322 research outputs found
Marketing syariah perspektif Muhammad Syakir Sula
ABSTRAK
Auliya Ul Mardiah (2018), Marketing Syariah persfektif Muhammad Syakir Sula, Skripsi Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dengan Pembimbing Skripsi I Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag, dan pembimbing Skripsi II Tuti Anggraini, MA.
Dewasa ini ekonomi syariah sudah sangat berkembang begitu pula dengan pemasaran syariah, banyak dari praktisi, akademis, dan para cendikiawan lainnya yang menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan yang dapat menjadi panduan bagi generasi seterusnya. Tidak lain dengan pemikiran Muhammad Syakir Sula, beliau merupakan praktisi serta akademisi dalam bidang pemasaran serta asuransi syariah, cikal bakal beliau bermula dari pengalaman-pengalaman serta sepak terjang beliau di dunia marketing, dan beliau merupakan penulis buku Marketing Syariah best seller pertama. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Marketing Syariah Persfektif Muhammad Syakir Sula. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui marketing syariah dalam persfektif Muhammad Syakir Sula, penelitian ini merupakan jenis penelitian kulitatif. Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian kepustakaan (library re-search), karena yang menjadi sumber data adalah buku-buku atau dokumen yang berkaitan dengan pokok masalah yang dibahas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pemikiran dan penelitian tokoh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data-data tertulis dari sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu memberikan gambaran keadaan objek yang sebenarnya. Marketing syariah persfektif Muhammad Syakir Sula merupakan suatu studi yang memberikan pemikiran bagi para pembacanya bagaimana marketing syariah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis, Syakir Sula juga memaparkan bagaimana cara berbisnis ala Rasulullah Saw, karakteristik pemasaran syariah serta bagaiman berbisnis dengan qalbu.
Kata kunci : Marketing Syariah, Berbisnis, Karakteristik, Qalbu
Intertekstualitas Tafsir: Mengungkap Keterpengaruhan Anwār at-Tanzīl terhadap Al-Kasysyāf dalam Pemaknaan Kata Auliya
The interpretation of the word auliya in Islamic exegesis is a significant issue because it is linked to concepts of loyalty, friendship, and leadership within a religious framework. The classical tafsir works, Anwar at-Tanzil and al-Kasysyāf, provide differing perspectives on the meaning of auliya. This article seeks to bridge this gap by examining the interpretation of auliya in Anwar at-Tanzil and al-Kasysyāf and tracing the influence of one upon the other using Julia Kristeva\u27s intertextuality approach. Employing a thematic method, this study focuses specifically on the meaning of auliyaas its primary subject of analysis. The findings reveal that al-Baiḍawī\u27s interpretation of auliya is heavily influenced by the earlier interpretation found in al-Kasysyāf. Through Kristeva\u27s intertextuality framework, it becomes evident that the principles of parallelism, modification, and expansion or haplology play a dominant role in this influence. The prevalence of these principles points to a tendency towards transposition as an ideologeme, marked by the inclusion of elements of addition, subtraction, adjustment, and the reorganization of ideas in al-Baiḍawī\u27s interpretation of auliya
Sejarah Perkembangan Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan (2000-2015)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sejarah perkembangan sekolah Islam terpadu Al-Auliya Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan (2000-2015). Penelitian ini akan difokuskan menjelaskan bagaimana sejarah berdirinya, sejarah perkembangan dan persepsi masyarakat sekolah terhadap sekolah islam terpadu Al-Auliya yayasan pendidikan An Nahl Balikpapan Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian sejarah. Adapun metode yang digunakan yaitu metode sejarah dengan tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dokumentasi, dan kuesioner sebagai metode pengumpul data. Kuesioner digunakan untuk kebutuhan pengumpulan data dalam cakupan yang lebih luas dan berisi beberapa pertanyaan yang ditujukan dalam memperoleh informasi dari informan yaitu, orang tua, siswa, guru dan karyawan. Dalam hal ini hasil kuesioner juga akan digunakan untuk menentukan informan kunci yang akan diwawancarai untuk mendapatkan informasi tertentu (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya dibawah pengelolaan oleh Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan, yang mana yayasan ini pada awalnya bernama Yayasan Dakwah Islam An Nahl didirikan pada tahun 1997 dan berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan pada tahun 2013. Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2015 berkembang menjadi 6 unit sekolah yaitu, TKIT Al-Auliya 1, TKIT Al-Auliya 2, SDIT Al-Auliya 1, SDIT Al-Auliya 2, SMPIT Al-Auliya, dan SMAIT Al-Auliya. Persepsi sekolah islam terpadu Al-Auliya ini merupakan sekolah islam terpadu terbesar di Balikpapan, sekolah islam terpadu yang mampu bersaing dengan sekolah negeri dan swasta yang ada di Balikpapan, salah satu sekolah terbaik yang ada di Balikpapan, yang memiliki sarana dan prasarana yang nyaman dalam kegiatan proses belajar mengajar, serta menjawab keresahan orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang paham agama seperti, memiliki kompetensi bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, pembiasaan dalam penerapan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari
Introducing Manuscripts of Safinat-ul-Auliya by Dara Shikoh and the Necessity of Editing It
Safinat-ul-Auliya is one of the most important hagiographies by Muhammad Dara Shikoh (1024-1069 A.H.), which contains detailed information about Sufism and its sects and practices, from the beginning of its creation to the age of the author; which is of great importance in historical Sufi studies. Several manuscripts and one lithographic version of this work have been obtained which have not been compared, verified, and corrected yet. This book, which has not been published yet, is of great importance due to the fact that it contains historical information about Sufism, especially first-hand information about some of the author’s Sufi contemporaries, the author's viewpoint and approach in the classification of Sufism, linguistic considerations, and other aspects. Accordingly, it is necessary to present a critical edition along with tables and annotations concerning the content of the book. In this study, in addition to introducing the existing manuscripts of the book Safinat-ul-Auliya, a number of linguistic, literary, content-related, and calligraphic features of the work, as well as the reasons for the necessity of editing the book have been discussed
Penafsiran tentang auliya' Alloh pada ayat 62 surat Yunus: studi perbandingan tafsir
Islam adalah agama ahlak yang di wahyukan oleh Rosulullah guna diajarkannya kepada manusia, islam di bawah secara estafet dari generasi ke generasi selanjutnya islam adalah rahmat dan petunjuk bagi manusia yang berkelana dalam kehidupan di dunia, islam merupakan manifestasi dari rahmat dan rahim bagi Allah. Islam diperkenankan kepada umat manusia oleh Rasul Allah sejak nabi Adam sampai Nabi Muhammad sebagai penutup para rasul dan penyempurnaan risalah islam yang terdahulu, dengan demikian islam adalah agama yang terdahulu dan sekarang. Menurut Nasaruddin Rozak islam dalam rangka inovasi agama Allah berakhir dan paripurna dalam pangkuan tugas nabi Muhammad, beliau menutup para nabi dan rasul, karenanya membawa tugas konsekwen universal dan abadi buat seluruh umat sampai akhir zaman. Rumusan masalah yang akan dibahas pada pembahasan ini adalah 1). Metode apa yang digunakan muhammad abduh, ar razi, maupun ibnul araby tentang auliya' Allah pada ayat 62 surat yunus? 2). Bagaimana hasil penafsirannya? Pada pembahasan ini menggunakan metode comperatif yaitu dengan jalan membandingkan kemudian mengambil kesimpulan atau mengkompromikan antara pendapat yang berbeda atau memenangkan salah satu dari pendapat yang benar. Adapun kesimpulan yang dikemukakan oleh Ar Razi dan Ibnu Arabi yaitu bahwa muhammad abduh memandang bahwa auliya' Allah itu adalah sebagai martabat yang paling tinggi dihadapan Allah. Baik Ar Razi dan Ibnu Arabi keduanya sama sama memandang bahwa auliya'Allah adalah martabat yang paling tinggi dihadapan Allah. Metode yang dipergunakan oleh muhammad abduh adalah menggunakan metode bilijdiwadi, sedangkan ibnu arabi menggunakan metode isyari dan ar razi menggunakan metode ar ra'yu ketika menafsirkan ayat 62 surat yunus. Perbedaan yang muncul diantara ketiga mufassir tersebut terletak pada metode penafsirannya,yang sama sama memandang auliya'Allah ini sebagai martabat yang paling tinggi dihadapan Allah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IIS DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA N 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IIS DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA N 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Muhammad Andi Auliya Hakim, Sunarto, Salman Alfarisy Totalia Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia [email protected] ABSTRACT Muhammad Andi Auliya Hakim. K7411097. The Implementation of Problem Based Learning (PBL) Modelt Increase Learning Achievement of Student in Economic Lesson at Class XI IIS 1 of Senior High School 5 Surakarta in the Academic Year of 2015/2016. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University. July. 2016. The purpose of this research is to improve learning outcomes of student in economic lesson at class XI IIS 1 of Senior High School 5 Surakarta in the academic year of 2015/2016 with the implementation of Problem Based Learning (PBL) model. The type of this research is classroom action research. The subject of this research is students at XI IIS 1 of Senior High School 5 Surakarta in the academic year of 2015/2016 with 31 students. The data sources are from the teacher and students. The technique of data collection used are, (a) observation, (b) interview, (c) documentation, and (d) test. Validity of data used is triangulation resources and method. Comparative statistic analysis, analysis of quantitative data, and analysis of qualitative data is used for analyzing the data. The procedures of this research are (a) planning, (b) action, (c) observation, and (d) reflection. Based on the research results, the learning process with the implementation of Problem Based Learning (PBL) model can improve learning outcomes of students. It was proven in the cycle I that students learning outcomes were increased 4,07 (average score of pre cycle 72,90 and average score of the cycle I 76,97) and percentage of minimal prerequisite score is increased 9,67% (percentage of pre cycle 61,29% and cycle I 70,96%). On the cycle II, students’ learning outcomes on cycle II also increased 6,68 (average score of cycle I 76,97 and average score of the cycle II 83,65) and percentage of minimal prerequisite score increased 16,13% (percentage of cycle I 70,96% and cycle II 87,09%). The conclusion of this research is that the implementation of Problem Based Learning (PBL) model can increase learning outcomes of student in Economic lesson at XI IIS 1 of Senior High School 5 Surakarta, in the academic year of 2015/2016. Keywords: Problem Based Learning (PBL), learning achievement, economic lesson ABSTRAK Muhammad Andi Auliya Hakim. K7411097. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IIS DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA N 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Juli. 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam Mata Pelajaran Ekonomi di SMA N 5 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016 dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IIS 1 SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 31 peserta didik. Sumber data berasal dari guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (a) observasi, (b) wawancara, (c) dokumentasi, (d) tes. Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan metode. Analisis data yang digunakan adalah (a) analisis deskriptif komparatif, (b) analisis data kuantitatif, (c) analisis data kualitatif. Prosedur penelitian meliputi tahap (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) observasi, (d) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, proses pembelajaran dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini terbukti pada siklus I hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu sebesar 4,07 (nilai rata-rata pra siklus 72,90 dan nilai rata-rata siklus I 76,97) dan persentase ketuntasan meningkat 9,67% (persentase pra siklus 61,29% dan siklus I 70,96%). Pada siklus II hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 6,68 (nilai rata-rata siklus I 76,97 dan nilai rata-rata siklus II 83,65) dan presentase ketuntasan meningkat 16,13% (persentase siklus I 70,96% dan siklus II 87,09%). Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Ekonomi kelas XI IIS 1 SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. Kata kunci :Problem Based Learning (PBL), hasil belajar, mata pelajaran ekonom
Peran Corporate Social Responsibility (CSR) semen Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban
Muhammad Hilmi Auliya (1801046035), Peran CSR PT Semen Indonesia Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
Peran merupakan teori yang membahas tentang posisi dan perilaku seseorang yang tidak memikirkan dirinya sendiri, melainkan akan selalu ada dalam hubungan orang lain yng mana nantinya pelaku aktor akan sadar struktur sosial yang didudukinya, oleh sebab itu seorang aktor selalu berusaha terlihat mumpuni sehingga tidak ada persepsi menyimpang dari harapan yang ada dalam masyarakat. CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Rumusan masalah penelitian ini: (1) Bagaimana Peran CSR Semen Indonesia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, (2) Bagaimana hasil Peran CSR Semen Indonesia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.
Penelian ini bertjuan untuk mengetahui peran CSR Semen Indonesia memberdayakan petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat CSR Semen Indonesia dalam memberdayakan petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan dua hal sebagai berikut: pertama, peran CSR Semen Indonesia dalam pemberdayaan petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban yakni: (1) CSR Semen Indonesia berperan dalam meningkatkan ekonomi sekitar (2) CSR Semen Indonesia berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (3) CSR Semen Indonesia berperan dalam menjalankan tata kelola progam dalam menunjang pembangunan. Kedua, Peran CSR Semen Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban menghasilkan beberapa hal yaitu, (1) Peningkatan panen petani (2) Adanya lahan pinjaman kepada petani yang tidak mempunyai lahan (3) Aktifnya kelompok tani (4) Terbentuknya institusi lokal (5) Meningkatkan lumbung pangan
Pelaksanaan bimbingan rohani Islam bagi pasien ulkus (luka) akibat diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Arafah Rembang
Muhammad Rizqi Riza Auliya (1501016074) Judul Pelaksanaan Bimbingan Rohani Islam Bagi Pasien Ulkus (Luka) Akibat Diabetes Mellitus di Rumah Islam Arafah Rembang. Skripsi. Semarang: Program Strata 1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.2019. Kondisi pasien ulkus diabetes mellitus memiliki problematika yaitu fisik pada kaki yang luka disebabkan oleh problem kesehatan yaitu akibat komplikasi dari diabetes mellitus dan berdampak psikis, psikososial dan spiritual. Problem psikososial yaitu ketergantungan dengan orang lain, karena kondisi fisik yang bermasalah mengakibatkan menghambat akitivitas pasien. Salah satu usaha
untuk menangani problem yang ada pada pasien ulkus diabetes mellitus di rumah sakit yaitu dengan adanya pelayanan, yaitu pelayanan secara menyeluruh meliputi (bio-psikis psikososial-spritual). Penelitian ini bertujuan untuk : 1) untuk mengetahui kondisi pasien ulkus akibat diabetes mellitus di rumah sakit Islam Arafah Rembang 2) mengetahui pelaksanaan kegiatan bimbingan rohani Islam bagi pasien ulkus diabetes mellitus
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah pasien ulkus akibat diabetes mellitus di rumah sakit Islam Arafah Rembang, Rohaniawan RSI Arafah Rembang. Selain itu, teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.Sedangkan metode analisis data menggunakan Millles dan Hunberman, melalui tiga tahap dalam analisis data kualitatif yaitu 1) reduksi data (Data Reduction). 2) penyajian data (Data Display). 3). Kesimpulan (Conclusing Drawing)
Penelitian ini memiliki hasil sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan bimbingan rohani Islam bagi pasien ulkus (luka) akibat diabetes mellitus di rumah sakit Islam Arafah Rembang dilaksanakan mulai jam 9 pagi dan dilakukan tiga hari sekali. Metode yang digunakan dalam proses kegiatan bimbingan rohani Islam yaitu metode langsung secara tatap muka (face to face) dan metode tidak langsung yaitu melalui
tulisan (buku berisi doa-doa dan tulisan berlafadz alquran di setiap ruangan dan melalui media audio yang berisi lantunan ayat-ayat suci alquran. Bimbingan Rohani Islam di rumah sakit Islam Arafah Rembang adalah memberikan materi bimbingan rohani Islam yang berisi tentang bagaimana menyikapi penyakit dengan selalu beristighfar, bersyukur dan bertawakal kepada Allah SWT, dan bimbingan do’a-do’a agar
tetap hidup dalam keridhoan Allah Swt yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al- Hadits. Kedua, faktor yang menghambat dalam proses pelaksanaan kegiatan bimbingan rohani di rumah sakit Islam Arafah Rembang yaitu penolakan dari pasien dan keluarga dan terbatasnya petugas rohani. Sedangkan faktor
mendukung dalam pelaksaan kegiatan bimbingan rohani di rumah sakit Islam Arafah Rembang yaitu tanggapan yang positif dari pasien keluarga yang sangat antusias dalam proses kegiatan bimbingan rohani Islam
Relevansi Konsep Ta’dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas dengan Pendidikan Pesantren di Indonesia
