1,721,226 research outputs found

    Analisis Qofiyah dalam Qosidah “Busyro Lana” karya Al- Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki

    No full text
    Penelitian ini mengkaji qosidah busyro lana karya Al- Sayyid Muhammad Alwi Al- Maliki dari bidang ilmu qowafi, ilmu qowafi adalah ilmu yang mempelajari tentang rima(qofiyah) pada akhir bait puisi (syi'ir). Syi'ir merupakan karya sastra arab yang mempunyai nilai keestetikan dari imajinasi pengarang dan tidak lepas dari kaidahkaidah arudl dan qowafi dalam penyusunannya. Tujuan288Fakultas Adab dan Humaniora - UIN Sunan Ampel SurabayaSurabaya, 03 November 2025dari penelitian ini adalah untuk mengetahui qofiyah dari qosidah ini yang meliput bentuk qofiyah, harakat qofiyah, huruf qofiyah dan nama qofiyah. penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan metode deskriptif di tinjau dari pendekatan ilmu qowafinya. Data penelitian ini yaitu qosidah busyro lana karya Al- Sayyid Muhammad Alwi Al- Maliki. Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa bentuk qofiyah dari qosidah ini menggunakan tiga bentuk qofiyah yaitu satu kata, sebagian kata dan satu kata dan sebagian dari kata lainnya. Huruf qofiyah yang terdapat pada qosidah ini yaitu rawi muthlaq dan muqayyad, washal dan ridf. Dari segi harakat qofiyahnya ada tiga juga yaitu majra fathah dan kasroh, taujih dan hadzwu fathah kasroh dan dhommah. Sementara dari segi nama qofiyahnya ada tiga yaitu mutadaarik, mutawaatir dan mutaraadif. Kata kunci: Qosidah, Syi'ir, Ilmu Qowaf

    Hadis - hadis keutamaan malam Nifsu Sya'ban : Studi komparatif antara Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki dan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

    Full text link
    Nisfu Sya’ban adalah salah satu malam dipertengahan bulan Sya’ban yang mana pada malam tersebut sebagian kaum muslim ada yang menghidupkan dengan beberapa amalan yang telah di khususkan dan ada juga yang tidak menghidupkan sama sekali. Mengingat bahwa setiap orang memiliki jalur pengikut para ulama yang berbeda-beda. Sehingga penelitian ini memiliki permasalahan yang diangkat yaitu tentang pemahaman hadis-hadis keutamaan malam Nisfu Sya’ban menurut Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki dan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, lantara sundah menjadi kebiasaan di setiap daerah yang berkebembang dibelahan dunia khususnya di Indonesia.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman hadis-hadis tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban persepktif Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki dan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Kemudian juga apakah terdapat persamaan serta perbedaan antara pemahaman keduanya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berfokus pada kajian perpustakaan (library research). Metode yang digunakan yakni metode pendekatan komparatif untuk membandingkan antara pemahaman hadis-hadis tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban persepktif Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki dan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz . Sumber data yang digunakan adalah data primer yang merupakan buku karangan kedua tokoh yaitu kitab Maa Dza Fii Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki dan kitab at-Tahdzir Minal Bida’ karya Abdula Aziz bin Abdullah bin Baz serta data sekundernya dan beberapa referensi lain yang berkaitan dengan pembahasana. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Pemahaman hadis-hadis keutamaan malam Nisfu Sya’ban yang mana kedua tokoh mempuanya asumsi masing-masing dalam menghidupkan malam tersebut. Menurut Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki hadis tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban kebanyakan dari kualitas hadisnya yaitu dhaif namun ada hadis yang dishahihkan dan dijadikan sebgai landasan untuk melakukan beberapa amalan dimalam Nisfu Sya’ban. menghidupkan malam Nisfu Sya’ban ada beberapa amalan yang tentunya sudah di sampaikan yaitu: memperbanyak shalat supaya dapat kebaikan seperti shalat Hajat dan lain sebagainya, membaca yasinberapapun banyaknya tidak menjadi maslah tanpa adanya niat-niat tertentu, membaca doa khusus seperti yang dipaparkan diatas. Sedangkan menurut Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menganiu hadis-hadis malam Nisfu Sya’ban tidak ada yang shahih bahkan semua hadis yang menjelaskan tentang hal tersebut adalah dhaif maka tidak bisa dijadikan hujjah dan dalam menghidupkan malam Nisfu Sya’ban tidak ada amalan-amalan yang dikhususkan dan lebih baik jika mengisinya dengan beberapa kebaikan seperti ibadah sunah, maka tidak menjadi alasan untuk tidak melakukanny

    PERAN TOKOH AGAMA DALAM PENDAMPINGAN REMAJA UNTUK MEMAHAMI DASAR DASAR AJARAN ISLAM DI DESA BANGUN SAROHA KECAMATAN RANTAU BAEK

    Full text link
    "ABSTRAK Nama : Muhammad Alwi NIM : 12140120514 Judul : Peran Tokoh Agama dalam Pendampingan Remaja untuk Memahami Dasar-Dasar Ajaran Agama Islam Desa Bangun Saroha Kecamatan Baek Kabupaten Mandailing Natal Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman remaja di Desa Bangun Saroha terhadap dasar-dasar ajaran Islam seperti akidah, ibadah, dan akhlak. Tokoh agama memegang peran strategis dalam membimbing remaja agar memahami nilai-nilai keislaman secara utuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran tokoh agama dalam mendampingi remaja dalam memahami dasar ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh agama, remaja, dan masyarakat setempat. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tokoh agama di Desa Bangun Saroha berperan sebagai edukator, fasilitator, dan motivator dalam memberikan pembinaan keagamaan melalui pengajian, wirid Yasin, muzakarah, dan bimbingan akhlak. Ketiga peran ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap ajaran Islam serta membentuk karakter dan spiritualitas mereka. Dengan demikian, tokoh agama menjadi agen penting dalam mengajarkan dasar dasar islam di kalangan generasi remaja di tengah tantangan zaman. Kata Kunci : Peran Tokoh Agama, Pemahaman, Remaja

    A study on spending behaviour of national higher education fund corporation (PTPTN) borrowers / Abdul Rasyid Muhammad Alwi

    Full text link
    This study is conducted is to investigate whether there are significant differences in spending behaviours of PTPTN borrowers if they grouped by their profiles. In this study also want to identify the money that their received and percentage of the money they spend in term of food, education needs, personal necessities and transportation. This is to evaluate whether they loose spending or tight spending on all that four items. The data that had been collected will be analyzed using Statistical Package for the social Science (SPSS). Based on the result, all the variable that had been used have significant difference with respondent spending behaviour. They shows that they spent most of their money on food and followed by personal necessities, education needs and transportation expenses. The respondents also have tight spending level on food, personal necessities and transportation but loose spending level on education needs. This shows that the respondents have controllable spending behaviour

    PENERAPAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DENGAN ARSITEKTUR EFFICIENNET-B4 UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT PNEUMONIA

    Full text link
    MUHAMMAD ALWI BASYIR (2021) : PENERAPAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DENGAN ARSITEKTUR EFFICIENNET-B4 UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT PNEUMONIA Pneumonia adalah radang parenkim disebabkan oleh mikroorganisme. Pemberian tindakan keperawatan salah satunya dengan rencana tindak lanjut dan pemberian terapi memerlukan teknologi yang tepat sesuai dengan diagnosis penyakit pneumonia. Kemajuan ilmu komputer saat ini khususnya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Salah satunya dengan metode Machine Learning, image classification kemudian salah satu cara terbaik, yaitu Automatic Machine Learning atau yang biasa disebut dengan Deep Learning. Metode yang digunakan merupakan bagian dari algoritma deep learning yaitu convolutional neural network (CNN). Implementasi pada penelitian ini berbasis python yang pada akhirnya akan diintegrasikan melalui website. Arsitektur CNN yang digunakan adalah EfficientNet-B4 dengan learning rate 0.001, optimizer yang dipilih RMSprop, Adam dan SGD serta neuran yang di pakai adalah 512, 256, 128 dan 64. Hasil dari pengujian menemukan bahwa akurasi dari prediksi menyentuh angka 99.11% dengan epoch yang digunakan adalah 100. Serta hasil pengujian aplikasi web berhasil melakukan prediksi terhadap data yang berbeda dengan dataset. Kata Kunci: Convolutional Neural Network, Deep Learning, EfficientNet, Pneumoni

    HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PAI DAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BANDAR PETALANGAN KABUPATEN PELALAWAN

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Alwi Saputra (2024): Hubungan Antara Hasil Belajar PAI dan Tipe Kepribadian Dengan Karakter Religius Peserta Didik di SMA Negeri 1 Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara hasil belajar PAI dengan karakter religius, hubungan tipe kepribadian dengan karakter religius, hasil belajar PAI dan tipe kepribadian dengan karakter religius peserta didik di SMA Negeri 1 Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu sampel dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitiannya dan berdasarkan pertimbangan. Teknik analisis data menggunakan korelasi pearson product moment untuk mengenalisis korelasi secara parsial, dan uji korelasi berganda untuk menganalisis korelasi secara bersama. Hasil penelitian menujukkan terdapat korelasi yang signifikan hasil belajar PAI dan karakter religius peserta didik dengan nilai sig 0,020<0.05 dan koefisien korelasi 0,181, selanjutnya juga terdapat korelasi yang signifikan antara tipe kepribadian dan karakter religius peserta didik dengan nilai sig 0,000<0,05 dan koefisien korelasi 0,478. Hasil uji korelasi ganda menujukkan terdapat korelasi yang signifikan antara hasil belajar PAI dan tipe kepribadian secara bersama sama dengan karakter religius peserta didik, hasil ini ditunjukkan oleh nilai sig 0,000<0,05. Selanjutnya nilai r square sebesar 0,236 bermakna hasil belajar PAI dan tipe kepribadian secara bersama-sama mampu menjelaskan karakter religius sebesar 23,6%. Sedangkan 76,4% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kata Kunci: Hasil Belajar PAI, Tipe Kepribadian, Karakter Religius

    PENTINGNYA PELAKSANAAN SATURDAY ROUTINE TEST DALAM MENUNJANG KESELAMATAN CREW DI ATAS MV. MERATUS KENDARI 1

    Full text link
    ABSTRAKSI Muhammad Alwi Damanik, 2023, 551811226691.T, 2023. “Pentingnya pelaksaan saturday routine test dalam menunjang keselamatan crew di atas MV. Meratus Kendari 1”. Diploma IV, Teknika, Politeknik Imu Pelayaran Semarang, Pembimbing Tony Santiko, S.ST., M.Si.M.Mar.E dan Purwantono,S.Psi M.Pd. Saturday routine test adalah pemeliharaan rutin direncanakan atau jadwal diikuti dalam kapal. Dalam rutinitas ini, semua mesin dan kontrol yang penting sistem dipertahankan sesuai grafik rutin .Ini dilakukan untuk operasi yang aman dari kapal dan jadwal pemeliharaan ini akan diperiksa oleh surveyor dan oleh petugas pelabuhan kontrol negara yang mengunjungi kapal untuk melakukan pemeriksaan tersebut. Jika jadwal pemeliharaan yang direncanakan ini ditemukan memiliki belum ditemukan keterlambatan atau belum dilakukan dengan baik, surveyor bahkan dapat menahan kapal di pelabuhan. Penelitian ini dilaksanakan selama penulis melaksanakan praktek laut di kapal MV. Meratus Kendari 1. Sumber data yang diperoleh adalah data primer yang diperoleh langsung dari tempat penelitian serta data sekunder yang diperoleh dari literatur-literatur yang berkaitan dengan judul skripsi. Metode yang digunakan adalah Kualitatif Fishbone Hal ini dapat membantu kita mencari masalah dengan cara dasar berpikir logis untuk membantu kami menentukan dasar dari masalah itu sendiri. Penulis mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Penyebab mengapa kegiatan saturday routine test tidak konsisten dilakukan di MV. Meratus Kendari 1 adalah cuaca yang terjadi di laut dan banyaknya kegiatan dikapal lalu dampak yang ditimbulkan ialah masinis yang akan melakukan perawatan dan pengecekan terhadap alat-alat keselamatan, tidak diperbolehkan karena cuaca yang berbahaya dan dapat mengancam keselamatan mereka dan dampak lain yang ditimbulkan adalah banyaknya kesibukan para masinis yang menyebabkan waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan saturday routine terganggu

