1,092 research outputs found

    Transkrip wawancara bersama Ahmad Saifuddin bin Mohamad Nor Tok Imam Masjid Lama Pulai Chondong / Muhammad Luqman Razali, Abdul Shahrul Azim Sudin and Muhammad Khairi Jamaluddin

    Get PDF
    Temubual ini adalah Ahmad Saifuddin Bin Mohamad Nor, Tok Imam Masjid Lama Pulai Chondong bersama pelajar Universiti Teknologi MARA Cawangan Kelantan, Muhammad Luqman Bin Razali, Abdul Syahrul Azim Bin Sudin dan Muhammad Khairi Bin Jamaluddin. Transkrip ini bertujuan untuk mendapatkan maklumat lisan yang boleh dijadikan rujukan untuk masa akan datang. Temubual ini bermula dengan latar belakang beliau hingga karier perjalanannya. Juga dihuraikan pengetahuan beliau mengenai sejarah Masjid Lama Pulai Chondong dari segi penubuhannya dan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di sepanjang penubuhan masjid tersebut sehinggalah sekarang. Pendapat dan harapan juga turut dilontarkan di dalam temubual berikut oleh penemubual dengan dihuraikan dengan lebih rinci oleh beliau

    Transkrip wawancara bersama Puan Yasmin binti Noorul Amin tersenarai sebagai 50 guru terbaik dunia / Muhammad Aiman Jamaluddin and Muhammad Hariz Mohd Rodzi

    Get PDF
    Temubual ini adalah antara tokoh pilihan iaitu Puan Yasmin binti Noorul Amin dan pelajar sebagai penemuramah, Muhammad Aiman bin Jamaluddin dan Muhammad Hariz bin Mohd Rodzi. Sesi temubual ini berlansung di makmal sains, SMK La Salle iaitu tempat beliau mengajar. Pada tanggal 3 Mei 2015 dan jam 9.00 pagi, sesi temubual tersebut berlansung dan ia berakhir pada 11.00 pagi. Perkara-perkara yang diajukan kepada tokoh pilihan ialah berkenaan dengan latar belakang, perkembangan kerjaya beliau secara umum, nilai sosial dan adab sebagai pengajar dan pelajar, pengalaman beliau di bidang perguruan, dan berkenaan dengan pencalonan beliau sebagai senarai 50 guru terbaik di dunia. Secara tuntasnya, beliau banyak memberi input dan output terhadap kepada penemuramah tentang dunia pendidikan sekarang dan pendidikan global, seterusnya menjadi satu kayu ukur kepada penemuramah sendiri untuk melaksanakan tugasa

    PERBANDINGAN KONSEP MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH DAN JAMALUDDIN AL-AFGHANI

    No full text
    Modernisasi pendidikan Islam merupakan agenda penting dalam sejarah pembaruan pemikiran Islam modern, khususnya pada akhir abad ke-19 ketika dunia Islam menghadapi tekanan kolonialisme Barat, stagnasi intelektual, dan krisis institusional pendidikan. Dua tokoh sentral dalam diskursus ini adalah Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani. Keduanya sering ditempatkan dalam satu garis modernisme Islam, namun memiliki perbedaan mendasar dalam orientasi, pendekatan, dan strategi modernisasi pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan komparatif konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani dengan menitikberatkan pada dimensi epistemologis, tujuan pendidikan, strategi pembaruan, serta implikasinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis komparatif-kritis terhadap karya tokoh dan artikel jurnal nasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh menempatkan modernisasi pendidikan Islam sebagai proyek rasionalisasi dan reformasi institusional, sedangkan Jamaluddin al-Afghani memosisikan pendidikan sebagai instrumen kesadaran politik dan kebangkitan kolektif umat. Perbedaan ini menegaskan bahwa modernisasi pendidikan Islam bersifat plural dan kontekstual. Sintesis pemikiran keduanya relevan bagi pengembangan pendidikan Islam yang kritis, transformatif, dan berorientasi keadaban global

    PERAN TOKOH DUA SERANGKAI JAMALUDDIN AL AFGHANI (1838M-1897M) DAN MUHAMMAD ABDUH (1849M-1905M) DALAM PEMIKIRAN SALAFIYAH MODERN

