1,722,973 research outputs found

    Muhammad Amin Khan Madrasa

    No full text
    "To the south of the citadel is a square on which military reviews and executions took place: it is bordered by two madrasas, that of Muhammad Amin Khan (1851–5), the largest (72˙60 m) in Khiva, with cells arranged on two floors around a central court, and that of Muhammad Rahim Khan (1871). The 70 m minaret planned for the madrasa of Muhammad Amin Khan, the tallest in Central Asia, was left unfinished."exterior, decorative tile on courtyard facade, 199

    Muhammad Amin Khan Madrasa

    No full text
    "To the south of the citadel is a square on which military reviews and executions took place: it is bordered by two madrasas, that of Muhammad Amin Khan (1851–5), the largest (72˙60 m) in Khiva, with cells arranged on two floors around a central court, and that of Muhammad Rahim Khan (1871). The 70 m minaret planned for the madrasa of Muhammad Amin Khan, the tallest in Central Asia, was left unfinished."exterior, with statue of Al-Khwarizmi (founder of algebra) in front, 200

    Skuter lama abah / Nuruul Hidayah Mansor and Muhammad Amin Farit

    Full text link
    Perintah Kawalan Pergerakan Negara telah memberi kesan kepada perniagaan keluarga yang beroperasi di Jalan Tunku Abdul Rahman (TAR) Kuala Lumpur apabila diarah untuk tutup serta-merta dan tidak dapat beroperasi sepenuhnya ketika negara dilanda wabak COVID-19. Penutupan tersebut memberi impak yang besar kepada seluruh ahli keluarga kerana hilangnya punca pendapatan utama keluarga. Rasa sebak di hati dan kebimbangan melihat keluarga terpaksa mengeluarkan wang simpanan di Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) sebagai jalan untuk bertahan hidup telah mendorong Muhammad Amin Farit (23 tahun) untuk membantu dan meneruskan legasi perniagaan keluarga. Bercerita mengenai pengalaman awal berkecimpung dalam dunia perniagaan, bantua dan dorongan rakan kelas di universiti mengajar cara memasarkan barangan dalam platform youtube dan menjual di Shopee menjadi pengalaman pertama kepada beliau untuk terus mengembangkan lagi platform jualan yang lain. Pemasaran perniagaan secara atas talian telah membantu memulihkan perniagaan keluarga beliau yang dulunya hanya bertumpukan kepada jualan di premis bangunan kedai, tetapi sekarang sudah menembusi pasaran atas talian melalui kebanyakan platform seperti Facebook, Shopee, Telegram, Tiktok dan Instagram. Menyedari kepentingan mendalami ilmu perniagaan yang sebenar, beliau mula mengambil langkah untuk terus belajar ilmu perniagaan dengan mengikuti kelas, seminar atau bengkel percuma yang banyak disediakan seperti Hasbul Brother, Najib Assadok dan Funnel Evo selain sentiasa ringan mulut untuk bertanya kepada individu berpengalaman di tempat kerja

    Kontribusi K.H. Muhammad Amin Azhari dalam Menyebarkan Agama Islam melalui Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang

    No full text
    This research was motivated by the author\u27s desire to know the contribution of K.H. Muhammad Amin Azhari in spreading Islam through education at Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah. This research method is a qualitative research method. The type of research is descriptive qualitative with a historical approach. The data collection process is observation, interviews, documentation and literature study. The data analysis technique is using data reduction, data presentation, and conclusions (1) The history of the founding of the Najahiyah Ibtidaiyah Madrasah is that this madrasah was a madrasah endowed by the Palembang cleric, namely K.H. Muhammad Amin Azhari to spread Islam through education (2) Contribution of K.H. Muhammad Amin Azhari in spreading Islam through education, namely after he donated his land to build the Najahiyah madrasah, after the establishment of this madrasah, he participated in teaching religious sciences, such as Tauhid and Fiqh (3) The existence of the Najahiyah Madrasah had a positive impact on the people of Palembang, especially in the upper 3-4 regions in the socio-religious, socio-cultural and socio-economic fields, it is still around.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui Kontribusi K.H. Muhammad Amin Azhari dalam menyebarkan agama Islam melalui Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Jenis penelitiannya adalah deskritif kualitatif dengan pendekatan historis. Proses pengumpulan data ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yaitu menggunakan reduksi data, sajian data, dan kesimpulan (1) Sejarah berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah adalah madrasah ini merupakan madrasah yang diwakafkan oleh ulama Palembang yaitu K.H. Muhammad Amin Azhari untuk menyebarkan agama Islam melalui bidang pendidikan (2) Kontribusi K.H. Muhammad Amin Azhari dalam menyebarkan Islam melalui bidang pendidikan, yaitu setelah beliau mewakafkan tanahnya untuk membangun madrasah Najahiyah, setelah berdirinya madrasah ini, maka beliau ikutserta mengajarkan ilmu-ilmu agama, seperti Tauhid dan Fikih (3) Keberadaan Madrasah Najahiyah berdampak positif bagi masyarakat Palembang, khususnya wilayah 3-4 ulu dalam bidang sosial agama, sosial budaya dan sosial ekonomi masih sekitar

    METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR'AN KARYA MUHAMMAD AMIN SUMMA

    Full text link
    Penafsiraan al-Qur'an tentang ayat-ayat hukum karya Muhammad Amin Suma merupakan salah satu kajian tafsir dengan corak hukum atau fiqih yang sangat ringkas dan mudah dipahami. Penelitian ini mencoba menganalisa metodologi yang digunakan Muhammad Amin Suma dalam menafsirkan al-Qur'an dan Aplikasi dari metodologi penafsiran al-Qur'an dalam beberapa karya beliau. Karenanya, fokus penelitian ini adalah memperoleh jawaban seputar bagaimana metodologi tafsir yang digunakankan oleh Muhammad Amin Suma? Dan bagaimana Aplikasi metodologi tafsir Muhammad Amin Suma? Model penelitian yang digunakan adalah bersifat kualitatif, yang mana dalam segi penyajiannya menggunakan teknik deskriptif dan analisis. Penelitian ini berobjek pada beberapa buku tafsir karya Muhammad Amin Suma. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu library research, yaitu penelitian kepustakaan terhadap literatur baik primer maupun sekunder. Pada akhi ya, penelitian ini memberikan jawaban bahwa meodologi yang digunakan oleh Muhammad Amin Suma ada empat metode, yaitu menggunakan al-manhaj al-tahlili yakni tafsir analitis yang menitikberatkan penafsiran pada keseluruhan al-Qur'an dengan mengikuti rangkaian surat dan ayat-ayat al-Qur'an itu sendiri dari awal sampai akhir. metode ini terdapat pada buku Tafsir al-Amin Bedah Surat al-Fatihah yakni pada surat al-Fatihah[1]: 1-7. Manhaj al-Ijmali yakni penafsiran yang bersifat umum dan global terhadap ayat atau ayat-ayat tertentu tanpa menafsirkannya secara utuh dan menyeluruh, metode ini terdapat pada buku Tafsir al-Amin Bedah Surat al-Fatihah yakni pada surat al-Fatihah[1]: 1-7, al-Manhaj al-Muqaran yakni tafsir komparasi atau perbandingan yang membandingkan antara penafsiran yang satu dengan yang lain, baik terkait dengan mufassi ya, aliran tafsir yang digunakan, kawasan penulisannya, waktu penulisan dan lain-lain, metode ini terdapat pada buku Kawin Beda Agama pada surat al-Baqarah[2]: 105, 221, al-Mumtahanah[60]: 10, al-Maidah[5]: 5, al- Bayyinah[98]: 1 dan 6, an-Nisa[4]: 25 dan 141, dan al-Manhaj al- Maudhu'I yakni penafsiran yang dilakukan dengan menampilkan suatu topik (maudhu'i) tertentu untuk kemudian membahasnya dengan melibatkan sebanyak mungkin ayat-ayat al-Qur'an yang terpancar dalam bebarapa atau banyak surat, metode ini terdapat dalam karya Muhammad Amin Suma pada buku Tafsir Ahkam

    Khiva, Kalta Minar

    No full text
    kreisförmiger Bau neben der Muhammad Amin-Khan-Madrasa, mit Glasurziegeldekor (Grundfarbe hellblau-türkis) in breiteren und schmaleren StreifenKalta Minar: "Kurzes Minarett", der Bau des ambitiösen Minaretts, das das höchste von Khiva werden sollte, mußte abgebrochen werdenPhotograph Collection of the Department of Art History (http://difab.univie.ac.at/

    PEMIKIRAN KH. MUHAMMAD AMIN HALIM TENTANG KESAMAAN AKSES PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN MU’ALLIMAT BABAKAN CIWARINGIN CIREBON

