471 research outputs found
Analisis Kinerja PT.Pos Indonesia cabang Blitar Menggunakan Balance Scorecard
ABSTRAK Al-lathif, Muhammad, Firman. 2015. Analisis Kinerja PT.Pos Indonesia cabang Blitar Menggunakan Balance Scorecard. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Nujmatul Laily, S.Pd., M.SA. Kata kunci : Balance Scorecard, Perspektif Balance Scorecard diciptakan untuk mengatasi problem tentang kelemahan sistem pengukuran kinerja eksekutif yang berfokus pada aspek keuangan. Balance Scorecard sebagai alat pengukuran kinerja yang dikatakan modern memiliki beberapa keunggulan. Balance Scorecard mencangkup perspektif yang luas yaitu keuangan, customer, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menganalisis dan menjelaskan bagaimana kinerja PT.Pos Indonesia apabila menggunakan metode balance scorecard. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket,, dan studi pustaka. Pengukuran kinerja yang hanya menekan aspek keuangan perusahaan dinilai kurang memadai untuk menghadapi persaingan saat ini. Maka perusahaan memerlukan suatu metode yang dapat menyelaraskan antara aspek keuangan dengan aspek non keuangan, yaitu metode balance scorecard yang diharapkan lebih efektif apabila diterapkan bila diterapkan untuk menilai kinerja perusahaan dan dapat membantu perusahaan dalam mengukur dan menilai seberapa jauh langkah perusahaan dalam mewujudkan visi, misi dan tujuannya. Hasil tugas akhir ini menunjukkan perspektif keuangan bahwa PT.Pos Indonesia sudah baik dalam pelaksanaan kinerja meskipun pada tahun 2014 laba PT.Pos Indonesia mengalami penurunan yang siknifikan, namun hal ini tidak mempengaruhi kinerja PT.Pos Indonesia. Perspektif pelanggan PT.Pos Indonesia sangat baik dalam menjaga mutu dan kinerja. Perspektif bisnis internal mengalami perubahan yang baik dimana setiap tahunnya kesalahan karyawan mengalami penurunan. Perspektif belajar dan berkembang produktivitas para karyawan terus naik
Al-Maidah 51: satu firman beragam penafsiran karya M Quraish Shihab: Analisis intertekstual
INDONESIA:
Perhelatan politik yang terjadi di Indonesia sering kali melibatkan peran agama dalam prosesnya. Salah satu pembahasan yang marak diperbincangkan adalah terkait kepemimpinan non-Muslim di tengah masyarakat Muslim. Lahirnya karya tafsir Al-Maidah 51: Satu Firman Beragam Penafsiran ini merupakan sebuah respons dari M. Quraish Shihab terhadap wacana yang berkembang dalam masyarakat. Terdapat 40 tokoh ulama tafsir yang pendapatnya terhimpun dalam karya tafsir ini. Sehingga, kajian ini berfokus pada rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana keterpengaruhan M. Quraish Shihab terhadap mufasir lain dalam karya tafsirnya yang berjudul Al-Maidah 51: Satu Firman Beragam Penafsiran.
Penelitian ini bertolak dari kajian kepustakaan, dengan teknik pengumpulan data jenis dokumentasi yang merujuk pada data primer, yaitu tafsir Al-Maidah 51: Satu Firman Beragam Penafsiran karya M. Quraish Shihab. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Intertekstual yang diusung oleh Julia Kristeva. Proses pendekatan Intertekstual ini bisa tampil dalam dua bentuk, pertama, teks-teks lain yang ada di dalam teks tersebut, diposisikan sebagai panutan dalam proses tafsir, sehingga fungsinya sebagai penguat. Sementara yang kedua, teks-teks lain di dalam teks tersebut, diposisikan sebagai teks pembanding atau bahkan sebagai objek kritik untuk memberikan suatu pembacaan baru, yang menurutnya lebih sesuai dengan dasar dan prinsip epistemologis yang bisa dipertanggungjawabkan.
