139,828 research outputs found
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
A critical analysis of Christian responses to Islamic claims about the work of the Prophet Muhammad, ‘the Messenger of God’.
The aims of this study are to analyse critically the different Christian responses to the Islamic understanding of the work of Muhammad. Chapter one consists a short introduction leading to an appraisal of Muhammad which incorporates historical, hagiographal and Quranic source material, and in the light of relevant Christian and Muslim scholarship. The second chapter presents a summary critical analysis of Muhammad in Christian theological perspective, from 661 A.D. to modern times. Chapter three presents a critique of Christian responses to the Muslim allegations that the text of the Bible has been infected with corruption; and that Muhammad's advent and status are foretold in the unadulterated' scriptures, and in the Gospel of Barnabas. Chapter four examines the theological significance of the work of Muhammad for Christians. Thus, Jesus and Muhammad are critically assessed and contrasted in order to ascertain the importance, for Christians, of the Muslim claims in respect of Muhammad as ’the messenger of God’. Chapter five provides a critical evaluation of the various Christian responses to Muhammad. It is argued that many of the said responses have been entangled in myths and misperceptions which have severely distorted the true account of Muhammad's work. Consequently, many Christians have failed to appreciate the divine legitimacy of Muhammad's call to prophethood. Further, it is argued that Christians should accept that Muhammad is a genuine prophet, and the messenger of God. However, Muhammad's use of the power-structure in order to maintain Islam is in sharp contrast to Jesus’ decision to face the consequences of his ministry passively through faith in God. Accordingly, orthodox Christian belief in the passion, death and resurrection of Jesus provides another dimension to prophethood, where the messenger and the message become one, an identification which finds no parallel in Islam, and which, in the nature of the case, cannot find a parallel
Tuan Guru H. Muhammad Nur dan Pengajian Rabuan Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut
Penelitian ini dilandasi keingintahuan yang besar mengenai riwayat hidup Tuan Guru H. Muhammad Nur beserta Pengajian Rabuan di Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut yang beliau pimpin.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui riwayat hidup Tuan Guru H. Muhammad Nur serta untuk mengetahui hal-hal yang bersangkutan dengan kegiatan di pelaksanaan pengajian rabuan asuhan Tuan Guru H. Muhammad Nur di kecamatan takisung kabupaten tanah laut.
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di kediaman anak dari Tuan Guru H. Muhammad Nur beserta di tempat kediaman murid-murid beliau.
Subjek penelitian ini adalah salah satu anak dan 3 murid Tuan Guru H. Muhammad Nur dan Adapun yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah peran Guru H. Muhammad Nur dan Pengajian Rabuan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yakni penulis mencari buku serta jurnal yang berkaitan dengan Tuan Guru H. Muhammad Nur dan terjun langsung kelapangan untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang diteliti . Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (Content Analysis) tentang Riwayat hidup serta Pengajian Rabuan Tuan Guru H. Muhammad Nur.
Hasil penelitian ini adalah Tuan Guru H. Muhammad Nur dilahirkan dalam perantauan di pulan Jawa pada tahun 1918 tepatnya daerah Kediri dan Tuan Guru H. Muhammad Nur wafat pada usia 75 tahun yaitu pada tanggal 10 November 1993 atau bertepatan dengan 25 Jumadil Awal 1414 H serta pengajian Rabuan yang dilaksanakan setiap hari Rabu pada siang hari dan dihadiri oleh bapak-bapak serta ibu-ibu
And Muhammad Is His Messenger The Veneration of the Prophet in Islamic Piety
Cover -- Half Title -- Title -- Copyright -- Dedication -- Contents -- Illustrations -- Preface -- Introduction -- 1. Biographical and Hagiographical Notes -- 2. Muhammad the Beautiful Model -- The Shamā'il and Dalā'il Literature -- The Prophet's Physical Beauty -- The Prophet's Spiritual Beauty -- 3. Muhammad's Unique Position -- 4. Legends and Miracles -- 5. Muhammad the Intercessor, and the Blessings upon Him -- 6. The Names of the Prophet -- 7. The Light of Muhammad and the Mystical Tradition -- 8. The Celebration of the Prophet's Birthday -- 9. The Prophet's Night Journey and Ascension -- 10. Poetry in Honor of the Prophet -- The Arabic Tradition -- The Poets' Longing for Medina -- Na'tiyya Poetry in the Persianate and Popular Tradition -- 11. The "Muhammadan Path" and the New Interpretation of the Prophet's Life -- 12. The Prophet Muhammad in Muhammad Iqbal's Work -- Appendix: The Noble Names of the Prophet -- Abbreviations -- Notes -- Bibliography -- Index of Koranic Quotations -- Index of Prophetic Traditions -- Index of Proper Names -- A -- B -- C -- D -- E -- F -- G -- H -- I -- J -- K -- L -- M -- N -- O -- P -- Q -- R -- S -- T -- U -- V -- W -- Y -- Z -- Index of Technical Terms and Concepts -- A -- B -- C -- D -- F -- G -- H -- I -- J -- K -- L -- M -- N -- P -- Q -- R -- S -- T -- U -- W -- Y -- ZDescription based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
Liquid racism and the Danish Prophet Muhammad cartoons
This is the author's accepted manuscript. The final published article is available from the link below. Copyright @ 2010 The Author.This article examines reactions to the October 2005 publication of the Prophet Muhammad cartoons in the Danish newspaper Jyllands-Posten. It does so by using the concept of ‘liquid racism’. While the controversy arose because it is considered blasphemous by many Muslims to create images of the Prophet Muhammad, the article argues that the meaning of the cartoons is multidimensional, that their analysis is significantly more complex than most commentators acknowledge, and that this complexity can best be addressed via the concept of liquid racism. The article examines the liquidity of the cartoons in relation to four readings. These see the cartoons as: (1) a criticism of Islamic fundamentalism; (2) blasphemous images; (3) Islamophobic and racist; and (4) satire and a defence of freedom of speech. Finally, the relationship between postmodernity and the rise of fundamentalism is discussed because the cartoons, reactions to them, and Islamic fundamentalism, all contain an important postmodern dimension.ESR
ANREGURUTTA H. MUHAMMAD YUSUF SURUR DAN KIPRAH KEAGAMAANNYA DI SENGKANG KABUPATEN WAJO PROVINSI SULAWESI SELATAN (1952-2012 M)
Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur merupakan salah satu ulama lokal
bersuku Bugis yang memiliki berbagai kiprah di Sengkang, Kabupaten Wajo,
Sulawesi Selatan. Walaupun ia seorang ulama, namun ia tidak seperti ulama-ulama
masyhur di Sulawesi Selatan layaknya Anregurutta H. Muhammad As’ad,
Anregurutta H. Ambo Dalle, dan lain-lain yang kisahnya telah dikenal dan banyak
ditulis orang. Oleh karena itu penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan
tentang riwayat hidup serta kiprah keagamaannya di Sengkang guna menambah
referensi mengenai ulama lokal di Sulawesi Selatan.
Fokus penelitian ini ialah biografi dan kiprah keagamaan Anregurutta H.
Muhammad Yusuf Surur di Sengkang. Oleh karena itu digunakan pendekatan
biografi untuk memahami dan mendalami pribadi AG.H. Muhammad Yusuf Surur.
Selain itu juga digunakan teori modal dari Pierre Bourdieu sebagai alat analisis
untuk menjelaskan bagaimana Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur bisa
berkiprah di bidang keagamaan di Sengkang Wajo. Adapun metode yang digunakan
adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi,
dan historiografi.
