12 research outputs found

    Konstruksi Pesan Dakwah Habib Muhammad Taufiq al-Djufri dalam Ceramah Pernikahan: Analisis Semiotika Roland Barthes pada Konten YouTube

    No full text
    Marriage sermons by Habib Muhammad Taufiq al-Djufri have become a meaningful medium of Islamic preaching, serving not only as religious advice but also as social and ideological critiques of materialistic culture and the increasing number of divorce cases. This study aims to reveal the construction of Islamic preaching messages in his sermons and their role in shaping the community’s religious and social awareness. Using a qualitative approach, this research applies Roland Barthes’ semiotic method, which distinguishes three layers of meaning: denotation, connotation, and myth. The data were collected from transcripts of Habib Muhammad Taufiq al-Djufri’s YouTube sermons on marriage and analyzed through interpretation of literal, symbolic, and ideological meanings. The findings show that the sermons construct multi-layered preaching messages: (1) true happiness lies not in wealth but in prayer and peace of mind, (2) marriage is directed toward the birth of pious offspring rather than social status, (3) domestic conflicts are viewed as tests to be resolved with patience and communication, (4) the husband is affirmed as the spiritual leader of the family, and (5) the marital relationship is portrayed as a garment that protects and preserves dignity. These findings highlight a shift in community orientation from materialism to spiritualism, from egoism to collectivity, and from social contracts to sacred bonds. Therefore, the construction of preaching messages in these sermons comprehensively encompasses faith, Sharia, and ethics.Ceramah pernikahan yang disampaikan Habib Muhammad Taufiq al-Djufri menjadi medium dakwah yang sarat makna, tidak hanya berfungsi sebagai nasihat keagamaan, tetapi juga sebagai kritik sosial dan ideologis terhadap budaya materialistik serta meningkatnya angka perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi pesan dakwah dalam ceramah tersebut serta perannya dalam membentuk kesadaran religius dan sosial masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode semiotika Roland Barthes yang membedakan tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian berupa transkrip ceramah Habib Muhammad Taufiq al-Djufri di YouTube tentang pernikahan, kemudian dianalisis melalui penafsiran makna literal, simbolik, dan ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceramah Habib Taufiq membangun konstruksi pesan dakwah yang berlapis: (1) kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta, melainkan pada doa dan ketenangan hati, (2) tujuan pernikahan diarahkan pada lahirnya keturunan saleh, bukan status sosial, (3) konflik rumah tangga dipandang sebagai ujian yang harus diselesaikan dengan kesabaran dan komunikasi, (4) suami ditegaskan sebagai pemimpin spiritual keluarga, dan (5) relasi suami-istri digambarkan sebagai pakaian yang saling melindungi dan menjaga kehormatan. Temuan ini menegaskan adanya pergeseran orientasi masyarakat dari materialisme menuju spiritualisme, dari egoisme menuju kolektivitas, serta dari kontrak sosial menuju ikatan sakral. Dengan demikian, konstruksi pesan dakwah dalam ceramah ini secara komprehensif mencakup akidah, syariah, dan akhlak

    INTERNALISASI NILAI-NILAI DARMA PRAMUKA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SDI AL-BADAR KEDUNGWARU TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul Internalisasi Nilai-nilai Darma Pramuka dalam Pendidikan Karakter SDI Al-Badar Kedungwaru Tulungagung ini ditulis oleh Muhammad Mustofa Habib NIM. 17205153268, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Prof. Dr. H Akhyak, M.Ag, Kata Kunci: Internalisasi Nilai Darma Pramuka, Pendidikan Karakter Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya degradasi moral yang menyebabkan karakter anak-anak menjadi kurang bermartabat. Dalam hal ini Pendidikan Pramuka melalui niali-nilai darma pramukanya dianggap menjadi solusi yang tepat untuk memperbaiki degradasi moral tersebut. Pemerintah juga sudah menetapkan bahwa Pramuka adalah ekstrakuler wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa. Dalam Pendidikan Kepramukaan ada berbagai kegiatan yang dapat menambah wawasan dan menginternalisasikan nilai – nilai darma pramuka. Sehingga, dengan hal ini, karakter anak didik akan berubah menjadi lebih baik. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah internalisasi nilai nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? (2) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? (3) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? Adapun tujuan dalam skripsi ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (2) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (3) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen kunci dalam pengumpulkan data. Tempat penelitian adalah SDI A-Badar kedungwaru Tulungagung. Sumber data penelitian dibagi menjadi 3 yaitu people (orang), place (tempat), dan paper (kertas). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan data pada penelitian ini meliputi observasi terus menerus dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial dilakukan dengan metode sistem beregu dan cara tutor temaan sejawat serta pemberian motivasi (2) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode kegiatann yang diprogramkan, tutor teman sejawat dan motivasi serta metode pemberian tugas (3) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode pembiasaandengan cara penertiban baris saat apel pembukaan kegiatan pramuka, keteladanan, tarhib wa targhib, penyadaran/nasihat

