119 research outputs found
NUR MUHAMMAD DALAM TRADISI SUFISME
Nur Muhammad merupakan salah satu ajaran dalam tradisi sufisme yang dikembangkan pada mulanya oleh al-Hallaj; Ibn Arabi, al Jilli, al-Burhanpuri dan akhirnya al-Nabhani. Menurut Hallaj Nur Muhammad memiliki dua hakikat: 'qadimah' sebagai 'nur al-azali' yang menjadi sumber ilmu dan irfan serta sebagai titik tolak munculnya para nabi dan aulia Allah dan 'haditsah' merupakan eksistensi sebagai ibn Abdullah yang menjadi Nabi dan Rasul. Selanjutnya alNabhani juga berpendapat senada. Baginya Nur Muhamad bersumber dari Allah dan oleh karenanyaa ia bersifat 'qadim' sedangkan Nur Muhammad adalah sumber segala makhluk dan oleh karenanya bersifat 'huduts'. Melalui huduts inilah Nur Muhammad bisa bersentuhan langsung dengan makhluk. la juga menjadi penghubung antara Allah dengan hamba-Nya. Selanjutnya, hamba bisa berdialog langsung dengan TuhanNya melalui shalat. Shalat adalah identik dengan bacaan dan dialog antara hamba denganTuhanNya melalui rukun kauli, fi'li dan qalbi. Untuk bisa mengungkap esensi bacaan dan dialog tersebut hanya mungkin bisa diperoleh melalui Nur. Nur tersebut berasal dari Nur Muhammad. Dengan demikian ada persamaan antara Nur Muhammad dengan fungsi shalat, yakni penghubung hamba dengan Allah SWT.Kata Kunci: Syekh Yusuf al-Nabhani, Nur Muhammad, Tasawuf, Wasithah
DIMENSI SOSIAL DALAM FILSAFAT MULLA SADRA
Hikmah Muthaaliyah (Transcendent Wisdom) is the Philosophy of Mulla Sadra. The uniqueness of this philosophy is not only summarizing the various approaches that have been taken by previous philosophers - from Greece to the Muslim world (Middle East) - but also completes and adds new approaches in the form of irfan and also references to the Koran and the hadith of the Prophet Muhammad SAW .The completeness of the approach accompanied by an accurate understanding of the sources of Islamic teachings, this philosophy is called the most complete philosophy in terms of the scope of the discussion. Therefore, the discussion of social issues has a very strong position in the philosophy of Mulla Sadra.The social issues can be explained by elaborating the theory of the substance motion (Al-Harakah Al-Jauwhariyyah) and the four intellectual journeys (Al-Asfar Al-Arbah Al-Aqli)
PENERAPAN LEMARI ASAP TERKONTROL UNTUK PRODUKSI TELUR ASIN ASAP DI INDUSTRI RUMAH TANGGA ELDONA, BANJARBARU
Application of Controlled Smoke Cabinet for the Production of Smoked Salt Egg in the Eldona Home Industry, BanjarbaruAbstract. The Telur Asin Eldona Home Industry have problems in the process of producing salted smoke eggs. Production rate only 800-1000 salted smoke eggs per week. The fumigation time takes up to three days. The high defect products reach 20% due to overheating during the fumigation process. The community partnership program aims to increase the volume of production of salted smoke eggs and reduce product failures in the fumigation process. To achieve this goal, Designing a larger smoke cabinet applying a pyrolysis system and temperature control to avoid overheating. The rack of salted egg placement is practically modified to be flipped and shifted. The results of the initial implementation at the "Eldona Telur Asin" showed a reduction in fumigation time and defective of cracking product. Fumigation time decrease from three days become 6 hours. Cracking product of fumigation results has declined, before the average 20% now found is only 1.3%.Keywords: Pyrolisis, smoked eggs, microcontroller, salted eggs.Abstrak. IRT Telur Asin Eldona mengalami permasalahan dalam proses produksi telur asin asap. Kapasitas produksi hanya mencapai 800-1000 butir perminggu, waktu pengasapan relatif lama yakni memerlukan waktu hingga 3 hari serta tingginya produk cacat yang mencapai 20% akibat overheating selama proses pengasapan. Program kemitraan masyarakat ini merupakan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan volume produsi telur asin asap serta mengurangi gagal produk dalam proses pengasapan di IRT “Eldona” Telur Asin. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dirancang lemari asap dengan menerapkan sistem pirolisis yang dilengkapi dengan mikrokontroller untuk menjaga suhu ruangan lemari asap agar tidak terjadi overheating. Kapasitas lemari diperbesar, rak penempatan telur asin dimodifikasi secara praktis untuk dibolak-balik dan dipindah posisinya, suhu pengasapan yang terkontrol serta tereduksinya panas dari ruang pembakaran. Hasil implemetasi menunjukkan terjadinya reduksi waktu pengasapan yakni sebelumnya memerlukan waktu 3 hari, saat ini hanya diperlukan waktu pengasapan 6 jam. Produk cacat hasil pengasapan menurun, sebelumnya rata-rata ditemui 20% menjadi 1,3%.Kata Kunci: Pirolisis, telur asap, mikrokontroller, telur asi
Analisis Keuntungan Usaha Produksi Ayam Goreng Presto pada Produk Celebes Organik Chicken (COC) (Studi Kasus Program IbIKK di Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin)
