1,721,054 research outputs found

    PERBANDINGAN LAJU ALIRAN SALIVA TANPA STIMULASI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERKONTROL DAN TIDAK TERKONTROL (STUDI DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN)

    No full text
    ABSTRAKNama: Muhammad Jufri AzinarProgram Studi: Pendidikan Dokter GigiJudul:Perbandingan Laju Aliran Saliva Tanpa Stimulasi pada Pasien Diabetes Melitus Terkontrol dan Tidak Terkontrol (Studi di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh)Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling banyak diderita dengan manifestasi oral paling sering terjadi berupa penurunan laju aliran saliva. Penurunan laju aliran saliva tergantung pada keabnormalan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan laju aliran saliva pada pasien DM tipe 2 terkontrol dengan tidak terkontrol. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Metode pengambilan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling terhadap pasien yang didiagnosis DM tipe 2 di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan membagi subjek menjadi kelompok DM tipe 2 terkontrol (KGD Puas

    PELAKSANAAN SISTEM PENATAAN ARSIP DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Jufri, (2020): Pelaksanaan Sistem Penataan Arsip Di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pekanbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem penataan arsip di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pekanbaru. Untuk menjawab penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Informan kuncinya adalah Kepala Tata Usaha dan Staf Tata Usaha sedangkan informan lainnya adalah kepala sekolah dan siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pekanbaru. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari pelaksanaan sistem penataan arsip di sekolah menegah atas negeri 2 pekanbaru yaitu: 1) Sekolah telah melaksanakan penataan arsip, ini dapat dilihat sudah dilakukannya pengklasifikasian terhadap surat-surat sebelum di arsipkan, 2) Sekolah telah melaksanakan penyimpanan arsip dengan sistem penyimpanan arsip, ini dapat dilihat dilakukannya proses penyimpanan dengan sistem pokok masalah, 3) Sekolah telah melaksanakan sistem peminjaman arsip dengan cara sederhana yaitu peminjaman arsip langsung datang ketenaga tata usaha yang mengelola arsip dan memberitahu perihal arsip yang dipinjam, 4) Sekolah telah melaksanakan pengecekan kembali peminjaman dan pengembalian arsip, 5) Sekolah telah melaksanakan pemeliharaan dan pengamanan arsip, 6) Sekolah telah melaksanakan pemindahan dan pemusnahan arsip. Kata Kunci: Pelaksanaan Sistem, Penataan Arsi

    PENINGKATAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH MELALUI METODE LOMPAT BOOKS PADA MURID KELAS V SDN NO.82 BALANGLOE SAPANANG KABUPATEN JENEPONTO

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Jufri Jafar, 2019., Peningkatan kemampuan lompat melalui metode lompat books pada murid SDN N0.82 Balangloe Sapanang Kabupaten Jeneponto. Skripsi, Makassar: Fakultas Ilmu Keolahragaan, Uiversitas Negeri Makassar, Februari 2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dua siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN N0.82 Balangloe Sapanang Kabupaten Jeneponto yang berjumlah 24 murid. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi aktivitas terhadap murid, dan tes unjuk kerja. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran lompat jauh melalui metode lompat books selama dua siklus dapat meningkat. Sedangkan nilai kuantitatif dapat dilihat dari hasil tes unjuk kerja teknik dasar lompat jauh. Nilai Rata-rata murid siklus 1 pertemuan pertama 65,6 dan pada siklus pertama pada pertemuan kedua 69,01 dan murid yang mencapai KKM 12,5% atau sebanyak 3 murid dari ketentuan yaitu 75%.Pada siklus kedua pertemuan pertama rata-rata meningkat menjadi 76,04 dan pada siklus kedua pertemuan meningkat 79,30 dan murid yang mencapai KKM 100% atau 24 murid. Hal ini membuktikan bahwa metode lompat books yang digunakan sebagai metode pembelajaran lompat jauh sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini (AUD) (dibimbing oleh Achmad Tolla dan Muhammad Jufri).

    Full text link
    ABSTRAK SYAMSURIAH. 2014. Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini (AUD) (dibimbing oleh Achmad Tolla dan Muhammad Jufri). Penelitian ini bertujuan untuk (1) memberikan gambaran tentang pelaksanaan pengembangan perangkat Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini, yang valid, praktis, dan efektif bagi Anak Usia Dini, dan (2) Untuk memperoleh produk berupa perangkat Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini, yang valid, praktis, efektif, dan efisien di TK Al Qalam Kabupaten Gowa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan Research and Development (R & D) model ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu: 1. Analysis (analisa), 2. Design (desain/perancangan), 3. Development (pengembangan), 4. Implementation (implementasi), dan 5. Evaluation (evaluasi/umpan balik). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Buku Pedoman Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak, khususnya pada kelompok B. Program Semester, Rencana Kegiatan Mingguan (RKM), Rencana Kegiatan Harian (RKH), dan Lembar Kegiatan Anak (LKA). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa perangkat Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Al Qalam Kabupaten Gowa yang dikembangkan adalah: (1) kevalidan Buku Pedoman Model Pembelajaran Demonstrasi dalam Bidang Sains untuk Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini memiliki validitas rata-rata 3,25 (kategori valid), Program Semester memiliki validitas rata-rata 3,25 (kategori valid), Rencana Kegiatan Mingguan memiliki validitas rata-rata 3,15 (kategori valid), Rencana Kegiatan Harian memiliki validitas rata-rata 3,5 (kategori valid), dan Lembar Kegiatan Anak memiliki validitas rata-rata 3,25 (kategori valid). (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran, dianalisis dengan menggunakan lembar observasi untuk mengukur kemampuan guru dalam menerapkan perangkat pembelajaran diperoleh percentage of agreement (PA) sebesar 100%. Berdasarkan hasil pengamatan oleh dua observer terhadap kemampuan guru dalam menerapkan perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria keterlaksanaan yaitu sudah terlaksana seluruhnya (1,5 ≤ X < 2,0) pada saat proses berlangsung. Dengan demikian, perangkat Model Pembelajaran tersebut, layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan (3) Keefektifan perangkat model pembelajaran demonstrasi dikatakan efektif dimana tiga orang guru (100%) memberikan respon sangat baik

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore