53 research outputs found

    Strategi dakwah KH. Khairul Anwar Fathoni di kalangan remaja: Studi deskriptif strategi dakwah di Majelis Qalbu Taman Cilegon Indah

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kenakalan remaja yang semakin meresahkan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Cilegon, yang ditandai dengan meningkatnya kasus-kasus kriminalitas dan penyimpangan perilaku. Meskipun terdapat kecenderungan negatif, sejumlah remaja menunjukkan minat terhadap kegiatan dakwah yang diselenggarakan di Majelis Qalbu Taman Cilegon Indah, di bawah bimbingan KH. Khairul Anwar Fathoni. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Khairul Anwar Fathoni dalam menarik minat remaja dan membentuk karakter spiritual mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Khairul Anwar Fathoni, khususnya penerapan al-manhaj al-athifi (emosional), al�manhaj al-aqli (rasional), dan al-manhaj al-hissi (inderawi) dalam konteks dakwah di kalangan remaja di Majelis Qalbu Taman Cilegon Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode dan pendekatan dakwah yang digunakan, serta bagaimana strategi tersebut mempengaruhi kesadaran dan partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena dakwah secara rinci dan faktual, dengan menekankan pada data yang diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi terkait aktivitas dakwah di majelis tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi dakwah yang dikemukakan oleh Muhammad Abu Fath al-Bayanuni, yang membagi strategi dakwah ke dalam tiga aspek utama, yaitu al-manhaj al-athifi, al-manhaj al-aqli, dan al-manhaj al-hissi. Ketiga strategi ini dipandang sebagai pendekatan yang efektif dalam mencapai keberhasilan dakwah, terutama di kalangan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Khairul Anwar Fathoni berhasil menerapkan ketiga pendekatan dakwah tersebut secara efektif. Pada al-Manhaj al-Athifi, beliau menggunakan bahasa yang relevan dan kisah inspiratif untuk menyentuh emosi remaja. Pada al-Manhaj al-Aqli, beliau menyampaikan ajaran agama secara logis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pada al-Manhaj al-Hissi, beliau melibatkan remaja dalam aktivitas fisik dan sosial yang memperkuat nilai-nilai keagamaan. Keberhasilan dakwah ini terlihat dari meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan dan perubahan positif dalam perilaku mereka

    Identitas sosiopolitik, religius, motivasi dan reputasi dalam perilaku konsumen muslim terhadap perbankan syariah

    No full text
    Masalah fundamental yang dihadapi perbankan syariah di Indonesia adalah belum menjadi preferensi utama masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, ditandai yang dengan masih rendahnya pangsa pasar, kepemilikan rekening, dan jumlah nasabahnya. Identitas sosio politik, religiusitas, motivasi, dan reputasi diyakini menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku tersebut sehingga perlu dilakukan validasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen muslim warga NU dan Muhammadiyah yang memiliki basis massa terbesar di Indonesia terhadap Perbankan Syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed method) dengan menggunakan data primer dan sekunder yang didapatkan melalui survei dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis Structural Equatin Modeling (SEM) untuk data kuantitatif dan grounded theory untuk data kualitatif. Temuan penelitian adalah terdapat tiga jenis perilaku konsumen warga NU dan Muhammadiyah, yaitu perilaku pragmatis, realistis, dan idealis, dimana perilaku konsumen komunitas tersebut didominasi oleh perilaku pragmatis yang mengakuisisi, menggunakan, hingga mendisposisikan bank syariah dan bank konvensional sekaligus. Perilaku konsumen tersebut dibentuk oleh minat yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa sikap dan motivasi, dimana sikap dipengaruhi oleh religiusitas dan identitas sosial politik. Faktor eksternal berupa norma subjektif dan reputasi, dimana norma subjektif dipengaruhi oleh kepercayaan normatif. Sementara itu, sosio ekonomi tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumen syariah dari warga NU dan Muhammadiyah. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi sebagai referensi dalam pengembangan teori perilaku konsumen perspektif ekonomi syariah, yaitu konstruksi Sharia Consumer Behavior Theory (SCBT) yang menjelaskan perilaku konsumen muslim dengan multi pendekatan (multiple approaches). Penelitian ini juga memperkuat penelitian Fishbein dan Ajzen, Ergec, Kaytanci, dan Toprak, Bünyamin ER dan Yusuf GÜNEYSU, Abou-Youssef, Kortam, dan El-Bassiouny, Ibrahim, Fisol, dan Haji-Othman, serta Abdul Hadi dan Muwazir yang menyatakan bahwa keputusan konsumen dalam memilih produk dan jasa perbankan Syariah dipengaruhi oleh aspek non bisnis seperti religiusitas, identitas sosio politik, motivasi, sikap dan norma subjektif. Penelitian ini juga membantah Selvanathan, Nadarajan, Zamri, Suppramaniam, dan Muhammad, Marimuthu, Jing, Gie, Mun, Ping, Yunia, Khanifiana, dan Faizah, serta Rahman, Muhammad, Ahmed, dan Amin yang menyatakan bahwa religiusitas, motivasi, dan norma subjektif tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Secara praktis, temuan penelitian ini berkontribusi dalam penyusunan strategi dan inovasi pemasaran produk-produk perbankan syariah di Indonesia kepada seluruh elemen masyarakat, baik masyarakat idealis, realistis, maupun pragmatis

    Profit Loss Sharing (PLS) and Its Implementation in Indonesian Islamic Banking

    No full text
    Writing this article aims to determine the concept of Profit Loss Sharing (PLS) and its implementation in Indonesian Islamic banking. The data used in this article is sourced from secondary data from books, scientific journals, sharia banking statistical data released by the Financial Services Authority (OJK) and other sources relevant to the focus of the discussion. The author finds that the application of the concept of profit loss sharing in mixing agreements is the antithesis of the concept of interest which has dominated the banking world. However, in practice, not all Islamic banking applies this concept. Even Islamic banking in Indonesia is more likely to choose revenue sharing to safeguard the interests of its customers. The author only uses secondary data to measure the implementation of PLS in Islamic banking, so that further research will be better if conducting primary data mining to get a broader picture related to the theme of the article

    FACTORS DETERMINING THE USE OF MOBILE BANKING IN INDONESIA

    No full text
    This study was aimed at determining the factors that could influence a person’s decision to use mobile banking. In this study, perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived credibility were considered exogenous variables, and social factors as mediators. This research used quantitative methods. The population in this study were Indonesian Sharia Bank customers who used BSI mobile banking services in the Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi areas. A sample of 200 people was obtained using the purposive sampling method. The analysis technique used was the inner model, outer model, and hypothesis testing using SmartPLS 3.2.9. The results obtained in this study showed that perceived usefulness had a significant effect on decisions to use mobile banking, perceived ease of use had no significant effect, and perceived credibility had a significant effect. In addition, this study has also shown that social factors did not succeed in mediating other variables in the decision to use mobile banking

    Lindung Nilai (Hedging) Perspektif Islam: Komparasi Indonesia dan Malaysia

    No full text
    Islamic Hedging is one of the instruments in financial management that is used to reduce the risks associated with price and currency movements. But in a conventional perspective, hedging involves the use of controversial derivative instruments in Islamic view. The noble objective of this hedging has been misunderstood for profit only. Therefore, the concept of hedging needs further discussion because of various interpretations of the meaning of it. This study found that the concept of hedging according to Islam is different from the concept of conventional hedging. In addition, there are differences in the use of contracts in Islamic Hedging in Indonesia and Malaysia

