32 research outputs found
Figure 2. Two C in First photographic inland record of blacktip reef sharks Carcharhinus melanopterus (Carcharhiniformes: Carcharhinidae) in Indonesian waters
Figure 2. Two C. melanopterus caught by local people on 6 March 2019 in Sentani, Papua province, Indonesia (Photo: Gloria Setyvani Putri).Published as part of Iqbal, Muhammad, Saputra, Rio Firman, Setiawan, Arum & Yustian, Indra, 2019, First photographic inland record of blacktip reef sharks Carcharhinus melanopterus (Carcharhiniformes: Carcharhinidae) in Indonesian waters, pp. 6-10 in Ecologica Montenegrina 24 on page 8, DOI: 10.37828/em.2019.22.14, http://zenodo.org/record/804401
PENGARUH MODAL KERJA, PENGALAMAN DAN HARGA JUAL TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI DESA BAWALIPU KECAMATAN WOTU KABUPATEN LUWU TIMUR
ABSTRAK
Firman Saputra Jusri, 2024. “Pengaruh Modal Kerja, Pengalaman dan Harga
Jual Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa
Bawalipu Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur”. Skripsi Program
Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut
Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Muhammad Alwi.
Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh modal kerja,
pengalaman dan harga jual terhadap peningkatan ekonomi masyarakat nelayan di
Desa Bawalipu Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data
primer dan sekunder melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Jumlah
populasi dalam penelitian ini adalah 398 nelayan, dengan sampel sebesar 80
responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dengan signifikansi 10 %
(0,10). Uji statistik kemudian dilakukan dengan menggunakan alat analisis
regresi linier berganda untuk mengetahui validitas data, reliabilitas data, hubungan
antar variabel dan dampak yang ditimbulkannya.
Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji T variabel modal kerja (X1) berpengaruh
signifikan terhadap variabel peningkatan ekonomi masyarakat nelayan (Y), hal ini
dibuktikan dengan nilai T hitung 3,821 > T tabel 1,644. variabel pengalaman (X2)
tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel peningkatan ekonomi
masyarakat nelayan (Y), hal ini dibuktikan dengan nilai T hitung 1,411 < T tabel
1,644. variabel harga jual (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel
peningkatan ekonomi masyarakat nelayan (Y), hal ini dibuktikan dengan nilai T
hitung 2,925 > T tabel 1,644. Dan dari 3 variabel tersebut, variabel Modal Kerja
merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap peningkatan
ekonomi masyarakat nelayan. Berdasarkan uji simultan atau uji F hasil penelitian
membuktikan bahwa seluruh variabel bebas diantaranya modal kerja (X1),
pengalaman (X2), serta harga jual (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu variabel peningkatan ekonomi
masyarakat nelayan (Y). Dimana diketahui nilai F hitung 3,603 > dari nilai F tabel
2.33.
Kata Kunci : Ekonomi Masyarakat Nelayan, Harga Jual, Modal Kerja, Pengalaman
Kedudukan Hukum Tanah Revitalisasi Perkebunan yang Ditelantarkan (Studi Kasus Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Kelompok Tani Maju Jaya dengan PT. Bumi Daya Abadi pada Lahan Seluas 226 Ha Desa Mukti Lincir Kecamatan Kota Baharu)
Plantation revitalization is the effort to accelerate the development of
smallholdings by expansion, rejuvenation and plant rehabilitation supported by loan
investment from bank and subsidy from government. It involves companies in
plantation field to be partners to develop the plantation, manufacturing and product
marketing. However, there are several problems concerning the land in the
plantation revitalization program i.e. a dispute over a piece of land between Maju
Jaya Farming Group and PT. Bumi Daya Abadi in Kota Baharu Subdistrict. The
research problems are how the legal consequence for the land title certificate of the
plantation revitalization program that has been abandoned is, how the legal
protection for the members of the farming group, government and company against
the land for plantation revitalization program that has been abandoned and how the
government makes an effort to sttle the dispute over the land between Maju Jaya
Farming Group and PT. Bumi Daya Abadi against the land for the plantation
revitalization program that has been abandoned.
