819 research outputs found

    Review JAKP Muhammad Hafidz 1710841017

    No full text

    Review JAKP Muhammad Hafidz 1710841017

    No full text

    Kompetensi Pendidikan Islam perspektif Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid dalam kitab Manhaj Al Tarbiyyah Al Nabawiyyah Lil Al Tifl

    No full text
    Muhammad Nur Abdul hafidz Suwaid menjelaskan dalam karyanya yaitu Manhaj At Tarbiyyah Annabawiyyah Lit Tifl bahwa terdapat relevansi seperti dalam teori barat bahwasanya kemampuan kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik sudah ada sejak dahulu zaman Nabi Muhammad SAW. Sehingga secara tidak langsung kompetensi yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad ternyata sudah relevan dengan pendidikan yang diciptakan oleh barat. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: 1) Seperti apa kompetensi pendidikan Islam perspektif Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid dalam kitab Manhaj al-Tarbiyyah al- Nabawiyyah Li al- Tifl ?, 2) Seperti apa kompetensi pendidikan islam perspektif Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid dalam kitab Manhaj At Tarbiyyah An nabawiyyah Lit Tifl pada kurikulum merdeka ?, 3) Seperti apa implementasi kompetensi pendidikan islam perspektif Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid dalam kitab Manhaj Al-Tarbiyyah Al- Nabawiyyah Li Al- Tifl di lembaga pendidikan Islam ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi kitab Manhaj Al-Tarbiyyah Al�Nabawiyyah Li Al- Tifl. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis isi teks. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Kompetensi pendidikan Islam menurut Suwaid terbagi البناء الجسمي ; بناء شخصية الطفل اإلسالمية ,الباب الثاني أسس األساليب الفكرية : bab tiga menjadi الطفل عقل في المؤثرة. 2. ( Implementasi kompetensi pendidikan Islam perspektif Suwaid memiliki relevansi dengan tujuan kurikulum merdeka yaitu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih adaptif , relevan,dan membebaskan bagi siswa. 3) Implikasi Kompetensi Pendidikan Islam Perspektif Suwaid di lembaga Pendidikan Islamseperti pendidikan formal Islam terpadu yang mempunyai program keunggulan yakni seperti berkuda, berenang dan memanah. mengajarkan kepada siswa untuk melatih ranah psikomotorik. Kata Kunci : Kompetensi Pendidikan , Suwaid, Lembag

    PENGUSIRAN SETAN DARI TUBUH MANUSIA DALAM AGAMA KATOLIK (PENYIDIKAN PENGUSIRAN DI GEREJA ST JOSEPH PALEMBANG

    No full text
    Expulsion is the act of removing devils or insidious profound substances from an individual or spot that is accepted to have been presented to the presence of malicious spirits. The course of expulsion or expulsion is an extraordinary typically done by a cleric abilities. Thusly, the creator is extremely keen on concentrating on the subject of expulsion, particularly at St. Yoseph in Palembang, with two primary core interests: In the first place, how expulsion is carried out on the human body at St. Joseph's Congregation. Yoseph Palembang; also, second, how the gathering sees the act of expulsion. This examination means to make sense of two things. To begin with, to grasp the execution of expulsions on people at St. Yoseph Palembang. Second, to examine the gathering's perspectives with respect to expulsion. This exploration embraced a field concentrate on approach, by gathering however much data and references seeing expulsion as could reasonably be expected. The information source includes essential information from the Minister of St. Yoseph Palembang and auxiliary information starting from books, diaries and articles. Information assortment methods incorporate perception, meetings and writing study. The research results show several findings. First, the exorcism was carried out at St. Yoseph Palembang involves several stages, including permission from the local bishop, appointment of an exorcist priest by the bishop, examination by a psychological or psychiatric doctor for those suspected of being possessed, the priest's decision to carry out the exorcism if indicated, as well as maintaining the confidentiality of the identity of the individual undergoing the exorcism. Second, the assembly's perspective on expulsion incorporates the comprehension that expulsion is the expulsion of abhorrent spirits utilizing the name of the Three-fold God. The congregation underlines the positive parts of expulsion and maintains the training mystery to keep up with the validity of gatherers. Christians who were firm in their confidence were believed to be safe to go after by abhorrent spirits, and expulsion was viewed as an endeavor to save humankind from the adverse impact of malicious spirits. Keywordss: Expulsion, Exorcist, Satan, and Abhorrent Spirits. PEND

