1,721,750 research outputs found
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ‘ABID AL-JABIRI
Muhammad ‘Abid Al-Jabiri dikenal sebagai pemikir wacana keislaman kontemporer yang banyak menghasilkan banyak karya berkaitan dengan studi pemikiran Islam, filsafat, politik, budaya, pendidikan dan lain-lain. Secara umum, pemikirannya penuh dengan kritik kontstruktif terhadap pemikiran Islam Tradisionalis-Konservatif. Berbicara tentang diskursus pendidikan, ia pernah membahas tentang sistem pendidikan di Maroko yang dianggap masih mempertahankan sistem tradisionalis dan sudah tidak relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri dan relevansinya terhadap pendidikan saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yaitu pengutipan dari buku, jurnal, berita dan hasil penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri tentang definisi, tujuan, metode, materi, evaluasi dan solusi dalam pengembangan pendidikan relevan dengan konteks pendidikan saat ini
FILSAFAT MUHAMMAD ABID AL-JABIRI DALAM TELAAH EPISTEMOLOGI BURHANI SINERGI NALAR ISLAM
This research aims to discuss the study of Muhammad Abid Al-Jabiri Philosophy in Epistemology (Burhani) Synergy of Islamic Reason. This research uses a qualitative approach and applies descriptive-analytical methods. Philosophy is Positioned as a formal object, the material object is Muhammad Abid Al-Jabiri and the context is Epistemology (Burhani) and Islamic Reason. The result and discussion in this research show that Muhammad Abid Al-Jabiri Philosophy through his throughts on Islamic Reason is embedded in Burhani’s epistemologi through his curiosity about the domination of science which is based on the use of reason as the main human ability to obtain knowledge using the method of deducation. Culture it self a cultural heritage, thought, religion, literature, art, philosophy, sufism and kalam that comes from the past. This research concludes that Muhammad Abid Al-Jabiri, Epistemology Burhani (Philosophy) is relevant to be used synergi Islamic Reason and understand of texts and implied and explicit meanings in reality cause and effect (asbabun nuzul) of Islamic reason traditions in the present so as to forget the traditions of the history.
Keywords: Epistemology Burhani; Islamic Reason; Muhammad Abid Al-Jabiri; Phylosophy; Turath
Penelitian ini bertujuan untuk membahas Telaah Filsafat Muhammad Abid Al-Jabiri dalam Epistemologi (Burhani) Sinergi Nalar Islam, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menerapkan metode deskriptif-analitis, Filsafat di posisikan sebagai objek formal, objek materialnya Muhammad Abid Al-Jabiri serta konteksnya Epistemologi (Burhani) dan Nalar Islam. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini menunjukkan bahwa Filsafat Muhammad Abid Al-Jabiri melalui pemikirannya tentang Nalar Islam tertera pada Epistemologi Burhani melalui rasa ingin tahunya pada pendominasian ilmu pengetahuan yang didasari dengan penggunaan akal untuk kemampuan utama manusia memperoleh ilmu pengetahuan tersebut dengan metode deduksi. Kebudayaan sendiri merupakan suatu warisan budaya, pemikiran, agama, sastra, seni, filsafat, tasawwuf dan kalam yang hadir dari kita maupun orang lain, baik itu dekat dan jauh, menyertai kekinian kita yang datang dari masa lalu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Epistemologi Burhani (Filsafat) Muhammad Abid Al-Jabiri relevan digunakan untuk mensinergikan Nalar Islam serta pemahaman akan teks dan makna yang tersirat serta tersurat dalam mengejawantahkan sebab-akibat (asbabun nuzul) tradisi nalar Islam pada masa sekarang hingga tidak melupakan tradisi masa lalu.
Kata kunci: Epistemologi Burhani; Filsafat; Muhammad Abid Al-Jabiri; Nalar Islam; Turat
Urgensi Relasi Tradisi Dan Modernitas Dalam Pembaharuan Pemikiran Islam Muhammad ‘Abid Al-Jabiri
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana pandangan Muhammad ‘Abid Al-Jabiri terhadap urgensi relasi tradisi dan modernitas dalam pembaharuan pemikiran Islam . Kedua, bagaimana kontribusi penting dari pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri terhadap pembaharuan Islam.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui urgensi relasi tradisi dan modernitas dalam pembaharuan pemikiran Islam. Kedua, untuk mengetahui kontribusi penting dari pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri terhadap pembaharuan Islam.