    Potret Industri Halal Indonesia: Peluang dan Tantangan

    No full text
    This study aims to explain the positioning of the Halal Industry in Indonesia. This study also identifies opportunities and challenges in its development. The method used in this study is a descriptive-qualitative method with a phenomenological approach. The data obtained were analyzed using qualitative analysis through data reduction, categorization, and verification. This research found that Indonesia has the potential to develop the Halal Industry in various sectors, especially halal food, halal travel, halal fashion, and halal finance. The development of the Halal Industry also has the potential to increase national economic growth. However, Indonesia must face various challenges such as the low halal awareness, low local product competitiveness, and problems in implementing the Halal Product Guarantee Regulation

    Rancang bangun protoype scada jaringan Tengangan Rendah Berbasis Internet of things graph Rancang chart Scada jaringan blnyk Rendah

    No full text
    Berkembang ilmu pengetahuan berbanding lurus dengankebutuhan manusi

    Kesadaran Konsumen terhadap Makanan Halal di Indonesia

    No full text
    Industri makanan halal merupakan salah satu sektor industri halal yang tengah dikembangkan di Indonesia. Demand terhadap makanan halal di Indonesia sangat tinggi mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Ironisnya, besarnya besarnya demand terhadap makanan halal tersebut tidak diimbangi dengan supply makanan yang telah tersertifikasi halal. Fakta menunjukkan bahwa saat ini Indonesia masih menjadi negara konsumen produk makanan halal dunia. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya untuk akslerasi peran Indonesia di kancah industry makanan halal internasional, salah satunya melalui berbagai studi dan penelitian untuk pengembangan industri makanan halal di Indonesia. Buku ini merupakan hasil penelitian yang dapat memberikan sumbangsih pemikiran untuk pengembangan industri halal di Indonesia, khususnya sektor industri makanan halal. Perlu adanya studi tentang bagaimana tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap makanan halal serta faktor-faktor apa saja yang menentukan tingkat kesadarannya. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan para pelaku industri makanan mendapatkan informasi yang baik untuk menyusun strategi pengembangan industri makanan halal di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan rekomendasi bagi regulator dalam penyusunan strategi dan arah kebijakan pengembangan industri halal di Indonesia

    Kesadaran Konsumen terhadap Makanan Halal di Indonesia

    No full text
    Industri makanan halal merupakan salah satu sektor industri halal yang tengah dikembangkan di Indonesia. Demand terhadap makanan halal di Indonesia sangat tinggi mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Ironisnya, besarnya besarnya demand terhadap makanan halal tersebut tidak diimbangi dengan supply makanan yang telah tersertifikasi halal. Fakta menunjukkan bahwa saat ini Indonesia masih menjadi negara konsumen produk makanan halal dunia. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya untuk akslerasi peran Indonesia di kancah industry makanan halal internasional, salah satunya melalui berbagai studi dan penelitian untuk pengembangan industri makanan halal di Indonesia. Buku ini merupakan hasil penelitian yang dapat memberikan sumbangsih pemikiran untuk pengembangan industri halal di Indonesia, khususnya sektor industri makanan halal. Perlu adanya studi tentang bagaimana tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap makanan halal serta faktor-faktor apa saja yang menentukan tingkat kesadarannya. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan para pelaku industri makanan mendapatkan informasi yang baik untuk menyusun strategi pengembangan industri makanan halal di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan rekomendasi bagi regulator dalam penyusunan strategi dan arah kebijakan pengembangan industri halal di Indonesia

    Potret Industri Halal Indonesia: Peluang dan Tantangan

    No full text
    This study aims to explain the positioning of the Halal Industry in Indonesia. This study also identifies opportunities and challenges in its development. The method used in this study is a descriptive-qualitative method with a phenomenological approach. The data obtained were analyzed using qualitative analysis through data reduction, categorization, and verification. This research found that Indonesia has the potential to develop the Halal Industry in various sectors, especially halal food, halal travel, halal fashion, and halal finance. The development of the Halal Industry also has the potential to increase national economic growth. However, Indonesia must face various challenges such as the low halal awareness, low local product competitiveness, and problems in implementing the Halal Product Guarantee Regulation
    corecore