    PENGGUNAAN METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACA AL QUR’AN (Studi Multi Situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung)

    No full text
    ABSTRAK Tesis dengan judul “Penggunaan Metode Ummi dalam Meningkatkan Kualitas Baca Al Qur’an (Studi Multi Situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung) ini ditulis oleh saudara Muhammad Mustofa Habib dibimbing oleh Prof. Dr. Mohamad Jazeri, M.Pd. dan Dr. Ahmad Tanzeh M.Pd.I. Kata Kunci: Penggunaan Metode Ummi, kualitas baca Al Qur’an. Penelitian tesis ini dilatar belakangi dari tertariknya penulis meneliti guru Al Qur’an dalam mengajar anak-anak membaca Al Qur’an pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Penulis beranggapan bahwa tehnik yang digunakan guru dalam pembelajaran Al Qur’an bagus. Sehingga pada kesempatan ini peneliti meneliti terkait penggunaan metode belajar Al Qur’an dengan metode Ummi. Pertanyaan penelitian pada tesis ini meliputi: Bagaimanakah Penggunaan Tehnik langsung metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung)?, Bagaimanakah Penggunaan Tehnik pengulangan metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung)?, Bagaimanakah Penggunaan Tehnik kasih sayang metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung)? Tesis ini memiliki tujuan penelitian meliputi: untuk menemukan dan menganalisis Penggunaan Tehnik langsung metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung), untuk menemukan dan menganalisis Penggunaan Tehnik diulang ulang metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung), untuk menemukan dan menganalisis Penggunaan Tehnik kasih sayang metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung). Metode adalah cara untuk melakukan sesuatu dengan menggunkan pikiran secara seksama guna mencapai suatu tujuan. Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan kebenaran. Jadi, metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk penelitian keilmuan sehingga mendapatkan fakta yang mendukung sebuah tujuan penelitian. Hasil penelitian dari tehnik langsung meningkatkan kualitas baca Al Qur’an dengan metode Ummi di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari. Pada prosesnya anak-anak disuruh untuk menirukan bacaan yang dibacakan oleh guru secara langsung. Tidak melakukan banyak penjelasan. Menekankan pada penerapan bahasa ibu. yaitu dengan menggunakannya secara langsung dan intensif dalam komunikasi. Guru menjelaskan materi dengan sedikit. Hasil penelitian dari tehnik diulang-ulang meningkatkan kualitas baca Al Qur’an dengan metode ummi di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari. Dalam penerapannya guru Penerapan strategi diulang-ulang ini guru terapkan pada tahap apersepsi dan tahapan latihan atau praktek. Tahap penanaman konsep di metode Ummi siswa harus menyimak bacaan yang dicontohkan oleh guru. Kemudian guru mempersilahkan siswa untuk membaca secara berulang ulang sampai bacaan siswa dirasa sempurna. pada proses tersebut sekaligus pada proses pemahaman dimana siswa membaca secara klasikal dan individual secara berulang ulang. Peneliti menemukan gambaran tentang Tehnik kasih sayang meningkatkan kualitas baca al qur’an dengan metode ummi di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari. Dalam penerapan tehnik kasih sayang guru Al Qur’an dengan menggunakan metode Ummi biasanya menerapkan mengajar dengan bahasa Ibu, yakni bahasa yang lembut, kemudian guru juga menerapkan pemberian reward, pemberian punishment

