311 research outputs found
Suluk adalah Konsep Suluk Dalam Perspektif Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman: Pengertian Suluk, Tahapan-Tahapan Suluk, Suluk Dalam Pemikiran Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman, Relevansi Suluk dalam Kehidupan Modern
This study aims to examine the Mosque Prosperity Movement (GAMIS) as a formulation of modern Sufism in the thoughts of Sheikh Akbar Muhammad Fathurahman within the Idrisiyyah Order. Sufism is understood not only as a process of spiritual development and purification of the soul through tazkiyah an-nafs, dhikr, and moral development, but also as a form of social service that provides benefits for the community. The concept of suluk developed by Sheikh Akbar emphasizes that the spiritual journey is not separate from social life, but must be realized in concrete actions oriented towards service and community empowerment. This study uses a qualitative descriptive method through field observations, in-depth interviews, and literature studies. The results show that GAMIS positions the mosque as a center of spiritual, educational, social, and economic activities that build individual and collective piety. Sufi values such as sincerity, modesty, love, service, trust, and patience are implemented through activities such as daily suluk, charity, congregational character development, and community empowerment programs. Thus, GAMIS is a modern, adaptive and contextual model of Sufism, which is able to integrate spiritual and social aspects harmoniously, and provides a real contribution to the revitalization of the function of mosques and strengthening community life in the contemporary era.Dalam kehidupan modern yang dipenuhi distraksi dan materialisme, ajaran suluk menjadi pedoman yang relevan untuk menjalani perjalanan spiritual yang murni. Konsep suluk menurut Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman di Tarekat Idrisiyyah, Tasikmalaya, memberikan arah yang jelas dalam menghadapi tantangan spiritualitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami konsep suluk menurut Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman, dengan fokus pada ajaran dan penerapannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan lapangan, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan mahasantri dan tokoh, serta studi kepustakaan terhadap kitab, buku, dan dokumentasi kajian beliau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suluk menurut Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman tidak hanya mencakup praktik ritual seperti dzikir dan wirid, tetapi juga mencakup pengabdian total kepada mursyid dan proses penyucian jiwa. Nilai penting yang diajarkan oleh beliau meliputi ketekunan dalam berkhidmah, keikhlasan, ketaatan kepada guru, serta menjaga niat dan konsistensi dalam perjalanan spiritual. Suluk, dalam pandangan beliau, merupakan proses panjang yang mengarah pada kedekatan dengan Allah SWT, dengan menghindari jebakan batiniah dan duniawi yang dapat menghalangi perjalanan seorang salik. Penelitian ini juga menunjukkan relevansi ajaran suluk dalam menghadapi tantangan hidup modern, seperti krisis identitas, tekanan mental, dan kegersangan batin, serta memberikan alternatif spiritual untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna, tenang, dan terarah
Design and fabrication of innovative egg breaker and egg yolk separator machine / Muhammad Fathurrahman Muizuddin
Egg yolk and egg white are hard to separate by a person without experience and may take some time to separate them. People that work in the kitchen do not have a proper way to separate it without wasting a lot of time. The goal of this design is to make an automated egg breaker and egg yolk separator machine for kitchen people to make their job easy and make it easy to get at an affordable price. This machine also can make as home kitchen equipment because the size is not too big for home use. This machine has the potential for a home baker or small bakery that needs to take time to separate the egg yolk from the egg white. Then, Egg Breaker and Egg Yolk Separator were created to solve this issu
Aktivitas dakwah ustaz Muhammad Yamin pada masyarakat pedalaman Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Kalimantan Barat
Pada mulanya dakwah Islam di Indonesia yang diketahui awalnya masuk melalui jalur perdagangan. Pada daerah pesisir saat itu masyarakat Indonesia masih menganut ajaran animisme, masyarakat pesisir sendiri memiliki karakter yang cenderung lebih terbuka untuk masyarakat luas,hal ini dibuktikan dengan mudahnya ajaran islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan tersebut. Berbeda dengan dakwah di daerah pesisir, dakwah di pedalaman mereka memiliki pemahaman yang terbatas, dikarenakan para da’i yang kurang memadai. Hal ini menyebabkan masyarakat yang berada di pedalaman sangat membutuhkan bimbingan dan ilmu agama. Maka dari itu Ustaz Muhammad Yamin yang tinggal di masyarakat pedalaman berusaha untuk meminimalisir serta ikut membantu masyarakat pedalaman dalam upaya membangun peradaban Islam yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dakwah Ustaz Muhammad Yamin di pedalaman dalam aspek pesan dakwah, metode dakwah, dan sasaran dakwah pada masyarakat pedalaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang lebih akurat. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di Kecamatan tempunak serta wawancara dengan subjek yang terkait. Pendekatan ini dipilih karena memberikan pemahaman mendalam mengenai aktivitas dakwah pedalaman yang dilaksanakan oleh ustaz Muhammad yamin di Kecamatan Tempunak. Teori yang digunakan dalam penelitan ini adalah teori Interaksi simboli dari George Herbert Mead dengan menekankan pada mind, self dan society. dalam kegiatan dakwah, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik audiens. Teori ini dianggap sebagai teori paling tepat dalam penelitian ini karena tahapan, proses, dan komponen penelitian yang diperlukan terdapat pada teori ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustaz Muhammad Yamin menerapkan pendekatan dakwah berbasis teori interaksi simbolik Mead dengan mengutamakan interaksi sosial yang intens dalam masyarakat pedalaman Tempunak. Melalui pesan dakwah akidah denga penghilangan praktik ibadah bid’ah dan praktik syirik. lalu pesan dakwah akhlak tentang menghindari perjudian, berkata jujur, meneladani Nabi, saling tolong-menolong, berkata jujur. dan pesan dakwah syariah mengenai sholat dan riba. Metode dakwah ustaz yamin yang utama menjadi e yaitu Metode dakwah kultural, struktural, dan persuasif. Sasaran dakwah beliau juga tidak hanya sebagai penyampaian pesan agama, tetapi sebagai sebuah proses sosial yang melibatkan komunikasi dan pembentukan makna bersama, dengan pendekatan yang penuh kasih sayang terhadap keragaman budaya dan agama, khususnya kepada kelompok mualaf, murtad, dan kafir
Kopi Senja Cafe business plan report / Muhammad Irfan Naqiuddin Talib ... [et al.]
KOPI SENJA CAFÉ distributed these coffee-based cafes to attract customers with our various coffees such as Americano, Coffee Latte, Cappuccino, Caramel Macchiato, Maroccino, and the most important part is our specialty menu of Blonde Coffee. Besides that, we also provide some pastries such as a cream cheese bagel and blueberry muffins. We chose to manufacture these products because people nowadays enjoy visiting cafes that serve a variety of delectable appetizers and coffees. KOPI SENJA CAFÉ products are also made with high-quality ingredients. We buy from supplier relationships that provide high-quality products at affordable prices. As a result, it will benefit both parties as customers will receive premium goods from our café, and at the same time, we will also get a lucrative profit. We also have high-quality raw materials such as flour, sugar, eggs, milk, and coffee. Besides that, KOPI SENJA CAFE also provides additional services to our customers such as online purchases that include delivery services, this makes it easier for customers who want to buy products from our cafe from their current location. We strive to achieve our concept by providing high-quality packages because we value customers as opposed to making huge profits. KOPI SENJA CAFÉ is located at 47 Jalan Plumbum, P7/P, Seksyen7, 40000, Shah Alam. Our competitors were RichiAmmo Coffee, Starbucks, and Kopi Saigon. Each of them has a unique skill set. This business started on the 1st January 2023 which the partners of the business has just done with their diploma. In order to market our products to consumers, our cafe must create a product strategy that includes a brand name, labeling, after-sales service, and delivery service. Then, as part of our marketing strategy, we will use social media sites such as Instagram, Facebook, and Twitter, as well as free testers. This will not only increase product sales but will also help to keep our cafe's reputation intact. The management team for Kopi Senja Café consists of 5 managers which are General Manager, Muhammad Irfan Naqiuddin, Administration Manager, Muhammad Fathurrahman, Financial Manager, Muhammad Arif Imran, Operation Manager, Amir Redzuan, and Marketing Manager, Muhamad Arif. The expected monthly sales of this business is RM45,669.10 which will make us able to pay for the cost of the business for a month. The sales forecast for the first year is RM548,029.2
Design and fabrication of innovative egg breaker and egg yolk separator machine / Muhammad Fathurrahman Muizuddin and Miqdad Khairulmaini
Separating egg yolk from egg white is a crucial task in many culinary preparations, but it can be time-consuming and messy. Moreover, many kitchen gadgets available in the market for this purpose are not efficient or easy to use. The objective of this project is to design and develop an egg yolk separator machine that can easily and efficiently separate egg yolks from egg whites, making the task simple and clean for household users. The egg yolk separator machine will consist of a funnel for holding the egg, an egg breaker, a slide for separating the egg white, and a bowl for collecting the egg yolk. The machine will be powered by a power supply, and the eggshell will be deposited in a separate bin. The development process will involve designing and prototyping the machine, testing it for efficiency and usability. The resulting egg yolk separator machine will be a user-friendly and efficient kitchen gadget. The machine's design will be optimized for usability, efficiency, and affordability, making it accessible to a wide range of users. The egg yolk separator machine will be a significant innovation in the culinary industry, providing an easy-to-use and efficient tool for separating egg yolks from egg whites. The machine's affordability and accessibility will make it a useful addition to any household kitchen, simplifying culinary preparations and reducing wastag
TRANSFORMASI SPIRITUAL DARI TRADISI KE MODERNITAS: SYEKH AKBAR MUHAMMAD FATHURAHMAN DAN PEMBARUAN TAREKAT IDRISIYYAH DI ERA MODERN
This research examines the life journey and leadership of Sheikh Muhammad Fathurrahman as Mursyid of Tarekat Al-Idrisiyyah. Since childhood, he has spent his life in Islamic boarding schools, making him closer to the Islamic educational environment than his own family. His leadership process cannot be separated from the role and guidance of previous Mursyid teachers, especially Sheikh Muhammad Dahlan and Sheikh Al-Akbar Muhyiddin. Through various tests and mandates given, he developed into a mature leader, with a main focus on reform (tajdid) in the fields of Tawhid, Fiqh, and Sufism. This research describes how his leadership was formed through a long spiritual and intellectual journey. The research results show that Sheikh Muhammad Fathurrahman's leadership is based on a combination of formal education, Islamic boarding school experience, and closeness to previous Murshids, which made him a central figure in the development of da'wah and tarekat in Indonesia.Penelitian ini mengkaji perjalanan hidup dan kepemimpinan Syekh Muhammad Fathurrahman sebagai Mursyid Tarekat Al-Idrisiyyah. Sejak kecil, beliau telah menghabiskan masa hidupnya di pesantren, menjadikannya lebih dekat dengan lingkungan pendidikan Islam dibanding keluarganya sendiri. Proses kepemimpinan beliau tidak terlepas dari peran dan bimbingan para Guru Mursyid terdahulu, terutama Syekh Muhammad Dahlan dan Syekh Al-Akbar Muhyiddin. Melalui berbagai ujian dan amanah yang diberikan, beliau berkembang menjadi pemimpin yang matang, dengan fokus utama pada pembaruan (tajdid) dalam bidang Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf. Penelitian ini menggambarkan bagaimana kepemimpinan beliau dibentuk oleh perjalanan spiritual dan intelektual yang panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Syekh Muhammad Fathurrahman didasarkan pada kombinasi antara pendidikan formal, pengalaman pesantren, serta kedekatan dengan para Mursyid sebelumnya, yang menjadikannya figur sentral dalam pengembangan dakwah dan tarekat di Indonesia.
 
Pemikiran Hukum Kearifan Lokal Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Dalam Kitab Sabilal Muhtadin
Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat
bertahan dalam waktu yang lama dan bahkan melembaga. Syekh muhammad
Arsyad al-Banjari dalam kitabnya Sabilal Muhtadin lit Tafaghuni Fid Din
yang terdiri dari dua jilid yang kesemuanya memuat tentang hukum ibadah
dan makanan memperhatikan tentang kearifan lokal masyarakat Banjar.