    Get PDF
    Yoga Kuncaraningsih. C1012055. 2016. Peran Tokoh Dua Serangkai Jamaluddin Al-Afghani (1838 M- 1897 M) dan Muhammad Abduh (1849 M- 1905 M) dalam Pemikiran Slafiyah Modern. Skripsi Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas: (1) Bagaimana sejarah munculnya gerakan Salafiyah Modern, (2) Bagaimana peran Jamaluddin Al-Afghani (1838 M- 1897 M) dan Muhammad Abduh (1849 M- 1905 M) dalam Pemikiran Salafiyah Modern. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan sejarah lahirnya gerakan Salafiyah Modern, (2) Mendeskripsikan peran Jamaluddin Al-Afghani (1838 M- 1897 M) dan Muhammad Abduh (1849 M- 1905 M) dalam Pemikiran Salafiyah Modern. Metode penelitian ini adalah metode sejarah dan metode kualitatif yang disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan sejarah awal Salafiyah modern serta modernisasi pemikiran Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan kesimpulan, pertama Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh merupakan tokoh dua serangkai yang mempelopori lahirnya Salafiyah modern. Kedua, pengaruh modernisasi pemikiran kedua tokoh serangkai tersebut terdapat dalam bidang politik dan pendidikan. Kata Kunci: Tokoh dua serangkai, Salafiyah Modern, dan Modernisasi pemikiran

    StudiKomparatif Konsep Waris Menurut Hazairin dan Muhammad Syahrur

    No full text
    Jamaluddin. 2021. Studi Komparatif Konsep Waris Menurut Hazairin dan Muhammad Syahrur. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Novi Fitia Maliha. M.H.I. Kata Kunci: Waris, Hazairin, Muhammad Syahrur, Studi Komparatif Hukum waris telah di atur dalam al-Qur’an, tetapi kenyataan yang ada di lapangan masih menimbulkan perselisihan yang beraneka ragam terutama dalam pembagian antara laki-laki dan perempuan yang dirasa kurang adil bagi sebagian pihak. Karena mereka menginginkan adanya keadilan yang menurutnya sangat adil dan seimbang dalam masalah waris yang diterapkan dalam pembagiannya itu. Ada beberapa tokoh yang berbeda pendapat mengenai hukum waris, salah satu tokoh yaitu Hazairin, Hazairin berpendapat bahwa hukum waris yang sangat relevan yaitu kewarisan bilateral, karena dalam hukum waris bilateral itu menggunakan sistem kekeluargaan dua jalur yaitu ayah dan ibu. Menurutnya laki-laki dan perempuan itu memiliki hak yang sama dalam masalah waris. Selain Hazairin terdapat pula tokoh kontemporer yang membahas masalah waris yaitu Muhammad Syahrur, menurutnya dslsm pembagian waris 2:1 itu batas maksimal bagi laki-laki dan 1:1 itu batas maksimal bagi perempuan, dalam perbandingannya itu dapat dipertimbangkan dengan melihat siapa yang mengurus dalam keluarganya (menafkahi). Dari uraian latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah; pertama, Bagaimana Hazairin dan Muhammad Syahrur memahami ayat-ayat tentang hukum waris? Bagaimana Hazairin dan Muhammad Syahrur memahami pembagian hukum waris? Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka atau library research, yang mana penulis mengumpulkan data dan informasi yang bersumber dari data-data kepustakaan seperti buku, jurnal, maupun artikel yang mendukung penelitian ini. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik, komparatif yakni dengan memaparkan data tersebut, kemudian membandingkan data objek kajian yang diteliti sehingga dapat diambil kesimpulan

    Nilai-nilai Pendidikan Karater Dalam Kitab Mau’izhatul Mu’minin Jilid 2 Karya Syeikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pendidikan Karakter Anak Perspektif Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi dalam Kitab Mau‟izhatul Mu‟minin Min Ihya Ulumuddin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengunakan pendekatan studi pemikiran tokoh, melalui karya tulis ilmiah yang dihasilkan mengunakan teknik analisis isi (content analisys). Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pemikiran Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi mengenai pendidikan karakter anak masih sangat relevan untuk dikembangkan diera kekinian saat ini terlebih lagi didalam dunia pendidikan dan juga dapat pemikiran beliau dapat dikembangkan dalam pembelajaran daring agar pendidikan karakter sesuai dengan yang diharapkan oeh tujuan pendidikan yakni kurikulum 2013. Adapun yang berkaitan dan sangat berkenaan dengan pendidikan karakter antara lain, nasihat guru kepada muridnya, kewajiban kepada Allah SWT, hak dan kewajiban kepada Rasul-Nya, hak dan kewajiban kepada kedua orang tua, hak dan kewajiban kepada teman, keutamaan jujur, kutamaan amanah, keutamaan menjaga diri, dan menghindari sifat buruk