    IMPLEMENTASI KONSEP WANITA SALIHAH DALAM KITAB TADZKIRAH AL-HADLRAMIYYAH KARANGAN MUHAMMAD BIN SALIM BIN HAFIDZ AL-‘ALAWIYY OLEH MUTAKHARRIJAT PONDOK PESANTREN LIRBOYO

    No full text
    Wanita salihah adalah wanita yang selalu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Karena dengan taat kepada Allah, ia akan mempunyai tanggung jawab moral dan peran yang besar terhadap kehidupan bermasyarakat, ia mengetahui tanggungjawab hari ini dan hari sesudah kematian, sehingga ia menyempatkan diri untuk melengkapi dirinya dengan iman dan ilmu. Pembahasan tentang wanita salihah sangatlah penting dilakukan, terutama di zaman modern ini, sebab tidak terbantahkan wanita salihah mempunyai peran yang signifikan dalam kemajuan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap implementasi konsep wanita salihah dalam kitab Tadzkirah al-Hadramiyyah karangan Muhammad bin Salim bin Hafidz al-‘Alawiyy oleh Mutakharrijat Pondok Pesantren Lirboyo, dengan fokus penelitian mencakup: 1) konsep wanita salihah studi analisis kitab Tadzkirah al-Hadramiyyah karangan Muhammad bin Salim bin Hafidz al-‘Alawiyy, dan 2) implementasi konsep wanita salihah studi analisis kitab Tadzkirah al-Hadramiyyah karangan Muhammad bin Salim bin Hafidz al-‘Alawiyy oleh Mutakharrijat Pondok Pesantren Lirboyo. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian studi pustaka (library research) yang dikombinasikan dengan penelitian kualitatif lapangan (field research). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh melalui proses penggalian data menggunakan studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis non statistik dengan acuan dari Miles dan Hubberman. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Konsep wanita salihah dalam kitab Tadzkirah al-Hadramiyyah karangan Muhammad bin Salim bin Hafidz al-‘Alawiyy adalah wanita yang berusaha dengan sungguh-sungguh menjalankan segala kewajibannya yang telah ditentukan oleh hukum syariat. Di antara kriteria wanita salihah tersebut adalah; (a) Memenuhi hak-hak orang tuanya, (b) Taat kepada suami, dan (c) mematuhi larangan bersolek dan perintah menundukkan pandangan di tempat umum. 2) Para Mutakharrijat Pondok Pesantren Lirboyo berusaha mempraktikkan kriteria-kriteria wanita salihah sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Tadzkirah al-Hadramiyyah karangan Muhammad bin Salim bin Hafidz al-‘Alawiyy dengan menyesuaikan profesi dan kesibukan mereka masing-masing

    Nilai-Nilai Pendidikan Humanis Perspektif Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid Dalam Buku Prophetic Parenting

    No full text
    This study aims to analyze the humanist educational values from the perspective of Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid in his work Prophetic Parenting. This book offers an educational approach based on prophetic values derived from the teachings of the Prophet Muhammad SAW, with an emphasis on aspects of compassion, appreciation of children's potential, effective communication, and the development of noble character and morals. The humanist approach in education proposed by Suwaid emphasizes the importance of understanding children's psychology, creating positive emotional relationships between children and parents, and establishing a learning environment filled with love and trust. This study uses a qualitative approach with a type of literature research. The data collection technique is document elicitation. Meanwhile, the data analysis technique uses content analysis. The results of the study show that the humanist educational values from the perspective of Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid in his work Prophetic Parenting are as follows: empathy, justice, respect for children's individuality, and the integration of religious values with daily life, which are essential foundations in the practice of humanist education. These values are relevant for application in the context of family education and formal educational institutions to respond to current educational challenges. &nbsp

    A study on maintenance management of Institut Kemahiran Belia Negara (IKBN) in Selangor / Muhammad Hafidz Hashim

    No full text
    Building maintenance as a part of construction process, maintenance has an important role to ensure the long live of the constructed building. In other sides, the building maintenance also can be defined as the regular inspection of all parts in the building and execution of work necessary to keep the structure, finishes and fitting in a proper and acceptable state of repair, it also including decoration both internally and externally (Cripps, 1984) Institut Kemahiran Belia Negara (IKBN) formerly known as the Pusat Latihan Belia was introduced by the Ministry of Youth and Sports in 1964. IKBN are built to prevent unemployment by providing skills training among youth dropped out. In the early 1990s expanded the training program to the development of human resources in the field of training youth vocational and technical skills to produce skilled manpower for the needs of the country's industrial sector. Up to now the Ministry of Youth and Sports has 19 the institutes include an Institut Kemahiran Tinggi Belia Negara (IKTBN) (Ministry of Youth and Sports, 1964) Built up of the IKBN is show that government are committed to providing more opportunities for skills training to youth in various vocational and technical fields in accordance with the requirements of skilled manpower (Ministry of Youth and Sports, 1964

