659 research outputs found

    Konsep pendidikan integral studi pemikiran Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal

    No full text
    Penelitian yang berjudul pemikiran Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal tentang studi pendidikan Integral. Ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan integral menurut pandangan muhammad natsir dan juga konsep pendidikan integral dalam pandangan muhammad iqbal, dan juga untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut dan juga pendapat beberapa tokoh lainnya mengenai pemikiran muhammad natsir dan muhammad iqbal. Peneliti menggunakan beberapa metode antara lain: deduktif, induktif, historis, dan kontekstual. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-komperatif mengambarkan perbandigan pemikiran pendidikan integral studi terhadap pemikran muhammad natsir dan iqbal dengan melalui data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif. Setelah penelitian di selesaikan, maka dapat disimpulkan terdapat persamaan tentang konsep pendidikan integral studi pemikiran Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal tentang pendidikan integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikan agama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara barat dan timur. Islam hanya mengenal antagonisme antara hak dan bathil. Semua yang hak itu ia terima, biarpun datangnya dari barat, dan semua yang bathil akan ia singkirkan walaupun datangnya dari timur. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan rohani dan jasmani. Untuk mengimplementasikan pendidikan integral Muhammad Natsir dan Iqbal kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional, dan kurikulum agama. Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara badan danroh. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama Islam secara seimbang, begitujuga sekolah lembaga agama (pesantren) harus memasukkan kurikulum pendidikan nasional secara seimbang pula. Konsep pendidikan integral menurut Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal ini merupakan ide untuk pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang semakin banyak kaum sekuler untuk memisahkan agama dari kehidupan. Pada dasarnya PAI saat ini masih didiskriminasikan dalam pendidikan Sehingga peran PAI tidak terlalu nampak. dampaknya kepada anak didik. Oleh karenya pendidikan integral Muhammad Natsir dan Muhammad Iqbal ini melakukan. Dengan berlandaskan tauhid pendidikan integral akan berjalan

    KONSEP PENDIDIKAN INTEGRAL PERSPEKTIF MUHAMMAD NATSIR

    No full text
    Penelitian yang berjudul pendidikan integral di lembaga agama maupun umum dalam prespektif Muhammad Natsir, bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan integral di terapkan Muhammad Natsir di Indonesia ini. Penelitian menggunakan beberapa metode antara lain: library research,historis dan deskriptif. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian literatur dengan melalui data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan agama maupun umum. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan rohani dan jasmani. Untuk mengimplementasikan Pendidikan Integral Muhammad Natsir kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan kurikulum agama.Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara rohani dan jasmani. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama islam secara seimbang. Begitu pula dengan pesantren juga harus memasukkan pendidikan umum secara seimbang pul

    KONSEP INTEGRASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS PEMIKIRAN MUHAMMAD NATSIR)

    No full text
    Latar belakang penelitian ini adalah bahwa masih banyaknya anggapan dari masyarakat yang mereduksi atau mempersempit arti, peran dan fungsi agama yang hanya sebatas pada ritual ibadah semata. Hingga ke ranah pendidikan pun dikotomi tersebut masih mengakar sampai kepada sistem pendidikan, lembaga, kurikulum dan materi yang ada dalam komponen pendidikan saat ini. Hal ini juga disebut sebagai dikotomi keilmuan yaitu pembedaan antara keilmuan agama dan keilmuan umum. Kenyataan praktek pendidikan saat ini banyak yang mereduksi dan menyempitkan arti agama itu sendiri. Konsep Integrasi keilmuan ini sangat gencar disuarakan oleh Muhammad Natsir di masanya. Natsir yang notabene terkenal sebagai tokoh politik ini mengungkapkan gagasannya yang visioner dalam pendidikan Islam. Hal inilah yang menjadikan penulis berkeinginan untuk meneliti pemikiran Natsir dalam pendidikan Islam. Sedangkan tujuan dari penulisan ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran pendidikan Islam serta mencoba merekonstruk atau mebangun kembali sistem pendidikan yang mendikotomikan peran agama sebagai sumber segala keilmuan, sehingga terbentuk mindset di masyarakat yang tidak mendikotomikan keilmuan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, (Library Research) studi kepustakaan, dengan objek kajian mengambil pemikiran pendidikan yang dikemukakan oleh Muhammad Natsir . Pengumpulan data ini adalah dengan teknik dokumentasi, yaitu cara yang dilakukan dengan mencari data-data yang berupa teks,catatan yang bersumber baik dari tulisan Muhammad Natsir sendiri maupun tulisan orang lain yang berkenaan dengan kajian ini. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif yaitu upaya menafsirkan ide-ide dari Muhammad Natsir,kemudan ide-ide tersebut dianalisis secara mendalam untuk memeperoleh nilai positif dalam menjawab masalah masalah dalam penelitian ini. Pola berpikir yang digunakan adalah Induktif yaitu berangkat dari suatu pemikiran-pemikiran yang khusus kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Deduktif berangkat dari pemikiran yang bersifat umum kemudian ditarik suatu kesimpulan khusus. Hasil dari penelitian ini adalah :(1). Landasan Konsep Integrasi dalam Pendidikan Islam menurut Muhammad Natsir adalah: (a) Landasan Ideologis. (b) Landasan Historis. (c) Landasan Politis. (d) Landasan Sosio-Kultural. (2). Konsep Integrasi dalam Pendidikan Islam Menurut Muhammad Natsir adalah: (a) Pendidikan Integral. Mencakup: Tujuan Pendidikan Islam, Kurikulum Pendidikan Islam, dan Metode Pendidikan Islam. (b) Pendidikan Harmonis, terletak pada tiga hal: Integrated Curriculum (kurikulum yang terintegrasi), dengan Mempersiapkan tenaga Pendidik Profesional, Penguasaan Bahasa Asing. (c) Pendidikan Universal, mencakup: Umat Islam harus menghilangkan dikotomi, serta Belajar boleh kemana saja

    KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MUHAMMAD NATSIR

    No full text
    This article examines the concept of the Islamic education curriculum according to Muhammad Natsir. This study is included in the library research category. The study method used is descriptive-analytical. The primary data in this study came from the book Capita Selecta by Muhammad Natsir. The results of this study indicate that Muhamamd Natsir has made curriculum reforms during his time. The curriculum offered by Muhammad Natsir is an integrated curriculum that integrates religious and general education as the synthesis of the current dichotomy of the Islamic education curriculum

    Integrasi Dakwah Muhammad Natsir di Indonesia

    No full text
    Dakwah merupakan upaya untuk menyebarluaskan Agama Islam. Dakwah Islam merupakan salah satu upaya yang positif yang dilakukan baik dengan aktivitas lisan, tulisan maupun perbuatan. Dakwah dilakukan dengan maksud menyeru, mengajak, bahkan mempengaruhi cara berpikir seseorang, cara berbicara, serta cara bersikap seseorang. Untuk itu dakwah sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia serta realitas sosial disekitarnya. Muhammad Natsir, seorang ulama dan politisi, menjadi salah satu tokoh penting dalam Sejarah dakwah di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep danwah MuhammadNatsir dan implementasinya di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah library research atau kajian pustaka, yang mana data-datanya didapatkan dari buku, jurnal, baik online ataupun offline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep dakwah Muhammad Natsir sangat komplesk dan berlandaskan pada al-Qur’an dan sunnah. Dalam konsepnya tertuang tujuan dakwah yaitu untuk melanjutkan Risalah Rasulullah dan mengembalikan manusia ke fitrahnya. Muhammad Natsir menekankan metode dakwahnya melalui hikmah, dalam pandangan Muhammad Natsir metode bi al-Hikmah merupakan pangkal dari metode dakwah yang memiliki keterkaitan dengan metode dakwah lainnya. Adapun syarat yang harus dipersiapkan bagi muballigh adalah persiapan mental, dan persiapan ilmiyah. Sedangkan implementasi dakwah Muhammad natsir di Indonesia adalah dengan didirikannya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang menjadi sarana pemberdayaan umat melalui program sosial seperti Pembangunan masjid, penyebaran da’i ke daerah terpencil dan adanya Lembaga naungan DDII yang meliputi STID Muhammad Natsir, Laznas DDII, dan Safari Hudaya

    Sinergitas Pemikiran Muhammad Natsir di Bidang Teologi, Pendidikan dan Poltik: Suatu Kajian Perspektif Pemikiran Politik Islam

    No full text
    Abstract: This paper is a study of Islamic Political Thought. The philosophical approach and content analysis through several works of figures concerned was used. Thought from Muhammad Natsir was became the object, she is known as  a nationally figure who has served as Prime Minister of Indonesia. This study aims to reveal patterns of his thought as a politician with international reputation. The result of this research found that Muhammad Natsir is a Muslim thinker who has written several books in many field of study. His writing mostly in the fields of religion, education and politics. These three field are integrated in his systems thinking. Researcher find synergy from his thoughts on these three field. Religion is a matter of life and death (ultimate), education is the most effective way to internalize the teachings of Islam, while politics is the power that can be utilized to actualize the teachings of religion in social life.Keywords: Muhammad Natsir, Synergy, Religion Thought, Education Tought, Political ThoughtAbstrak: Karya ilmiah ini merupakan suatu studi Pemikiran Politik Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan filosofis dan konten analisis melalui beberapa karya tokoh yang bersangkutan. Yang menjadi obyeknya adalah pemikiran Muhammad Natsir, seorang tokoh nasional yang pernah menjabat Perdana Menteri Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan corak pemikiran Beliau sebagai seorang politisi yang memiliki reputasi internasional. Hasil penelaahan penulis menemukan bahwa Muhammad Natsir adalah seorang pemikir muslim yang telah menulis buku dalam beberapa bidang, Tulisannya paling menonjol terutama di bidang agama, pendidikan dan politik. Ketiga bidang ini menyatu dalam sistem pemikirannya. Penulis menemukan sinergitas pemikiran beliau pada ketiga bidang tersebut. Agama adalah soal hidup hidup dan mati (ultimate), pendidikan adalah jalan yang paling efektif untuk menginternalisasikan ajaran agama Islam, sedangkan politik adalah power yang dapat dimanfaatkan untuk mengaktualisasikan ajaran agama dalam kehidupan sosial.Kata Kunci: Muhammad Natsir, Sinergitas, Pemikiran Agama, Pemikiran Pendidikan, dan Pemikiran Politi

    Perbandingan pemikiran politik Islam Muhammad Natsir dengan Habib Muhammad Rizieq Shihab

    No full text
    Skripsi yang berjudul “Perbandingan Pemikiran Politik Islam Muhammad Natsir dengan Habib Muhammad Rizieq Shihab” mempunyai tiga fokus penelitian yakni: (1) biografi Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab. (2) dakwah Islam Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab serta eksistensi organisasi yang didirikan keduanya. (3) Pemikiran Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam sebagai dasar negara dan perbandingan pemikiran keduanya. Penelitian ini merupakan library research dengan metode penelitian yang digunakan ialah metode sejarah yang menerapkan empat tahap yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun sifat dari penelitian ini rermasuk deskriptif kuakitatif dengan metode pengumpulan data dan berbagai informasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dan pendekatan intelektual. Pendekatan sejarah digunakan untuk mengungkap sejarah Islam di Indonesia, sedangkan pendekatan intelektual digunakan untuk mengetahui lebih dalam seluk beluk mengenai pemikiran Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam sebagai dasar negara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori eksistensialisme teistik, teori yang berfokus kepada pemikiran Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam untuk dijadikan ideologi negara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa: (1) riwayat hidup muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai lingkungan sosial dan politik serta karir-karir keduanya. (2) penerapan dakwah Islam yang dibawa oleh Muhammad Natsir dan penerapan dakwah Islam yang dibawa oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab mempunyai persamaan dan perbedaan, baik dari segi organisasi yang didirikan maupun implementasi metode dakwah keduanya. (3) pemikiran politik Islam yang dibawa Muhammad Natsir dan Habib Muhammad Rizieq Shihab mengenai Islam sebagai ideologi dasar negara Republik Indonesia serta perbandingan dari pemikiran kedunya mengenai penerapan Islam di Indonesia

    Konsep pendidikan integral perspektif pemikiran pendidikan Muhammad Natsir

    No full text
    Penulis mengambil pemikiran Muhammad Muhammad Natsir tentang pendidikan integral sebagai pijakan atau alat analisa untuk melihat pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAl) di Indonesia. Untuk kemudian dapat memberikan suatu tawaran atau solusi dari hasil analisa yang diperoleh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: bagaimana konsep pendidikan integral perspektif pendidikan Muhammad Muhammad Natsir, bagaimana implementasi pendidikan integral perspekti Muhammad Natsir, dan mengapa pendidikan integral menurut pemikiran Muhammad Natsir harus di implementasikan. Untuk memperoleh hasil penelitian tersebut, peneliti menggunakan beberapa metode antara lain: deduktif, induktif, historis, dan kontekstual. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pemikiran Muhammad Natsir tentang pendidikan integral adalah model pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikrul agama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara barat dan timur. Islam hanya mengenal antagonisme antara hak dan bathil. Semua yang hak itu ia terima, biar pun datangnya dari barat, dan semua yang bathil akan ia singkirkan walaupun datangnya dari timur. Dengan pendidikan integral tercipta anak didik yang mementingkan ruhani dan jasmani. Untuk mengimplementasikan pendidikan integral Muhammad Natsir kurikulum yang dipakai adalah kurikulum nasional dan kurikulum agama. Serta melaksanakan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara badan dan roh. Pada sekolah umum harus memasukkan pendidikan agama Islam secara seimbang, begitu juga sekolah lembaga agama (pesantren) harus memasukkan kurikulum pendidikan nasional secara seimbang pula. Konsep pendidikan integral Muhammad Natsir ini merupakan ide untuk pembaharuan Pendidikan Agama Islam, yang sekarang semakin banyak kaum sekuler untuk memisahkan agama dari kehidupan. Pada dasarnya PAI saat ini masih didiskriminasikan dalam pendidikan nasional. Sehingga peran PAl tidak terlalu nampak dampaknya kepada anak didik. Oleh karenanya pendidikan integral Muhammad Natsir ini dilakukan. Dengan berlandaskan tauhid pendidikan akan integral akan berjalan

    Konsep Pendidikan dalam Perspektif Muhammad Natsir

    No full text
    This study aims to determine the concept of education and Muhammad Natsir. The method used in this research is a qualitative method with a library research approach. The results of this study explain that education is something that is very important in human life. The urgency of education makes education experts give a lot of ideas in order to improve the quality of education itself. One of the national figures who cares about the world of education is Muhammad Natsir. Muhammad Natsir contributed many thoughts inorder to advance education in Indonesia. According to Natsir, education must be based on Tauhid. Eliminating monotheism in the world of education is a very big mistake and also a very big negligence. Muhammad Natsir also offers an integral direction of education. This means that in the world of education there is no longer any separation between religion and science. Islam has a concept of not separating religion and science. Separating religion and science means opening up opportunities to secularize science and also to secularize education. The integration of science will make the science in the garden bring people to know who the creator is

    Demokrasi dalam Pemikiran Politik Muhammad Natsir (1945-1950)

    No full text
    Democracy is commonly discussed and often debated. Talk of democracy hasexisted since 2500 years ago in Greece , in the city of Athens . Many countries in theworld with democratic systems , including Indonesia, the largest Muslim country in theworld . This research will raise the idea of democracy offered by a politician andMuslim intellectuals , Muhammad Natsir . Natsir reject the spirit of modern democracybackgrounds Western secular culture . Because Natsir considers it is not in accordancewith the guidance and teachings of Islam . The purpose of this study are : First , analyzeand explain about democracy in the political thought of Muhammad Natsir (1945-1950). Second , the view expressed by Muhammad Natsir on Election (voting ) .The method used in this research is qualitative research analysis model isdescriptive. By collecting and interpreting the data and then analyze and examine itmore clearly as factors related to the phenomenon under investigation, in this caseliterature be related deepen the political thought of Muhammad Natsir on Democracy.Thus, this study also called library research. Based on the findings of this study showthat: First, democracy is an elaboration of the theistic Gods sovereignty and thesovereignty of the people. In the opinion of Natsir, Islam is not a full democracyadherents nor theocracy whole, Islam is Islam. And the question of democracy theisticstated by Muhammad Natsir is that the ideas of Islam in the state could accept the rulesof the secular (reason, intuition, experience), then Islam complete with relevation(revelation). Secondly, Based on democratic practices related to the General Electionthen Natsir view of the election should be carried out with a record of consensusagreement must be contained.Keywords : Political Thought , Democracy Theistic , Muhammad Natsir
    corecore