    Powertrain ibride da competizione: sicurezza, controllo e automatizzazione

    Get PDF
    L'applicazione di nuove tecnologie, legate alla ricerca di una riduzione dei problemi riguardo l'impatto ambientale, è un tema ricorrente in diversi ambiti tecnici. Nel campo dei veicoli gli studi volti all'aumento dell'efficienza dei sistemi propulsivi rappresentano uno dei settori di maggiore fermento. La costante crescita del parco circolante mondiale rende sempre più necessaria la ricerca di una soluzione in grado di diminuire l'impatto ambientale delle vetture e, conseguentemente, i consumi di derivati del petrolio, le cui riserve vanno via via esaurendosi. Tra le tecnologie più promettenti vi sono sicuramente i veicoli elettrici e ibridi. La diffusione di massa dei primi è legata a problemi economici e infrastrutturali, non sarà infatti possibile costruire veicoli elettrici competitivi finché il prezzo delle batterie non scenderà almeno fino a 500alkWhdagliattualicirca800 al kWh dagli attuali circa 800. Una volta raggiunta questa soglia, per la quale gli studi di importanti società di consulenza, quali il Boston Consulting Group e Rolland Berger, danno orizzonti temporali di circa 5-7 anni, sarà poi necessario costruire infrastrutture in grado di garantire la ricarica rapida dei pacchi batteria ad alta capacità. La tecnologia dei sistemi ibridi basati su batterie al litio, rappresenta invece una soluzione attuale, che si avvicina sempre più alla maturità tecnica. I motori elettrici possono raggiungere efficienze nell'ordine del 90% nell'intero range di utilizzo, possono recuperare energia attraverso la funzione di frenata rigenerativa ed essere utilizzati per implementare strategie di power splitting, utili a limitare il consumo di carburante dei motori a combustione interna. Il settore delle competizioni, per tradizione, ha il ruolo di porsi come avanguardia del settore automobilistico nell'utilizzo delle nuove tecnologie e questa tesi rappresenta la sintesi di un percorso di ricerca e sperimentazione nel campo delle motorizzazioni ibride applicate alle competizioni automobilistiche. Come noto, il settore automotive è contraddistinto da una forte multidisciplinarità e questo aspetto risulta enfatizzato nelle applicazioni trattate all'interno di questo documento. Installare una powertrain ibrida a bordo di una vettura da competizione comporta, infatti, competenze nel campo dell'elettronica e del progetto di controlli, competenze di dinamica del veicolo, di progettazione meccanica e di costruzione dei veicoli terrestri. L'applicazione ai prototipi da competizione accentua ulteriormente la necessità di integrare le competenze del gruppo progettuale, che deve forzatamente fare efficienza per raggiungere risultati rilevanti con budget, tempistiche e organico spesso sottodimensionati. La trasversalità degli argomenti trattati rappresenta uno degli aspetti fondanti della meccatronica e, per questo motivo, lo studio di powertrain ibride è stato scelto come argomento di ricerca per lo svolgimento di tre percorsi di dottorato e per la stesura delle relative tesi. I tre documenti trattano tre diversi aspetti dello studio e della progettazione dei sistemi ibridi, il primo è dedicato al dimensionamento meccanico ed elettrico dei sistemi con particolare attenzione al progetto di pacchi batterie ad alte prestazioni, il secondo si concentra sulla modellistica necessaria al progetto di un sistema ibrido, sul lavoro di calibrazione e validazione dei modelli e sulle attività di sperimentazione e sviluppo degli stessi. Questo documento è invece dedicato all'elettronica necessaria alla gestione del sistema e al progetto di un controllo che ne automatizzi il funzionamento e ne garantisca la sicurezza. Al fine di contestualizzare e introdurre i progetti trattati, sono stati redatti dei capitoli comuni ai tre documenti che riassumono i risultati congiunti del lavoro dei tre autori attraverso la descrizione dei sistemi realizzati e dei risultati raggiunti. Per necessità di sintesi si è, infatti, deciso di focalizzare l'attenzione su due applicazioni pratiche, una piccola monoposto per competizioni studentesche di Formula Hybrid, la Sc08h, e una vettura gran Turismo su base Ferrari progettata per concorrere alla 24 ore del Nurburgring, la P4/5 Competizione. Il campo di applicazione descritto pone delle limitazioni alla divulgazione di alcune informazioni come, ad esempio, le caratteristiche di alcuni componenti sperimentali ma, allo stesso tempo, consente l'opportunità di vedere realizzato il risultato del lavoro di ricerca ed il privilegio di validare e verificare le ipotesi e le assunzioni formulate in fase progettuale. Il profondo connotato applicativo del lavoro di ricerca rende molto semplice evidenziarne gli obiettivi: - Indagare e consolidare le migliori pratiche relative alla progettazione di veicoli ibridi; - Realizzazione e validazione della modellistica atta a guidare il dimensionamento di powertrain ibride; - Valutare le effettive prestazioni delle tecnologie oggi disponibili sul mercato. Il contributo scientifico di questo lavoro è trasversale a tutti gli obiettivi appena elencati e può essere riassunto nell'intenzione di creare cultura ingegneristica nel campo della progettazione di sistemi ibridi. Come avviene per molte tecnologie giovani, i riferimenti bibliografici relativi alla progettazione pratica di sistemi propulsivi che accoppino motori a combustione interna e motori elettrici sono, a oggi, molto carenti. I tre lavori di tesi presentati vogliono cercare di sopperire alla carenza appena citata attraverso la descrizione approfondita del processo progettuale seguito per realizzare i due sistemi ibridi. La descrizione approfondita della modellistica utilizzata, delle soluzioni tecniche adottate e il processo di validazione e sviluppo possono costituire un punto di partenza interessante per chi debba approcciarsi allo sviluppo di un sistema ibrido. Al fine di rendere effettivamente utilizzabile e migliorabile la strategia progettuale adottata, è stata riservata molta attenzione a particolari pratico-realizzativi che, anche se non strettamente definibili scientificamente rilevanti, rappresentano un importante bagaglio di competenze necessarie all'utilizzo delle tecnologie ibride. Tralasciando i contenuti del presente capitolo, è possibile elencare brevemente gli argomenti trattati all'interno dei capitoli successivi al fine di rendere chiara e comprensibile la struttura del documento. Il capitolo due descrive le tecnologie utilizzate nel settore delle propulsioni ibride e descrive brevemente le applicazioni nel settore delle competizioni automobilistiche. I capitoli tre e quattro sono dedicati al progetto Sc08h del quale viene dato un approfondito resoconto per lo più orientato alla sicurezza e al controllo. I capitoli cinque e sei parlano del progetto P4/5 Competizione, ne descrivono le caratteristiche e i risultati. È possibile evidenziare una sostanziale continuità tra i capitoli tre, quattro, cinque e sei all'interno dei quali vengono trattati gli stessi argomenti su due progetti diversi e che testimoniano la crescita di competenze nell'arco dei tre anni dedicati alla ricerca nel campo delle trazioni ibrid

