1,588 research outputs found

    Teologi Muhammad Abduh

    No full text
    Menarik untuk dikaji corak teologi Muhammad Abduh. Teologi rasionalkah yang mendorong lahirnya dinamisasi atau teologi tradisional yang mendorong kepada kondisi statis. Banyak orang tidak sepakat tentang corak teologinya. Tetapi yang harus dipahami adalah ketidaksepakatan itu merupakan cermin dari bervariatifnya barometer yang dijadikan standar untuk menilainya. Menurut pemikiran Muhammad Abduh tersebut, dapat dipahami bahwa wujud tersusun dari Khaliq dan Makhluk, adanya pencipta dan yang dicipta. Oleh karenanya, semua yang ada dalam wujud ini selain Allah Swt. Adalah makhlukNya. Alam terdiri atas alam abstrak dan alam nyata. Sedangkan alam manusia terbagi ke dalam dua golongan; golongan khawas dan awam. Dalam sistem teologi Abduh, akal mempunyai peranan yang sangat penting. Baginya, untuk memperoleh iman sejati dibutuhkan pemikiran rasional. Yang pasti, bagi Muh. Abduh, wahyu menaruh keyakinan yang amat dalam terhadap keunggulan wahyu dalam membantu akal untuk mengatasi kelemahannya. Yang pasti juga bahwa wahyu tidak hanya berfungsi sebagai informasi, tetapi juga berfungsi sebagai konfirmasi

    Muhammad Abduh

    No full text
    Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh pembaharuan pemikiran pendidikan agama Islam, di Mesir. Muhammad Abduh menuangkan ide pemikiran serta pembaharuannya di ranah pendidikan, dan ranah sosial keagamaan. Muhammad Abduh dilahirkan dari keluarga petani pada tahun 1849 yang bertepatan dengan jatuhnya pemerintahan Muhammad Ali. Abduh menimba ilmu di Al-Azhar, dan sebelumnya itu ia menempuh di Tanta. Kritik beliau dalam pendidikan yang pertama ialah, ia merasa bahwa pendidikan pada saat itu yang sangat tidak mendukung pemahaman dalam mempelajarinya. Terutma dalam hal pembelajaran bahasa Arab. Ia memiliki keinginan dalam memperbaiki uslub bahasa Arab baik itu media tulis pembelajaran bahasa Arab maupun dalam pembicaraan resmi negara. Ia melihat bahwa pendidikan umat Islam pada masa itu sangat-sangat mengalami pemunduran dikarenakan pola pikir para umat Islam yang hanya terpaku dengan masa lalu, berpikir jumud serta statis karena mereka tidak menggunakan akal yang diberikan oleh Allah Swt. kepada mereka. Abduh juga menggagas kurikulum yang integral. Sistem pendidikan yang diperjuangkan Muhammad ‘Abduh adalah sistem pendidikan fungsional yang bukan impor, yang mencakup pendidikan universal bagi semua anak, laki-laki maupun perempuan. Kurikulum yang mampu menjadikan pendidikan agar tidak monoton dan mampu memberikan perubahan

    MUHAMMAD 'ABDUH

    No full text
    Syekh Muhammad 'Abduh adalah seorang putera Mesir. lahir pada tahun 1849 dan wafat pada tahun 1905. Ayahnya bernama 'Abduh Khairullah dan lbunya bernama Junainah seorang wanita dari keluarga Arab yang mempunyai hubungan silsilah dengan orang besar Islam, Umar bin Khaththab. Di kalangan keluarganya 'Abduh khairullah termasuk seorang yang terpandang, begitu pula keluarga Junainah tidak kalah penting kedudukannya dikalangan keluarganya. Karena itu wajarlah kalau pasangan suami isteri ini terhormat pula di dalam masyarakat sekitarnya

    Muhammad ‘Abduh (Pemikiran Theologis)

    No full text
    Riwayat hidupnya Syeh Muhammad ‘Abduh adalah seorang putera Mesir. Lahir pada tahun 1849 dan wafat pada tahun 1905. Ayahnya Bernama ‘Abduh Khairullah dan ibunya Bernama Junainah seorang Wanita dari keluarga Arab yang mempunyai hunungan silsilah dengan orang besar Islam, Umar Bin Khaththab. Dikalangan keluarganya ‘Abduh Khairullah termasuk orang yang terpandang, begitu pula keluarga Junainah tidak kalah penting kedudukannya dikalangan keluarganya. Karena itu wajarlah kalua pasangan suami istri ini terhormat pula didalam masyarakat sekitarnya. Setelah beberapa tahun perkawinannya dengan Junainah berjalan, ‘Abduh Khairullah kawin lagi dengan Wanita lain. Dengan demikian Muhammad Abduh bertempat tinggal didalam sebuh rumah yang dihuni oleh beberapa orang Istri dan mempunyai beberapa orang anak pula. Keadaan semacam ini besar pengaruhnya terhadap pikirannya tentang perbaikan-perbaikan masyarakat Mesir. la banyak mendengar tentang penderitaan yang menimpa keluarga ayahnya karena kedzaliman penguasa, pada waktu itu. Hal ini tetap membekas pada sanubarinya

    Rekonstruksi Muhammad Abduh Dalam Pembaharuan Pendidikan Islam

    No full text
    Among many prominent figures of moslem scientists, Muhammad Abduh is one of the most passionate figures in reforming Islam. The efforts and various concepts of thought Muhammad Abduh indeed need to be appreciated, because the concept of thinking has been able to change the habit of a static society to become more dynamic. The concept of Islamic renewal by Muhammad Abduh can not be separated from the nature and character of the likes of knowledge. The reconstructions of the thought of Muhammad Abduh in the world of Islamic Education are Purification, Reformation, Islamic Defense, and Reformulation. Based on the Four Reconstructions, the educational reform and the reformulation of the law are his ultimate focus. The factors behind the renewal of Islamic education by Muhammad Abduh were social Factors Religion and Education factor Keywords: Muhammad Abduh, Islamic Education Reformulation

    PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH

    No full text
    This brief writing will parse the thought of Muhammad Abduh about Islamic education. Muhammad Abduh thinking about education is considered the beginning of the resurrection of the Muslims in the early 19th century. This is proven by the large number of writings he published in the magazine al-Manar and al-Urwat al-Wusqa ', so that it becomes the reference for the reformer in the Islamic world. He thought about education among islam contained in the system and structure of educational institutions, educational curricula and learning methods. According to the view of Muhammad Abduh, Islam is a religion which is a very rational, appreciate the human reason, since the intellect is the one of human potential, and Islam is highly recommend to use common sense. It is these Muhammad Abduh gives a very high award against reason and evelopment of science

    Menikahi Janda Perspektif Muhammad Abduh Tuasikal

    No full text
    Pernikahan adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad  ﷺ  yang sangat ditekankan dalam Islam. Nabi menganjurkan umatnya menikahi wanita yang masih gadis. Namun Nabi sendiri menikahi beberapa wanita yang sebagian besar adalah janda, menunjukkan bahwa menikahi janda memiliki keutamaan tersendiri. Terdapat stigma di masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap sebutan janda. Janda dianggap sebagai wanita lemah, dan tidak punya pelindung. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengulas permasalahan tersebut, agar dapat membantu dalam pertimbangan memilih calon istri yang berstatus janda, serta dapat mengangkat stigma negatif tentang janda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keutamaan menikahi janda dan aturan menikahi janda menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal. Pelitian ini memakai metode kualitatif dengan studi analisis konten. Teknik pengambilan data yaitu menemukan poin-poin penting dari berbagai media informasi yang selaras dengan penelitian. Adapun hasil pembahasan mengenai keutamaan menikahi janda perspektif Muhammad Abduh Tuasikal yaitu mendapat keutamaan bagaikan mujahid, serta mendapat kedudukan yang berdekatan dengan Nabi di surga. Adapun mengenai aturan menikahi janda perspektif Muhammad Abduh Tuasikal ialah janda berhak menentukan pilihan atas dirinya untuk menikah, dan menikahi janda harus dengan wali serta jatah malam pertama bagi seseorang yang berpoligami dengan janda adalah tiga hari

    AL-KASB MENURUT PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH

    No full text
    Muhammad Abduh adalah salah seorang pembaharu Islam. Corak pemikirannya banyak dipengaruhi oleh Syekh Darwisy dan Jamaluddin al-Afghani, karena pengaruh Syekh Darwisy Abduh menjadi orang yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan dari al-Afghani memperoleh metode mengejawantahkan pemikirannanya dalam kehidupan praktis. Abduh terkenal sebagai orang yang gigih dalam memperjuangkan pembaharuan dalam segala bidang, di antaranya politik, pendidikan, dan aqidah. Salah satu pemikiran Abduh adalah reformasi dalam bidang teologi, dan ini akan menjadi fokus kajian dari skripsi ini. Abduh melihat bahwa sebenamya dalam mewujudkan perbuatan daya manusia ikut serta didalamnya. Manusia tidak bersifat pasif, seperti yang terkesan dari gambaran al-Asy'ari. Dari arti kata al-kasb sendiri berarti usaha yaitu usaha manusia untuk memperoleh daya yang diberikan Tuhan untuk melaksanakan atau mewujudkan suatu perbuatan. Pilihan atas Muhammad Abduh dikarenakan pada waktu masa hidupnya, mazhab yang digunakan oleh masyarakat pada waktu itu adalah mazhab Asy' ariyah. Berdasarkan latar belakang di atas, ada beberapa rumusan masalah yang nantinya akan menjadi kajian dalam skripsi ini.pertama, pemikiran Abduh tentang al-kasb. Kedua, latar belakang mengapa Abduh memunculkan pandangan tentang al-kasb. Ketiga, implikasi sosial dari pemikiran al-kasb dalam kehidupan Abduh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran Muhammad Abduh tentang alkasb. Untuk mengetahui Jatar belakang Muhammad Abduh memeunculkan pandangan tentang al-kasb. Untuk mengetahui implikasi sosial dari pemikiran al-kasb dalam kehidupan pribadi Muhammad Abduh. Sedangkan sifat penelitian; yaitu: pertama, Deskriptif yang berarti berusaha menggambarkan konsep al-Kasb Muhammad Abduh sebagaimana adanya. Kedua, Analitis-interpretatif, karena ia berhubungan dengan upaya penguraian dan interpretasi terhadap pemikiran tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis. Adapun metode yang penulis pergunakan dalam menganalisa ialah metode Interpretasi, yaitu suatu proses menunjuk pada arti mengungkapkan, menuturkan, mengatakan sesuatu yang merupakan esensi realitos. Menurut Muhammad Abduh, al-kasb adalah perbuatan manusia ( al-Kasb atau af'il al- 'ibid) yang bertolak dari sebuah deduksi bahwa manusia adalah makhluk yang bebas memilih tindakannya, yang didasari akal, kemauan dan daya. Kebebasan manusia dibatasi oleh dua hal yang berimplikasi terhadap kesuksesan dan kegagalan idealismenya, yaitu: kelalaian (taq~ir) dan hukum sebab-akibat alamiah (sunnatullah). Dengan pertolongan Allah sebagai Realitas Tertinggi (Causa Prima), manusia bisa melampaui taq~ir dan sunnatullah. Al-Kasb tetaplah basil perbuatan manusia sebagai afirmasi terhadap takRf yang mewajibkan adanya pahala dan siksa. Pandangan Abduh tentang al-Kasb di atas, terejawantah dalam gerakan-gerakan pembaharuannya yang meliputi pendidikan, politik, hukum, dan social kemasyarakatan. Pemikiran pembaharuan yang diprakasai oleh Muhammad Abduh telah menjadi inspirasi bagi umat Islam di berbagai belahan dunia akan modernisme Islam dan revivalisme Isla

    PEMBIAYAAN PERNIKAHAN BAGI LAJANG PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL

    No full text
    Pernikahan adalah suatu ikatan yang diatur oleh agama dengan tujuan untuk menyatukan sepasang laki-laki dan perempuan dalam membentuk rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pembiayaan pernikahan bagi para lajang dan menemukan solusi pembiayaan pernikahan bagi para lajang dari perspektif Muhammad Abduh Tuasikal sehingga para lajang dapat menemukan pasangannya dan tidak bingung dengan biaya pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi analisis konten. Teknik pengambilan data utama dari video kajian dan buku milik Muhammad Abduh Tuasikal dengan menambahkan referensi dari artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah pembiayaan pernikahan yang sering ditemukan oleh para lajang menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal adalah masalah mahar dan walimah dengan persiapan keuangan yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh adat istiadat dari masing-masing daerah dan permintaan dari keluarga besar. Sedangkan solusi untuk masalah pembiayaan pernikahan bagi para lajang menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal adalah sering mencari informasi kepada keluarga atau teman tentang biaya apa saja yang harus dipersiapkan, melaksanakan walimah sesuai kemampuan, dan berusaha keras dalam melaksanakan pernikahan yang mudah.   Kata Kunci: Lajang, Biaya, Abduh Tuasikal. &nbsp

    Muhammad Abduh

    No full text
    Persoalan yang timbul dalam modernism tidak hanya dalam aspek istilah kebahasaan, melainkan juga berhubungan dengan aspek waktu serta aspek pemikiran, ideology, dan kultur. Modernisme ketika dikaitkan dengan awal waktu kemunculannya akan mengalami kesulitan menentukannya secara tepat, Walaupun modern atau modernism masih sulit didefinisikan secara utuh dan jelas, tetapi sebagai sebuah realitas sejarah, modernism memiliki nilai atau paradigm yang dapat dikenali sebagai karakteristik modernism itu sendiri, Secara umum ide pembaharuan Abduh paralel dengan ide pembaharu-pembaharu modern, seperti at-Tahtawi dan Jamaluddin al Afghani, Penulisan makalah ini menggunakan metode deskriptif. Pembaharuan Abduh merupakan respons terhadap kondisi umat Islam yang memprihatinkan di satu sisi, Usaha Abduh dalam memodernkan system dan lembaga pendidikan di Mesir. Serta sekaligus sebagai upaya untuk merubah kondisi umat Islam agar lebih cerah masa depannya. Ide gerakkan pembaharuan Abduh secara umum paralel dengan gerakan pemaharuan zaman pra-modern-Ibnu Taymiyah dan Muhammad Abdul Wahab-yakni, membersihkan paham-paham khurafat, bid’ah dan tahayul yang masuk ke dalam keyakinan dan praktek umat Islam. &nbsp
    corecore