Hasil dari penelitian ini adalah Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur
merupakan ulama lokal di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dalam
kiprah keagamaannya dapat digolongkan kedalam dua jenis. Pertama kiprah
keagamaan di lembaga pemerintahan; kedua, di lembaga non-pemerintahan. Dalam
kiprahnya di bidang keagamaan, Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur memiliki
tiga jenis modal, yaitu: pertama, modal kultural berupa ilmu agama yang diperoleh
dari proses pendidikan ayah dan saat bersekolah di Madrasah Arabiyah Islamiyah
Sengkang, serta ilmu administrasi yang didapatkannya dari proses magang serta
kebiasaan membuat catatan harian; kedua, modal sosial berupa latar belakang
keluarga ulama dan murid generasi awal pendiri pondok pesantren tertua di
Sulawesi Selatan; dan ketiga modal simbolik berupa reputasi yang diperolehnya
setelah menjadi pengurus lembaga atau organisasi besar di Sengkang, baik di
pemerintahan maupun non-pemerintaha
Pseudo-neoplastic Lesions of Prostate and the Diagnostic Deception
Introduction: Many pseudo-neoplastic lesions of the prostate gland are recognized. Histologically these lesions mimic the adenocarcinoma of prostate. Pseudo-neoplastic lesions comprise of different glandular and non-glandular or solid patterns. Largely emphasized on the epithelial origin but some stromal and solid lesions are also important. In developing countries, the routine Hematoxylin and eosin (H&E) stain is most commonly used to stain the histological tissue sections. The other stains and molecular studies are not frequently used. The pseudoneoplastic lesions are so obscure and deceptive that sometimes it become very difficult to recognize. The diagnostic facilities both in government and private sector should have at least the facility of immunohistochemical staging to avoid misinterpretations.
Methodology: This retrospective study performed at Muhammad Medical College Mirpurkhas Sindh. 192 specimens of radical prostatectomy (RP) and transurethral resection of the prostate (TURP) received between January 2015 to December 2017 were retrieved for review. All retrieved blocks processed as per standard histopathological techniques. Fresh tissue sections taken and stained with H&E.
Results: All tissue sections reviewed to observe the glandular patterns, their architectural morphology, cytological changes and inflammatory process. The lesions were distinguished on epithelial origin and glandular patterns. Cases of benign prostatic hyperplasia were 169 (88 %), adenosis 06 (3.12 %), reactive hyperplasia 06 (3.12 %), Post atrophic hyperplasia 05 (2.6 %), benign stromal proliferation 02 (1 %) and prostate carcinoma 04 (2%).
Conclusion: Many pseudoneoplastic lesions of the prostate are the mimicker of adenocarcinoma. On H&E stains it sometimes become difficult to differentiate the lesions. The histomorphological diagnosis of these lesions should be facilitated at least by immunohistochemical stains at diagnostic tcenters.t
Keywords: Immunohistochemistry, Transurethral resection of prostate (TURP), Radical prostatectomy (RP). Hematoxylin and Eosin (H&E)
Kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam
ABSTRAK
Muralisman, 2021. Kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam
Pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren
Ubudiyatussalam Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten
Kampar, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam,
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim(Uinsuska) Riau. Pembimbing (I): Dr. Muslim Afandi,
M.Pd, Pembimbing (II): Dr.Ellya Roza, M.Hum.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Syekh Muda H. Muhammad Basyir,
Pelaksanaan, Tarekat Naqsabandiyah, Pondok Pesantren
Ubudiyatussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Ubudiyatussalam Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri
Kabupaten Kampar. Hal ini disebabkan masyarakat sedang dihadapkan kepada berbagai krisis, terutama krisis kepemimpinan. Banyak diantara kepemimpinan
yang minim sekali menjalankan kepemimpinannya berlandaskan prinsip-prinsip ketuhanan yang merupakan sumber kebenaran hakiki untuk kemaslahatan bagi umat manusia. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Syekh Muda H. Muhammad Basyir dalam Pelaksanaan Tarekat Naqsabandiyah menerapkan beberapa aspek pada fungsi dan tipe kepemimpinan. Dalam aspek Fungsi meliputi instruktif, fasilitator, pendelegasian, motivator, mobilisator dan problem solving. Sementara pada aspek tipe kepemimpinan mencakup tipe karismatik, phaternalistik, otokratik demokratik dan konsultatif. Kemudian Syekh Muda H Muhammad Basyir memiliki Karakteristik kepribadian diantaranya keteladanan, pemberani, sederhana, jujur, bermujahadah dan kepedulian sosia
Muhammad Tetang Kimba, Penaklukan Konstantinopel dibawah Pimpinan Sultan Muhammad II (Al-Fatih) 1451-1453 M
ABSTRAK
Muhammad Tetang Kimba, Penaklukan Konstantinopel dibawah Pimpinan Sultan Muhammad II (Al-Fatih) 1451-1453 M. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Muh. Shaleh Majid dan Mustari Bosra.
Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, Strategi dan jalannya Penaklukan Konstantinopel, dan dampak Penaklukan di Konstantinopel dan Perkembangan Islam Pasca Penaklukan oleh Sultan Muhammad II (Al-Fatih).
Penelitian dilakukan melalui kajian pustaka dengan menggunakan metode sejarah melalui beberapa tahapan kerja, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik ekstenal dan kritik internal, interpretasi dan historigrafi (penuliasan) yang merupakan pengungkapan kisah sejarah tertulis.
Hasil penelitian, letak Konstantinopel yang strategis menyebabkan bangsa-bangsa disekitarnya tertarik menguasainya, termasuk umat Islam. Upaya menaklukan Konstantinopel dimulai sejak pemerintahan Khalifah Ustman bin Afan, para Khalifah dari bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, hingga sultan Murad II Dari Ustmani, akan tetepi upaya selama delapan abad tersebut mengalami kegagalan, sebelum dilanjutkan oleh Sultan Muhammad II (Al-Fatih). Pada tanggal 29 Mei 1453 M (20 Jumadil Ula 857 H) sultan Muhammad II (Al-Fatih) dapat menaklukan Konstantinopel, Berbagai ide yang tidak terduga oleh pasukan Bizantium dilakukan oleh Sultan yaitu memindahkan 70 kapal di utara Galata, membuat menara dari kayu, menggali terowongan bawah tanah, mengepung dari berbagai arah, baik dari daratan maupun lautan, serta menerjunkan pasukan secara berlapis dalam tiga gelombang.
Berdasarkan hasil penelitian, Sultan Muhammad II (Al-Fatih) berhasil menaklukan Konstaninopel Pada tanggal 29 Mei 1453 M (20 Jumadil Ula 857 H), Penaklukan Konstantinopel bagi Islam sangat penting. Hal itu ditandai dengan berubahnya fungsi Gereja Hagia Sofia menjadi Masjid dan Sultan Muhammad II (Al-Fatih) mengubah nama kota Konstantinopel menjadi Istambul
Barru Pada Masa Pemerintahan H. Andi Muhammad Rum (2000-2010)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum Kabupaten Barru, Kondisi Kabupaten Barru sebelum pemerintahan H. Andi Muhammad Rum, latar belakang kehidupan H. Andi Muhammad Rum, serta kondisi Kabupaten Barru pada masa pemerintahan H. Andi Muhammad Rum
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan penulisannya yakni heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk perkembangan Kabupaten Barru sebelum dan pada masa pemerintahan H. Andi Muhammad Rum (2000-2010) telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan pembangunan baik dalam bidang sosial budaya, bidang ekonomi, dan bidang politik. Hasil capaian dari pelaksanaan program tersebut terlihat dari beberapa kegiatan seperti pembangunan pelabuhan garongkong, membuka isolasi pedalaman, menata jalan, dan peningkatan produksi padi.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pada masa pemerintahan H. Andi Muhammad Rum telah memajukan berbagai aspek kehidupan seperti aspek sosial budaya, ekonomi dan politik di Kabupaten Barru
- …