    Pengajian tafsir al-jalalayn dan pengaruhnya di dayah tradisional kabupaten Acheh Besar / Muhammad Fadhillah Jamaluddin

    Get PDF
    Pengajian tafsir telah bermula semenjak zaman Rasulullah (s.a.w) lagi. Ini memandangkan tidak semua isi kandungan al-Quran mampu difahami oleh para sahabat. Pada hari ini, pengajian tafsir telah diperkenalkan di isntitusi-institusi pengajian khususnya dayah-dayah tradisional di Acheh Besar. Kajian ini membincangkan perkembangan pengajian tafsir di Indonesia. Dalam kajian ini, penulis menfokuskan bagaimana metodelogi pengajian Tafsir al-Jalalayn yang digunapakai dayah-dayah tradisional dalam sistem pengajiannya dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan tafsir ini dalam kalangan masyarakat Acheh Besar. Kajian ini juga turut mengkaji pengaruh Tafsir al-Jalalayn di pondok-pondok pesantren tadisional dari sudut penggunaan Tafsir al-Jalalayn oleh masyarakat Acheh, penggunaan Tafsir al-Jalalayn di kuliah-kuliah agama serta penggunaan Tafsir al-Jalalayn sebagai sumber penulisan,. Berdasarkan hasil kajian, pengajian Tafsir al-Jalalayn di dayahdayah tradisional menggunakan metode berbentuk talaqi dan juga halaqah dalam pengajiannya. Kitab tafsir yang dijadikan sebagai panduan dalam pengajiannya menggunakan “Hashiyah al-Sawi ‘ala Tafsir al-Jalalayn oleh Syeikh Ahmad bin Muhammad al-Sawi al- Khalwah al-Maliki”. Diharapkan kajian ini boleh memberi manfaat kepada semua pihak berkaitan khususnya untuk para pelajar