Tesis ini menggunakan penelitian studi tokoh dan penyajian sumber datanya diambil berdasarkan kajian literatur (library-research). Maksudnya adalah bahwa untuk melakukan penelitian ini data dan analisisnya bersumber kepada literatur yang berupa tulisan yang memuat pemikiran Muhammad ‘Abid Al-Jabiri tentang pembaharuan pemikiran Islam, baik buku yang ditulis oleh Muhammad ‘Abid Al-Jabiri sebagai data primer, maupun yang ditulis orang lain sebagai data skunder. Objek yang diteliti adalah tentang pemikiran urgensi relasi dan modernitas dalam pembaharuan pemikiran Islam Muhammad ‘Abid Al-Jabiri.
Dari hasil penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan: Pertama, tradisi adalah sesuatu yang hadir dan menyertai kekinian kita, yang berasal dari masa lalu, atau bisa dikatakan segala yang secara asasi berkaitan dengan aspek pemikiran dalam peradaban Islam, mulai dari ajaran doktrinal, syari’at, bahasa, sastra, seni, kalam, dan tasawuf. Modern bukan untuk memutus masa lalu melainkan untuk meng-upgrade sikap serta pendirian dengan mengandaikan pola hubungan kita dengan tradisi dalam tingkat kebudayaan modern. Dengan begitu modernitas adalah dorongan dan motivasi untuk merekonstruksi dan menghidupkan kembali mentalitas serta norma-norma budaya tradisional, dan melakukan pembacaan ulang atasnya sembari merancang visi modernitas yang baru. Al-Jabiri sangat menekankan epistemologi pemikiran Arab kontemporer (bayani, Irfani, burhani) sebagai jalan untuk menghadapi modernitas. Kedua, kontribusi penting dari pemikirannya adalah Al-Jabiri dalam upayanya menghubungkan tradisi dengan modernitas adalah keharusan umat Islam untuk mengembalikan rasionalisme dalam pembacaan terhadap teks-teks agama
Epistemologi Ilmu Dalam Perspektif Muhammad Abid Al-Jabiri
Skripsi ini diberi judul “Epistemologi Ilmu Dalam Perspektif Muhammad Abid al-Jabiri”. Rumusan masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah untuk melihat sudut pandang epistemology ilmu dalam pandangan filsuf besar muslim yaitu Muhammad Abid al-Jabiri. Tak lupa juga dalam penelitian ini penulis menganalisis pemikiran dari Abid al-Jabiri dalam pengembangan ilmu dan rekonstruksi trilogy epistemologi islam yang merupakan tradisi (Turats) bangsa Arab.
Demi tercapainya penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan memakai metode kepustakaan (Library Reseach). Langkah selanjutnya adalah Teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini penulis melalui metode holistic dan metode interpretasi. Sedangkan dalam Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah menggunakan deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan analisis dari sumber primer dan skunder menunjukan epistemology yang dibuat oleh Muhammad Abid al-Jabiri adalah mega proyek “Kritik Nalar Arab”. Abid al-Jabiri mengkritik sekaligus mengrekonstruksi epistemology bayani, irfani dan burhani, yang menyebabkan kemunduran umat Islam dalam pengetahuan dan teknologi. Bagi Abid al-Jabiri setidaknya untuk mengurangi penggunaan epistemology irfani yang bersifat magis dalam mendapatkan sebuah pengetahuan ilmiah dan juga epistemology irfani juga bersifat Irrasional, dan memperbaiki cara kerja epistemology bayani yang hanya mengandalkan teks keagamaan yang jangan bersifat dogmatif. Abid al-Jabiri membaca tradisi (turats), dengan merekonstruksinya yang selama ini lebih bersifat kearah yang magis (magic), karena itulah pada saat itu penggunaan akal (rasio), sangatlah minim
Pemikiran Muhammad Abid Al-Jabiri Tentang Kedudukan Agama Dalam Negara
This study discusses the thoughts of Muhammad Abid Al-Jabiri about the position of
religion in the State which is a research on the thoughts of the figures. The method used
in this paper is a library research method using two sources, namely primary sources of
the main books of scientific works of figures and secondary sources of books related to
the title as supporters in the scientific work. In this study, three formulations of the
problem are presented so that they become a reference for the author, namely: First, how
is the relationship between religion and the state in historical times? Second, how is the
relationship between religion in the state according to Muhammad Abid Al-Jabiri's view?