This thesis applies normative legal research which is descriptive analytical. It
uses secondary data consisting of primary data such as the Constitution 1945, the
Law No. 5/1960 concerning the Basic Regulations on Agrarian Principles, the Law
No. 39/2014 concerning Plantation, Regulation of Head of National Land
Department no. 4/2010 concerning the Procedures for the Issuance of Abandoned
Land, the Regulation of the Minister of Agrarian and Spatial Planning/ Head of
National Land Department No. 11/2016 concerning the Land Case Settlement and the
Regulation of the Minister of Agriculture No. 33/2006 concerning Plantation
Revitalization. The secondary legal materials consist of books, and the tertiary data
are general and legal dictionaries.
The results of the research find out that the legal consequence for the land
title certificate of the plantation revitalization program that has been abandoned for
3 years is that the state can terminate the land title from the owner by stipulating the
land title termination and affirmation. The legal protection for the member farmers
for the act done by their business partners who have abandoned the plantation
revitalization land which has not been protected; the legal protection for the
government is that it can revoke the license of the relevant plantation company; the
legal protection for the business partner is that it has fulfilled its rights as executor of
the revitalization program such as paying the expenses during the program and the
commissions of the business partners. The efforts of the government to settle the
dispute over the land between Maju Jaya Farming Group and PT. Bumi Daya Abadi
against the plantation revitalization land that has been abandoned are providing
mediation among the involved parties directly from the revitalization program by the
regional administration to reappraisal, to facilitate the mediation between Maju Jaya
Farming Group ad PT. Bumi Daya Abadi, to support Maju Jaya Farming Group who
are taking a legal effort via the court when they cannot make a consensus in the
mediation.Revitalisasi perkebunan adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan
rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitas tanaman perkebunan yang
didukung kredit investasi dari perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintah dengan
melibatkan perusahaan dibidang usaha perkebunan sebagai mitra dalam
pengembangan perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil. Namun terdapat
permasalahan pada tanah program revitalitasi yaitu sengketa lahan antara kelompok
Tani Maju Jaya dengan PT. Bumi Daya Abadi di Kecamatan Kota Baharu.
Permasalahan dalam penelitian, bagaimana akibat hukum atas tanah sertifikat hak
milik program revitalisasi perkebunan yang ditelantarkan, bagaimana perlindungan
hukum bagi petani peserta, pemerintah dan perusahaan terhadap tanah program
revitalisasi perkebunan ditelantarkan, bagaimana upaya pemerintah dalam
penyelesaian sengketa lahan antara Kelompok Tani Maju Jaya dengan PT. Bumi
Daya Abadi terhadap tanah program revitalisasi perkebunan yang ditelantarkan.
Tesis ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif yang bersifat
deskriptif analitis, dengan menggunakan data sekunder yaitu bahan hukum primer
berupa Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang
nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria, Undang-Undang nomor
39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional
Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Penerbitan Tanah Terlantar, Peraturan
Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11
Tahun 2016 Tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan, Peraturan Menteri Pertanian
Nomor 33 Tahun 2006 Tentang Revitalisasi Perkebunan. Bahan hukum sekunder
berupa buku-buku, dan tersier berupa kamus umum, kamus hukum.