    PANDANGAN FILSAFAT HUMANISTIK DALAM NOVEL TOTTO-CHAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN DI INDONESIA

    No full text
    This article aimed to explore and emerge humanistic philosophy views contained in Totto-chan's novel: The Litle Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. The method used in this study was literature study method which was conducted by examining the messages contained in Totto-chan's novel: The Litle Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi, and other supporting sources. The results of this study indicated that there were some humanistic philosophies contained in the novel including: strengthening the students' confidence in giving meaning to life, opening the way to develop self-ability based on students' freedom and responsibility, guiding the students to find their life using self-motivation and desire to become better, developing original perspective and expression in accordance with the students.Artikel ini bertujuan untuk menggali dan memunculkan pandangan filsafat humanistik yang terkandung dalam novel Totto-chan: The Litle Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi. Untuk metode yang digunakan adalah menggunakan metode kajian pustaka dengan menelah pesan-pesan yang terkandung dalam novel Totto-chan: The Litle Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi serta sumber pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada beberapa filsafat humanistik yang terkandung diantaranya adalah: Memperkuat kepercayaan diri peserta didik dalam memberikan makna kehidupan. Membuka jalan untuk mengembangkan kemampuan diri, berdasarkan kebebasan peserta didik dan tanggung jawab, Membimbing peserta didik untuk menemukan kehidupan dengan motivasi diri dan keinginan untuk menjadi lebih, Mengembangkan cara pandang secara original dan berekspresi sesuai dengan diri peserta didik

    ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR PERSONEL SATUAN PENGAMANAN UNIVERSITAS NEGERI

    No full text
    Abstract: The study aims to describe (1) how long the duration of security works; (2) the scurities honorarium; (3) the duties of the security; (4) the scurity career development criteria; (5) career position that were once held at state universities in Malang city. The analysis method of this study is quantitative approach with a descriptive stastical research. The result of this study show that duration of security work is 8 hours with 3 shift per day. The securities salary is 1,5 million to 2 million per month. There are 19 types of duties carried out by security and 2 types of duties including the main duty and functions of security. There are 5 security career developments, namely rating and evaluation, training, work performance, loyality and dedication, and educational background. There are 8 career positions that have been occupied by security. Keywords: career development, duration work, salary, duty, security Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) berapa lama durasi kerja Satpam; (2) honorarium Satpam; (3) tugas-tugas Satpam; (4) kriteria pengembangan karir Satpam; (5) karir jabatan yang pernah diduduki Satpam universitas negeri di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, durasi kerja Satpam adalah 8 jam kerja dengan 3 shift per hari. Perolehan gaji Satpam, yaitu 1,5 juta sampai dengan 2 juta per bulannya. Terdapat 19 jenis tugas yang dilakukan oleh Satpam, dan 2 jenis tugas di antaranya di luar tugas pokok, dan fungsi Satpam. Terdapat 5 pengembangan karir Satpam, yaitu penilaian dan evaluasi, pelatihan, prestasi kerja, kesetiaan atau pengabdian, dan latar belakang pendidikan. Serta terdapat 8 karir jabatan yang pernah diduduki oleh Satpam. Kata Kunci: pengembangan karir, durasi kerja, gaji, tugas, Satpa

    MANAJEMEN MAJELIS ROTIBUL HADDAD WA TA’LIM AHBAABUL MUSTHOFA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK REMAJA DI DESA WALUYOJATI KABUPATEN PRINGSEWU