    Full text link
    ABSTRAK ABDUL ROZAK. NIM. 14166310044. “Pemikiran KH. Muhammad Amin Halim Tentang Kesamaan Akses Pendidikan Bagi Perempuan di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon” Permasalahan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan senantiasa menjadi pembahasan yang menarik terutama dalam konsep pendidikan. Hal inilah yang kemudian melahirkan banyak konsep pemikiran dari para tokoh dan salah satunya adalah KH. Muhammad Amin Halim, seorang ulama yang memiliki komitmen dan konsistensi dalam masalah pendidikan perempuan. Permasalahan yang muncul kemudian yaitu belum dapat diuraikan konsep yang utuh tentang kesamaan akses perempuan dalam pendidikan dalam perspektif K.H. Muhammad Amin Halim, sehingga penulis belum dapat mengidentifikasi secara utuh implementasi konsep yang diterapkan di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon. Berdasarkan pada pemikiran dan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesamaan akses pendidikan bagi perempuan di Pondok Pesantren Mu’allimat berdasarkan pemikiran KH. Muhammad Amin Halim. Penelitian ini didasarkan pada teori penelitian biografi di mana jenis penelitian yang diambil adalah kualitatif dengan pendekatan field research, di mana sumber data utama yang digunakan adalah keluarga KH. Muhammad Amin Halim. Adapun dalam pengumpulan datanya menggunakan instrumen wawancara dan observasi yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini ditemukan beberapa hal yaitu: 1) Pemikiran KH. Muhammad Amin Halim tentang kesamaan akses perempuan dalam pendidikan meliputi kesamaan akses menjadi pendidik dan kesamaan akses mendapatkan pengajaran. 2) Implementasi pemikiran KH. Muhammad Amin Halim di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon terwujudkan dalam bentuk kurikulum kesetaraan gender dan pemenuhan fasilitas serta sarana belajar yang memadai untuk perempuan. 3) Relevansi pemikiran KH. Muhammad Amin Halim dengan pendidikan Islam pada era modern adalah pendidikan Islam yang berkeadilan gender, pemberdayaan perempuan dalam pendidikan Islam dan pendidikan Islam yang berorientasi pada fitrah perempuan. Berdasarkan temuan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa akses perempuan dalam pendidikan di Pondok Pesantren Mu’allimat Babakan Ciwaringin Cirebon memiliki kesamaan dengan akses pendidikan yang diberikan kepada laki-laki. Kata Kunci: KH. Muhammad Amin Halim, Akses Perempuan dalam Pendidikan

    Etika Tasawuf Guru: Studi Pemikiran Imam al-Ghazali dan Syekh Muhammad Amin al-Kurdi

    Full text link
    This study aims: (1) to identify how the ethics of teacher Sufism according to Imam al-Ghazali and Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi; and (2) To find out how the teacher's Sufism ethical thinking compared between the two. This research method includes the type of library research. The main data sources are the book Ihya 'Ulumiddin, Ayyuhal Walad by Imam al-Ghazali, and the book Tanwirul Qulub by Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi. The analysis uses content analysis and comparison methods. As a result, the ethics of teachers from the Sufism perspective according to Imam al-Ghazali and Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi are in the form of ethical-religious so that the ethics of teachers are more directed at the Sufism behavior of a mursyid to his students. Second, the similarity of the teacher’ ethic based on Sufism perspective according to Imam al-Ghazali and Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi is that the teacher must be care to their students and know their students’ intellectual competence. The difference, Imam al-Ghazali recommends that the teachers guide their students to be real human through an exemplary approach. Meanwhile, Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi also emphasized compassion in interacting with students, but in internalizing values it ​​uses a verbal approach, namely giving advice. &nbsp

    KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL MENURUT MUHAMMAD AMIN ABDULLAH