Hasil penelitian, akibat hukum atas tanah sertifikat hak milik program
revitalisasi perkebunan yang ditelantarkan dalam waktu 3 tahun, negara dapat
melakukan pemutusan hak atas tanah terhadap pemegang hak atas tanah dengan cara
membuat penetapan pemutusan dan penegasan tanah. Perlindungan hukum bagi
petani peserta atas perbuatan perusahaan mitra usaha yang menelantarkan tanah
program revitalisasi belum terlindungi, perlindungan hukum bagi pemerintah dapat
mencabut izin perusahaan perkebunan yang bersangkutan, perlindungan hukum
terhadap perusahaan mitra usaha sudah memenuhi hak-haknya sebagai pelaksana
program revitalisasi seperti biaya dikeluarkan dalam hal pengembangan lahan
program revitalisasi dan komisi perusahaan mitra usaha. Upaya pemerintah dalam
penyelesaian sengketa lahan antara Kelompok Tani Maju Jaya dengan PT. Bumi
Daya Abadi terhadap terhadap lahan revitalisasi perkebunan yang ditelantarkan
dengan melakukan mediasi diantara pihak-pihak yang terlibat langsung dari program
revitalisasi oleh pemerintah daerah melakukan pengukuran ulang, kemudian
dilanjutkan dengan pemerintah daerah memfasilitasi mediasi kelompok Tani Maju
Jaya dengan PT. Bumi Daya Abadi, kemudian mendukung Kelompok Tani Maju Jaya
melakukan upaya hukum melalui pengadilan ketika tidak mencapai kesepakatan
dalam mediasiTesis Magiste
Klasifikasi Tingkat Buta Huruf Menggunakan Algoritma Kmeans-Naive Bayes
ABSTRAK Masalah buta huruf masih menjadi masalah penting di setiap negara didunia, termasuk di Negara Indonesia. Badan Pusat Statistika (BPS) mencatat sebanyak 3,4 juta jiwa rakyat Indonesia di tahun 2017masih menderita buta huruf. Masalah ini harus segera di selesaikan, jika tidak diselesaikan maka akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. Strategi untuk mengatasi masalah buta huruf yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerapkan sistem blok, yakni memberantas buta huruf difokuskan dari daerah yang memiliki angka buta huruf tinggi, selanjutnya bergeser ke daerah yang memiliki angka buta huruf yang rendah. Strategi penanganan tersebut akan lebih efektif apabila adanya proses klasifikasi. Dalam melakukan proses klasifikasi dibutuhkan sebuah algoritma klasifikasi. Pada penelitian ini, algoritma klasifikasi yang digunakan adalah algoritma Gaussian Naive Bayes. Algoritma Gaussian Naive Bayes dipilih karena memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah tidak membutuhkan data yang besar dalam melakukan proses klasifikasi, dapat memberikan nilai akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan model klasifikasi lainnya, serta dapat bekerja jauh lebih baik dalam banyak situasi di dunia nyata. Pada penelitian ini juga digunakan algoritma K means sebagai algoritma clustering untuk membentuk kelas buta huruf yang belum terbentuk sebelumnya. Algoritma K means dipilih karena memikili kompleksitas yang baik dari segi waktu dan ruang penyimpanan. Selain itu, algoritma K means sangat mudah dimodifikasi dalam menentukan banyaknya kelas yang ingin dibentuk dan banyaknya batas maksimal iterasi yang ingin dijalankan. Berdasarkan hasil penelitian, klasifikasi dengan dua kelas buta huruf menghasilkan nilai akurasi sebesar 93,86% dan error rate sebesar 6,14%, klasifikasi dengan tiga kelas buta huruf menghasilkan nilai akurasi sebesar 95,61% dan error rate sebesar 4,39%, klasifikasi dengan lima kelas buta huruf menghasilkan nilai akurasi sebesar 94,74% dan error rate sebesar 5,26%, dan klasifikasi dengan tujuh kelas buta huruf memperoleh hasil akurasi sebesar 83,33% dan error ratesebesar 16,67%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jumlah kelas yang dianggap optimal dalam melakukan klasifikasi buta huruf adalah sebanyak tiga kelas yang terdiri dari kelas buta huruf rendah, buta huruf sedang, dan buta huruf tinggi, dengan nilai akurasi sebesar 95,61% dan error rate sebesar 4,39%
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN SUMATERA SELATAN
Industry and trade have a very broad scope, thereby monitoring the
implementation should be carried out strictly, without any supervision, industry
and trade sector will not achieve optimal results, to overcome the problem of
constructing a building the Laboratory Technical Implementation Unit (UPTD)
industry and trade Center for quality Supervision and Certification of Goods
(BPSMB) in South Sumatra Province in charge of helping to improve the quality
of products through testing and reliable real quality in order to increase export,
import controls, and provide quality assurance to consumers so as to improve the
quality of the product thoroughly. In this building, the entire building using
reinforced concrete structure designed to withstand earthquakes and buildings
strutur using bore pile foundation as the lower part of the building structure.