    GAYA BERAGAMA KIAI PEDESAAN DALAM MEMBINA SPIRITUAL REMAJA ERA MODERN DI LAMONGAN

    Full text link
    Skripsi yang berjudul “Islam pesisiran: Gaya Beragama Kiai Pedesaan dalam Membina Spiritual Remaja Era Modern di Lamongan” ditulis oleh Muhammad Alwi Muzakka dengan NIM 126311202042 Program studi Manajemen Dakwah, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Dr. Bobby Rachman Santoso. M.Si. Abstrak: Penelitian ini mengungkapkan tentang Islam Pesisiran, yakni gaya beragama yang diadopsi oleh Kiai Pedesaan dalam membina spiritualitas remaja era modern di Lamongan. Melalui pendekatan kualitatif, Dengan Pendekatan Fenomenoligi, Sumber penelitian di bagi menjadi dua jenis, sumber data primer dan sumber data skunder, Penelitian ini di lakukan di wilyah pesisir di Lamongan . teknik Pengumpulan data menggunakan menggunakan tiga tahapan guna menemukan data yang valid. Penelitian ini mengeksplorasi praktik keagamaan yang dilakukan oleh Kiai Pedesaan dan bagaimana praktik tersebut memengaruhi spiritualitas remaja di tengah arus modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiai Pedesaan menerapkan Islam Pesisiran dengan cara yang adaptif terhadap konteks zaman yang terus berubah. Mereka memadukan tradisi Islam dengan nilai-nilai lokal dan menyediakan ruang bagi remaja untuk berinteraksi dengan nilai-nilai agama secara relevan dengan kehidupan mereka. Hal ini memungkinkan remaja untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang Islam dan mengintegrasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari mereka.Namun demikian, tantangan juga teridentifikasi dalam upaya membina spiritualitas remaja di era modern. Pengaruh globalisasi, teknologi, dan perubahan sosial mempengaruhi cara remaja memandang dan berinteraksi dengan agama. Oleh karena itu, Kiai Pedesaan dituntut untuk terus mengembangkan strategi pendekatan yang relevan dan inklusif agar dapat tetap efektif dalam membina spiritualitas remaja di era modern.Kesimpulannya, Islam Pesisiran yang diterapkan oleh Kiai Pedesaan memiliki peran penting dalam membina spiritualitas remaja di Lamongan di tengah kompleksitas tantangan modern. Dengan pendekatan yang adaptif dan inklusif, mereka mampu membantu remaja mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam kehidupan mereka, sehingga membentuk generasi muda yang kokoh spiritualitasnya di era modern. Kata Kunci: Islam Pesisir, Spiritual, Pembinaa

    ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM PEMECAHAN MASALAH FISIKA PADA MATERI TEKANAN ZAT DI KELAS VIII MTS SUNAN KALIJOGO KALIDAWIR TULUNGAGUNG

