4 research outputs found

    Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information), Vol 8, No 1 February 2015

    No full text
    COVERAGE, DIVERSITY, AND COHERENCE OPTIMIZATION FOR MULTI-DOCUMENT SUMMARIZATION Khoirul Umam, Fidi Wincoko Putro, Gulpi Qorik Oktagalu Pratamasunu, Agus Zainal Arifin, Diana Purwitasari STUDY COMPARISON OF SVM-, K-NN- AND BACKPROPAGATION-BASED CLASSIFIER FOR IMAGE RETRIEVAL Muhammad Athoillah, M. Isa Irawan, Elly Matul Imah BOT SPAMMER DETECTION IN TWITTER USING TWEET SIMILARITY AND TIME INTERVAL ENTROPY Rizal Setya Perdana, Tri Hadiah Muliawati, Reddy Alexandro IMAGE SPLICING DETECTION BASED ON DEMOSAICKING AND WAVELET TRANSFORMATION Endina Putri Purwandari COMPARATIVE STUDY OF RTOS AND PRIMITIVE INTERRUPT IN EMBEDDED SYSTEM Dwi Purnomo, Machmud R Alhamidi, Grafika Jati, Novian Habibie, Benny Hardjono, Ari Wibisono PREFERENCE BASED TERM WEIGHTING FOR ARABIC FIQH DOCUMENT RANKING Khadijah Fahmi Hayati Holle, Agus Zainal Arifin, Diana Purwitasari STUDY COMPARISON BACKPROPOGATION, SUPPORT VECTOR MACHINE, AND EXTREME LEARNING MACHINE FOR BIOINFORMATICS DATA umi mahdiyah, M. Isa Irawan, Elly Matul Ima

    WUJUD CAMPUR KODE TUTURAN SISWA-SISWI DI LINGKUNGAN MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 JEMBRANA NEGARE, BALI

    Full text link
    Kata kunci: campur kode, tuturan siswa-siswi di lingkungan madrasah aliyah negeri (MAN) 1 Jembrana Negare BaliPemilihan judul “Wujud Peristiwa Campur Kode Tuturan Siswa-siswi Di Lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jembrana Negare Bali” dilatarbelakangi oleh potensi sebuah kampung Melayu yang terdapat di pulau Bali terdapat beraneka ragam ras dan agama yang bermukim disana. Akan tetapi masyarakat muslim di sebuah kampung tersebut lebih mendominasi, serta memiliki keunikan dalam gaya berbicaranya dibandingkan dengan masyaraakat lainya yang berada di pulau Bali. Sehingga hal tersebut memunculkan fenomena kebahasaan yakni campur kode. Terdapat dua rumusan masalah yaitu, (1) Bagaimana wujud campur kode tuturan siswa pada saat berinteraksi dalam berkomunikasi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) JEMBRANA, Bali?, (2) Faktor apa yang menyebabkan terjadinya peristia campur kode pada lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) JEMBRANA, Bali? Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan ialah tuturan seorang siswa yang mengandung unsur campur kode dalam aktivitas dilingkungan sekolah MAN 1 Jembrana, Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode simak dan catat. Hasil penelitian ini dapat mendeskripsikan beberapa hal sebagai berikut, (1) bentuk campur kode dalam tuturan siswa yang terdapat di lembaga MAN 1 Jembrana Bali meliputi, penyisipan unsur berwujud kata, penyisipan yang berbentuk frasa, penyisipan unsur berbentuk baster, penyisipan unsur berbentuk perulangan kata, penyisipan unsur berbentuk idiom dan penyisipan unsur yang berbentuk klausa. Peristiwa campur kode ini terjadi ketika siswa MAN 1 Jembrana melakukan percakapan, baik itu diwilayah kantin sekolah, di dalam kelas, di lapangan sekolah, dikntin, bahkan ketika berbicara dengan guru para siswa tidak menggunakan bahasa Indonesia ketika berdiskusi. Akan tetapi hal tersebut dilakukan ketika diluar jam pelajaran tidak pada saat pelajaran berlangsung. Semua penyebab tersebut dapat mereka lakukan secara sengaja dan tidak sengaja, (2) faktor penyebab terjadinya peristiwa campur kode yang dilakukan oleh siswa MAN 1 Jembrana Bali karena terdapat beberapa karakter yang dimiliki oleh penutur ataupun mitra tuturnya, seperti latar sosial dan lain sebagainya yang biasa memengaruhi terjadinya peristiwa tersebut

    Analysis of factors affecting the quality of Bintan District government financial reports

    No full text
    Purpose: This study aims to analyze and provide empirical evidence regarding the influence of Fixed Asset Administration, Human Resource Competency, and Regional Government Accounting Systems on the Quality of Government Financial Reports with the Government's internal control system as a moderator. Research methodology: This study used primary data using a quantitative approach. The primary data collection method was a questionnaire that was measured using a Likert scale. Results: The test results show that Fixed Asset Administration has a significant effect on the Quality of Regional Government Financial Reports with a P-Value of 0.000 < 0.05. Limitations: This study analyzes the limitations of the format used by the Bintan District Government for financial reports and how it impacts their quality. Contributions: This study investigates the factors affecting the quality of financial reports produced by the Bintan district government. By analyzing these factors, this study aims to provide valuable insights that can guide efforts to improve the quality of financial reporting in the district. Practical Implications: The findings of this study can be used by policymakers and practitioners to develop strategies to enhance financial reporting quality in Bintan District. This study can also serve as a guide for other local governments seeking to improve their financial reporting practices and standards. Novelty: This study is unique in its focus on the Bintan district government and its efforts to identify factors that influence financial reporting quality

    Penerapan CMMI Roadmaps Dalam Menilai Tingkat Kematangan Proses Pengembangan Perangkat Lunak

    No full text
    Pengembangan produk perangkat lunak merupakan salah satu faktor penting bagi organisasi untuk menghasilkan layanan produk digital yang berdampak pada digitalisasi proses pengembangannya. Banyak organisasi sistem informasi di Indonesia menghadapi tujuan itu dan berusaha mengevaluasi proses pengembangan perangkat lunak (PPL) dibuktikan dengan pembahasan penelitian tentang topik tingkat kematangan. Dalam penelitian ini dilakukan pada salah satu organisasi perusahaan telekomunikasi Indonesia sebagai penyedia produk digital. Hal ini bertujuan untuk menilai tingkat kematangan proses PPL saat ini sebagai titik awal peningkatan proses pengembangan organisasi untuk menghasilkan kualitas produk terbaik tanpa cacat. Organisasi perlu menilai dan mengevaluasi tingkat kematangan dalam meningkatkan dan kualitas produk serta analisis kematangan dapat digunakan untuk mengungkap kelemahan proses. Hasilnya, organisasi saat ini pada maturity level 2 (ML2) atau Managed, sedangkan untuk ML3 belum terpenuhi semua process area dengan pendekatan CMMI Roadmaps sebagai langkah berikutnya untuk mencapai maturity level 3 (ML3). Beberapa rekomendasi juga diusulkan untuk meningkatkan sisa process area yang belum memenuhi specific process
    corecore