Third, what are the weaknesses and strengths of Muhammad Abid Al-Jabiri's view? With
the three main issues above, it can be the formulation of the fundamental problem in this
research, so that it is found that the relationship between religion and the State in
historical times, from the time of the Prophet to Khulafaurrasydin, many policies are
taken that have a mutually beneficial relationship between religion and the State, will but
in the post-Khulafaurasyidin era, Islam experienced a setback like during the Umayyad
and Bani Abbas. Furthermore, during the Ottoman period European influences began to
enter and Mustafa Kemal began to throw away all those labeled as religion and develop a
Western way of life. He was the first to carry out massive Secularization. While the
relationship between religion and the State according to Muhammad Abid Al-Jabiri in
Islam religion is an individual matter so that the relationship between the individual and
God is a direct relationship without intermediaries. Separating religion from politics in
the sense of avoiding the functionalization of religion and political goals and the
consideration that religion is absolutely permanent while politics is relativ and changing.
Politics is driven by individual and group interests while religion must be cleaned of
political matters because of the Prophet Muhammad. since the early period of his da'wah
he had no desire to establish a state and there is no evidence to base this problem on,
either in the Hadith or in the narrations of the companions. Then about the weaknesses
and strengths of Muhammad Abid Al- Jabiri's thinking, not politicizing religion to gain
power, according to him, there are also Islamic values in democracy as well as criticism
of Arab practice politics which offers a useful concept to give direction to the ArabIslamic region in particular. and Muslims in general. Weaknesses in Al-Jabiri's opinion
are ahistorical practices in which statements are not clear and the references are inaccurate and he places the issue of religion as an individual matter. It is feared that
religion as an individual affair will deviate from the boundaries and moral values in
accordance with human nature regulated by religion., while humans make rules only by
their will
Pemikiran Pendidikan Islam di Sekolah Dasar Perspektif Muhammad ‘Abid Al-Jabiri
Muhammad Abid Al-Jabiri dikenal sebagai pemikir wacana keislaman kontemporer yang banyak menghasilkan banyak karya berkaitan dengan studi pemikiran Islam, filsafat, politik, budaya, pendidikan dan lain-lain. Secara umum, pemikirannya penuh dengan kritik kontstruktif terhadap pemikiran Islam Tradisionalis-Konservatif. Berbicara tentang diskursus pendidikan, ia pernah membahas tentang sistem pendidikan di Maroko yang dianggap masih mempertahankan sistem tradisionalis dan sudah tidak relevan dengan konteks kekinian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Muhammad Abid Al-Jabiri dan Perspektif Muhammad Al Jabiri di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data yaitu pengutipan dari buku, jurnal, berita dan hasil penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa pemikiran Muhammad Abid Al-Jabiri tentang definisi, tujuan, dan pelaksanaan pengembangan pendidikan Islam di Sekolah Dasar. Beberapa contoh pengembangan ilmu Islam di sekolah dasar menurut perspektif Al Jabiri: Pendidikan Akhlak dan Moralitas, Pendidikan Agama dan Bahasa Arab, Pengajaran Keterampilan dan Berfikir Kritis dan yang terakhir Pengajaran Sejarah Islam
Pendidikan Full Day School dalam Perspektif Epistemologi Muhammad ‘Abid Al- Jabiri
This paper presents about full day school education in the epistemology perspective of Muhammad 'Abid Al-Jabiri. Muhammad 'Abid Al-Jabiri is one of contemporary Islamic thinkers with the theories of bayani, ‘irfani and burhani. Where the theory of epistemology serve is a science that comes from a sacred text and the theory of ‘irfani epistemology derived from intuition while the theory of burhani epistemology derived from the principles of logic, ratio and reason. And this paper examines the education of full day school with the theories of bayani, ‘irfani and burhani. With the hope of third theory can be understood as effort to build and create paradigm of society about policy of full day school, so from various problematic causing the pros and cons to full day school concept which have been published by Mendikbud can be overcome
PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI MUHAMMAD ‘ABID AL- JABIRI
This paper presents about full day school education in the epistemology perspective of Muhammad 'Abid Al-Jabiri. Muhammad 'Abid Al-Jabiri is one of contemporary Islamic thinkers with the theories of bayani, ‘irfani and burhani. Where the theory of epistemology serve is a science that comes from a sacred text and the theory of ‘irfani epistemology derived from intuition while the theory of burhani epistemology derived from the principles of logic, ratio and reason. And this paper examines the education of full day school with the theories of bayani, ‘irfani and burhani. With the hope of third theory can be understood as effort to build and create paradigm of society about policy of full day school, so from various problematic causing the pros and cons to full day school concept which have been published by Mendikbud can be overcome
Relasi Turats dan Hadatsah : Komparasi Pendekatan Hasan Hanafi dan Muhammad Abid Al-Jabiri
Artikel ini berisi uraian tentang pendekatan Hasan Hanafi dan Muhammad Abid Al-Jabiri dalam memahami hubungan turats dan hadatsah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kedua pendekatan pemikir tersebut tentang turat dan hadatsah. Metode penelitian didasarkan sepenuhnya pada metode penelitian kepustakaan (library research) untuk referensi dan sumber primer dan sekundernya. Di antara temuan penelitian adalah: pertama, Hasan Hanafi dan Muhammad Abid Al-Jabiri berpikir bahwa turats murni baik, dan bisa menjadi alternatif untuk mencapai modernitas, terutama di masyarakat Arab serta komunitas Muslim pada umumnya. Kedua, keduanya menolak pembacaan dan pemahaman tradisionalis dan liberalis tentang turats karena mereka tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan. Ketiga, kedua pemikir ini mempelajari turats dan hadatsah melalui pendekatan filosofis. Akhirnya, pemikiran mereka dipengaruhi oleh beberapa pemikiran yang telah dikembangkan sebelumnya.
Kata Kunci : Turats, Hadatsah
Sweetcráve by Abid / Muhammad Abid Kamaruddin
This report is completed as part of the requirement for the course Principles of Entrepreneurships (ENT53). The purpose of this report is to highlight the marketing strategy used by Sweetcráve by Abid. The completion of this work is fully by analysing the marketing posts of Sweetcráve by Abid on Facebook page.
Sweetcráve by Abid has been registered under Companies Commission of Malaysia or Suruhanjaya Syarikat Malaysia (SSM) in May 2021. The business role is Dropshipper and categorised under Food & Beverages. Sweetcráve by Abid is established in 2021 and registered in March of the same year. Sweetcráve by Abid’s mission is to become dedicated producer and distributor of the said products, along with four core values which are quality, durability, innovation and community. While Sweetcráve by Abid’s vision is the be among the best and tastiest chocojar and chocolate cookies producer and distributor.
Sweetcráve by Abid offers three products in total. They are Sweetcráve Choco Crunchy series that has two varieties under it. The varieties are Dark Crunch and Sweet Crunch that mainly use two different type of chocolates, which are dark and milk chocolate. The third product is Sweetcráve Chocolate Cookies that has a combination of a premium chocolate sauce and Biscoff Caramel Biscuits. The products are sold from RM14.90 to RM25.00.
Sweetcráve by Abid Facebook page was created and has 763 total likes. The pre-launch post of Sweetcráve by Abid was made and posted on May 22 to create excitement among Facebook users. Sweetcráve by Abid officially launched on May 24. Sweetcráve by Abid has made a total of 12 hard sell posts that mainly focus on few elements such as price, ingredients and promotions. While there are six soft sell posts that covers the elements of awareness, customer service, reviews and informative knowledge
- …