Pendidikan memiliki peran penting dalam keberadaan manusia. Pendidikan Islam dalam berbagai strukturnya dirancang untuk memberikan perencanaan kepada manusia agar dapat mencapai kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Syed Muhammad Naquib al-Attas dengan konsep ta’dib-nya dapat memaknai pendidikan Islam yang sebenarnya. Al-Attas memahami bahwa istilah ta’dib sebagai gagasan instruktif yang mencakup informasi dan tujuan mulia. Oleh karena itu, menurutnya, jenis pendidikan Islam yang tepat adalah ta’dib, sebagaimana tercermin dalam hadis Nabi yang digunakan Al-Attas sebagai landasan pemikiran pendidikannya, yaitu “Tuhanku telah mengajariku,” dan itu berarti menjadikan sekolah (ta’dibi) yang terbaik. Tujuan penelitian ini untuk mengenali biografi Syed Muhammad Naquib al-Attas, konsep ta’dib-nya, serta relevansi konsep tersebut dengan pendidikan pesantren di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan berupa sumber primer dan sekunder sebagai jawaban dari rumusan masalah yang telah dituliskan sebelumnya. Teknik analisis data menggunakan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan konsep ta’dib al-Attas memiliki beberapa relevansi dengan pendidikan pesantren di Indonesia, seperti orientasi pendidikan Islami, integrasi ilmu dan amal, relevansi global, dan lain-lain.
Education plays a crucial role in human existence. Islamic education, in its various structures, is designed to provide guidance to individuals so that they can achieve happiness, both in this world and the hereafter. Syed Muhammad Naquib al-Attas, with his concept of ta’dib, can give meaning to true Islamic education. Al-Attas understands the term ta’dib as an instructive idea that encompasses information and noble goals. Therefore, he believes that the appropriate type of Islamic education is ta’dib, as reflected in the Prophet’s hadith used by Al-Attas as the foundation of his educational philosophy, which is “My Lord has taught me,” implying making the best school (ta’dibi). The purpose of this research is to explore the biography of Syed Muhammad Naquib al-Attas, his concept of ta’dib, and the relevance of this concept to Islamic boarding school education in Indonesia. The research method used is a qualitative approach based on literature studies. The research instrument includes primary and secondary sources as answers to the previously formulated research questions. Data analysis technique involves document analysis. The research findings indicate that Al-Attas’s concept of ta’dib has several relevance aspects to Islamic boarding school education in Indonesia, such as Islamic education orientation, integration of knowledge and practice, global relevance, and more.Pendidikan memiliki peran penting dalam keberadaan manusia. Pendidikan Islam dalam berbagai strukturnya dirancang untuk memberikan perencanaan kepada manusia agar dapat mencapai kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Syed Muhammad Naquib al-Attas dengan konsep ta’dib-nya dapat memaknai pendidikan Islam yang sebenarnya. Al-Attas memahami bahwa istilah ta’dib sebagai gagasan instruktif yang mencakup informasi dan tujuan mulia. Oleh karena itu, menurutnya, jenis pendidikan Islam yang tepat adalah ta’dib, sebagaimana tercermin dalam hadis Nabi yang digunakan Al-Attas sebagai landasan pemikiran pendidikannya, yaitu “Tuhanku telah mengajariku,” dan itu berarti menjadikan sekolah (ta’dibi) yang terbaik. Tujuan penelitian ini untuk mengenali biografi Syed Muhammad Naquib al-Attas, konsep ta’dib-nya, serta relevansi konsep tersebut dengan pendidikan pesantren di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan berupa sumber primer dan sekunder sebagai jawaban dari rumusan masalah yang telah dituliskan sebelumnya. Teknik analisis data menggunakan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan konsep ta’dib al-Attas memiliki beberapa relevansi dengan pendidikan pesantren di Indonesia, seperti orientasi pendidikan Islami, integrasi ilmu dan amal, relevansi global, dan lain-lain.