    A Survey on Usage and Diffusion of Project Risk Management Techniques and Software Tools in the Construction Industry

    Get PDF
    The area of Project Risk Management (PRM) has been extensively researched, and the utilization of various tools and techniques for managing risk in several industries has been sufficiently reported. Formal and systematic PRM practices have been made available for the construction industry. Based on such body of knowledge, this paper tries to find out the global picture of PRM practices and approaches with the help of a survey to look into the usage of PRM techniques and diffusion of software tools, their level of maturity, and their usefulness in the construction sector. Results show that, despite existing techniques and tools, their usage is limited: software tools are used only by a minority of respondents and their cost is one of the largest hurdles in adoption. Finally, the paper provides some important guidelines for future research regarding quantitative risk analysis techniques and suggestions for PRM software tools development and improvement

    Komunikasi Politik Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Sibolga Tahun 2020

    No full text
    This study tries to describe the political communication carried out by the Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing couple in the 2020 Sibolga City Election. The 2020 elections which were held in the midst of the covid-19 pandemic made the current situation a challenge that the candidate pairs for regional heads had to go through. Restrictions and the use of health protocols as stated in PKPU Number 13 of 2020 make the implementation of this election even more interesting in the way candidate pairs build and carry out their political communication in order to win the election. This study uses a qualitative descriptive method, namely research directed at providing facts or events systematically and accurately regarding the nature of the research and analyzing the truth based on the data obtained. Data collection techniques using interview techniques and through literature study. In this study, there are several forms of political communication carried out by the Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing couple, namely by making intense visits to the community long before the election, house-to-house campaigns and the use of social media as a medium of communication. political communication. Meanwhile, direct visits to the community by the Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing couple had started earlier, or exactly one year before the election took place. The form of direct visit communication is to build good relations between the community and the candidate pair Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing and to create a good political image within the community itself. In addition, posts on social media showing the activities of Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing also introduced this couple to the wider community, especially to people who were not visited by the Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing couple. In the implementation of political communication, the Jamal-Pantas couple also has several obstacles in carrying out political communication, namely hoax news and the immaturity of voters in responding to differences in political choices.Penelitian ini mencoba mendeskripsikan komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing pada Pilkada Kota Sibolga tahun 2020. Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi covid-19 membuat situasi saat ini menjadi tantangan yang harus dilalui oleh pasangan calon kepala daerah. Pembatasan dan penggunaan protokol kesehatan sebagaimana tertuang dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020 membuat pelaksanaan pemilu ini semakin menarik dalam cara pasangan calon membangun dan melaksanakan komunikasi politiknya guna memenangkan pemilu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk memberikan fakta atau peristiwa secara sistematis dan akurat mengenai sifat penelitian dan menganalisis kebenaran berdasarkan data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan melalui studi kepustakaan. Dalam penelitian ini terdapat beberapa bentuk komunikasi politik yang dilakukan oleh pasangan Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing yaitu dengan melakukan kunjungan ke masyarakat secara intens jauh sebelum pemilu, kampanye dari rumah ke rumah dan penggunaan media sosial sebagai media komunikasi. komunikasi politik. Sementara itu, kunjungan langsung ke masyarakat yang dilakukan pasangan Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing sudah dimulai lebih awal, atau tepatnya satu tahun sebelum pilkada berlangsung. Bentuk komunikasi kunjungan langsung tersebut adalah untuk membangun hubungan baik antara masyarakat dengan pasangan calon Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing dan untuk menciptakan citra politik yang baik di dalam masyarakat itu sendiri. Selain itu, postingan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing turut memperkenalkan pasangan ini ke masyarakat luas, terutama kepada masyarakat yang tidak didatangi pasangan Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing. Dalam pelaksanaan komunikasi politik, pasangan Jamal-Pantas juga memiliki beberapa kendala dalam melakukan komunikasi politik yaitu berita hoax dan ketidakdewasaan pemilih dalam menyikapi perbedaan pilihan politik.151 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore