71 research outputs found

    Analisis Yuridis terhadap Pelaksanaan Pembagian Harta Warisan yang Dikuasai oleh Salah satu Ahli Waris (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 2134/k/PDT/1989)

    No full text
    Islamic Inheritance Law basically applies to all of the Muslims in the world. Yet, the color and the life of the country or region have influence on the Inheritance Law there. The problem of Inheritance Law involves three elements such as the legacy, the testator, and the heir or beneficiary of transfer, forwarding atau distribution of the inherited property. The problem can occur if the inherited property is not directly divided. One of the cases is what is seen in the Decision of Supreme Court No: 2134 K/PDT/1989. The chronology of this case begins with the polygamy done by H. Muhammad Jamil Daring his marriage with his first wife, ff. Muhammad Jamil did not have any property, then daring his marriuage with his second wife, H. Muhammad Jamil had a lot of property. The problem occurred after H. Muhammad Jamil, the father of the plaintiff, died. The disputed property kept being controlled by the defendant and the benefits obtained from the disputed property were enjoyed by the defendant only without letting the plaintiffs enjoy the benefits obtained from the disputed property too. Several problems discussed in this analytical descriptive study with normative juridical approach were the factors causing a part of the heirs controlled the inherited property, the legal action taken by the heirs whose rights were held by the other heirs, and how the analysis of the Supreme Court was done in settling the case. The main data for this study were the secondary data obtained through the collection of primary, secondary and tertiary legal materials. The factors causing the heir hold the inherited property were that the heir thought that the property was those earned by his father during his marriage with his mother who was the second wife of the testator that the heir thought that he was more entitled to the property left by their father compared to his other brothers and sisters, the heir wanted to enjoy the inherited property alone, the heir thought that he had spent a lot of expenses to take care their parents so he thought he deserved to have the large amount of the property or the heir is greedy. Legal action taken by the heirs whose rights was held by the another heir was to conduct deliberation, since (his deliberation did not work, the heirs whose rights was held by the another heir evntually filed the application for decision to Tebing Tinggi Religious Court. Then to implement the decision of Religious Court or execution, a lawsuit was filed to Lubuk Pakam State Court. The analysis of the Decision of Supreme Court No: 2134 K/PDT/1989 in settling the case of the distribution of the inherited property held by one of the heirs has been properly done and met the sense of justice. The Supreme Court rejected the appeal of law 'suitfiled hi' BiwiMg Musjfn 'a and friend?, and upheld the decision of'Lubuk Pakam Stale Court that the distribution o) inherited property between H. Muhammad Jamil and Subatigliuh must be done fir at, then divided to the other heirs. In addition to that, the inherent properly of Sitbangliah could not he proven.Hukum waris Islam pada dasarnya berlaku untuk seluruh umat Islam didunia. Namun corak suatu negara dan kehidupan di negara atau daerah tersebut memberi pengaruh atas hukum waris di daerah itu. Persoalan Hukum Waris menyangkut tiga unsur, yaitu adanya harta peninggalan, adanya pewaris dan adanya waris yaitu orang yang menerima pengalihan atau penerusan atau pembagian harta warisan itu. Masalah akan dapat terjadi jika harta warisan tidak langsung dibagi. Salah satu kasus yang ada pada Putusan Mahkamah Agung No. 2134 K/PDT/1989. Kronologis perkara ini adalah perkawinan poligami yang dilakukan H. Muhammad Jamil terhadap dua orang istrinya. Perkawinan dengan istri pertama H. Muhammad Jamil tidak memiliki harta, sedangkan perkawinan dengan istri kedua barulah memiliki harta kekayaan. Permasalahan kemudian timbul setelah meninggalnya H. Muhammad Jamil yang merupakan ayah dari penggugat. Harta sengketa tetap dikuasai oleh tergugat dan dinikmati hasilnya sendiri tanpa memperbolehkan para penggugat untuk turut menikmati hasil harta. Ada beberapa permasalahan yang akan dibahas, yaitu faktor-faktor apa yang menyebabkan sebahagian ahli waris menguasai harta warisan, bagaimana tindakan hukum yang dilakukan ahli waris yang dikuasai haknya oleh ahli waris yang lain dan bagaimana analisis terhadap putusan Mahkamah Agung dalam menyelesaikan kasus tersebut. Sifat dari penelitian ini adalah bersifat deskriptif analisis, dengan pendekatan yuridis normatif. Bahan utama dari penelitian ini adalah data sekunder yang dilakukan dengan menghimpun bahanbahan berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum terrier. Faktor-faktor yang menyebabkan ahli waris menguasai harta warisan adalah Ahli waris merasa bahwa harta warisan yang ditinggalkan adalah merupakan harta warisan ayah yang didapatnya sejak menikah dengan ibunya yang merupakan istri kedua dari pewaris, sehingga ahli waris merasa lebih berhak dari saudara-saudara lainnya, ahli waris ingin menikmati sendiri harta tersebut, ahli waris merasa paling banyak berkorban untuk merawat orang tuanya, jadi berhak atas harta dalam jumlah yang banyak atau ahli waris memang merupakan orang yang serakah.Tindakan hukum yang dilakukan ahli waris yang dikuasai haknya oleh ahli waris yang lain yaitu dengan melakukan musyawarah, karena musyawarah tidak tercapai akhirnya ahli waris mengajukan permohonan penetapan ke Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Selanjutnya untuk melaksanakan penetapan Pengadilan Agama atau eksekusi diajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung No. 2134.K/PDT/1989 dalam menyelesaikan kasus pembagian harta warisan yang dikuasai salah satu ahli waris adalah sudah tepat dan memenuhi rasa keadilan. Mahkamah Agung menolak gugatan kasasi dari Buyung Musjaya dan kawan-kawan dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, yang mengharuskan pembagian antara H. Muhammad Djamil dengan Subangliah dilaksanakan terlebih dahulu, barn dibagi kembali kepada ahli waris yang lainnya. SelaJn itu ternyata tidak terbukti adanya harta bawaan dari Subangliah126 HalamanTesis Magiste

    Analisis Yuridis terhadap Pelaksanaan Pembagian Harta Warisan yang Dikuasai oleh Salah satu Ahli Waris (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 2134/k/PDT/1989)

    No full text
    Islamic Inheritance Law basically applies to all of the Muslims in the world. Yet, the color and the life of the country or region have influence on the Inheritance Law there. The problem of Inheritance Law involves three elements such as the legacy, the testator, and the heir or beneficiary of transfer, forwarding atau distribution of the inherited property. The problem can occur if the inherited property is not directly divided. One of the cases is what is seen in the Decision of Supreme Court No: 2134 K/PDT/1989. The chronology of this case begins with the polygamy done by H. Muhammad Jamil Daring his marriage with his first wife, ff. Muhammad Jamil did not have any property, then daring his marriuage with his second wife, H. Muhammad Jamil had a lot of property. The problem occurred after H. Muhammad Jamil, the father of the plaintiff, died. The disputed property kept being controlled by the defendant and the benefits obtained from the disputed property were enjoyed by the defendant only without letting the plaintiffs enjoy the benefits obtained from the disputed property too. Several problems discussed in this analytical descriptive study with normative juridical approach were the factors causing a part of the heirs controlled the inherited property, the legal action taken by the heirs whose rights were held by the other heirs, and how the analysis of the Supreme Court was done in settling the case. The main data for this study were the secondary data obtained through the collection of primary, secondary and tertiary legal materials. The factors causing the heir hold the inherited property were that the heir thought that the property was those earned by his father during his marriage with his mother who was the second wife of the testator that the heir thought that he was more entitled to the property left by their father compared to his other brothers and sisters, the heir wanted to enjoy the inherited property alone, the heir thought that he had spent a lot of expenses to take care their parents so he thought he deserved to have the large amount of the property or the heir is greedy. Legal action taken by the heirs whose rights was held by the another heir was to conduct deliberation, since (his deliberation did not work, the heirs whose rights was held by the another heir evntually filed the application for decision to Tebing Tinggi Religious Court. Then to implement the decision of Religious Court or execution, a lawsuit was filed to Lubuk Pakam State Court. The analysis of the Decision of Supreme Court No: 2134 K/PDT/1989 in settling the case of the distribution of the inherited property held by one of the heirs has been properly done and met the sense of justice. The Supreme Court rejected the appeal of law 'suitfiled hi' BiwiMg Musjfn 'a and friend?, and upheld the decision of'Lubuk Pakam Stale Court that the distribution o) inherited property between H. Muhammad Jamil and Subatigliuh must be done fir at, then divided to the other heirs. In addition to that, the inherent properly of Sitbangliah could not he proven.Hukum waris Islam pada dasarnya berlaku untuk seluruh umat Islam didunia. Namun corak suatu negara dan kehidupan di negara atau daerah tersebut memberi pengaruh atas hukum waris di daerah itu. Persoalan Hukum Waris menyangkut tiga unsur, yaitu adanya harta peninggalan, adanya pewaris dan adanya waris yaitu orang yang menerima pengalihan atau penerusan atau pembagian harta warisan itu. Masalah akan dapat terjadi jika harta warisan tidak langsung dibagi. Salah satu kasus yang ada pada Putusan Mahkamah Agung No. 2134 K/PDT/1989. Kronologis perkara ini adalah perkawinan poligami yang dilakukan H. Muhammad Jamil terhadap dua orang istrinya. Perkawinan dengan istri pertama H. Muhammad Jamil tidak memiliki harta, sedangkan perkawinan dengan istri kedua barulah memiliki harta kekayaan. Permasalahan kemudian timbul setelah meninggalnya H. Muhammad Jamil yang merupakan ayah dari penggugat. Harta sengketa tetap dikuasai oleh tergugat dan dinikmati hasilnya sendiri tanpa memperbolehkan para penggugat untuk turut menikmati hasil harta. Ada beberapa permasalahan yang akan dibahas, yaitu faktor-faktor apa yang menyebabkan sebahagian ahli waris menguasai harta warisan, bagaimana tindakan hukum yang dilakukan ahli waris yang dikuasai haknya oleh ahli waris yang lain dan bagaimana analisis terhadap putusan Mahkamah Agung dalam menyelesaikan kasus tersebut. Sifat dari penelitian ini adalah bersifat deskriptif analisis, dengan pendekatan yuridis normatif. Bahan utama dari penelitian ini adalah data sekunder yang dilakukan dengan menghimpun bahanbahan berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum terrier. Faktor-faktor yang menyebabkan ahli waris menguasai harta warisan adalah Ahli waris merasa bahwa harta warisan yang ditinggalkan adalah merupakan harta warisan ayah yang didapatnya sejak menikah dengan ibunya yang merupakan istri kedua dari pewaris, sehingga ahli waris merasa lebih berhak dari saudara-saudara lainnya, ahli waris ingin menikmati sendiri harta tersebut, ahli waris merasa paling banyak berkorban untuk merawat orang tuanya, jadi berhak atas harta dalam jumlah yang banyak atau ahli waris memang merupakan orang yang serakah.Tindakan hukum yang dilakukan ahli waris yang dikuasai haknya oleh ahli waris yang lain yaitu dengan melakukan musyawarah, karena musyawarah tidak tercapai akhirnya ahli waris mengajukan permohonan penetapan ke Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Selanjutnya untuk melaksanakan penetapan Pengadilan Agama atau eksekusi diajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Analisis terhadap Putusan Mahkamah Agung No. 2134.K/PDT/1989 dalam menyelesaikan kasus pembagian harta warisan yang dikuasai salah satu ahli waris adalah sudah tepat dan memenuhi rasa keadilan. Mahkamah Agung menolak gugatan kasasi dari Buyung Musjaya dan kawan-kawan dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, yang mengharuskan pembagian antara H. Muhammad Djamil dengan Subangliah dilaksanakan terlebih dahulu, barn dibagi kembali kepada ahli waris yang lainnya. SelaJn itu ternyata tidak terbukti adanya harta bawaan dari Subangliah126 HalamanTesis Magiste

    Penggunaan Media Komunikasi dan Intraksi Pengurus Masjid dalam Memakmurkan Masjid Agung Sidikalang Kabupaten Dairi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Bagaimana intraksi komunikasi antara pengurus masjid agung sidikalang dalam memamurkan mesjid dan Penggunaan media komunikasi intraksi pengurus masjid agung sidikalang dalam memakmurkan mesjid. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumenter, wawancara, observasi. Hasil Penelitian mendapati Dalam menjalankan  komunikasi intraksi bapak Dunggar Angkat sangat bagus dalam menjalakan komunikasi terbuka kepada anggotanya, bapak dungar angkat selalu terbuka untuk menerima ide dan gagasan dari pengurus lain dan kritik yang membangun dalam usaha untuk memakmurkan mesjid, Ketua masjid Agung juga mempunyai sifat yang bijaksana terhadap apa saja yang disampaikan oleh pengurus, Dalam menjalankan tugas pengurus tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kordinasi dan kerjasama artinya sifat utama dalam praktek berorganisasi.Media komunikasi intraksi yang gunakan pengurus mesjid Agung Sidikalang Yang pertama adalah Media Sosial yang digunakan untuk informasi kajian dan kegiatan yang di lakukan Mesjid Agung serta media komunikasi yang digunakan para pengurus dalam berbagai kegiatan dan merencanakan serta mendiskusikan agenda-agenda dalam memakmurkan mesjid Agung Sidikalang. Yang Kedua TV yang berada di mesjid, media ini berupa tampilan-tampilan yang bisa dilihat oleh masyarakat, berupa pesan-pesan dakwah atau media-media yang menggunakan audio, melalui slide, serta vidio-vidio dakwa dan kegiatan yang sudah dilakukan mesjid Agung Sidikalang. Yang ketiga youtube channel secara khusus jadi bisa diakses dimedia atau di pesan-pesan yang berkaitan dengan Masjid Agung Sidikalang. Dan beberapa vidio kajian-kajian yang dilakukan mesjid Agung Sidikalang. Yang terakhir adalah media amal sholih,media amal sholih ini sifatnya lebih umum. Jadi segala apa saja yang ada di Mesjid Agung Sidikalang ini harus berbuah amal, menjadi dakwah, mulai pesan-pesan yang berada di bangunan, dan segala aktivitasnya itu mejadi media. Misalkan Mesjid Agung Sidikalang untuk menarik jamaah itu dengan disediakan air minum 24 jam, penyediaan teh manis 24 jam, kemudian pelayanan-pelayanan yang ekstra, memberikan service ke jama’ah dengan peyediaan tempat yang bersih, sejuk, nyaman, kering, tidak ada air yang berceceran, itu semua media dalam memakmurkan Mesjid Agung Sidikalang

    Analysis of Productive Waqf Implementation in Community Economic Empowerment at Baitul Muttaqin Mosque, Brebes, Central Java

    No full text
    Implementation of productive waqf at Baitul Muttaqin Mosque, Brebes Regency, Central Java in the management of waqf assets, such as land and buildings, which are converted into productive businesses that can generate income. The income generated from this business is used to fund various community empowerment programs. This study aims to analyze the implementation of productive waqf at Baitul Muttaqin Mosque, Brebes Regency, Central Java, and to identify obstacles and solutions in empowering the community economy. Management of productive waqf at Baitul Muttaqin Mosque, Brebes Regency, Central Java is also supported by training and education for administrators and congregations, ensuring that management runs effectively. This study is an empirical legal study with a qualitative approach that aims to analyze the implementation of productive waqf in empowering the community's economy at the Baitul Muttaqin Mosque, Brebes, Central Java. A qualitative approach is used to gain an in-depth understanding of the concept of productive waqf applied in the local context, as well as its impact on the economic welfare of the local community. The data analysis method used is descriptive, where the researcher describes the process of managing waqf assets and the forms of businesses developed, as well as their impact on the economic life of the community. In addition, this study uses two theories as analytical tools in data processing, namely the theory of the workings of law and the theory of legal effectiveness. The main focus of this study is to understand how productive waqf is managed by mosque administrators and community participation in the process. The results of this productive waqf show great potential in empowering the community and supporting sustainable social development

    Legal Certainty for Land Destroyed by Development Demak - Semarang Toll Road

    No full text
    This study aims to analyze: 1) Regulation of the determination of destroyed land affected by the acquisition of the Demak-Semarang toll road. 2) Legal certainty regarding the regulation of destroyed land affected by the construction of the Demak-Semarang toll road. This type of research is included in the scope of empirical legal research. The approach method in this study is an interdisciplinary approach and an economic analysis of law approach. The types and sources of data in this study are primary and secondary data obtained through interviews and literature studies. The analysis in this study is prescriptive. The results of the study concluded: 1) Regulation of the determination of destroyed land affected by the acquisition of the Demak-Semarang toll road. The initial process of determining destroyed land begins with identification by the National Land Agency (BPN). The assessment team conducts a field inspection to determine whether the land meets the criteria as destroyed land. After the determination, the landowner is given information about the status of their land, as well as the procedure for obtaining compensation or spiritual funds. Based on the Regulation of the Minister of ATR/BPN No. 17/2021, land designated as destroyed land previously only received compensation of 25% of the Taxable Object Sale Value (NJOP). However, with the change in regulations, namely Presidential Regulation Number 27 of 2023 concerning Amendments to Presidential Regulation Number 52 of 2022 concerning Handling of Social Impacts on Land Identified as Destroyed Land, land affected by tidal flooding in the Demak-Semarang toll road project can now receive full compensation based on a fairer market value assessment by the appraisal team. 2) Legal certainty regarding the regulation of destroyed land affected by the construction of the Demak-Semarang toll road can be guaranteed by Presidential Regulation Number 27 of 2023 concerning Amendments to Presidential Regulation Number 52 of 2022. The existence of legal certainty regarding land status through the determination of land areas affected by tidal flooding that are designated as destroyed land or not, can provide legal certainty to the rights holders of the land concerned. This regulation also provides stronger legal certainty regarding the provision of compensation or spiritual funds for land identified as destroyed land. Land affected by tidal flooding in the Demak-Semarang Toll Road project is now entitled to full compensation based on the market value assessed by the appraisal team. This improves on the previous provision, where compensation was only 25% of the NJOP, thus ensuring the protection of landowners' rights and increasing social justice in the land acquisition process

    Metode Pendidikan Karakter Nabi MUhammad SAW di Madrasah

    No full text
    Pendidikan Karakter dapat dimaknai dengan pendidikan nilai, budi pekerti, moral, dan watak, yang bertujuan untuk memberikan keputusan baik buruk, memelihara apa yang baik,dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wa Sallam  adalah utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai penyempurna akhlak dan pendidik.  Beliau mendapat didikan langsung dari Tuhan-Nya sehingga memiliki akhlak yang paling sempurna di muka bumi ini, sehingga menjadi manusia yang agung dengan kesaksian Allah yang diabadikan dalam Firman-Nya: “Dan sungguh kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” Kesaksian yang agung dari Allah tentang Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wa Sallam  adalah bukti bahwa akhlak Beliau agung dan mulia sejak diciptakannya.  Beliau terkenal di antara kaumnya sebagai orang yang jujur dan terpercaya.  Sebagai sosok yang agung, Beliau mendapat tugas mulia dari Yang Maha Agung, yaitu memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia, sebagai mana sabdanya: “Hanya sanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia”  Beliau berhasil melaksanakan amanah besar dengan mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang beriman dan beradab, sekaligus mencetak manusia yang berkarakter mulia. Berbeda dengan kondisi umat jaman kini telah terjadi krisis moral di negeri ini yang mayoritas berpenduduk agama lslam, mulai usia remaja, dewasa bahkan sampai orang tua.  Banyak pejabat yang korupsi seakan menjadi budaya yang lumrah dan legal, pengusaha yang zolim, dan pedagang yang curang.  Para pemuda yang terlena dan tertipu dengan kenikmatan sesaat yang membawa kesengsaraan seumur hidup, berupa pergaulan bebas sejenis atau beda jenis (LGBT), Narkoba, begal dan tawuran. Komisi Perlindungan Anak lndonesia (KPAI)3 mencatat kasus tawuran pelajar selama empat tahun terakhir, yakni tercatat ada 102 kejadian tawuran dengan korban meninggal 17 orang.  Kemudian sepanjang januari – oktober tahun 2013 meningkat menjadi 229 kasus tawuran antar pelajar SMP dan SMA dengan korban meninggal dunia 19 orang. Semakin terbukanya akses informasi ditambah tekanan dari lingkungan, diyakini menjadi penyebab banyaknya remaja yang melakukan seks bebas prenikah.  Saat ini akses terhadap materi pornoaksi sebakin terbuka lebar, misalnya melalui internet atau telefon seluler, ditambah lagi semakin banyak yang memiliki rasa ingin tahu, dan senang mencoba  hal yang baru tanpa memikirkan resikonya.  Kasus lain yang melibatkan pelajar adalah kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.  Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2012 pengguna narkotika dan obat terlarang di lndonesia ada sekitar 4000 orang atau sekitar 2,8 % dari jumlah penduduk nasional, sekitar 25 % atau sekitar 1000 orang merupakan pecandu narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa.  Bahkan ironisnya lagi bisnis narkoba di masyarakat dikendalikan dan dikoordinir oleh narapinada narkoba di dalam rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan. Badan Narkotika Nasional telah mensita aset   narapinada narkoba senilai Rp. 28 Milyar

    Makna Pembuka Surat (Fawatih as-Suwar) dalam Perspektif Alquran

    No full text
    Alquran menggunakan bahasa Arab sebagai mengantarkan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Sehingga memudahkan masyarakat yang menerima pada saat Alquran itu diturunkan. Bila mereka tidak memahami sesuatu yang terdapat dalam ayat Alquran tersebut, mereka dapat secara langsung bertanya kepada Rasulullah Saw. Alquran menegaskan di beberapa tempat bahwa ia adalah firman Allah Yang Maha Agung, yang diwahyukan-Nya kepada Nabi dalam bentuk kata-kata yang kita baca dari Alquran. Untuk membuktikan bahwa ia adalah firman Allah, bukan hasil ciptaan manusia, dalam beberapa ayat, Alquran menantang semua manusia untuk mendatangkan apapun yang menyamai Alquran walaupun satu ayat. Pada pembahasan ini akan dicoba mengemukakan bagaimana sebenarnya makna atau penjelasan yang terkandung pada fawatih as-suwar

    Marketing Effectiveness of Akropora Decorative Coral (Acropora Sp.) at PT. Agung Aquatic Marine, Badung Bali

    No full text
    Coral reefs are marine biota that reproduce by budding and fertilization, making them natural resources aquarium consumers in Europe, America, and Asia are very interested in. Since Indonesia is the largest tropical nation producing sponges, there is an increasing need for imported products. Consequently, it may be inferred whether marketing can be carried out effectively as planned or targeted in accordance with the targets that the organization has established. This study uses descriptive qualitative analysis to investigate the marketing strategies and efficiency of Akropora decorative corals (Acropora sp) at PT. Agung Aquatic Marine in Badung, Bali. Additionally, PT. Agung Aquatic Marine\u27s marketing efforts are deemed successful because the business\u27s target may be met and ornamental coral sales keep rising each month. In addition, the marketing carried out by PT Agung Aquatic Marine is considered effective because the sale of ornamental corals continues to increase every month and can achieve the company\u27s target

    Prediksi Harga Rumah Di Jabodetabek Menggunakan Metode Artificial Neural Network

    No full text
    A house is a fundamental need for humans. Determining house prices is a crucial aspect of property transactions, especially in major areas like Jabodetabek, where property prices are consistently rising. Prediction is a suitable tool to assist in decision-making for determining house prices. There are numerous methods that can be applied for prediction; the author employs the Artificial Neural Network (ANN) method. ANN is known as a highly flexible predictive algorithm capable of accommodating various input features. The results of using the ANN method for predicting house prices in the Jabodetabek area show a Mean Absolute Error (MAE) of 0.209, Mean Squared Error (MSE) of 0.159, and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 4.951

    STRATEGI PENGELOLAAN DANA MASJID PADA MASJID AGUNG DARUSSALA PURBALINGGA

    No full text
    Dilihat dari peran dan fungsi masjid pada zaman Rasulullah, masjid mempunyai peran yang sangat besar dan multi fungsi sebagai wadah pembinaan umat baik sebagai wadah/tempat kegiatan ubudiyah, sosial kemasyarakatan, sebagai kampus dan lembaga pendidikan dan tempat bermusyawarah. Sejarah telah mencatat tidak kurang dari 10 (sepuluh) peran yang telah diemban oleh masjid seperti masjid Nabawi yakni : 1) Tempat pusat ibadah seperti sholat dan zikir; 2) Tempat konsultasi dan komunikasi soal ekonomi dan sosial budaya; 3) Tempat pendidikan; 4) Tempat santunan sosial; 5) Tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya; 6) Tempat pengobatan para kurban perang; 7) Tempat perdamaian dan pengadilan sengketa; 8) Sebagai aula dan tempat menerima tamu; 9) Tempat menawan tawanan perang; 10) Pusat penerangan/informasi atau pembelaan agama. Masjid Agung Darussalam Purbalingga didirikan pada tahun 1853 M/1269 H oleh K.H. Abdulloh Ibrohim Nawawi di atas tanah seluas 5.500 M2. Status tanah yang semula dipakai kemudian diwakafkan dan kemudian dicatatkan di Kantor Agama Purbalingga oleh putra K.H. Abdullah Inrohim Nawawi yaitu K.H. Hardja Muhammad. Status tanah ini tercatat pada peta 2 kotak D. 7 BPN tanggal 20 februari 1892.Pendapatan masjid 1bulanya hampirmencapai 30.000.000,-sampai 40.000.000,- dandigunakanuntukkeperluanoperasionaldankegiatanibadahsetiapminggunya 10.000.000,-. Strategi Pengelolaan Dana Masjid Pada Masjid Agung Darussalam Purbalingga 1)Planning (Perencanaan)2)Organizing (Organisasi)3)Actuating (Pelaksanaan) 4)Controling (membandingkan antara rencana (seharusnya) dan hasil sesungguhnya) 5)Comunication (Penyampaian) Oleh karena itu, perlu adanya strategipengelolaan yang dilakukan untuk mengembangkan masjid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Berdasarkan lima fungsi dalam pengelolaan masjid terdapat dua fungsi yang telah dijalankan oleh pengelola Masjid Agung Darussalam, yaitu fungsi perencanaan dan Organaizing. Hal ini dikarenakan strategi pengelolaan masjid dilakukan secara turun temurun yaitu dengan mengacu pada pengelolaan dana masjid menggunakan pencatatan sederhana yaitu pemasukan, pengeluaran, saldo. Sedangkan dalam mengeluarkan dana masjid harus menggunakan sistem yang selektif, yaitu pengeluaranya harus menggunakan pertimbangan yang memang untuk kepentingan jama’ah. Jama’ah benar–benar membutuhkan dan bermanfaat besar
    corecore