1,721,332 research outputs found

    Muhammad Ichsan Hadjri's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Fig. 1 in Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae)

    No full text
    Fig. 1. Sampling sites of R. cf. norhayatiae MZB Amph 32625, R. cf. reinwardtii MZB Amph 32626, MZUA 210115‒210116, and R. nigropalmatus MZUA 210113 ‒ 210114, MZB Amph 32627 in Sumatra.Published as part of Fajri, Muhammad Ichsan, Tjong, Djong Hon & Hamidy, Amir, 2023, Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae), pp. 303-316 in Raffles Bulletin of Zoology 71 on page 304, DOI: 10.26107/RBZ-2023-0023, http://zenodo.org/record/781614

    Fig. 5 in Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae)

    No full text
    Fig. 5. Sumatran specimen of R. reinwardtii MZB Amph 32626. A, ventral view; B, dorsal view; C, dorsolateral view; D, webbing of hands. Scale = 10 mm.Published as part of Fajri, Muhammad Ichsan, Tjong, Djong Hon & Hamidy, Amir, 2023, Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae), pp. 303-316 in Raffles Bulletin of Zoology 71 on page 309, DOI: 10.26107/RBZ-2023-0023, http://zenodo.org/record/781614

    Fig. 3 in Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae)

    No full text
    Fig. 3. Sumatran specimen of R. norhayatiae, MZB Amph 32625. A, ventral view; B, dorsal view; C, dorsolateral view; D, webbing of left hand. Scale = 10 mm.Published as part of Fajri, Muhammad Ichsan, Tjong, Djong Hon & Hamidy, Amir, 2023, Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae), pp. 303-316 in Raffles Bulletin of Zoology 71 on page 308, DOI: 10.26107/RBZ-2023-0023, http://zenodo.org/record/781614

    Fig. 6 in Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae)

    No full text
    Fig. 6. Comparison of dorsal view of webbings of A, R. reinwardtii, B, R. norhayatiae, and C, R. reinwardtii var. lateralis. The webbing colouration of R. reinwardtii var. lateralis is predominantly black which is most similar to R. norhayatiae rather than to R. reinwardtii. The figure of R. reinwardtii var. lateralis was modified from Werner (1900).Published as part of Fajri, Muhammad Ichsan, Tjong, Djong Hon & Hamidy, Amir, 2023, Identification and taxonomic status of a Sumatran population of Norhayati's gliding frog (Anura: Rhacophoridae), pp. 303-316 in Raffles Bulletin of Zoology 71 on page 312, DOI: 10.26107/RBZ-2023-0023, http://zenodo.org/record/781614

    PERAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT DALAM PENGAWASAN PENYIARAN MELALUI MEDIA TELEVISI LOKAL MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN

    Get PDF
    PERAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT DALAM PENGAWASAN PENYIARAN MELALUI MEDIA TELEVISI LOKAL MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN (Muhammad Ichsan, 1610113009, Fakultas Hukum, Universitas Andalas, 2021, 52 halaman) ABSTRAK. Dalam kehidupan manusia di dunia ini pada hakikatnya tidak akan pernah lepas dari berkomunikasi, karena dengan adanya komunikasi dapat menciptakan hubungan yang sangat erat antar manusia dengan manusia lain-nya. Dalam berkomunikasi pada dewasa ini sudah sangat banyak teknologi yang mumpuni dalam menunjang masyarakat untuk berkomunikasi dengan masyarakat lainya. Salah satu media komunikasi yang masih ramai digunakan masyarakat adalah televisi dengan menyaksikan yang disajikan oleh lembaga penyiaran diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia untuk wilayah pusat dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah untuk wilayah daerah. Pada pelaksanaanya, tidak sedikit lembaga penyiaran yang diberikan sanksi oleh lembaga pengawas penyiaran di Indonesia dikarenakan ditemukanya pelanggaran-pelanggaran yang diawasi secara langsung oleh Komisi Penyiaran Indonesia maupun laporan dari masyarakat yang menyaksikan tayangan tersebut. Temuan masalah yang ditemuakan oleh penulis yang pertama, Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat Dalam Pengawasan Penyiaran Melalui Media Televisi Lokal Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, kedua, Mekanisme Pengawasan yang Dilakukan Komisi Penyiaran yang Dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat dalam Mengawasi Media Televisi Lokal, ketiga, Sanksi yang Diberikan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat Kepada Media Televisi Lokal yang Melanggar Aturan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dengan pendekatan yuridis empiris. Hasil yang didapat dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui peran, mekanisme dan sanksi yang dilakukan dan diberikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia kepada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran-pelanggaran sesuai dengan yang telah tertera dalam program perilaku penyiaran dan standar program siaran

    THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ WILLINGNESS TO COMMUNICATE AND THEIR SPEAKING PERFORMANCE AT THE TENTH GRADE OF MAN 1 PEKANBARU

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Ichsan Al Hafiz (2020): Hubungan antara Keinginan Siswa dalam Berkomunikasi dan Kemampuan Speaking Siswa di MAN 1 Pekanbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara keinginan siswa dalam berkomunikasi dan kemampuan speaking siswa di MAN 1 Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 244 siswa yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penilitian kuantitatif dengan metode korelasi. Dalam mengumpulkan data, penulis menyebarkan angket kepada responden untuk menilai keinginan siswa dalam berkomunikasi yang terdiri dari 55 butir pernyataan dan menggunakan dokumentasi dari nilai speaking siswa yang telah dibuat oleh guru bahasa Inggris. Penulis menggunakan Spearman yang dianalisa menggunakan program SPSS 26.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai sig. r obtained 0.000 dimana lebih rendah dari pada nilai alfa (0.05). Itu menunjukkan bahwa Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Nilai r hitung adalah 0.875 > r tabel adalah 0.125. Bisa disimpulkan bahwa, ada hubungan antara keinginan siswa dalam berkomunikasi dan kemampuan speaking siswa di MAN 1 Pekanbaru. Kata kunci: Keinginan dalam Berkomunikasi, Kemampuan Speaking

    PENINGKATAN KOMPETENSI PRAKTIK MATA PELAJARAN SISTEM PENGAPIAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI 1 WATANG PULU

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Ichsan Dahlan. Peningkatan Kompetensi Praktik Mata Pelajaran Sistem Pengapian Siswa Kelas XI Teknik Kendaran Ringan SMK Negeri 1 Watang Pulu. Makassar: Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. 2019. Muhammad Yahya & Syafiuddin. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yang bertujuan meningkatkan kompetensi praktik mata pelajaran sistem pengapian pada siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Watang Pulu. Subjek penelitian berjumlah 21 orang. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, setiap 1 siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II , (1) siswa yang tepat waktu mengikuti pelajaran meningkat sebesar 7,13%, (2) siswa yang menjawab pertanyaan meningkat sebesar 1,98%, (3) mengajukan pertanyaan meningkat sebesar 3,15% (4) mengumpulkan tugas tepat waktu meningkat sebesar 5,95%, (5) melakukan kegiatan lain-lain pada saat proses belajar mengajar berlangsung sepertiribut dan main-main berkurang sebesar 25,39%, (6) mencatat materi pelajaran/membuat resume meningkat sebesar 29,37%, (7) siswa yang terlambat mengikuti pelajaran berkurang sebesar 8,06%. Sebelum adanya penerapan model pembelajaran berbasis masalah nilai rata-rata tes awal (pretest) adalah 56,90, tetapi setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah nilai rata-rata siswa menjadi 72,57 pada siklus I dan 79,00 pada siklus II. Terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar 15,67 dari tes awal ke siklus I dan 6,43 dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan hasil penelitian bahwa dengan model pembelajaran berbasis masalah dapat Meningkatkan Kompetensi Praktik Mata Pelajaran Sistem Pengapian Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Watang Pulu. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Peningkatan Kompetensi Prakti

    Ritual ganti kelambu sebagai pengembangan obyek daya tarik wisata Makam Syekh Junaedi al Baghdadi Desa Randusanga Kabupaten Brebes

    Get PDF
    Penulis Muhammad Ichsan Nurpujanto, NIM: 1901036055, Skripsi Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan Judul “Ritual Ganti Klambu Sebagai Pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata Makam Syekh Junaedi Al Baghdadi Desa Randusanga Kabupaten Brebes”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi ritual ganti klambu makam Syekh Junaedi Al Baghdadi di Desa Randusanga Kabupaten Brebes dan mengetahui strategi pengembangan obyek daya tarik wisata religi makam Syekh Junaedi Al Baghdadi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, untuk mendapatkan data yang diperlukan peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, metode observasi, dan metode dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa makam Syekh Junaedi Al Baghdadi merupakan makam yang bersejarah dan makam yang memiliki unsur budaya yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Salah satu budaya yang dapat dijadikan pengembangan obyek daya tarik wisata di makam Syekh Junaedi Al Baghdadi yakni ritual ganti kelambu. Ritual ganti kelambu merupakan suatu tindakan religi dan Tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktian kepada Allah SWT. Ritual adalah bentuk upacara keagamaan yang bertujuan untuk penghormatan kepada seseorang yang memiliki pengaruh besar. Ritual ganti kelambu makam Syekh Junaedi Al Baghdadi dapat dijadikan strategi dalam pengembangan wisata yang ada di Desa Randusangan Weytan Kabupaten Brebes. Maka dari itu tradisi ritual ganti kelambu harus dikelola dengan baik sebagai strategi untuk menarik minat berkunjung wisatawan ke makam Syekh Junaedi Al Baghdadi. Dalam penelitian ini analisis pengembangan wisata menggunakan analisis SWOT yakni Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), Ancaman (Threats). Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi yang diharapkan dapat memecahkan suatu masalah terutama dalam pengembangan obyek daya tarik wisata makam Syekh Junaedi Al Baghdadi melalui ritual ganti kelambu

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMANFAATAN SAWAH SEWAAN UNTUK PRODUKSI BATU BATA (Studi Kasus di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek)

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Ichsan Meidiansyah, NIM 17101163094, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemanfaatan Sawah Sewaan Untuk Produksi Batu Bata (Studi Kasus di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek)” Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, IAIN Tulungagung, 2021, Pembimbing: Abdul Khoir Wattimena, M.H Kata Kunci: Hukum Islam, Pemanfaatan Sawah Sewaan, Produksi Batu Bata Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya oknum penyewa tanah sawah sewaan Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek yang mengambil volume tanah sewaan sebagai bahan campuran batu bata. Hal tersebut tidak sesuai dengan perjanjian sewa tanah bengkok yang telah disepakati. Perjanjian tanah sewa disepakati pemanfaatannya untuk ditanami bukan digunakan sebagai bahan campuran batu bata yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanah sewa. Fokus penelitian dalam pemanfaatan sawah sewaan ini adalah: 1) Bagaimana praktek pemanfaatan tanah sawah bengkok untuk produksi batu bata di Desa Bendoagung? 2) Bagaimana tinjauan hukum islam terhadap pemanfaatan tanah sawah bengkok untuk produksi batu bata tersebut? Metode penelitian yang menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan kulitatif yang juga termasuk studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik menarik kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triagulasi. Tahap-tahap penelitian dimulai dari tahap persiapan, pendahuluan, pelaksanaan, analisis data, laporan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tanah bengkok merupakan tanah yang diberikan kepada perangkat Desa Bendoagung untuk dikelola selama masih menjabat di pemerintah Desa. Perjanjian sewa tanah sawah bengkok dilakukan sesuai adat, ijab-qabul secara lisan tanpa adanya hukum tertulis. Tipe sewa terjadi dua macam, yakni sistim pembayaran bagi hasil dan sistim pembayaran diawal dengan jangka waktu disepakati. Permasalahan sewa terjadi ketika beberapa petani mengambil volume tanah secara berlebih pada setiap kali penanaman kembali dan digunakan untuk bahan campuran batu bata. Pada jenis transaksi sewa sawah bengkok dengan sistim bagi hasil pengelolaan sawah dapat diawasi secara langsung. Tanah galian sawah akan ditumpuk ditepian sawah sebagai jalan atau pembatas sawah. Setiap kali melakukan penggalian tanah akan menghasilkan 500 biji batu bata dengan keuntungan 250.000 rupiah. 2) Jika dilihat dari segi pelaku akad, pelaksanaan akad, ujrah (uang sewa), dan obyek sewa telah sesuai dengan hukum Islam. Yang menjadikan akad sewa batal adalah ketika muncul oknum yang menggali tanah secara berlebih untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran batu bata
    corecore