This study aimed to analyze a number of profits from the sale of products fried chicken presto vaccum packed with brand Celebes Organic Chicken (COC). This product was developed from the activities of science and technology for innovation and campus creativity community service programs in the Faculty of Animal Science, Hasanuddin University. The process of production and sales made at the Laboratory of Meat and Egg Processing Technology, Faculty of Animal Science, Hasanuddin University. The production process done through several processes, namely: washing, seasoning, cooking, refrigeration, vacuum packing, and freezing. Based on the results of the data analysis of the benefit and costs of product sales result that, on the scale of business of 5 chickens with 1.5–1.6 kg carcass weight (10 pieces of chicken) (17 packsto produce the amount of fixed costs by IDR 4.778.333, variable costs IDR 5.660.000, the benefit of IDR 13.175.000, and the benefit of IDR 2.736.667. The end result of this calculation concluded that this business is very profitable, so it is feasible to be developed into a business. The profit margin obtained IDR 4.123/pack
How Salafism Form Religiuous Understanding in Indonesian Milenials :Existence, Spread, Interaction and Contribution
The existence of Islamic revivalism groups is growing
rapidly at Hasanuddin University. There are three dominant groups,
namely the Tarbiyah Ikhwanul Muslimin movement affiliated with
the Indonesian Seasonal Student Action Unit (KAMMI), the Gema
Pembebasan (GEMAPEM) movement with Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI) and the Salafi group that emerged in the form of
the Campus Da'wah Institution of Students Lovers of the Mosque
(LDK MPM) and the LDF Faculty Da'wah Institution. The
existence of Salafi-Wahdah student groups at Hasanuddin
University is quite strong because they have made a Memorandum
of Understanding with Wahdah Islamiyyah in terms of student
religious guidance. This movement dominates the Faculties in the
form of Da'wah Institutions. They conduct intensive coaching and
control the campus mosque and Mushallah in the Faculty. In
addition, these activists get space in the SAINS (Intensive Qur'anic
Study) program, which is formally enforced in religious learning on
campus. The study of the Qur'an is carried out in the form of
fardiyyah da'wah. This process is called persuasive da'wah
Hadis dan Orientalisme
Makalah di bawah ini membahas studi para orientalis terhadap sejarah kodifikasi hadis dan berupaya merjelaskan bantahan-bantahan terhadap hal itu dari para sarjana muslim. Terdapat beberapa pendapat di kalangan orientalis mengenai awal mula tadwin (kodifikasi) hadis. Goldziher berpendapat, hadis mulai dikodifikasi pada akhir abad II H. Sprenger mengatakan, hadis sudah mulai dikodfjikasi sejak jaman Nabi Muhammad. Sedangkan W. Muir berpendapat bahwa Az-Zuhri· adalah orang yang pertama mengkodifikasi hadis, dan tidak mempercayai adanya kitab-kitab hadis yang ditulis sebelum pertengahan abad II H. Dari data-data yang ditemukan, tadwin dalam arti penulisan hadis secara parsial telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad. Penulisan hadis pada masa itu masih bersifat parsial-individual, ditulis oleh para sahabat yang memiliki kemampuan menulis dan untuk koleksi pribadi seperri al-Sahifah al-Shadiqah dan al-Shahifah al-Sahihah. Bahkan menurut klaim kalangan Syi'ah, hadis telah secara komprehensif dikodifikasi sejak jaman Nabi dalam Shahifah Ali. Sedangkan tadwin dalam arti kodifikasi secara resmi, bersifat massif dan diinisiasi oleh penguasa dimulai sejak jaman Umar ibn Abdul Aziz, kalau bukan sejak jaman Abdul Aziz ibn Manvan (w.85 H.).Tadwin dalam pengertian terakhir kemudian mengakibatkan gerakan tashnif kitab-kitab hadis sejak paruh abad kedua hijriah. Jami' Ma'mar, Sunan al Awza'iy, al-Muwaththa' Malik adalah sebagian kitab hadis yang dikompilasi pada paruh pertama abad kedua H. Adapun kitab kompilasi hadis yang berasal dari pertengahan abad pertama hijriah dan manuskrip salinannya (nasakh) telah ditemukan adalah AI-Sahifah al-Sahihah. Sahifah yang berisi sekitar 140 hadis ini dikumpulkan oleh Wahab ibn Munabbih (w.131 H.) dari majelis hadis gurunya, Abu Hurairah RA. Hadis-hadis dalam al-Sahifah ini secara parsial dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis setelah era Wahab, dan secara komprehensif dapat ditemukan dalam Musnad Ahmad dalam bab Abu Hurairah. Dengan demikian, upaya pelestarian sunnah dari generasi ke generasi secara tertulis telah dimulai sejak jaman Nabi Muhammad, berbarengan dengan upaya pelestariannya secara lisan
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGEDAR NARKOTIKA JENIS GANJA DI KOTA PALU (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Palu No. 314/Pid.B/2012/PN.PL.)