    ANALISIS MARGIN PEMASARAN TELUR AYAM RAS DI PETERNAKAN SUBUR KOTA PEKANBARU

    No full text
    ANALISIS MARGIN PEMASARAN TELUR AYAM RAS DI PETERNAKAN SUBUR KOTA PEKANBARU Muhammad Hafidz (11381102517) Dibawah bimbingan Penti Suryani dan Dewi Ananda Mucra INTISARI Ayam ras petelur merupakan salah satu jenis ayam komersial yang sangat efisien dalam menghasilkan telur. Bangsa ayam yang termasuk kelas ini dapat dikenal karena ayam itu mempunyai ukuran badan yang kecil dan aktif, mudah terkejut, cepat dewasa dan tidak memiliki sifat mengeram, kebanyakan atau hampir semuanya mempunyai kaki yang bersih (tidak berbulu) dan cuping telinganya berwarna putih. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran, margin dan efesiensi pemasaran telur ayam ras di peternakan subur Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada peternakan subur Kota Pekanbaru dengan jumlah sampel responden sebanyak 3 orang karyawan peternakan dan 40 orang pedagang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan survei dan pengamatan yang dilakukan, serta dengan menghitung share margin untuk setiap saluran pemasaran. Hasil penelitian diperoleh bahwa model saluran pemasaran yang terbentuk dari proses pemasaran telur ayam ras di Peternakan Subur Kota Pekanbaru terdiri dari 3 saluran pemasaran dimana saluran I adalah Peternak → Pedagang grosir → Pedagang pengecer → Konsumen, dengan margin Rp 430,-, nilai farmer share 70,9%. Saluran pemasaran II adalah Peternak → Pedagang pengecer → Konsumen, dengan nilai margin Rp 200,-, nilai farmer share 84,8%. Saluran pemasaran III adalah Peternak → Konsumen, dengan nilai farmer share 100%. Saluran pemasaran I,II dan III tergolong efisien, karena pemasaran dikatakan efisien jika farmer’s share lebih dari 40%. Kata kunci: Telur ayam ras, Saluran pemasaran, Margin, farmer share,Efisiens

    Program Muraja’ah Al-Qur’an Hafidz dan Hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia - Indonesia Cabang Aceh

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Program Muraja’ah Al-Qur’an Hafidz dan Hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia Cabang Aceh”. Muraja’ah al-Qur'an merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslimin dan muslimat yang telah menghafal al-Qur'an, dimana pun mereka berada termasuk hafidz dan hafidzah mahasiswa Malaysia yang berada di Banda Aceh, berdasarkan hasil pengamatan peneliti lakukan, bahwa selama ini organisasi Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia Cabang Aceh (PKPMI-CA) secara organisasi tidak ada tercantum dalam anggaran dasarnya mengenai kegiatan program muraja’ah, sehingga peneliti mendapat data hafidz dan hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia - Indonesia Cabang Aceh yang telah menghafal al-Qur'an 30 (tiga puluh) juz kurang konsisten dalam muraja’ah al-Qur'an. Selain itu, peneliti juga mengamati, walaupun program muraja’ah telah diadakan, namun hafidz dan hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia - Indonesia Cabang Aceh mahasiswa Malaysia di Aceh jarang dari segi kehadiran. Sedangkan tujuan program muraja’ah ini didirikan adalah untuk membantu pengulangan semua hafalan al-Qur'an yang telah mereka dihafal. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui program muraja’ah al-Qur’an terhadap hafidz dan hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia - Indonesia Cabang Aceh. (2) Untuk mengetahui proses muraja’ah al-Qur’an terhadap hafidz dan hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia - Indonesia Cabang Aceh. (3) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami hafidz dan hafidzah di Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia - Indonesia Cabang Aceh. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Adapun yang menjadi objek penelitian peneliti adalah hafidz dan hafidzah mahasiswa Malaysia di Aceh yang telah menghafal 30 juz al-Qur’an. Teknik pengumpulan data yang ditempuh dengan cara observasi partisipan yaitu peneliti akan terlibat dengan kegiatan sehari-hari para hafidz dan hafidzah dalam kegiatan muraja’ah mereka dan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur
    corecore