Planning is the author refers to the structure of some such book Reinforced
Concrete Structures and Planning Dipohusodo Istimawan bouquet of reinforced
concrete structures in earthquake prone areas bouquet Gideon Kusuma. From the
planning of the Laboratory Building (UPTD) is planned column dimensions 30 x
30 cm ² dimater reinforcement 20 mm, dimensions 30 x 50 beam reinforcement
diameter 19 mm, joist dimensions 25 x 35 cm ² to 16 mm diameter reinforcement
for the roof and 18 mm for floor, the thickness of the plate 10 cm in diameter
reinforcement of 8 mm to 10 mm for the roof and floor, and foundation depth of
15 meters. Based on calculations it can be concluded that this structure is stable
and safe. And for the implementation of development spending Rp
5,905,280,436.32
Keywords: Structure, Dimensions, Concrete, Reinforcement, Managemen
STRATEGI PENGEMASAN DAKWAH PADA AKUN INSTRAGRAM @DAKWAH_CAMP
Berdakwah merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh umat Islam secara sengaja maupun tidak sengaja. Seperti pengertian dari berdakwah adalah mengajak. Berdakwah sering kali diidentikkan dengan ulama, ustadz, atau para da’i. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat kegiatan dakwah tidak lagi hanya dilakukan secara tatap muka tetapi bisa juga dilakukan secara daring. Hal ini sudah dibuktikan selama masa pandemi, di mana semua kegiatan dilakukan secara daring. Kegiatan dakwah dilakukan melalui media, salah satunya media sosial instagram sebagai sarana dakwah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi pengemasan dakwah pada akun instagram @dakwah_camp. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah POAC (planning, organizing, actuating, controlling). Hasil penelitian strategi pengemasan dakwah pada akun @dakwah_camp, walaupun tidak 100% menggunakannya, tetapi akun instagram @dakwah_camp sudah menerapkan sistem manajeman POAC itu sendiri dengan baik. Terbukti dengan konten-konten yang mereka buat tetap mempertahankan prinsip dan mengedepankan ide bersama
Profit Sharing System between Punggawa Mappalele, Punggawa Posasiq, and Sawi in fishing activities in Pambusuang Village, Balanipa District, Polewali Mandar Regency
The activity of fishing for the Mandar community is a tradition of their ancestors who were famous as accomplished sailors. The aim of this research is to analyze the system and mechanism of profit sharing agreements between punggawa pappalele, punggawa posasiq and sawi in fishing activities in Pambusuang Village, Balanipa District, Polewali Mandar Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method. Data was obtained through observation, interviews and documentation. Data processing is carried out through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research reveal that the cooperation agreement between punggawa pappalele, punggawa posasiq, and sawi in Pambusuang Village has been practiced for a long time in accordance with tradition and religion. This contract is a profit sharing agreement that applies in general and has been passed down from generation to generation, so that it has become a custom or unwritten agreement among the Pambusuang fishing community. There are differences in the distribution of ratios for fish catches, this depends on the method, method or equipment used to catch fish.Aktivitas melaut bagi masyarakat mandar merupakan tradisi nenek moyang yang terkenal sebagai pelaut yang ulung. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem dan mekanisme akad bagi hasil antara punggawa pappalele, punggawa posasiq dan sawi dalam aktivitas melaut di Desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa akad kerja sama antara punggawa pappalele, punggawa posasiq, dan sawi di Desa Pambusuang sudah dipraktikkan sejak dahulu sesuai dengan tradisi dan agama. Akad tersebut merupakan kesepakatan bagi hasil yang berlaku secara umum dan turun temurun, sehingga menjadi adat atau kesepakatan yang tidak tertulis di kalangan masyarakat nelayan Pambusuang. Terdapat perbedaan dalam pembagian nisbah bagi hasil tangkapan ikan, hal tersebut bergantung pada cara, metode atau alat yang digunakan dalam menangkap ikan
Illiteracy Classification Using K Means-Naïve Bayes Algorithm