2015MUHAMMAD IRFAN UMAR, B111 11 429, Tinjauan Yuridis Terhadap\ud
Pengedar Narkotika Jenis Ganja di Kota Palu (Studi Kasus Putusan\ud
Pengadilan Negeri Palu No. 314/Pid.B/2012/PN.PL.), di bawah bimbingan\ud
Said Karim selaku pembimbing I dan Amir Ilyas selaku pembimbing II. \ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ketentuan hukum\ud
pidana materil terhadap tindak pidana pengedar narkotika golongan I jenis\ud
ganja dalam Putusan Pengadilan Negeri Palu Nomor : 314/Pid.B/2012/PN.PL\ud
dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan\ud
sanksi pidana pada pelaku tindak pidana pengedar narkotika golongan I jenis\ud
ganja dalam putusan Pengadilan Negeri Palu Nomor :\ud
314/Pid.B/2012/PN.PL. \ud
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Palu dengan memilih instansi yang\ud
terkait dengan perkara ini yaitu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Palu.\ud
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Metode Kepustakaan dan\ud
Metode Wawancara kemudian data yang diperoleh dianalisis secara\ud
kualitatif. \ud
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan ketentuan hukum\ud
pidana materil terhadap perkara putusan Nomor : 314/Pid.B/2012/PN.PL\ud
mestinya sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Karena dalam\ud
keterangan terdakwa yang dikemukakan dalam persidangan mengatakan\ud
adanya transaksi jual beli yang dilakukan oleh terdakwa dengan seseorang\ud
yang tidak dikenalnya. (2) Pertimbangan Hukum Hakim dalam menjatuhkan\ud
sanksi pidana perkara putusan Nomor : 314/Pid.B/2012/PN.PL berdasarkan\ud
pertimbangan Penuntut Umum dan Hakim maka sanksi yang dijatuhkan\ud
mestinya tidak hanya 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp.800.000.000,- \ud
(delapan ratus juta rupiah) subsidair 4 (empat) bulan penjara, jika\ud
menerapkan pasal yang menjadi dasar hukum dalam tuntutan Jaksa\ud
Penuntut Umum yaitu Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang No. 35 tahun 2009\ud
tentang Narkotika Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana
BY PRODUCT TERNAK. Teknologi dan Aplikasinya
DAFTAR PUSTAKA\ud
\ud
\ud
Adventini, N., Muhayatun, D. D. Lestiani dan W.Y.N. Syahfitri. 2012. Analisis Mikronutrien dalam Daging, Limpa, dan Hati Sapi. Jurnal Medika. 38 (8), 580???586.\ud
\ud
Angelidaki, I., and B. K. Ahring. 2000. Methods for increasing the biogas potential from the recalcitrant organic matter contained in manure. Water Science Technology. 41 (3), 189-194.\ud
\ud
Anonim. 1974. Gelita-Instant-Gelatins Type 800 A Type 800 B. Gelatine-Information-Service. Deutsche Gelatine-Febriken Stoess & Co. GmbH, Eberbach/Baden\ud
\ud
Anonim. 1995. Farmakope Indonesia (FI). Edisi IV. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.\ud
\ud
Anonim. 2001. Gelatin. Gelatin Manufacturers Institute of America (GMIA). http://www.gelatin_gmia.com/html/gelatine.html. [Diakses 4 November 2008] \ud
\ud
Anonim. 2005a. Jurnal Halal. http://www.eramuslim.com/infohalal.htm.[diakses Tanggal 01 Agustus 2005]\ud
\ud
Anonim. 2005b. Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 06-3735 -1995. Dewan Standardisasi Nasional.\ud
\ud
Anonim. 2006c. Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 04-7182-2006. Dewan Standardisasi Nasional.\ud
\ud
Anonim. 2006. Gelatin.org Market Data 2005. Gelatine Manufacturers of Europe.\ud
http://www.gelatine.org [Diakses 21 April 2008]\ud
\ud
Anonim. 2011. Statistik Peternakan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Makassar.\ud
\ud
Anty, K. 1998. Pengaruh Urine Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis. Laporan Penelitian. Politeknik Pertanian Universitas Andalas, Payakumbuh.\ud
\ud
Apriyantono, A., D.Fardiaz, N.L.Puspisari, S.Yasni dan S. Budiyanto. 1989. Analisis Pangan. IPB Press, Bogor.\ud
\ud
Azhar, M., M.Munda, S.Simon, E.Abustam dan M.I. Said. 2012. Produksi Gelatin dari Limbah Usus Ayam untuk Bahan Pengemas Obat (Cangkang Kapsul). Laporan Penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Baihaki., R.Ramadhanti, Resta, N.K.Sari, I.M. Areopagus. 2010. Pemanfaatan Usus Ayam Sebagai Upaya Pemulihan Terhadap Akibat Flu Burung. Jurusan Peternakan. Politeknik Negeri Lampung, Lampung.\ud
\ud
Baziwane, D and Q. He. 2003. Gelatin: the paramount food additive. Food Reviews International. (19), 423???435.\ud
\ud
Blakely, J dan H. Bade. 1994. Ilmu Peternakan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.\ud
\ud
Buckle, K.A., R.A.Edwards, G.H.Fleet dan M.Wooton. 1987. Ilmu Pangan. Penerjemah : Hari Purnomo dan Adiono. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.\ud
\ud
Budi, U., I. Bachri dan P.R. Lisma. 2008. Penambahan Tepung Cangkang Telur Ayam Ras pada Ransum terhadap Fertilitas, Daya Tetas dan Mortalitas Burung Puyuh. Jurnal Agribinis Peternakan. Vol. 4 No.3. Hal. 111-115.\ud
\ud
Chaplin, M. 2006. Gelatin. Water Structure and Behavior. http://www.lsbu.ac.uk/water/index2.html [Diakses 15 November 2008]\ud
\ud
Frandson, R.D. 1996. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.\ud
\ud
G??mez-Estaca,J., L.Bravo, M.C. G??mez-Guill??n, A. Alem??n and P. Montero. 2008. Antioxidant properties of tuna-skin and bovine-hide gelatin films induced by the addition of oregano and rosemary extracts. Food Chem, 112 (1), 18-25. \ud
\ud
Gontard, N., S.Guilbert and J.L.Cuq. 1993. Water and Gliserol a plasticizer affect mechanical and water vapor barrier properties of inedible wheat gluten film. J. Food Sci, (58),190-195.\ud
\ud
Hana, A. 2008. Tanya Jawab Hijamah (Bekam). http://kaahil.wordpress.com/2008/10/26/tanya-jawab-hijamah-bekam-bersama-drabu-hana-bag1/\ud
\ud
Hansen, H., I. Angelidaki and B. K. Ahring. 1998. Anaerobic Digestion of Swine Manure: Inhibition by Ammonia. Water Res. 32 (1), 5-12.\ud
\ud
Harahap, F., M.Apandi, dan S.Ginting. 1988. Teknologi Biogas. Pusat Teknologi Pembangunan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.\ud
\ud
Heynke and Roland. 2006. Gelatin Production and Prion Theory. General Information about Gelatin and Mad Cow Disease including references to various studies. [Diakses 21 April 2007]. \ud
\ud
Hobson, P., S. Bousfield, R. Summers and P. J. Mills. 1980. Anaerobic Digestion of Piggery and Poultry Waste. Applied Science Publisher. London.\ud
\ud
Indartono, Y. 2006. Reaktor Biogas Skala Kecil/Menengah. http://www.indeni.org/content/view/63/48/ [Diakses 23 Januari 2007]\ud
\ud
Jaswir, I. 2007. Memahami Gelatin. Artikel Iptek. www.beritaiptek.com [Diakses 2 November 2008].\ud
\ud
Jenie, B.S.L.dan Rahayu, W.P. 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan. Kanisius, Yogyakarta\ud
\ud
Junianto, K. Haetami dan I.Maulina. 2006. Produksi Gelatin dari Tulang Ikan dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Dasar Pembuatan Cangkang Kapsul. Laporan Penelitian Hibah Bersaing IV Tahun I. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Padjajaran, Bandung. \ud
\ud
Junus, M. 1994. Teknik Membuat dan Memanfaatkan Unit Biogas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.\ud
\ud
Junqueira, L.C., Corneiro, J and R.O.Kelly. 1998. Alih Bahasa Tambayong, J. Histologi Dasar. EGC. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta.\ud
\ud
Karim, A.A and R. Bhat. 2008a. Fish gelatin: properties, challenges, and prospects as an alternative to mammalian gelatins. Food Hydrocolloids. doi:10.1016/j.foodhyd.2008.07.002\ud
\ud
Karim, A.A and R. Bhat. 2008b. Gelatin alternatives for the food industry: recent developments, challenges and prospects. Trends in Food Sci. & Tech. doi:10.1016/j.tifs.2008.08.001\ud
\ud
Khalsa.,K.P.S. 2008. The Inside Scoop: Velvet Antler http://www.alternativemedicine.com\ud
\ud
Kolodziejska, I., K.Kaczorowski, B.Piotrowska and M.Sadowska. 2003. Modification of the properties of gelatin from skins of Baltic cod (Gadus morhua) with transglutaminase. Food Chem, 86 (2), 203-209. \ud
