauan sejarah sketsa kehidupan politik dan kontestasi pemikiran Thomas Hobbes dan Muhammad Iqbal

    Laduni Science On Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective

    No full text
    Abstract This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrational. Keywords: laduni science, Muhammad Luthfi Ghozali, rational, mystical Abstrak Artikel ini membahas tentang ilmu laduni dan cara-cara mendapatkannya. Ilmu laduni umumnya dipahami sebagai ilmu mistik yang tidak mungkin diperoleh kecuali oleh sebagian kecil orang. Ilmu ini kerapkali dihubungkan dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses yang mendahuluinya. Muhammad Luthfi Ghozali membantah anggapan tersebut dengan mengajukan argumentasi logis, rasional serta tetap berpegang pada naṣ Al-Qur’an dan hadits. Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa ilmu laduni memiliki mekanisme rasional. Mereka yang memahami substansi ilmu laduni dan membangun mekanisme sebab akan mungkin untuk mendapatkan ilmu ini. Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali ini mendudukkan pemahaman tentang ilmu laduni yang seolah mistik dan tidak rasional. Kata kunci: ilmu laduni, Muhammad Luthfi Ghozali, rasional, mistik

    KONTRIBUSI AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM PERKEMBANGAN KAJIAN HADIS DI INDONESIA MELALUI APLIKASI PERPUSTAKAAN ISLAM DIGITAL

    No full text
    Skripsi ini membahas tentang kontribusi Dr. Ahmad Lutfi Fathullah terhadap perkembangan kajian hadis di indonesia dengan fokus kepada kajian hadis yang beliau kembangkan dalam dunia digital khususnya adalah perpustakaan islam digital. Sumber utama (primary resources) penelitian adalah karya Dr. Ahmad Lutfi Fathullah yang beliau buat dalam bentuk digital khususnya adalah perpustakaan islam digital. Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik observasi tidak terstruktur yaitu observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan di observasi. Didalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrument yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, data-data yang telah dikumpulkan dari bebeerapa sumber, diseleksi dan dirangkaikan ke dalam hubungan-hubungan fakta, sehingga membentuk pengertian-pengertian, yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk penulisan deskriptif-analisis. Dalam penelitian ini nantinya akan menjelaskan tentang metode Ahmad Lutfi Fathullah dalam membuat aplikasi perpustakaan islam digital dan menjelaskan sistematika yang dibuat Ahmad Lutfi Fathullah dalam membuat aplikasi perpustakaan islam digital serta menjelaskan implikasi dari aplikasi perpustakaan islam digital yang dibuat oleh Ahmad Lutfi Fathullah dalam dinamika kajian hadis di Indonesia
    corecore