Illiteracy is an inability to recognize characters, both in order to read and write. It is a significant problem for countries all around the world including Indonesia. In Indonesia, illiteracy rate is generally set as an indicator to see whether or not education in Indonesia is successful. If this problem is not going to be overcome, it will affect people’s prosperity. One system that has been used to overcome this problem is prioritizing the treatment from areas with the highest illiteracy rate and followed by areas with lower illiteracy rate. The method is going to be a way easier to be applied if it is supported by classification process. Since the classification process needs a class, and there has not been any fine classification of illiteracy rate, there is needed a clustering process before classification process. This research is aimed to get optimal number of classes through clustering process and know the result of illiteracy classification process. The clustering process is conducted by using k means algorithm, and for the classification process is conducted by using Naïve Bayes algorithm. The testing method used to assess the success of classification process is 10-fold method. Based on the research result, it can be concluded that the optimal illiteracy classes are three classes with the classification accuracy value of 96.4912% and error rate value of 3.5088%. Whereas the classification with two classes get the accuracy value of 93.8596% and error rate value of 6.1404%. And for the classification with five classes get the accuracy value of 90.3509% and error rate value of 9.6491%
Status Hematologi Ikan Nila Oreochromis niloticus dengan Kepadatan Berbeda pada Sistem Resirkulasi Menggunakan Micro Bubble Generator
Ikan nila merupakan ikan yang memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan, ditinjau dari segi pertumbuhannya yang relatif cepat. Penggunaan teknologi micro bubble generator diharapkan dapat menunjang budidaya ikan nila secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil darah ikan nila dengan Kepadatan Berbeda pada Sistem Resirkulasi Menggunakan Micro Bubble Generator. Hewan uji adalah benih ikan nila dengan Bobot ikan 11 g, dan panjang total (PT) 7 cm. Ikan dipelihara selama 42 hari dan diberi pakan sebanyak 3 kali sehari pada pukul 08.00, 13.00, dan 18.00 WIB secara ad satiation. Satus kesehatan ikan dapat dideteksi dari parameter darah diantaranya hematokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit dan diferensia leukosit Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 3 perlakuan dan 3 ulangan dengan kepadatan yang berbeda 15 ekor 30 ekor dan 45 ekor. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan terbaik parameter profil darah meliputi eritrosit, leukosit, hematokric dan diferensia leukosit adalah perlakuan A (15 ekor)
Pengaruh Keaktifan Belajar Dan Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Syariah Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fkip Ums Tahun Angkatan 2016
The purpose of this study was to determine the effect of learning activeness and the learning environment on student motivation in the Islamic Financial Accounting course at the 2016 FKIP UMS Accounting Education students. The research method uses quantitative research. Quantitative research is research that is used to examine a specific population or sample, data collection using research instruments, data analysis is quantitative or statistical. The population in this study were 280 students of Accounting Education FKIP UMS class of 2016 who had taken tax and tax law courses. The number of samples used in this study was 25% of the population, namely 280 x 25% and the result was 70 students. The technique of taking is random sampling because the technique of taking members of the sample from the population is done randomly without paying attention to the strata in the population. Analysis tools Multiple linear regression analysis, t test (partial test), F test (simultaneous test) and determination coefficient test (R2) and Relative Contribution (SR) and Effective Contribution (SE). The results showed that there was an effect of learning activeness and the learning environment on learning motivation for Islamic finance accounting students in the 2016 batch of 2016 FKIP students