Keterpengaruhan M. Quraish Shihab dalam tafsir ini, paling tidak datang dari al-Syirāzī dan al-Syaukānī dalam kaitannya dengan objek perintah larangan. Terkait makna Yahudi dan Nasrani terpengaruh oleh Rasyīd Riḍā, Syaikh al-Sya’rāwī, dan Muhammad Jawad Mugniyyah. Dalam kaitannya dengan makna auliyā' terpengaruh oleh Ibnu ’Āsyūr, al-Ījī, Rasyīd Riḍā, al-Syirāzī, al-Syaukānī, al-‘Uṡaimīn, Syaikh Tanṭawī, Syaikh al-Sya’rāwī, ‘Abdul Qādir Syaibat al-Haq, al-Qāsimī, Hasbi al-Shiddīqī, al-Marāgī, al-Waḣidi, al-Tabrisī, Wahbah al-Zuhailī, al-Rāzī, Ibnu ‘Aṭiyyah, al-Zamakhsyarī, Abū al-Sa’ūd, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu Taimiyyah, Ṭabāṭabā’ī, dan al-Biqā’ī. Sedangkan dalam kaitannya dengan konsekuensi ber-muwālāh, beliau terpengaruh oleh al-Zamakhsyarī, al-Rāzī, al-Nasafī, al-Biqā’ī, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu ’Āsyūr, Syaikh Tanṭawī, Wahbah al-Zuhailī, dan Tafsir Departemen Agama.
ENGLISH:
Political issues that occur in Indonesia often involve the role of religion. One of the hot issues is about a non- Muslim leader who leads Muslim society. A rise of a book entitled the interpretation of Al-Maidah 51: One Word with Multiple Interpretations is a response of M. Quraish Shihab toward discourses that develop in society. There are 40 figures of commentators whose opinions are collected in this commentary. So, this study focuses on this problem as follows: how is the influence of other interpreters toward M. Quraish Shihab in his interpretation work entitled Al-Maidah 51: One Word with Multiple Interpretatiins.
This is a literary study, with data collection techniques of documentation that refers to primary data. The primary data is a book entitled tafsir Al-Maidah 51: One Word with Multiple Interpretations by M. Quraish Shihab. Meanwhile, the approach used is the Intertextual approach promoted by Julia Kristeva. The process of this intertextual approach can appear in two forms. First, other texts in the text which are positioned as role models in the interpretation process, so that their function is as reinforcement. Second, other texts in the text which are positioned as comparative texts or even as objects of criticism to provide a new reading, which according to him is in line with epistemological and accountable principles.
M. Quraish Shihab in interpreting is affected by al-Syirāzī and al-Syaukānī in prohibition issue. Discussing about the interpretation of Yahudi and Nasrani, M. Quraish Shihab is affected by Rasyīd Riḍā, Syaikh al-Sya’rāwī, and Muhammad Jawad Mugniyyah. Discussing about the interpretation of auliyā', he is affected by Ibnu ’Āsyūr, al-Ījī, Rasyīd Riḍā, al-Syirāzī, al-Syaukānī, al-‘Uṡaimīn, Syaikh Tanṭawī, Syaikh al-Sya’rāwī, ‘Abdul Qādir Syaibat al-Haq, al-Qāsimī, Hasbi al-Shiddīqī, al-Marāgī, al-Waḣidi, al-Tabrisī, Wahbah al-Zuhailī, al-Rāzī, Ibnu ‘Aṭiyyah, al-Zamakhsyarī, Abū al-Sa’ūd, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu Taimiyyah, Ṭabāṭabā’ī, and al-Biqā’ī. Discussing about consequences of muwālāh, he is affected by al-Zamakhsyarī, al-Rāzī, al-Nasafī, al-Biqā’ī, al-Alūsī, al-Qāsimī, Ibnu ’Āsyūr, Syaikh Tanṭawī, Wahbah al-Zuhailī, and The Interpretation of Ministry of Religion.
ARABIC:
أداء السياسة الذي يحدث في إندونيسيا تكرارا يتضمن دور الدين في عمليته. الإحدى من الأبحاث الكثيرة في المخاطبة هي عن رئاسة غير المسلم في وسط المجتمع المسلم. ولد تفسير المائدة 51 : هذه واحدة القول كثير التفاسير هي الإجابة من محمد قريش شهاب لمفاوضات التي تتطور في المجتمع. موجود 40 علماء التفسير الذين يجتمع رأيهم في هذا التفسير. حتى، يركز هذا البحث على أسئلة البحث: كيف أثر محمد قريش شهاب للمفسر الأخر في تفسيره الذي يملك الموضوع المائدة 51: واحدة القول كثير التفاسير.
