1,724,493 research outputs found

    PENERAPAN KONSEP ’URF DALAM KITAB SABILAL MUHTADIN (Kajian Terhadap Pemikiran Muhammad Arsyad Al-Banjari)

    Full text link
    Dalam perspektif hukum Islam, Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan ulama Banjar yang banyak menghasilkan karya, baik di bidang Tauhid, Akhlak maupun Fiqh. Melalui salah satu karya monumentalnya Sabilal Muhtadin, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait pemikiran beliau tentang ‘urf. Penulis memfokuskan penelitian ini pada: 1) Konsep ‘Urf dalam hukum Islam. 2) Penerapan ‘Urf dalam kitab Sabilal Muhtadin karya Syeih Muhammad Arsyad Al Banjari. 3) Relevansi antara konsep ‘urf  dalam perspektif Muhammad Arsyad al-Banjari dengan pembaharuan hokum Islam. Dengan pendekatan filsafat hukum Islam, penelitian yang sepenuhnya merupakan penelitian kualitatif ini berupaya untuk mengungkap secara sistematis pemikiran Muhammad Arsyad al-Banjari dalam menggunakan pertimbangan-pertimbangan ‘urf untuk menentukan lahirnya keputusan hukum. Adapun filsafat hukum Islam yang dimaksud adalah filsafat yang menganalisis hukum Islam melalui pemikiran para pakar hukum Islam beserta konsep-konsep hukumnya secara metodis dan sistematis sehingga mendapatkan keterangan yang mendasar, atau menganalisis hukum Islam secara ilmiah dengan filsafat dan Ushul Fiqh sebagai alatnya. Selanjutnya konsep ‘urf tersebut dikaji melalui pemikiran beliau dalam kitab Sabilal Muhtadin dan sumber-sumber lain tentang ‘urf dalam buku, jurnal, serta media lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ‘Urf dalam adalah kebiasaan yang telah berulang-ulang dan berlaku secara terus-menerus dalam masyarakat. Dengan demikian, maka tercipta patokan hukum yang mengakomodir perubahan hukum, sehingga hukum dapat dijalankan dengan baik, tanpa mengurangi nilai ibadah dalam menjalankannya. Pemikiran Muhammad Arsyad al-Banjari terkait ‘‘Urf  dalam kitab Sabilal Muhtadin di antaranya adalah, 1) Memakan anak wanyi (anak lebah), 2) Adab buang hajat dalam kakus (jamban), 3) Mengubur jenazah menggunakan peti mati (tabala), 4) Zakat

    Pemikiran sufistik Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjary

    No full text
    Buku ini berisi pemaparan mengenai pemikiran tasawuf Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjary. Materi yang dibahas dalam buku ini yaitu mengenai sekilas tentang pengertian dan sejarah tasawuf Islam; riwayat kehidupan Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjary; kemudian membahas tentang pemikiran tasawuf Syeikh Muhammad Arsyad al-banjar

    PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD ARSYAD THALIB LUBIS

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini dibuat untuk mengenalkan sebuah metodologi pemahaman Hadis yang ditawarkan oleh Muhammad Aryad Thalib Lubis. Ia adalah seorang ulama terkemuka yang lahir di bumi Sumatera Utara. Karyanya banyak dipakai oleh Siswa/i Madrasah Al Washliyah di Sumatera Utara khususnya dalam kajian Hadis yaitu buku Istilahat al-Muhadditsin. M. Arsyad memiliki metodologi yang unik dalam mengkaji Hadis, hal ini dapat dilihat dalam buku Fatwa: Beberapa Masalah yang ditulis oleh Muhammad Arsyad Thalib Lubis yang banyak memaparkan Hadis-hadis Nabi Saw., yang berkualitas dha’if namun dengan metode ta’addud al-thuruq sebuah Hadis dha’if dapat menjadi Hadis hasan li ghairih, sehingga fatwanya dapat menjadikan pemersatu umat yang berbeda pemahaman dalam mengamalkan Hadis. Metodologi yang ditawarkan Muhammad. Arsyad Thalib Lubis juga didasari oleh kesepakatan para ulama atau mujtahid terdahulu. Jadi fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Muhammad Arsyad Thalib Lubis tidak diragukan untuk diamalkan.  Kata Kunci: hadis, Muhammad Arsyad Thalib Lubis, Al Washliyah, Meda

    PEMIKIRAN DAN KIPRAH SYECH MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI AGAMA

    Full text link
    Serajah pemikiran dan tindakan Syekh Muhammad Arsyad al Banjari, pada konteks Religious Communication dapat diungkap dalam beberapa kategori; (1) kiprah kenegaraannya, berhasil menstrukturisasi lembaga yudikatif di Kesultanan Banjar, dengan membentuk semacam ‘mahkamah konstitusi’ yang disebut Mufti dan Qadi, (2) berijtihad menetapkan hukum Islam dengan mengutamakan ‘local wisdom’, sehingga menemukan teori ‘gono-gini’, (3) menjaga aqidah rakyat dengan membatasi berkembangnya paham ‘wahdatul wujud’, dan (4) menjaga akhlaq masyarakat dengan mengembangkan tasawuf tariqot tsamaniyah

    GERAKAN DAKWAH ANREGURUTTA H. MUHAMMAD ARSYAD LANNU DI KABUPATEN SOPPENG

    Full text link
    The main problem in this study is the Anregurutta  H. Muhammad Arsyad Lannu Da'wah Movement (the year 1950-2011 AD) in Soppeng Regency, from the subject matter, was broken down into several sub-problems namely, 1) How is the Biography of Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu. 2) How the Anregurutta Da'wah Movement H. Muhammad Arsyad Lannu. The results showed that Anregurutta named H Muhammad Arsyad Lannu, was born in Tenggapadange, December 31, 1930, male, Muslim lived in Maccini Rompegading Village and he had a wife named Hj. Yamma was born in Kacimpang on 31 December 1932 and thank God he was blessed with 7 children. The first child Ridwan, the second H. Syukri, the third Subu, the fourth H Emperor, the fifth Wittri, the sixth Muh Huzari, to Muh Ahyar, his father's name was Lannu, the name of Bungaa's mother. Both religious life (Islam) at that time was still very much influenced by the belief in animism. Pattojo society in the majority religion of Islam but there are indeed people who still know things mystical or still believe in the occult. The preaching movement carried out by Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu covers the education of the boarding school coach, extracurricular. Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu in his formation he fostered the community and students and students in terms of morals, ethics, morals. In addition to the style of the movement also found forms of propaganda movements namely preaching bi al Lisan (speaking), bi al hal (actions / exemplary), bi al qalaam (writing), also found movement strategies and efforts to succeed the movement. This article discusses the Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu Movement (Year1950-2011 Ad) in Soppeng Regency, from the subject matter, it was broken down into several sub-problems namely, How is the Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu Biography: How the Anregurutta H. Da'wah Movement Muhammad Arsyad Lannu in Soppeng Regency. A brief missionary movement in the Spreading of Islam in Soppeng District as his birthplace. It shows that Anregurutta named H Muhammad Arsyad Lannu, was born in Tenggapadange, December 31, 1930, a male, Muslim living in Maccini Rompegading Village and he has a wife named Hj. Yamma was born in Kacimpang on 31 December 1932 and thank God he was blessed with 7 children. Both religious life (Islam) at that time was still very influenced by the belief in animism. Pattojo society is the majority religion of Islam but there are indeed people who still know things mystical or still believe in the occult. The preaching movement carried out by Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu covers the education of the boarding school coach, extracurricular. Anregurutta H. Muhammad Arsyad Lannu in his formation he fostered the community and the students and students in terms of morals, ethics, morals. In addition to the style of the movement also found forms of propaganda movements namely preaching bi al Lisan (speaking), bi al hal (actions / exemplary), bi al qalaam (writings/writings), also found movement strategies and efforts to succeed the movement

    LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM AL JAM’IYATUL WASHLIYAH DI BAWAH PIMPINAN MUHAMMAD ARSYAD THALIB LUBIS (1930-1972)

    Full text link
    Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang sangat kuat dan melahirkan tokohtokoh pemikir untuk memajukan pendidikan bangsa. Sumatera Utara juga melahirkan tokoh pemikir dalam bidang pendidikan Islam dan tokoh organisasi. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan kiprah Muhammad Arsyad Thalib Lubis dalam menggerakkan pendidikan dan organisasi Islam Al Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara pada tahun 1930-1972. Penelitian ini menggunakan penelitian sejarah. Adapun langkah–langkah dalam penelitian sejarah adalah Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan peran Muhammad Arsyad Thalib Lubis sebagai pendiri dan pemimpin Al Jamiyatul Washliyah dan kiprah Muhammad Arsyad Thalib Lubis sebagai guru, dosen, dan perannya terhadap pendidikan Islam di Sumatera Utara. Muhammad Arsyad Thalib Lubis berhasil menjadi tokoh, guru dan teladan dalam keseluruhan sikap, dan selain Sebagai tokoh berkiprah dalam pendidikan Muhammad Arsyad Thalib Lubis juga berkiprah dalam hal menulis buku-buku.***** Education in Indonesia has a very strong history and has produced thought leaders to advance the nation's education. North Sumatra also gave birth to thinkers in the field of Islamic education and organizational figures. This thesis aims to find out the role and progress of Muhammad Arsyad Thalib Lubis in driving the Islamic education and organization Al Jam'iyatul Washliyah in North Sumatra in 1930- 1972. This research uses historical research. The steps in historical research are Heuristics, Source Criticism, Interpretation and Historiography. The results of this research reveal the role of Muhammad Arsyad Thalib Lubis as the founder and leader of Al Jamiyatul Washliyah and the work of Muhammad Arsyad Thalib Lubis as a teacher, lecturer, and his role in Islamic education in North Sumatra. Muhammad Arsyad Thalib Lubis succeeded in becoming a figure, teacher and role model in his overall attitude, and apart from being an active figure in education, Muhammad Arsyad Thalib Lubis was also active in writing books

    Aktivitas Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary Dalam Pendidikan Islam Di Desa Dalam Pagar Martapura

    Full text link
    Lusiyana. 2016. Aktivitas Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary Dalam Pendidikan Islam Di DesaDalamPagarMartapura (1772-1812 M). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Samdani, M. Fil.I Kata kunci: Aktivitas, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary, Pendidikan Islam Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuibagaimanaaktivitasSyekh Muhammad Arsyad Al-Banjary di desaDalamPagarMartapura 1772-1812 M meliputimerintislembagapendidikan Islam danpelaksanaanpengajaranbaikdarisegimateri (di bidangfiqih, tauhid, tasawuf), maupunmetode, media sertaevaluasi. Teknikpengumpulan data yang digunakandalampenelitianiniadalah survey perpustakaan.dokumenter, wawancara. Adapunteknikpengolahan data yang digunakanadalahkoleksi data, klasifikasi data, editing data, interprestasi data penulismengadakananalisisdapatterhadapmasalah yang dikemukakan.Dalamhalinipenulismenggunakandeskriptifanalitis (descriptive of analize research),yaitupencarianberupafakta, hasil, dan ide pemikiranseseorangmelaluicaramencari, menganalisisdanmembuatinterprestasisertamelakukangeneralisasiterhadaphasilpenelitian yang dilakukan. InidapatterlihatdenganbagaimanaaktivitasSyekh Muhammad Arsyad Al-Banjarymeliputimerintislembagapendidikanislamdanpelaksanaanpengajaran yang beliauterapkan. Selanjutnyadapatditarikkesimpulandenganproduserpenelitianiniadalahuntukmenghasilkan data deskriptif yang berupa data tertulissetelahmelakukananalisispemikiran (content analize)darisuatuteks. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanpadaawalnyapendidikan Islam di desaDalamPagarMartapura (1772-1812 M) yang dirintisolehSyekh Muhammad Arsyad Al-Banjaryberbentukpengajiankemudianberkembangmenjadipesantrendalampelaksanaanpengajarannya yang masihbersifattradisionaldapatdilihatdarimaterinyameliputi di bidangfiqih, tauhid, tasawuf, metodemeliputibilhallisan, bilkitabah, bandongan, sorogan, metodemeliputifisik (lein, kertas, pensil), dannonfisik (kandunganpesan), evaluasimeliputipengukurannaiksatukitab, pemberianijazahberupapengakuanlisandariSyekh Muhammad Arsyad Al-Banjary

    Legenda Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Pengaruhnya pada Masyarakat Banjar

