858 research outputs found
GAGASAN TASAWUF KONTEKSTUAL K. H. HAMDANI BAKRAN ADZ DZAKIEY AL BANJARI
The background of this paper is from the problem that happened on the relation between Islam and knowledge in the muslim contemporary discourse. The problem is the irrelevancy between Islamic knowledge and the challenges facing by muslim people today. To overcom the problem many inttelectual muslims suggest the solution. One of them in sufism field done by K. H. Hamdani Bakran Adz Dzakiey Al Banjary. The are some basic ideas from K. H. Hamdani to make a contextual sufism. Some of them, he named his idea with the prophetic intelligence as the name of his sufism; he also put the prophet Muhammad as the life model of his pschology. Actually, the idea of K. H. Hamdani is part of the current issue on Islamic contemporary discourse that to make Islam as the knowledge, and he did it in sufism field
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KELUARGA PERSPEKTIF KITAB ADAB AL-ISLAM FI NIDHAM AL-USROH KARYA SAYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL MALIKI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan pendidikan multikultural dalam keluarga perspektif kitab Adab Al-Islam Fi Nidham Al-Usroh karya Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. (2) Untuk memaparkan relevansi pendidikan multikultural dalam keluarga perspektif kitab Adab Al-Islam Fi Nidham Al-Usroh karya Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki terhadap pendidikan multikultural di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik studi dokumentasi atau yang dikenal dengan telaah dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan Interpretasi. Teks yang ditelaah adalah teks yang ada di kitab Adab Al-Islam Fi Nidham Al-Usroh.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai pendidikan multikultural dalam pendidikan di lingkungan keluarga dalam kitab Adab AlIslam Fi Nidham Al-Usrah karya Sayid Muhammad Muhammad bin Alawi AlMaliki. Yang mana nilai-nilai ini menjadi konsep pendidikan multikultural dalam lingkungan keluarga perspektif kitab Adab Al-Islam Fi Nidham Al-Usrah karya Sayid Muhammad Muhammad bin Alawi Al-Maliki ini. Selanjutnya penelitian ini menunjukkan adanya relevansi yang bagus antara konsep pendidikan multikultural dalam keluarga yang terdapat dalam kitab Adab Al-Islam Fi Nidham Al-Usrah dengan pendidikan multikultural di Indonesia
THE ROLE OF SYED ALI HAMDANI IN THE REFORMATION OF BALTISTAN SOCIETY: A HISTORICAL AND ANALYTICAL REVIEW
This study explores the role of Syed Ali Hamdani in the reformation of Baltistan society, tracing his profound influence on the region\u27s religious, cultural, and socio-political landscape. Syed Ali Hamdani, a revered Sufi scholar and missionary of the 14th century, played a pivotal role in introducing Islam to Baltistan, shaping its spiritual and societal structure. His teachings and missionary work laid the foundation for Islamic practices, leading to the gradual transformation of the local population from their earlier religious beliefs to Islam. His successors, including Syed Muhammad Noor Bakhsh and Mir Shamsuddin Iraqi, further propagated his teachings, solidifying Islamic influence in the region.
The research provides a historical and analytical review of Hamdani’s contributions, highlighting his establishment of mosques, Khanqahs, and educational institutions that became centers for religious learning and governance. His emphasis on Sufi principles of justice, morality, and spiritual enlightenment significantly altered the cultural and ethical framework of Baltistan. Additionally, the study examines the socio-political changes triggered by his influence, including the rise of Islamic jurisprudence and governance models that reshaped the traditional structures of power in Baltistan.
By drawing from historical manuscripts, local traditions, and scholarly works, this paper underscores the lasting impact of Syed Ali Hamdani\u27s efforts in shaping Baltistan’s identity. His role in promoting literacy, economic self-sufficiency, and social harmony through Islamic teachings remains a cornerstone of the region’s historical evolution. The study concludes that his legacy continues to be a defining element of Baltistan’s cultural and religious heritage, with his teachings still resonating in contemporary religious and social practices
Debut Politik Muhammad Ibn Abdul Wahhab & Muhammad Ibn Saud
Pada pertengahan abad 18 tepatnya tahun 1746, kekuasaan baru Saudi Arabia berhasil dibentuk dan dimulai dengan dua orang yang berpengaruh yakni Muhammad Ibn Saud dan Muhammad ibn Abdul Wahhab. Melalui otoritas keagamaannya, kedua tokoh ini melalui beberapa gagasan-gagasannya yang terobsesi memurnikan syariat Islam dari perilaku bid’ah, khurafat, dan takhayul. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik lebih jauh bagaimana pemikiran teologi Muhammad Ibn Abdul Wahhab, kondisi sosial, ekonomi Arab Saudi, dan pengaruhnya dalam dunia perpolitikan hingga terbentuknya al-Mamlakah al-‘Arabiyyah al-Su’udiyyah? Penelitian ini menggunakan riset berbasis pustaka (library-based research), yaitu dengan mengumpulkan data sekaligus meneliti refrensi-refrensi terkait yang digunakan untuk memberikan gambaran yang dimaksud dengan mengacu pada tulisan-tulisan Muhammad Ibn Abdul Wahhab sebagai sumber primer dan literatur-literatur lain yang berkaitan dengan objek penelitian sebagai sumber rujukan sekunder
ANALISIS DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Studi Putusan Nomor: 245/ Pid.B/ 2023/ PN.Sda dan Putusan Nomor: 249/ Pid.B/ 2023/ PN.Sda)
ABSTRACS
Name : Muhammad Hamdani
NIM : 201710110311356
Title : ANALYSIS OF DISPARITAS DECISIONS OF JUDGES IN THE PROCESS OF CIVIL MEASURES (Study Decision No. 245/Pid.B/2023/PN.Sda and Decision Number: 249/Pid.B/2023/PN.SDA)
Adviser : 1. Dr. Catur Wido Haruni, S.H., M.Si., M.Hum
2. Nu’man Aunuh, S.H.,M.Hum
According to the state judgment Sidoarjo Decision No. 245/Pid.B/2023/PN.Sda and Decision Number: 249/PPID.B/2023/PN.Sda which stated that the defendant had been proven to have committed the crime of theft by violence, as in the general prosecutor's claim in artArticle5 paragraph 4 of the Code of Criminal Procedure, threatened with the death penalty or a life sentence or for a certain period not exceeding 20 years. Then the judge's assembly had its own opinion on the matter, and the judges' assemblies sentenced them to 14 years in prison and the other to 12 years. Based on the description th,e subject of the problem in this secrecy is how the judge's basis of consideration in the judgment Numnumber5/Pid.B/2023/PN.Sda and the Judjudgment.number9/PID.B/2023/PN.Sda and how the disparity of the fall of criminal sanctions in the case of the crime of theft with violence is reviewed fbythe justic
Psikologi Profetik: Dalam Kacamata Filsafat Ilmu Studi Pemikiran K.H. Hamdani Bakran Adz Dzakiey
Salah satu dari sedikit pengkaji dan praktisi tasawuf masa kini
adalah K.H. Hamdani Bakran Adz Dzakiey, - seorang keturunan Syekh
Muhammad Arsyad Al Banjary, yang saat ini berdomisili di Yogyakarta, mencoba memecahkan kebuntuan serta kegagapan Islam dalam
memenuhi kebutuhan psikis-spiritual manusia modern, Pengalaman spiritual dalam laku sufi yang dilakukannya, kemudian ditulis
dalam bentuk buku, pelatihan, konseling dan aktivitas-aktivitas lainnya
dengan sebuah visi bahwa Islam itu adalah rahmatan lil’âlamîn.
Produk ilmu psikologi Islam (kenabian) yang lahir dari internal
dunia Islam, dengan model saintifikasi keislaman berbasis paradigma
profetik ala K. H. Hamdani tersebut, besar harapan bahwa ia akan dapat
berkontribusi lebih signifikan dalam mengatasi kebuntuan (kekurangan)
kajian psikologi yang berkembang dari tradisi Barat, khususnya pada
upaya memecahkan berbagai problem psikis-spiritual manusia modern.
Apabila hal ini dapat terlaksana maka visi Islam sebagai rahmatan lil’alamin
akan dapat tercapai, dan pada internal umat Islam sendiri, kritik terhadap
kegagapan umat di bidang ilmu pengetahuan secara langsung akan
terjawab
INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA MUSLIM DAN NON MUSLIM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
ABSTRAK
Muhammad Riski Hamdani (2023) : Interaksi Sosial Mahasiswa Muslim dan Non Muslim di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Skripsi ini membahas tentang interaksi sosial mahasiswa muslim dan non muslim di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Ada dua pokok masalah dari penelitian ini yang menjadi tujuan dari penelitian. Pertama, untuk mengetahui pola interaksi sosial mahasiswa muslim dan non muslim di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Kedua, untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi antara mahasiswa muslim dan non muslim di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Dalam pengumpulan data, peneliti mengunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pertama, menunjukan pola interaksi sosial mahasiswa muslim dan non muslim berjalan dengan baik secara asosiatif dan terbuka saling bekerja sama baik di dalam kelas maupun di luar kelas tidak berkelompok berdasarkan agama saling menerapkan nilai sosial tolong menolong menjenguk teman beda agama yang sakit, mampu bersaing secara akademik tanpa adanya konflik yang terjadi. Kedua, hambatan-hambatan yang terjadi antara mahasiswa muslim dan non muslim ialah perbedaan prinsip keagamaan, perbedaan tingkah laku dan kebiasaan, dan juga dalam pembelajaran mata kuliah yang berbasis keislaman. Bagi mahasiswa muslim dan non muslim agar menjalin kerja sama yang baik, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus, dan tetap saling menjaga etika dan tingkah laku dalam bergaul dengan saling mengedepankan sikap kerukunan antar umat beragama.
Kata Kunci : Interaksi Sosial, Mahasiswa, Muslim dan Non Musli
ANALISIS PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS X SMA ISLAM MARGOLEMBO
ABSTRAK
Name : Muhammad Hamdani
NIM : 08.16.12.0062
Title : Analisis Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran
Kooperatif Pada Siswa Kelas X SMA Islam Margolembo
Skripsi ini membahas tentang analisis peningkatan hasil belajar matematika
melalui pembelajaran kooperatif pada siswa kelas X SMA Islam Margalembo.
Bagaimana gambaran peningkatan hasil belajar matematika melalui pembelajaran
kooperatif terhadap siswa kelas X SMA Islam Margolembo. Tujuan penelitian ini
adalah untuk memperoleh informasi tentang gambaran peningkatan hasil belajar
matematika melalui pembelajaran Kooperatif pada siswa kelas X SMA Islam
Margalembo.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan objek penelitian
adalah semua siswa kelas X SMA Islam Margalembo tahun ajaran 2012-2013 yang
berjumlah 22 orang. Data diproleh menggunakan instrumen tes, observasi, dan
angket. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan pola
tabulasi, frekuensi dan persentasi. Akan tetapi, terlebih dahulu instrument tes diuji
dengan menggunakan validitas isi, sedang instrument angket menggunakan korelasi
Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif rata-rata skor
siswa adalah 56,64 dari skor maksimum 100, dan hanya ada 2 siswa yang
dinyatakan tuntas. Dengan demikian, pada tahap ini diketahui rata-rata tingkat
penguasaan siswa hanya 56,64 % dan daya serap siswa 9,1 %. Adapun setelah
pembelajaran kooperatif rata-rata skor siswa adalah 79,86 dari skor maksimum 100,
dan semua siswa dinyatakan tuntas. Dengan demikian pada tahap ini diketahui
rata-rata tingkat penguasan siswa 79,86 % yang menunjukkan 100%. Hal ini
menunjukan adanya peningkatan sebesar 23,22 % sedangkan daya serap kelas
sebesat 90,9%.
Hasil penelitian ini diharapkan diijadikan pandangan bagi akademisi,
terutama dibidang matematika, agar senantiasa berusaha memproleh pembelajaran
koopertif. Hasil ini ditujukan agar penyampaian pembelajaran dapat berlangsung
efektif dan efesien sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai
Perspektif Pendidikan Akhlak dalam Buku Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey
Mahdha Riqoh Rahima. 2017. Perspektif Pendidikan Akhlak dalam Buku Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Imran, M.Ag.
Kata Kunci: Prophetic Intelligence, Pendidikan Akhlak
Pendidikan agama (Islam) saat ini menghadapi dua problem besar dalam tugasnya mentransmisikan nilai-nilai moralitas, sehingga terhambat dan tidak efektif. Kedua problema tersebut adalah problema internal dan eksternal. Problema internal antara lain, meliputi lemahnya SDM, dan sebagainya. Sedangkan problema eksternal yang dihadapi adalah tantangan globalisasi, baik di bidang etika, maupun moral.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey dan Perspektif Pendidikan Akhlak dalam buku Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz- Dzakiey.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), dengan mengambil buku Prophetic Intelligence Hamdani Bakran Adz-Dzakiey sebagai sumber primer dan referensi lain yang relevan dan representatif sebagai sumber sekunder.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Content Analysis (Analisis Isi) yang artinya suatu model yang dipakai untuk meneliti dokumentasi data yang berupa teks, gambar, simbol, dan sebagainya. Analisis isi adalah teknik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan, atau suatu alat untuk mengobservasi dan menganalisis perilaku komunikasi yang terbuka dari komunikator yang dipilih. Peneliti mengumpulkan dan membaca data secara umum tentang Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey yang dikomparasikan dengan Perspektif Pendidikan Akhlak untuk mencari hal-hal yang menarik untuk diteliti.