إختلف هذا البحث من المكتبة، بالطريقة لجمع البيانات بالتوثيقة التي تصدر على البيانات الرئيسية، هي تفسير المائدة 51: واحدة القول كثير التفاسير عن محمد قريش شهاب. أما النهج الذي يستخدم هو النهج بين النصوص الذي يحمل جوليا كريستيفا .تستطيع هذه عملية النهج بين النصوص ان تبين على الشكلين. الأول، النصوص الأخرى التي تكون في ذالك النص، تضع صنوا في عملية التفسير، حتى وظيفتها توكيدا. أما الثاني، النصوص الأخرى في ذالك النص، تضع مقارنة أو أغراضا نقدا لإعطاء القراءة الجديدة، عند الرأي يناسب بأساس وقواعد نظرية المعرفة التي تستطيع مسؤولية.
أما أثر محمد قريش شهاب في هذا التفسير، نوعا جاء من الشيرازي والشوكاني في علقة بأغراض أمر النهي. عن معنى اليهودي والنصراني يأثر رشيد رضى، شيخ الشعراوي، ومحمد جواد مغنية. في علقة بمعنى الأولياء يأثر ابن أشور، الإجي، رشيد رضى، الشيرازي، الشوكاني، الأسيمين، شيخ تنطاوي، شيخ شعراوي، عبد القادر شيبات الحق، القاسم، حسب الصديق، المراغ، الواحد، التبريس، وحبة الزهيل، الرازي، ابن عطية، الزمخشري، ابو سعود، العلوس، القاسم، ابن تيمية، طبطبع، والبقاء. أما علاقة عواقب الموالة، يأثر الزمخشري، الرازي، النفس، البقاء، الألوس، القاسم، ابن أشور، شيخ طنطوي، وحبة الزهيل، وتفسير ديوان الدين
SISTEM PENDETEKSI POLA LAFADZ ALLAH DAN MUHAMMAD PADA CITRA AL-QURAN MENGGUNAKAN METODE PEIRCE
Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril dan disampaikan kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan di dunia ini. Program ini dibangun untuk mendeteksi pola lafazh Allah dan Muhammad pada citra Al-Quran sehingga dapat mempermudah pengguna dalam mengetahui dan mencari letak dan jumlah lafadz Allah dan Muhammad pada pada setiap halaman citra Al-Quran. Dalam penelitian ini metode Peirce digunakan untuk menghitung jarak keakuratan pola lafadz Allah dan Muhammad pada citra Al-Quran. Sistem ini bekerja dengan cara menginput citra Al-Quran berformat bitmap (.bmp) kemudian terjadi proses resizing, grayscale, konvolusi. Pada tahap pengujian, metode ini mencari kemiripan antara citra Al-Quran uji dan citra Al-Quran latih sehingga terdeteksi pola lafazh Allah dan Muhammad pada citra Al-Quran. Hasil Pelatihan sistem ini akan menyimpan dua pola yang dilatih yaitu lafadz Alah dan Muhammad. Hasil pengujian Sistem Pendeteksi lafadz Allah dan Muhammad menunjukan bahwa keakuratan sistem ini sebesar 97,5 %, persentase detection rate tersebut menunjukkan bahwa metode Peirce dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk pendeteksian pola lafadz Allah dan Muhammad pada citra Al-Quran
Hadis qudsi : firman Allah tabaraka wa ta'alla selain al-qur'an