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Analisis Kemampuan Kognitif Dalam Pemecahan Masalah Fisika Pada Materi Tekanan Zat Di Kelas VIII MTs Sunan Kalijogo Kalidawir Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad „Alwi, NIM. 12211183049, Program Studi Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatulloh Tulungagung, pembimbing: Husni Cahyadi Kurniawan, M.Si. Kata Kunci : Kemampuan Kognitif, Pemecahan Masalah, Tekanan Zat Penelitian ini di latarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di lapangan bahwa kemampuan kognitif dalam pemecahan masalah siswa kelas VIII MTs Sunan Kalijogo Kalidawir Tulungagung tergolong rendah terutama pada materi tekanan zat, yang dibuktikan dengan hasil ulangan harian dan observasi guru mata pelajaran IPA. Kemampuan kognitif siswa dapat dikembangkan dengan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan kognitif siswa dan mengetahui berapa persentase kemampuan kognitif siswa dalam pemecahan masalah tekanan zat kelas VIII MTs Sunan Kalijogo Kalidawir Tulungagung. Indikator kemampuan kognitif pada sekolah menengah pertama atau madrasah tsanawiyah yang diteliti ada empat komponen yaitu mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisis (C4). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa, kemudian dipilih 8 siswa sebagai subjek wawancara, yaitu dengan masing-masing 2 siswa kemampuan kognitif C1 (Mengingat), C2 (Memahami), C3 (Menerapkan), dan C4 (Menganalisis). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa berkemampuan kognitif C1 (Mengingat) berada pada kategori tinggi dengan presentase 86%, yang berarti siswa sudah mampu memenuhi ranah kognitif mengingat. (2) Siswa berkemampuan kognitif C2 (Memahami) berada pada kategori sedang dengan presentase 65%, yang berarti siswa sudah mampu memenuhi ranah kognitif memahami. (3) Siswa berkemampuan kognitif C3 (Menerapkan) berada pada kategori rendah dengan presentase 52%, yang berarti siswa belum mampu memenuhi ranah kognitif menerapkan. (4) Siswa berkemampuan kognitif C4 (Menganalisis) berada pada kategori rendah dengan presentase 48%, yang berarti siswa belum mampu memenuhi ranah kognitif menganalisis

    PENULISAN KALIGRAFI AYAT PADA MASJID AGUNG LUWU PALOPO (SEBUAH KAJIAN PERSEPSI)

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Alwi Latief. “Penulisan Kaligrafi Ayat Pada Masjid Agung Luwu Palopo (Sebuah Kajian Persepsi)”. Skripsi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing Oleh Syahruddin dan Abdul Mutakabbir. Kaligrafi ayat tertulis tanpa diketahui maksud dan tujuan dari penulisannya. Skripsi ini membahas mengenai penulisan kaligrafi ayat pada Masjid Agung Luwu Palopo. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana hakikat kaligrafi dan bagaimana persepsi jamaah terhadap kaligrafi pada Masjid Agung Luwu Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan ilmu tafsir dan sosiologis. Sumber data primer dalam penelitian ini didapatkan dengan wawancara pada pelaku penulisan kaligrafi ayat serta masyarakat yang menjadi pemerhati kaligrafi pada masjid. Sedangkan data sekunder yaitu berupa literasi yang berkaitan dengan penelitan ini. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Hasilnya kaligrafi merupakan seni dalam tulis-menulis indah yang identik dengan penulisan ayat Al-Qur’an, dalam penulisannya kaligrafi memiliki berbagai macam bentuk yang dikenal dengan khat yaitu khat kufi, khat farisi, khat naskh, khat s\ulusi\, khat rihani, khat riq’i, dan khat diwani. Penulisan kaligrafi pada Masjid Agung Luwu Palopo memiliki tiga tujuan dari penulisannya yaitu; pertama, penulisan kaligrafi memiliki tujuan sebagai media untuk berdakwah kepada jamah masjid. kedua, penulisan kaligrafi pada masjid agung memiliki tujuan untuk menambah keindahan pada masjid, dan yang ketiga, penulisan kaligrafi pada Masjid Agung Luwu Palopo memiliki tujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai ayat-ayat Al-Qur’an agar masyarakat labih mengenal dan akrab dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat yang terdapat dalam tulisan kaligrafi yaitu QS Al-Taubah/9:18, QS A<li- ‘Imra>n/3:133, QS Al-Taga>bun/64:12, QS A>li-‘Imra>n/3:102, QS T}a>ha>/20:132, QS Al-Jumu’ah/62:10, QS Al-Isra’/17:78, QS Al�Muna>fiqu>n/63:9, QS Al-Hujura>t/49:10, QS Al-T}alaq/65:7. Adapun tujuan dari penulisan ayat-ayat tersebut yaitu berdasarkan isi kandungan dari ayat tersebut. Sebagai implikasi penelitian ini diharapkan agar masyarakat mengetahui ayat-ayat Al-Qur’an yang tertulis di dinding masjid sehingga dakwah yang disampaikan melalui tulisan ayat-ayat Al-Qur’an dapat dipahami. Kata Kunci: Kaligrafi, Persepsi, Masjid Agun
    corecore