    Full text link
    ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas yang terdiri dari beribu-ribu etnis, bahasa, agama, tradisi dan budaya yang berinteraksi dan berbaur sehingga terbentuklah masyarakat yang multi etnis. Keberagaman yang ada di Indonesia dapat dijadikan sebagai suatu potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan. Namun kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik antar etnis, agama dan budaya. Konflik yang terjadi di Sambas, Poso, Sampit, Tasikmalaya dan lain-lain menunjukkan bahwa multikulturalisme perlu dikelola sedemikian rupa sehingga berdampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini Muhammad Amin Abdullah menjelaskan bahwa pendidikan dapat dijadikan solusi yang paling efektif untuk memelihara kemajemukan yang ada di Indonesia khususnya pendidikan Islam multikultural. Dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research) yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti buku referensi, artikel, catatan serta berbagai jurnal. Dengan pendekatan deksriptif analisis deduktif yang dianalisa dari berbagai macam sumber dan referensi baik yang sifatnya primer maupun sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan Konsep Pendidikan Islam Multikultural menurut Muhammad Amin Abdullah secara garis besar adalah konsep pendidikan yang bernafaskan perdamaian, yang memiliki kepekaan terhadap realitas sosial, lebih mengutamakan keselamatan sosial, serta dilandasi dengan nilai-nilai persatuan, toleransi dan keadilan seperti yang terkandung dalam Al-Qur‟an dan Hadist. Muhammad Amin Abdullah menjelaskan bahwa ada dua hal yang harus diperhatikan atau dijadikan sebagai fokus utama para pendidik. Pertama, para pendidik harus mampu menyampaikan, memahamkan, mewariskan tradisi yang sudah diyakini sebagai suatu iikebenaran yang mutlak. Kedua, para pendidik harus mampu memberi pemahaman kepada peserta didik untuk mampu mengakui, menerima dan menghargai keberadaan kelompok lain beserta semua tradisi dan keyakinan yang menyertainya. Menurut Muhammad Amin Abdullah pendidikan Islam multikultural memiliki tujuan untuk menciptakan masyarakat yang madani yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi konsep social contract. Konsep social contract merupakan sebuah konsep dimana setiap individu dan kelompok memiliki hak dan kewajiban yang sama, walaupun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda. Nilai-nilai multikultural yang harus dikembangkan ialah nilai toleransi, nilai keadilan dan nilai kesetaraan. Melalui penanaman nilai-nilai multikultural di sekolah-sekolah akan menjadi tempat pelatihan dan penyadaran bagi generasi muda untuk menerima perbedaan budaya, agama, ras, etnis dan kebutuhan di antara sesama dan mau hidup berdampingan secara damai. Kata Kunci : Konsep, Pendidikan Islam Multikultural, Muhammad Amin Abdulla

    Aktivitas dakwah KH. Muhammad Amin Noer di Pondok Pesantren Attaqwa Pusat Putra, Ujung Harapan Bahagia Bekasi

    No full text
    KH. Muhammad Amin Noer adalah seorang ulama yang mengabdikan hidupnya dalam dakwah di Pondok Pesantren Attaqwa Pusat Putra Ujung Harapan Bahagia Bekasi. Beliau dilahirkan di Bekasi, pada usia remaja beliau sudah dapat menghafal Al-Qur�an dan beberapa hadits shahih. Beliau merupakan seorang kyai yang sangat memegang peranan penting di daerah Bekasi terutama dalam menentukan keberhasilan berdirinya sebuah pesantren, seperti yang beliau pimpin sekarang. Beliau pun aktif dalam beberapa lembaga, yang salah satunya adalah MUI (Majlis Ulama Indonesia) yang menaungi seluruh ulama di Indonesia. Batasan dan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas dakwah KH. Muhammad Amin Noer di Pondok Pesantren Attaqwa? Materi dan pesan apa saja yang digunakan KH. Muhammad Amin Noer dalam aktivitas dakwahnya di Pondok Pesantren Attaqwa? Dan apa saja faktor penghambat dan pendukung KH. Muhammad Amin Noer dalam aktivitas dakwahnya di Pondok Pesantren Attaqwa Pusat Putra Ujung Harapan Bahagia Bekasi? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Dan tekhik pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif analitik yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis mengambarkan aktivitas dakwah, materi dan pesan dakwah, dan faktor pendukung dan penghambat KH. Muhammad Amin Noer di Pondok Pesantren Attaqwa Pusat Putra Ujung Harapan Bahagia Bekasi. Hasil dalam penelitian ini adalah KH. Muhammad Amin Noer dalam dakwahnya di Pondok Pesantren Attaqwa merupakan upaya dalam mengembangkan pengetahuan keagamaan yang benar, dengan menggunakan metode bi Al-Lisan, bi Al-hal, bi Al-qalam, dan ditambah dengan menggunakan metode bi Al-hikmah, Mau�idzhtil hasanah dan Al-mujadallah billati hiya ahsana. Ditambah lagi dengan mahabatullah yang beliau praktekan dalam kehidupan sehari-harinya, seperti kultum setiap subuh, pengajian mingguan, pengajian bulanan, mengkaji kitab fiqih dan sunnah, serta ceramah dalam setiap acara besar keagamaan di tempat-tempat lai
    corecore