1,720,993 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
دور الإدارة التربوية في تأهيل مدير المدرسة: دراسة حالة بمدرسة الرحمة الثانوية بمدينة باتو
مستخلص البحث
يشهد عالمنا اليوم العديد من التغيرات والتحولات في جميع الميادين وعلى كافة الأصعدة، لذا بات من الضرورة أن يواكب هذه التغيرات وتطورات وإصلاحات في الميدان التربوي، من حيث أن التربية هي الأداة التي تبني الإنسان القادر على التعامل مع معطيات وخصوصيات الألفية الثالثة، ونتيجةً لذلك احتلت مسألة التطوير التربوي والإصلاح المدرسي مركز الصدارة في فكر التربويين وضمن أولوياتهم، وهدف هؤلاء إلى إحداث التطوير والإصلاح للواقع التعليمي في جوانبه كافة، إلا أن الاهتمام الأكبر انصب على مدير المدرسة من حيث أنه حجر الزاوية والركيزة الأساسية في عملية التطوير والتحديث، كما أنه الموجه الأساسي للعملية التعليمية وعلى كاهله تقع مسؤولية تحقيق أهداف النظام التعليمي.
لاشك أن التغييرات والتطورات المعرفية والعلمية والتقنية التي طالت مجالات الحياة كلها يجب أن تطال مديرالإدارة المدرسية إعداداً وتأهيلاً وتدريباً كي يكون قادر لنهوض
بأعباء الرسالة التربوية المنوطة به، إذ إنه يعد بحق أحد المدخلات الرئيسية للنظام التربوي، ومن هنا تبرز مسألة هامة وأساسيةوهي إعداد المدير الكفء القادر على قيادة عجلة التقدم والتطوروالمساهم في التنمية الشاملة للمجتمع. أ ما المنهج الذي يعتمد عليه الباحث فهو المنهج الكيفي،الذي يعتمد فيه الباحث بشكل أساسي على جمع المادة العلمية وتحليلها وعرض نتائج البحث، أما مجتمع هذا البحث فهو مدرسة الرحمة الثانوية بمدينة باتو، وأما ادوات البحث فالأداة المهمة والرئيسية هي الباحث نفسة حيث يقوم بتعين المشكلات البحث ، وجمع البيانات وتحليلها واستنباط نتائجها، ثم عن طريق القابلة حيث قام الباحث بمقابلة مدير مدرسة الرحمة الثانوية وبعض الموظفين وسألهم بعض الأسئلة التي تتعلق بالموضوع.
أما نتائج البحث فيمكن أن تتلخص فيما يلي:
أن الإدارة التربوية تعمل علي إقامة دورات تدريبية لمديري المدارس نظراً لوعيها بأهمية التدريب للرفع من مستوي مدير المدرسة المهني وزيادة كفاءته ليقوم بدورة القيادي في مدرستة.
أن الإدارة التربوية تختار للتدريب من لديهم الاستعداد لشغل إدارة المدارس وذلك بتدريب من ترجى فائدة من تدريبة وعدم ضياع الوقت والجهد والإمكانيات.
تقوم الإدارة التربويه بتدريب مدير المدرسة على أساليب الأشراف التربوي باعتباره مشرف مقيم.
ABSTRAK
Dewasa ini, Banyak sekali perubahan-perubahan dan inovasi-inovasi yang terjadi di segala bidang. Sehingga dalam dunia pendidikan kita perlu untuk mengikuti dan menyesuaikan perubahan-perubahan tersebut, karena pendidikan merupakan alat untuk mencetak manusia yang unggul yang mampu memberikan kontribusinya di era millennium ketiga ini. Adapun hasilnya adalah terselesaikannya masalah-masalah pengembangan pendidikan dan sekolah yang menjadi pusat tumpuan bagi para pendidik. Dan tujuan mereka adalah untuk melakukan pengembangan dan perbaikan hingga menjadikan kegiatan pembelajaran yang sempurna. Namun mayoritas perhatian mereka hanya terfokus kepada kepala sekolah yang notabenenya menjadi penanggungjawab atas pelaksanaan upaya-upaya pengembangan dan pembaruan dalam dunia pendidikan.
Tidak dipungkiri bahwa upaya-upaya perubahan dan pengembangan secara kognitif dan efektif yang meliputi semua aspek pendidikan tersebut harus dilakukan oleh kepala sekolah, baik mulai dari merencanakan, mengujicobakan dan melaksanakannya hingga mampu mewujudkan dan menumbuhkan visi misi pendidikan yang dikehendaki. Jadi sesungguhnya kepala sekolah merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam melaksanakan pendidikan. Dari sini bisa diketahui bahwa hal yang penting adalah bagaimana menyiapkan kepala sekolah yang professional yang mampu menjalankan roda kepemimpinan hingga menjadi maju dan berkembang serta berkontribusi dalam perkembangan masyarakat secara utuh.
Adapun metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif, dimana peneliti hanya bersandar pada materi-materi ilmiah, analisa dan hasil penelitiannya. Sedangkan objek penelitiannya adalah Madrasah Tsanawiyah Ar-Rohmah Batu. Perangkat penelitiannya adalah peneliti sendiri yang berusaha mengurai rumusan masalah, teknik pengumpulan data dan analisanya serta menyimpulkan hasilnya. Berkaitan dengan interview yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan mewancarai kepala sekolah dan beberapa pegawainya.
Adapun ringkasan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manajemen pendidikan bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelaitihan bagi para kepala sekolah, dimana pelaitihan tersebut dapat meningkatkan profesionalitas dan kemampuan mereka dalam menjalankan kepemimpinan di sekolah mereka.
2. manajemen pendidikan hendaknya dapat memilih bentuk pelatihan bagi mereka yang mempunyai kesiapan untuk mengurusi administrasi sekolah-sekolah, dan itu diberikan kepada yang membutuhkan pelatihan tersebut, tidak mengganggu dan membuang waktu mereka.
3. Pelaitihan menajemen pendidikan dilakukan bagi kepala sekolah dalam bentuk pendampingan pendidikan.
ABSTRACT
A number of changes and innovations are currently happening in many aspects of life. Our education should, therefore, follow and adapt with such changes because it is a medium to produce professional people who contribute much in today’s millennium era. In turn, they are supposed to be able to solve the problems of school development as the center of education. Their main duty is to improve the learning quality; yet, their attention mostly focuses on the headmaster, who is indeed responsible for any efforts of education development.
It is undeniable that the headmaster should handle the programs, which covers the systemic process of planning, implementing, and evaluating, for improving cognitive and affective aspects of education to achieve the desired vision and missions. As the headmaster is definitely one of the most vital elements in administering education, the authority and stakeholders should prepare the professional headmasters being able to run for the school leadership, advance the education institution, and actively participate in society empowerment.
This study applies qualitative approach in which the researcher relies on scientific materials and methods to identify, collect, and analyze the data. The research was administered in Madrasah Tsanawiyah Ar-Rohmah, Batu. The researcher himself acted as the instrument in answering the problems of the study, collecting –as well as analyzing– the data, and drawing the conclusion. The interview was addressed on the headmaster and some school staffs.
The result of the study shows that:
1. Education management might be improved by administering some training courses for the headmaster to develop their professionalism and leadership capacity at school;
2. Training for education management should be provided for those who need it and are well-prepared to deal with school administration. However, the training should not hinder their routine activities and time;
3. The training for the headmaster may take the form of education assistance
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
KERJASAMA ANTARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PROSES INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP SISWA MTS NEGERI I YOGYAKARTA
Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya perilaku menyimpang yang
dilakukan oleh siswa disinyalir sebagai dampak rendahnya internalisasi nilai-nilai
Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini pertama bertujuan untuk mendeskripsikan
bentuk kerjasama antara guru Pendidikan Agama Islam dengan guru Bimbingan
dan Konseling dalam proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di
MTs Negeri I Yogyakarta. Kedua bertujuan untuk menganalisis dampak kerjasama
guru Pendidikan Agama Islam dengan guru Bimbingan dan Konseling terhadap
internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam pada siswa di MTs Negeri I
Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar MTs
Negeri I Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik, sedangkan
informan yaitu guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan dan Konseling,
Kepala sekolah, dan siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan
menerapkan pola berpikir induktif. Analisis ini lebih merupakan pembentukan
abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Bentuk kerjasama antara Guru
Pendidikan Agama Islam dengan guru Bimbingan dan Konseling di MTs Negeri I
Yogyakarta bersifat formal yaitu kerjasama yang diatur secara resmi oleh madrasah.