\ud
Kusmartono, B dan M.A. Noya. 2008. Hidrolisis Kolagen Pembuatan Lem dari Kulit Split dengan Katalisator H2SO4. Jurnal Teknologi. Vol. 1. No. 1. 2008: 78-82\ud
\ud
Laksono., T.S., H. Zainal, A.U.A. Nirwana dan M.I. Said. 2012. Studi Potensi Pemanfaatan Limbah Lemak Sapi (Tallow) sebagai Bahan Baku Alternatif Biodiesel. Laporan Penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Lingga, P. 1993. Pupuk dan cara Memupuk. Kanisius, Jakarta.\ud
\ud
Macklin, B. 2008. Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak. http://onlinebuku.com/2008/12/20/pemanfaatan-limbah-kotoran-ternak/\ud
\ud
Mali, S., L.B.Karam, L.P.Ramos and M.V.E.Grossman. 2004. Relationships among the composition and physicochemical properties of starches with characteristics of their film. J.Agric Food Chem, (52),7720-7725. \ud
\ud
Marchetti, J.M., Miguel, V.U dan Errazu, A.F. 2008. Techno-economic study of different alternatives for biodiesel production. Fuel Processing Tech. 89, 740-748.\ud
\ud
Marnoto, T dan A. Efendi. 2011. Biodisel dari Lemak Hewani (Ayam Broiler) dengan Katalis Kapur Tohor. Prosiding. Seminar Nasional Teknik Kimia ???Kejuangan??? . ISSN 1693-4393, Yogyakarta, Hal. E10-1-5.\ud
\ud
Murpiningrum, E. 2012. Lemak Ayam Ras Pedaging dan Minyak Kelapa sebagai Bahan Peminyakan (Fatliquoring) pada Proses Penyamakan Kulit Kambing. Makalah Seminar. repository.unhas.ac.id\ud
\ud
Naswir. 2003. Pemanfaatan Urine Sapi yang Difermentasi sebagai Nutrisi Tanaman. Program Pascasarjana IPB, Bogor.\ud
\ud
Netti, H dan G.Hendra. 2003. Lemak dan Minyak. Program Studi Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara, Medan.\ud
\ud
Nusantara, A. D., C. Kusmana, I. Mansur, L. K. Darusman dan Soedarmadi. 2011. Performa Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pueraria phaseoloides yang Dipupuk Tepung Tulang dengan Ukuran dan Dosis Berbeda. Jurnal Media Peternakan. Vol. 34 (2), 126-132. \ud
\ud
Ockerman, H.W and C.L. Hansen. 2000. Animal By Product Processing and Utilization. CRC Press, USA.\ud
\ud
Octavianie, Y. 2002. Kandungan Gizi dan Palatabilitas Bakso Campuran Daging dan Jantung Sapi. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.\ud
Pandi, N., E.Abustam dan M.I.Said. 2012. Pengaruh Tingkat Penambahan Protein dari Kepala Broiler dan Level Enzim Bromelin terhadap Kualitas Kecap. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Papadopoulos, M.C., A.R.El Boushy and E.H.Ketelaars. 1985. Effect of different processing condition on amino acid digestibility of feather meal determined by chicken assay. Poultry Sci. 64, 1729-1741.\ud
\ud
Pound, B., Done, F., and T. R. Preston. 1981. Biogas Production From Mixtures of Cattle Slurry and Pressed Sugas Cane Stalk, with and without Urea. Journ. Bioresource Technology. (6), 11-21.\ud
\ud
Prihmantoro, H dan Y.H. Indriyani . 1994. Hidroponik Sayuran Semusim. Penebar Swadaya. Jakarta.\ud
\ud
Purnomo, E. 1985. Pengetahuan Dasar Teknologi Penyamakan Kulit. Akademi Teknologi Kulit, Yogyakarta.\ud
\ud
Rogart J.N., H.J.Barrach and C.O. Chichester. 1999. Articular collagen degradation in the Hulth-Telhag model of osteoarthritis. Osteoarthritis Cartilage. 7(6) ; 539-547.\ud
\ud
Rusli, A. 2004. Kajian Proses Ekstraksi Gelatin dari Kulit Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Segar. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.\ud
\ud
Said, M.I. 2000. Isolasi dan Identifikasi Kapang pada Kulit Kambing serta Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik dan Struktur Jaringan Kulit Kambing Pickle serta Wet Blue dengan Perlakuan Fungisida selama Penyimpanan. Tesis. Program Studi Ilmu Peternakan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. \ud
Said, M.I. 2006. Kulit sebagai Potensi Komoditi Ekspor Non Migas. Bulletin Peternakan. Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Edisi XXIII. ISSN.1858-0777 \ud
\ud
Said, M.I. 2006. Teknologi Penyamakan Kulit. Bulletin Peternakan. Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar. Edisi XXIV. ISSN.1858-0777 \ud
\ud
Said, M.I., E. Abustam dan H.M. Ali. 2009. Aplikasi Teknologi Produksi Biogas dan Limbahnya (Sludge) sebagai Pakan Ternak dan Pupuk Organik untuk Pemulihan Ekonomi UKM Ternak Perah dan Pengolahan Susu Pasteurisasi Pasca Banjir Bandang dan Tanah Longsor Di Kabupaten Sinjai. Program Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek. Kerjasama Kemenristek RI dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
\ud
Said, M.I. S.Triatmojo, Y.Erwanto dan A.Fudholi. 2009. Pengembangan Produk Gelatin Halal Dari Kulit Kambing Afkir Melalui Rekayasa Proses Curing Untuk Bahan Pengemas Obat (Kapsul). Laporan Hibah Penelitian untuk Mahasiswa Program Doktor. Program Studi Ilmu Peternakan. Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.\ud
\ud
Said, M.I dan Murpiningrum, E. 2009. Karakterisasi dan Purifikasi Protease Bakteri Bacillus Sp dan Jamur Aspergillus Sp serta Aplikasinya sebagai Soaking Agent pada Proses Penyamakan Kulit Kambing. Laporan Penelitian Hibah Pekerti. Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Said, M.I., S.Triatmojo, Y.Erwanto dan A.Fudholi. 2010. Pengaruh Penggunaan Gelatin Kulit Kambing dengan Plasticizer Gliserol pada Perbandingan Konsentrasi berbeda terhadap Sifat-Sifat Kimia Edible Film. Majalah Ilmiah. AGRIPLUS. Vol. 20 (3) : 219-226. ISSN 0854-0128 \ud
\ud
Said, M.I, J.C.Likadja dan M.Hatta. 2010. Pengembangan Produk Gelatin Halal dari Kulit Kambing Lokal Sebagai Biopolimer dan Aplikasinya dalam Meningkatkan Umur Simpan Daging dan Telur. Laporan Penelitian Hibah Kompetitif Penelitian Strategis Nasional. Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Said, M.I., S.Triatmojo, Y.Erwanto dan A.Fudholi. 2011. Profil Asam Amino, Gugus Fungsional dan Distribusi Berat Molekul Gelatin Kulit Kambing yang Diproduksi melalui Proses Asam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK). Vol. 6 (1), 26-30. ISSN 1978-0303 \ud
\ud
Said, M.I., S.Triatmojo, Y.Erwanto dan A.Fudholi. 2011. Comparative Study of The Properties of Gelatin from Bligon Goat Skin with Commercial Gelatin. Media Peternakan. Vol. 34 (3) : Hal.155-227, ISSN 0216-0472 (Terakreditasi No.66b/DIKTI/Kep/2011) DOI :10.5398/Medpet.\ud
2011.34.3.155.\ud
\ud
Said, M.I. 2011. Optimasi Proses Produksi Gelatin Kulit Kambing sebagai Bahan Baku Edible Film untuk Bahan Pengemas Obat (kapsul). Disertasi. Program Studi Ilmu Peternakan Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (S-3). \ud
\ud
Said, M.I dan J.C.Likadja. 2012. Isolasi dan Identifikasi Bakteri yang Berpotensi sebagai Penghasil Enzim Protease pada Industri Penyamakan Kulit. PT.Adhi Satria Abadi (ASA), Yogyakarta. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan (JITP). Vol 2(3) 27-33 ISSN 2086-6216\ud
\ud
\ud
Said, M.I., E.Abustam, A.W.Wahab dan Sartini. 2012. Pengembangan produk pangan baru dari bahan baku lokal (tulang sapi potong) untuk kebutuhan khusus berupa food supplement bagi masyarakat spesifik lanjut usia (lansia). Laporan Penelitian. Penelitian Prioritas Nasional Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (PENPRINAS MP3EI 2011-2025). Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Said, M.I dan F. Maruddin. 2012. Penyuluhan Tentang Teknologi Pengolahan Limbah Ternak dan Pengolahan Susu Di Desa Gunung Perak, Kec. Sinjai Barat, Kab.Sinjai. DPP Fakultas Peternakan UNHAS, Makassar.\ud
\ud
Sanjaya, L. 1995. Pengaruh Isi Rumen Sapi Terhadap PBB, Konsumsi, Konversi Terhadap Ayam Pedaging. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah, Malang.\ud
\ud
Santoso, U. 1987. Limbah Bahan Ransum Unggas yang Rasional. Bharata Karya Aksara, Jakarta. \ud
\ud
Sastrohamidjojo. 1992. Spektroskopi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta \ud
\ud