Hadis Qudsi merupakan Sabda Rasulullah Saw, yang disandarkan kepada Allah, Beliau meriwayatkan dari Allah atau merupakan firman Allah yg diinformasikan kepada Nabi Muhammad SAW baik melalui Malaikat Jibril atau melalui ilham atau mimpi yg secara redaksional, susunan lafal dan kata-katanya serta 'uslub'(gaya)nya berasal dari Nabi SAW berdasarkan taufiq dari Allah SWT. Sedangkan isi dan substansinya dari Allah SWT Buku ini berisikan hadis-hadis qudsi yg meliputi akidah, ibadah dan akhlak dalam islam. Bersumber dari al-Kutub al-Tis'ah, sembilan kitab hadis, yaitu: Shahih Bukhari, Muslim, Al-Tirmidzi, an-Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Imam Ahmad, Imam Malik dan Ad-Darimiy
Para Pendengar Firman Turhan: Telaah Terhadap Efek Estetik al-Qur'an
Buku berjudrul Gott ist schőn; Das ästhetische Erlebens des Koran ("Tuhan Maha Indah; Penghayatan Estetik terhadap al-Qur'an") yangmenjadi sentral ulasan berikut bukanlah karya pertama Navid Kermani, islamisis lran kelahiran Jerman. Buku ini asal mulanya adalah disertasi Doktor di "Orientalisches Seminar" Universitas Bonn tahun 1998. Di tahun-tahun sebelumnya Kermani sudah berperan aktif dalam meramaikan kajian al-Qur'an di Barat. Buku pertama yang dihasilkan adalah Offenbarung als Kommunikation; Das Konzept waly in Naṣr Abū Zaids Mafhūm al-Nasṣ (Wahyu sebagai Komunikasi; Telaah atas Konsep Abu Zaid tentang Wahyu dalam Mafhūm al-Nasṣ, terbit 1996). Sedangkan karya-karyanya yang lain banyak berupa artikel dibeberapa jurnal studi Islam intemasional
Koreksi terhadap pemikiran Al-Hallaj tentang "Nur Muhammad" melalui pendekatan munasabah Al-Qur'an
Konsep Nur Muhammad ini kerap memicu polemik di tengah umat Islam. Sebagian orang menolaknya karena konsep ini bertentangan dengan konsep penciptaan manusia yang tertera dalam Al-Qur¿an, artinya konsep ajaran ?Nur Muhammad? tat kala dikoreksi dengan sumber kebenaran yakni Al-Qur¿an sebagaimana firman Allah maka akan menimbulkan kerancuan dan keraguan untuk mempercayai ?Nur Muhammad? itu. Sebagian orang lainnya menolak karena konsep terpengaruh oleh doktrin salah satu sekte dalam Islam, yaitu Syiah, dan terpengaruh pada konsep trinitas teori Ketuhanan Kristen. Adapun sebagian kelompok lainnya menolak karena konsep ini membuka lebar pemikiran yang ditengarai oleh kosmologi sufisme yang dianggap berlebihan dan melewati batas. Sebagian orang Islam lainnya menolak konsep Nur Muhammad ini karena membuka jalan pada paham wahdatul wujud (Allah menyatu dengan manusia pilihan), sebagaimana yang diyakini Al-Hallaj bahwa dirinya adalah ?Al Haq? (Allah)
Konsep Keadilan dalam Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Tanggung Jawab Moral.