    Full text link
    Cerita para datu merupakan cerita dalam bentuk legenda yang menceritakan kiprah para datu dalam membina masyarakat  dan menyebarkan ajaran Islam. Legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan cerita yang terdapat di Martapura yang mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan. Penelitian ini akan membahas tentang legenda salah seorang datu yang menyebarkan agama Islam di Kabupaten Banjar, yaitu Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Penelitian ini bertujuan menguraikan tentang mitos Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, mendeskripsikan perjalanan hidupnya  dan keramat Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi deskritif. Dengan metode akan diuraikan pengaruh  yang muncul dari legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada  budaya dan kehidupan masyarakat Banjar. Dengan menggunakan metode ini ditemukan bahwa legenda Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari telah membentuk karakter orang Martapura menjadi suka akan ilmu, peduli pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu pesantren dan memandang keramat sebagai pelengkap keilmuan, bukan menjadi fokus dalam menuntut ilmu dan ibadah. The story of the datu is a story in the form of a legend that tells the role of the datu in developing society and spreading Islamic teachings. The legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari is a story from Martapura, which has an important role in the spread of Islam in South Kalimantan. This study will discuss the legend of one of the datu who spread Islam in Banjar Regency, namely Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. The objective of this study is to describe the myth of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, the story of his life, and the sacredness of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Using the ethnographic descriptive method, it will reveal the influence that emerged from the legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari in the Banjar society. This method has shown that the legend of Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari has shaped the character of the Martapura people. They like studying and care about the development of educational facilities and infrastructure, such as Islamic boarding schools, and view of sacredness as a part of science, not as a focus in studying and worship

    Metodologi Pemahaman dan Kontribusi Muhammad Arsyad Thalib Lubis dalam Kajian Hadis di Sumatera Utara

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang Metodologi Pemahaman dan Kontribusi Muhammad Arsyad Thalib Lubis dalam Kajian Hadis di Sumatera Utara. Adapun rumusan masalah dan tujuan dari penelitian tesis ini adalah untuk memperoleh pengetahuan yang lebih rinci tentang bagaimana metodologi pemahaman Hadis Muhammad Arsyad Thalib Lubis. Mendeskripsikan apa yang menjadi sumbangsih Muhammad Arsyad Thalib Lubis dalam kajian keislaman khususnya dalam kajian Hadis di Sumatera Utara. Serta Mencari kriteria Hadis Shahih menurut Muhammad Arsyad Thalib Lubis melalui Hadis-hadis yang telah dipaparkan dalam buku Fatwa: Beberapa Masalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan mengumpulkan Hadis-hadis yang tercantum di dalam buku Fatwa: Beberapa Masalah karya Muhammad Arsyad Thalib Lubis sehingga menyimpulkan kualitas Hadis tersebut serta menentukan Hadis itu dapat menjadi hujjah atau tidak dalam sebuah pengamalan. Hasil kesimpulan dapat dipahami bahwa: Muhammad Arsyad Thalib Lubis mempunyai metodologi yang unik dalam memahami Hadis baik dari segi tekstual maupun kontekstualnya. Muhammad Arsyad Thalib Lubis memandang bahwa Hadis dhaif dapat diamalkan apabila memenuhi syarat, yaitu jika didukung oleh Hadis-hadis lain yang semakna. Metodologi Muhammad Arsyad Thalib Lubis dalam memahami Hadis dhaif ialah dengan metode ta’addud thuruq, yaitu Hadis dhaif bisa naik tingkatannya menjadi Hadis Hasan li ghairihi apa bila banyak jalur periwayatan yang dapat menjadikan Hadis dhaif naik menjadi Hasan li ghairihi dan bisa dijadikan hujjah dalam beramal. Kata kunci: Hadis, Metodologi, Pemahaman, dan Kontribusi

    KONSEP PENDIDIKAN EKOLOGIS SYEH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

    Full text link
    Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan ekologis Syeh Muhammad Arsyad Al-anjari, melihat kondisi dunia yang membutuhkah sebuah konsep pendidikan ekologi (pendidikan lingkungan). Untuk menanggulangi, memperbaiki, dan mencegah kembali kerusakan-kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia Metodologiyang digunakanJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan pendekatanpenelitian ini menggunakan pendekatan tematis, otobiografi, masalah khusus, cerita tentang tokoh.Peneltian telah menemukan tentang konsep pendidikan ekologi Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari, konsep pendidikan yang mengintegrasikan berapa unsur antara santri, masyarakat, dan alam. menggunakan sungai sebagai penghubung dan pesantren sebagai pendukung semua aktivitas, baik dari segi perekonomian maupun keagamaan. Guna menyebarkan menyebarkan ilmu yang ia miliki menggunakan media alam yang sangat melekat dengan kehidupan manusia. Dengan menjadikan alam sebagai lahan produktif yang dapat menunjang kehidupan manusia. Penelitian ini diharapkan menjadi warna baru dalam dunia pendidikan dengan di deskripsikan pendidikan berbasis ekologi yang telah di praktikan oleh Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari
    corecore