Dalam prakteknya Guru Bimbingan dan Konseling lebih banyak menggunakan
pendekatan psikologis dalam memberikan bimbingan, sedangkan Guru
Pendidikana Agama Islam menggunakan pendekatan agama. Nilai-nilai yang
diinternalisasikan yaitu nilai Aqidah, nilai Ibadah, serta nilai Akhlak. (2) Pengaruh
kerjasama Guru Pendidikan Agama Islam dengan guru Bimbingan dan Konseling
yaitu peserta didik mengamalkan nilai Aqidah (melaksanakan Shalat Dzuhur
berjamaah), peserta didik mengamalkan nilai Ibadah (membiasakan diri untuk
membaca Al-Quran, Shalat Dhuha), peserta didik mengamalkan nilai Akhlak yaitu
dengan bersalaman, sopan santun dalam berperilaku, serta saling menghormat
Pembuatan Papan Komposit Berbahan Limbah Industri Kopi dan Plastik Bekas
Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas papan komposit hasil pengolahan
limbah ampas kopi dan plastik bekas, serta komposisi dengan kualitas terbaik dari
empat variasi komposisi berdasarkan SNI 03-2105-2006. Ampas kopi dipilih
sebagai filler karena kandungan ligninnya yang tinggi (33,6%), plastik bekas High
Density Poly Ethylene (HDPE) dipilih sebagai matriks karena sifat karakter
mekanisnya lebih baik dibandingkan dengan jenis plastik lain, dan ditambahkan
Maleat Anhidrida (MAH) sebagai compatibilizer. Empat variasi komposisi yang
digunakan adalah 50:50; 40:60; 30:70; dan 20:80 untuk perbandingan matriks dan
filler. Papan komposit dibuat dengan metode hot press pada suhu 180ºC, tekanan
25 kg/cm2, dan durasi hot press 20 menit. Metode uji dan standar nilai kualitas,
meliputi nilai kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, modulus elastisitas
lentur, keteguhan tarik tegak lurus, dan kuat cabut sekrup mengacu pada SNI-03-
2105-2006. Hasilnya nilai kerapatan (0,63 – 0,79 g/cm3), kadar air (1,37 – 2,98%),
pengembangan tebal (4,08 – 8,26%), modulus elastisitas lentur (3,77 x104 –
4,1x104 kgf/cm2), dan keteguhan tarik tegak lurus (5,33 – 19,46 kgf/cm2). Nilai
yang belum memenuhi standar adalah nilai kuat cabut sekrup (20,12 – 27,9
kgf/cm2). Hasil tersebut menunjukkan lima dari enam parameter kualitas produk
papan komposit telah memenuhi SNI-03-2105-2006. Komposisi dengan kualitas
terbaik adalah perbandingan matriks:filler 50:50.
Kata kunci: ampas kopi, HDPE, papan komposit, Maleat Anhidrida (MAH), daur
ulang
Implementation of BASEL-II in the Banking Industry (A Case study of Pakistani Banks)
Banking industry is exposed to different type of risks like credit, operational, interest rate risk, liquidity risk, foreign currency risk, compliance risk, reputational risk, and country risk. Banking industry can only become stable and stronger if they have proper tools to mitigate these risks. Due to product innovation and complexity of operations banks are giving more importance to mitigate these types of risks. Regulators (SBP) are emphasizing banks to develop their tools in order to control these risks. BASEL-II is a basic tool which is used internationally in banking sector to mitigate these risks. Our study is focused on the implementation of BASEL-II in Pakistani Banking Industry. Researcher has analyzed that its implementation will bring positive effect in the Pakistani banking industry. Moreover what are the basic challenges banks are facing during its implementation. Data have been collected from fifteen banks a combination of Large, Medium, Small, Islamic and foreign banks operating in Pakistan selected on random basis. Results are analyzed through Pie Charts. This research will be helpful for the banking professional especially associated with risk management division and working towards the implementation of BASEL-II. Basel-II is still in the phase of implementation in the Banking industry in Pakistan. This research will provide the base to those want to study the after implementation effects of Basel-II in the Banking industry
- …