    No full text
    ABSTRAK Majelis Rotibul Haddad Wa Ta’lim Ahbaabul Mustofa merupakan suatu tempat perkumpulan masyarakat dalam rangka dzikrullah (mengingat Allah) dengan menggunakan jenis wirid dan ratib yang disusun oleh al-Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad. Majelis ini memiliki peran penting dalam akhlak remaja pada era globalisasi saat ini. Pembentukan akhlak sangat diperlukan agar remaja memiliki sifat yang berakhlakul karimah dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana manajemen majelis Rotibul Haddad Wa Ta’lim Ahbaabul Mustofa dalam pembentukan akhlak remaja di Desa Waluyojati Kabupaten Pringsewu. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dilapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun temuan dalam penelitian di Majelis Rotibul Haddad Wa Ta’lim Ahbaabul Musthofa Pringsewu dalam pelaksanaan manajemen pembentukan akhlak dapat dikatakan sudah baik. Pengurus menjalankan manajemen pembinaan akhlak dari awal perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan atau evaluasi dengan baik, serta menjalankan semua metode-metode yang telah direncanakan. Jamaah pengajian yang mengikuti kegiatan di Majelis Rotibul Haddad Wa Ta’lim Ahbaabul Musthofa memiliki ahklak yang cukup baik. Sopan dalam berpakaian, bertutur kata yang baik, serta dengan terbiasa melaksanakan kegiatan-kegiatan rohaniah seperti shalat, mengaji dan bersholawat. Oleh karena itu, pembentukan akhlak di Majelis Rotibul Haddad Wa Ta’lim Ahbaabul Musthofa ini dapat dikatakan sudah berhasil. Kata Kunci : Manajemen, Pembentukan Akhlak iii ABSTRACT The Rotibul Haddad Wa Ta'lim Ahbaabul Mustofa Assembly is a place for community gatherings for dhikrullah (remembering Allah) using the types of wirid and ratib compiled by al-Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad. This assembly has an important role in adolescent morals in the current era of globalization. The formation of morals is very necessary so that teenagers have moral character and can differentiate between good and bad. The formulation of the problem in this research is how is the management of the Rotibul Haddad Wa Ta'lim Ahbaabul Mustofa assembly in the formation of adolescent morals in Waluyojati Village, Pringsewu Regency. The research method in this research is a qualitative descriptive method. This type of research is field research, namely research in which data collection is carried out in the field. Data collection techniques in this research are interviews, observation and documentation. The findings in research at the Rotibul Haddad Wa Ta'lim Ahbaabul Musthofa Pringsewu Assembly in the implementation of moral formation management can be said to be good. The management carries out moral development management from the beginning of planning, organizing, mobilizing, monitoring or evaluating properly, as well as carrying out all the methods that have been planned. The recital congregation who take part in activities at the Rotibul Haddad Wa Ta'lim Ahbaabul Musthofa Assembly have quite good morals. Be polite in dressing, speak good words, and be accustomed to carrying out spiritual activities such as prayer, reciting the Koran and praying. Therefore, the formation of morals in the Rotibul Haddad Wa Ta'lim Ahbaabul Musthofa Assembly can be said to have been successful. Keywords: Management, Moral Formatio

    Kontribusi Rabithah Alawiyah dalam penyebaran tarekat Ba’alawi di Indonesia 1928 – 2007