Setiawan, A.I. 2005. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Cetakan kelima. Penebar Swadaya. Jakarta.\ud
\ud
Sihombing, D.T.H. 1997. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.\ud
\ud
Simamora, S., Salundik, S.Wahyuni dan Surajuddin. 2005. Membuat Bio Gas Pengganti Bahan Bakar Minyak dan Gas dari Kotoran Ternak. PT. AgroMedia Pustaka, Jakarta. \ud
\ud
Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.\ud
\ud
Soepranianondo, K. 2005. Dampak Isi Rumen Sapi Sebagai Subtitusi Rumput Raja Terhadap Produk Metabolit pada Kambing Peranakan Etawa. Media Kedokteran Hewan. 21 (2), 94-96.\ud
\ud
Srigandono, B. Kamus Istilah Peternakan. Edisi kedua. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.\ud
\ud
Stalin, N., and H. J. Prabhu. 2007. Effect of mikrobial growth on biogas generation using carrier material in the self circulating biogas plant. Journal of Engineering and Applied Sciences. Vol. 2, 8-11.\ud
\ud
Sudarmadji, S.,B.Haryono dan Suhardi. 1997. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi 4. Liberty, Yogyakarta.\ud
\ud
Suhermiyati, S. 1984. ???Pengujian Cobaan Bahan Limbah RPH dan Ragi Makanan Ternak serta Kombinasinya dalam Ransum Ayam Pedaging???. Tesis. Fakulta Peternakan IPB, Bogor.\ud
\ud
Sutrisno, C.L. 1994. Proceeding. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan Pengolahan dan Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian Ternak. Ciawi, Bogor\ud
\ud
Tala, S., N. Sara. Haikal, E. Abustam dan M.I.Said. Pemanfaatan Limbah Usus Ayam sebagai Bahan Baku Alternatif Produksi Kecap Lokal Khas Makassar Melalui Teknik Hidrolisis. Laporan Penelitian Program PKM. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.\ud
\ud
Tian, Y., Z. Peng, D.Gorton ,Y.Xiao and N. Ketheesan. 2011. Immunohistochemical analysis of structural changes in collagen for the assessment of osteoarthritis. Proc. Inst. Mech. Eng H. 225(7), 680-687 (Abstract).\ud
\ud
Tillman, A.D., H.Hartadi, S.Prawirokusumo, S.Reksohadiprojo dan S.Lebdosoekodjo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.\ud
\ud
Triatmojo, S. 2004. Penanganan Limbah Peternakan. Jurusan Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.\ud
\ud
Triatmojo, S. 2012. Teknologi Pengolahan Kulit Sapi. PT. Citra Aji Parama, Yogyakarta.\ud
\ud
Utami, I. 2012. Pemanfaatan Lemak Abdomen Sapi (Tallow) dalam Pembuatan Sabun melalui Proses Saponifikasi KOH. Skripsi. Politeknik Negeri Sriwijaya. ([email protected])\ud
\ud
Wahyuni, S. 2009. Biogas. Penebar Swadaya, Jakarta.\ud
\ud
Wahyuni, S. 2011. Menghasilkan Biogas dari Aneka Limbah. PT. AgroMedia Pustaka, Jakarta. \ud
\ud
Wahyuni, S. Metode Pembuatan Bioarang. Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor.\ud
\ud
Wang, B., Y.L.Xiong and S.Srinivasan. 1997. Chemical stability of antioxidant-washed beef heart surimi during storage. Journal of Food Science. 62, 939-945.\ud
\ud
Widarto, L dan Suryanta. 1995. Membuat Bioarang dari Kotoran Lembu. Kanisius, Yogyakarta\ud
\ud
Widayati, T.W dan E.K. Suawa. 2007. Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Potong Melalui Perbaikan Manajemen Mikro Di Kabupaten Sarmi Papua. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal : 346-352\ud
\ud
Widodo, W. 2002. Nutrisi dan Pakan Unggas Kontekstual. Fakultas Peternakan-Perikanan Universitas Muhammadiyah, Malang.\ud
\ud
William, L.M., L.G.Lee, J.D.Garlich and C.H.S. Jason. 1991. Evaluation of a bacterial feather fermentation product, feather lysate as a feed protein. Poultry Sci. 70, 85-95.\ud
\ud
Winarno, F.G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.\ud
\ud
Windyasmara,L., A. Pertiwiningrum dan L.M. Yusiati. 2012. Pengaruh Jenis Kotoran Ternak sebagai Substrat dengan Penambahan Serasah Daun Jati (Tectona grandis) Terhadap Karakteristik Biogas pada Proses Fermentasi. Buletin Peternakan. Vol. 36 (1),40-47. \ud
\ud