Education plays a crucial role in human existence. Islamic education, in its various structures, is designed to provide guidance to individuals so that they can achieve happiness, both in this world and the hereafter. Syed Muhammad Naquib al-Attas, with his concept of ta’dib, can give meaning to true Islamic education. Al-Attas understands the term ta’dib as an instructive idea that encompasses information and noble goals. Therefore, he believes that the appropriate type of Islamic education is ta’dib, as reflected in the Prophet’s hadith used by Al-Attas as the foundation of his educational philosophy, which is “My Lord has taught me,” implying making the best school (ta’dibi). The purpose of this research is to explore the biography of Syed Muhammad Naquib al-Attas, his concept of ta’dib, and the relevance of this concept to Islamic boarding school education in Indonesia. The research method used is a qualitative approach based on literature studies. The research instrument includes primary and secondary sources as answers to the previously formulated research questions. Data analysis technique involves document analysis. The research findings indicate that Al-Attas’s concept of ta’dib has several relevance aspects to Islamic boarding school education in Indonesia, such as Islamic education orientation, integration of knowledge and practice, global relevance, and more
INTERPRETATION M. QURAISH SHIHAB AND INTERPRETATION HAMKA ABOUT AULIYA ON AL MAIDAH VERSE 51
The al Quran is the holy verses were revealed to Prophet Muhammad. using the Arabic language, so to be able to understand the al Quran takes an understanding of Arabic grammar. When the al Quran was revealed to Prophet Muhammad. yet there is a difference of interpretation of the verses of Quran but when Muslims growing up outside of the Arabs, started going different interpretation of the verses of the al Quran. When some body wants to understand the al Quranthen they began to interpret according to their understanding.
Interpretation in Indonesia is growing, in Indonesia has led some commentators one of which is Hamka and M. Quraish Shihab. Both of these figures has produced a work of commentary book commentary that tafsir al Azhar Hamka opus and the tafsir al Misbah M. Quraish Shihab opus, they often become a reference for students or the general public in understanding the verses of the al Quran.
Hamka and M. Quraish Shihab is a different interpretation of character generation, so that the results of his thoughts sometimes differ, and in their interperting verses of the al-Quran are also sometimes different interpretations, such as the surah al Maidah verse 51, Hamka understand that the surah al Maidah verse 51 explains that people Islam prohibited embraced Jews or the Christians as Auliya, and the word Auliya in Surah al Maidah verse 51 is interpreted as a leader, but M. Quraish Shihab interpret the word Auliya in Surah al Maidah verse 51 with various versions, can be interpreted as a helper, a close friend, advocate or it could be interpreted as a leader, and according to M. Quraish Shihab that the Saints are more appropriately interpreted as a close friend.
In this study, we will compare between Hamka and M. Quraish Shihab by finding the differences and similarities of the two men. Our research measures as follows:First, we will explain about the biography of M. Quraish Shihab and Hamka, from this explanation it can be known the background of their lives and background of his thinking and his teachers. And then we will cite his interpretation of the letter al Maidah verse 51, of the quote then we can compare the results of their interpretation of the surah al Maidah verse 51
- …