    No full text
    Tahun 1928 Rabithah Alawiyah didirikan di Indonesia. Rabithah ini didirikan oleh orang-orang keturunan Arab Hadrami. Memberikan kontribusi pada, penyebaran Islam, pergerakan kemerdekaan Indonesia dan Penyebaran Tarekat Bani Alawi. Salah satu bangsa terbesar yang masuk ke wilayah Nusantara adalah bangsa Arab. Berbagai data dan fakta telah memberikan gambaran bahwa bangsa Arab memberikan pengaruh besar, baik dalam islamisasi dan penyebaran budaya. Budaya yang khas dari bangsa Arab adalah budaya berdagang dan seni seperti, syair, yang biasa didendangkan dalam acara peringatan kelahiran Nabi Muhammad. Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut : pertama, bagaimana diaspora bangsa Arab di Nusantara?. Kedua, bagaimana kontribusi Rabithah Alawiyah dalam penyebaran Tarekat al Ba’alawi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diaspora bangsa Arab di Nusantara dan kontribusi Rabithah Alawiyah dalam penyebaran Tarekat al Ba’alawi di Indonesia. Selain itu secara umum memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa terdapat organisasi yang menghimpun nasab keturunan Nabi Muhammad yang lebih akrab dipanggil habib. Dan juga menjelaskan eksistensi habaib dalam memperjuangkan NKRI dan dakwah tarekat al Ba’alawi yang dikembangkan oleh penghulu yang diutamakan yakni Sayyid Faqih al Muqaddam Muhammd bin Ali Ba’alawi. Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, dengan tahapan kerja pertama, pengumpulan sumber (heuristik); kedua, kritik sumber; ketiga, menafsirkan sumber (Interpretasi); keempat, penulisan sejarah (historiografi). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa, pertama, diaspora Bangsa Arab di Indonesia, melalui tiga gelombang yaitu, gelombang pertama abad ke VII yang datang langsung dari Haramain, gelombang kedua, abad XIII yang datang dari Haramain melalui Gujarat dan gelombang ketiga abad ke XVII yang berasal dari Hadramaut, Yaman. Kedua, Kontribusi Rabithah Alawiyah dalam penyebaran Tarekat Bani Alawi dibagi dalam 2 periode. Periode pertama pra kemerdekaan (1928-1945), kontribusinya antara lain: mengenalkan tradisi pencatatan nasab, mengenalkan ahlul bait Nabi Muhammad Saw, Mengenalkan Tarekat Ba’alawi dan mendirikan Pondok Pesantren. Periode kedua, masa kemerdekaan (1945-2007), kontribusinya antara lain: dakwah secara terang-terangan, menjalankan konsep dakwah Tarekat Ba’alawi seperti maulid Nabi Muhammad Saw, haul & manaqib, ratiban, pengiriman santri berprestasi ke Pesanten Rubath dan Darul Mustofa dan pendidikan akademisi di Universitas Al-Ahgaf Yaman. Selama keberjalanan Rabithah Alawiyah di Indonesia, secara umum penulis menemukan sebuah pemahaman baru, yakni eksistensi dari keturunan Arab Hadrami ternyata terhimpun di sebuah organisasi Rabithah Alawiyah ini. Masyarakat Indonesia mungkin hanya beberapa yang mengatahui secara spesifik karena organisasi ini didirikan atas ekslusifitas (khusus bagi para sa’adah) yang initinya menjaga ke-shohihan nasab keturunan Rasulullah yang dalam hal ini khsusus bagi keturunan dari Sayyid Ahmad bin Isa al Muhajir yaitu datuknya para habaib di Indonesia yang bermukim di Hadramaut dan melakukan Islamisasi di negeri-negeri Nusantara termasuk pantai-pantai pesisir berbagai pulau di Indonesia

    Teknologi Pendidikan: Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan Pasca Pandemi

    No full text
    The presence of the pandemic in the first quarter of 2020 also changed the order of human life. All activities that were originally carried out in person changed to online meetings using technological tools and digital platforms. This is no exception for the education sector. In the world of education, learning, which was originally carried out face-to-face, was replaced by online meetings. This lasted for at least a period of 2 years. With the change of learning space, it also changes habits so that it affects the quality of education. In this journal, we try to examine various kinds of changes that exist in the post-pandemic education world as well as the benefits and functions of educational technology from the pandemic era to post-pandemic. In this observation we use qualitative methods. Interviews are the data collection technique we choose. The technical spread is through a google form questionnaire, the results obtained from this study, namely the use of post-pandemic technology greatly affect the learning process. Post-pandemic learning provides benefits in the form of time and place efficiency. However, post-pandemic learning has not fully run well, because educators and students are less focused on learning sessions and interfere with students' understanding of the material presen

    Digital environmental activism and the challenges of criminalization: a case study of Daniel Frits in the Karimunjawa issue

    No full text
    The case of Daniel Frits, who spoke out about the condition of Karimunjawa, highlights the vulnerability of the digital environmental movement to criminalization. The numerous environmental movements facing issues with the ITE Law illustrate that this regulation protects the government and the private sector against criticism and public demands regarding environmental damage. This article explains how identity formation, resistance to domination, alternative communication, and challenges to norms and policies manifest in the case of Daniel Frits versus the ITE Law. This research employs qualitative methods, using counter-public theory as the primary concept. Primary data was collected through interviews with Karimunjawa activists and WALHI Central Java. Secondary data was obtained from official documents related to the Daniel Frits case. The research results indicate that the identity of an 'environmental activist' remains fragile, making many actors involved in digital environmental activism susceptible to intimidation and criminalization. Resistance in environmental activism is demonstrated through a series of rebellions and the pursuit of social change within social media spaces. However, this also renders environmental activists highly vulnerable to surveillance and arrest by authorities
    corecore