Yuwanta, T. 2010. Telur dan Kualitas Telur. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.Buku BY PRODUK TERNAK. Teknologi dan Aplikasinya, merupakan salah satu sumber literatur untuk mendukung kebutuhan akan sumber informasi yang terkait dengan pemanfaatan produk limbah ternak saat ternak tersebut masih dalam proses pemeliharaan sampai dengan produk sisa dari aktivitas pemotongan ternak yang dilakukan manusia. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari upaya pemanfaatan produk limbah dan sisa pemotongan ternak tidak bisa dipandang sebelah mata, karena beberapa produk diantaranya sudah masuk dalam kategori produk barang ekspor non-migas dalam upaya pemenuhan kebutuhan sekunder maupun tersier manusia. \ud
Buku BY PRODUK TERNAK. Teknologi dan Aplikasinya, berisi penjelasan yang gamblang tentang aspek teknologi dalam mengolah dan memanfaatkan serta meningkatkan nilai ekonomi dari limbah maupun produk sisa pemotongan ternak khususnya di Indonesia. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan dan sumber informasi ilmiah yang oleh para mahasiswa tingkat S-1, S-2, maupun S-3, juga bagi para praktisi peternakan, masyarakat umum, UMKM, industri maupun bagi para kelompok tani/ternak dalam upaya menuju industri peternakan modern dan berkelanjutan yang berbasis pada ekonomi kerakyatan
Lembah Walennae: lingkungan purba dan jejak arkeologi peradaban Soppeng
Buku ini menguraikan hasil penelitian yang komprehensif mengenai diversitas kebudayaan dari masa prasejarah hingga masa Kolonial di Soppeng, Wilayah budaya Soppeng yang telah mencuat sejak ditemukannya fosil Fauna dan alat-alat batu di Cabenge, membuat wilayah Soppeng cukup dikenal hingga ke Mancanegara. Hasil penelitian arkeologi dan geologi selama ini meletakkan wilayah Soppeng sebagai daerah yang memiliki bentuk kebudayaan manusia yang tertua di Sulawesi. Sekitar 198.000 tahun yang lalu wilayah ini telah memperlihatkan kemampuan manusia dalam mengeksploitasi sumberdaya alam terutama dengan memperlihatkan sumber batuan untuk digunakan sebagai peralatan dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari.
Soppeng yang kita kenal sekarang sesungguhnya telah melalui perjalanan sejarah kebudayaan yang begitu panjang, dan setiap tahapan sejarah yang dilaluinya menyisakan ciri teknologi artefaktur yang masing-masing menandai zamannya. Dengan kajian multidisipliner, buku ini menyajikan berbagai fenomena budaya, kondisi geologis dan kehidupan sosiokultural masyarakat Soppeng. Suatu budaya materi menyimpan memori tentang sistem berpikir, ide-ide inovatif dan gambaran sosiokultural yang harus diungkapkan. Diskursus dalam buku ini berkeinginan menyebarkan fenomena kultural Soppeng sebagai identitas budaya yang berdampak pada aspek moralitas yang harus dipertahankan
Identifikasi Daerah Resapan Air di Sub Daerah Aliran Sungai Malino Hulu Daerah Aliran Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa
Population increase encourages people to change land use in Malino sub watershed. The forest area converted into non-forest areas such as agricultural or settlements. This study aims to determine the status and potential of water absorbtion region. This research was conducted in the Malino sub watershed maps using land units derived from overlapping maps of slope, soil type, rainfall and land use. Moreover, the determination of the water absorbtion region refer to the Technical Plan for Forest and Soil rehabilitation - basin. The results showed that up to 27,05% of the total Malino Sub Watershed is critical condition, normal condition as much as 49,70% and a good conditions as much as 23.25%. The Malino sub watershed still good potential to absorb water. In natural conditions, the use of land as dry bush agriculture to intervene it is advisable to agroforestry or timber planted with long lasting in order to be a good absorbtion region, while for normal condition advised to planting of agroforestry with pattern alley cropping
- …