Hasil penelitian perspektif pendidikan akhlak dalam buku prophetic intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey:
Prophetic Intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey adalah proses pembelajaran ketuhanan (tauhid dan tasawuf) yang bermuara pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Dalam konteks ini Allah Swt. juga yang membimbing, mengajar, dan memahamkan secara langsung ke dalam hati yang paling dalam (nurani), akal pikiran, inderawi, jiwa, dan dalam setiap perilaku, tindakan, sikap, dan gerak. Dengan keimanan dan ketakwaan itulah Allah Swt. mendorong dan menggerakkan eksistensi diri hamba-Nya itu dalam ruang lingkup perlindungan, bimbingan, dan pengawasan-Nya, sehingga melahirkan aktivitas interaksi, adaptasi, komunikasi, sosialisasi, dan integrasi yang ideal antara diri dengan lingkungan Tuhannya, dan antara diri ini dengan lingkungan makhluk ciptaan-Nya. Dengan demikian secara otomatis, permasalahan dan persoalan yang dihadapi dapat dipecahkan dan memperoleh solusi yang mudah dan tepat. Itulah kecerdasan yang dimiliki oleh para Nabi, Rasul dan Aulia-Nya.
Terkait dengan perspektif pendidikan akhlak dalam buku prophetic intelligence (kecerdasan kenabian) Hamdani Bakran Adz-Dzakiey bahwa pendidikan akhlak dapat dikemukakan rumusan atau konstruksi dari prophetic intelligence dapat dijelaskan bahwa pada prinsipnya Nabi Muhammad Saw. merupakan prototipe atau gambaran ideal dari pribadi yang telah berhasil mengembangkan kualitas kediriannya sampai pada level yang sempurna (insan kamil), yakni memiliki sifat Siddiq (jujur), Amanah (dapat di percaya), Tablig (menyampaikan), Fathanah (cerdas). Karena itu umat Islam diharapkan dapat mengambil contoh ketauladanan dan lebih mudah dalam tataran aplikasinya
Studi Kasus Pandangan Ulama Tabalong Terhadap Karamah Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan ulama yang khususnya
di Tabalong terhadap karamah Syekh Muhammad Nafis al-Banjari serta
menganalisisnya dalam perspektif tasawuf. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara
mendalam terhadap lima tokoh spiritual Kalimantan Selatan di daerah Tabalong,
yakni Guru Hamdani, Guru Ahmad, Guru Idham, Guru Ribhan, dan Guru
Syahruji. Lokasi penelitian berpusat di Desa Binturu, Kecamatan Kelua,
Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama tersebut secara umum
memaknai karamah Syekh Muhammad Nafis bukan dalam bentuk fenomena
lahiriah atau keajaiban fisik, melainkan sebagai manifestasi keilmuan dan
kedalaman makrifat kepada Allah. Kitab Addurunnafis dipandang sebagai bentuk
karamah terbesar, karena memuat ajaran tauhid yang mendalam serta menjadi
rujukan penting dalam khazanah tasawuf Banjar. Fenomena keberadaan lebih dari
satu makam Syekh Nafis diinterpretasikan secara simbolik sebagai refleksi
keluasan ruhani dan strategi dakwah dalam menghadapi masa kolonial.
Dari perspektif tasawuf, karamah dipahami sebagai tajalli dan hasil dari
maqam ma‘rifat, yang tidak selalu dapat dilihat secara lahiriah. Tradisi ziarah,
pengajian rutin kitab Addurunnafis, serta keyakinan masyarakat terhadap barakah
dari makam beliau, memperlihatkan bahwa warisan spiritual Syekh Muhammad
Nafis terus hidup dan berakar dalam praktik keberagamaan masyarakat Banjar.
Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami karamah dalam konteks
spiritualitas dan kedalaman batin, sebagaimana diajarkan dalam tradisi tasawuf
- …