Disertasi ini merupakan studi Al-Qurán dengan pendekatan tafsir ayat-ayat al-Qurán yang diyakini sebagai firman-firman Allah SWT( kalam Allah) dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah sumber Informasi dan petunjuk bagi manusia. Pad penafsiran ini, tela’ahan bertumpuh pada teks-teks wahyu dengan memberi pemaknaan kontekstual kepada ayat-ayat yang berhubungan dengan penelitian. Penelitian berawal dan pertanyaan apakah hakikat keadilan yang terkandung dalam al-Qur’an. Diidentifikasi bahwa keadilan dalam Al-Qur’an, disamping dapat dipahami dari rangkaian ayat-ayat al-Qur’an yang paling awal diturunkan, yang mengkritik berbagai macam kepincangan dan ketidakadilan dalam berbagai sector kehidupan, juga dari simpul-simpul yang secara langsung menyebut keadilan, yaitu al-adl al-Qist al-wazn dan al-wast. Kata al-adl dengansemua kata turunanya terulang dalam al-Qurán sebanyak dua puluh delapan kali, kata al-wazn dan al-mizān dan al-mawazīn terulang sejumlah dua puluh tiga kali, dan kata al-wasṭ sebanyak lima kali. Untuk mendapatkan akurasi makna, maka simpul-simpul keadilan dipahami dalam rangkaiaan simpul yang berlawanan dengan keadilan, yaitu kezaliman (al-ẓulm). Berkaitan dengan kata terakhir ini yang dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak dua ratus kali dalam surat-surat Makkiyah dan seratus lima belas kali pada surat-surat Madaniyah, dua ratus delapan puluh Sembilan kali dari jumlah keseluruhannya mengandung makna ketidakadilan. Naskah al-Qurán yang dijadikan bahan penelitian ialah al-Qur’an Karim yang ditulis sesuai dengan al-rasm al-’usmaniy’, dan diterbitkan oleh Dar al-fikr, Bairut, tahun 1403H/1983M
SISTEM PENDETEKSI POLA LAFADZ MUHAMMAD PADA CITRA AL-QURAN MENGGUNAKAN METODE PEIRCE
Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril dan disampaikan kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan di dunia ini. Program ini dibangun untuk mendeteksi pola lafazh Muhammad pada citra Al-Quran sehingga dapat mempermudah pengguna dalam mengetahui dan mencari letak dan jumlah lafadz Muhammad pada setiap halaman citra Al-Quran. Dalam penelitian ini metode Peirce digunakan untuk menghitung jarak keakuratan pola lafadz Muhammad pada citra Al-Quran. Sistem ini bekerja dengan cara menginput citra Al-Quran berformat bitmap (.bmp) kemudian terjadi proses resizing, grayscale, konvolusi. Pada tahap pengujian, metode ini mencari kemiripan antara citra Al-Quran uji dan citra Al-Quran latih sehingga terdeteksi pola lafazh Muhammad pada citra Al-Quran. Hasil Pelatihan sistem ini akan menyimpan dua pola yang dilatih yaitu lafadz Muhammad. Hasil pengujian Sistem Pendeteksi lafadz Muhammad menunjukan bahwa keakuratan sistem ini sebesar 97,5 %, persentase detection rate tersebut menunjukkan bahwa metode Peirce dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk pendeteksian pola lafadz Muhammad pada citra Al-Quran. Kata kunci: Pengolahan citra, risize, grayscale, konvolusi, peirce, lafadz Muhammad
SOSIOTEKNOLOGI Kearifan Lokal: Komoditas Era Revolusi Industri 5.0
Book Title : SOSIOTEKNOLOGI Kearifan Lokal: Komoditas Era Revolusi Industri 5.0
Author Names : Dicky R. Munaf dan Susanto
Year of Publication : 2021
Publisher : ITB Press, Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132, Jawa Barat
Number of pages : 293 pages
ISBN Number : 978-623-297-131-8
Book review by : Muhamad Firman Al-Faha
SISTEM PENDETEKSI POLA LAFADZ MUHAMMAD PADA CITRA AL-QURAN MENGGUNAKAN METODE PEIRCE
Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril dan disampaikan kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan di dunia ini. Program ini dibangun untuk mendeteksi pola lafazh Muhammad pada citra Al-Quran sehingga dapat mempermudah pengguna dalam mengetahui dan mencari letak dan jumlah lafadz Muhammad pada setiap halaman citra Al-Quran. Dalam penelitian ini metode Peirce digunakan untuk menghitung jarak keakuratan pola lafadz Muhammad pada citra Al-Quran. Sistem ini bekerja dengan cara menginput citra Al-Quran berformat bitmap (.bmp) kemudian terjadi proses resizing, grayscale, konvolusi. Pada tahap pengujian, metode ini mencari kemiripan antara citra Al-Quran uji dan citra Al-Quran latih sehingga terdeteksi pola lafazh Muhammad pada citra Al-Quran. Hasil Pelatihan sistem ini akan menyimpan dua pola yang dilatih yaitu lafadz Muhammad. Hasil pengujian Sistem Pendeteksi lafadz Muhammad menunjukan bahwa keakuratan sistem ini sebesar 97,5 %, persentase detection rate tersebut menunjukkan bahwa metode Peirce dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk pendeteksian pola lafadz Muhammad pada citra Al-Quran
- …