Beberapa kearifan lokal yang selalu dilakukan oleh masyarakat Banjar saat
ditulisnya kitab tersebut diterangkan hukumnya dalam kitab tersebut. Seperti
kebiasaan masyarakat Banjar yang mengubur mayat dengan menggunakan
tabela karena tanah yang berair. Begitu pula kebiasaan orang Banjar
memakan haliling (sejenis kalimbuai) dalam bidang makanan. Kebiasaan
yang dilakukan masyarakat Banjar itu dinyatakan haram dalam kitab fikih
yang ditulis oleh ulama di negara Arab.Namun Syekh Muhammad Arsyad al-
Banjari dalam kitabnya Sabilal Muhtadin membolehkannya. Kearifan lokal
yang berlaku pada masa Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang
kemudian dinyatakan kebolehannya dalam kitab sabīlal Muhtadīn tetap
dipraktikkan oleh masyarakat Banjar sampai masa kontemporer ini
قواعد الحالة النحوية في القصة القصيرة "أطفال الغابة" لمحمد عطية الإبراشي بمنظور لتشارلز ج. فيلمور
مستخلص البحث
أهدف هذا البحث هي: (١) لمعرفة الصّيغة في القصة القصيرة "أطفال الغابة" لمحمد عطية الإبراشي بمنظور لتشارلز ج. فيلمور؛ (٢) لمعرفة القضية في القصة القصيرة "أطفال الغابة" لمحمد عطية الإبراشي بمنظور لتشارلز ج. فيلمور. كان هذا البحث بحث وصفي كيفي. مصدر البيانات الأساسية في هذا البحث هي القصة القصيرة أطفال الغابة لمحمد عطية الإبراشي التي نشرتها دار المعارف عام ١٩٧٢. أما طريقة جمع البيانات المستخدمة هي طريقة القراءة وطريقة الكتابة. بينما طريقة تحليل البيانات المستخدمة هي تقليل البيانات وعرض البيانات والاستنتاج. أما نتائج هذه الدراسة، هي: (١) تنقسم الصّيغة في القصة القصيرة أطفال الغابة لمحمد عطية الإبراشي، وهما الصيغة زمان (ماضي، حال، مستقبل)، الصيغة جانب (ماضي، حال، مستقبل)، الصيغة نافية (لا، لم، لن)، الصيغة ظرفية (مرّة أخرى، أجمل)، الصيغة مزاجية (لا شك). (٢) تنقسم القضية في القصة القصيرة أطفال الغابة لمحمد عطية الإبراشي. سيد إلى تاسعة القضية وهي حالة الفاعل (أنا)، حالة الخبر (سأهدي)، حالة الآلة (عين)، حالة المفعول (طلبته)، حالة المصدر (الغزالة، المطر)، حالة الغرض (المدينة، البيت، القصر) حالة المكان (في المدينة، حديقة المسحورة) حالة الوقت (أربع سنوات)
ABSTRACT
This study aims (1) to reveal the modalities of the short story Atfalul Ghabah by Muhammad Athiyah Al Ibrasy based on the perspective of Charles J. Fillmore; (2) to describe the proposition in Muhammad Athiyah Al Ibrasy short story Atfalul Ghabah based on the perspective of Charles J. Fillmore. This research is a qualitative descriptive study. The main data source in this research is the short story Anak Hutan by Muhammad Atiya Al-Ibrashi, published by Dar Al-Maarif in 1972. The data collection method used is the reading method and the writing method. While the data analysis method used is data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study are: (1) The form is divided in the short story Children of the Forest by Muhammad Attia Al-Ibrashi, and they are the form of time (past, state, future), the form aspect (past, state, future), the negative form (no, why, will not), the adverbial form (once Other, more beautiful), the form is moody (no doubt). (2) The issue is divided in the short story Children of the Forest by Muhammad Attia Al-Ibrashi. Sayyid to ninth case, which is the case of the subject (me), the case of the predicate (I will give), the case of the instrument (an eye), the case of the object (I asked for it), the case of the source (the gazelle, the rain), the case of the object (the city, the house, the palace) and the case of the place (in City, Enchanted Garden) state of time (four years)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengungkap modalitas pada cerpen Atfalul Ghabah karya Muhammad Atiyah Al Ibrasy berdasarkan perseprktif Charles J. Fillmore; (2) untuk mendeskripsikan proposisi pada cerpen Atfalul Ghabah karya Muhammad Atiyah Al Ibrasy berdasarkan perspektif Charles J. Fillmore. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah cerpen Anak Hutan karya Muhammad Atiya Al-Ibrashi yang diterbitkan oleh Dar Al-Maarif pada tahun 1972. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode membaca dan metode menulis. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Wujud terbagi dalam cerpen Anak Hutan karya Muhammad Attia Al-Ibrashi, yaitu wujud waktu (masa lalu, keadaan, masa depan), aspek bentuk (masa lalu, keadaan, masa depan), aspek negatif bentuk (tidak, mengapa, tidak akan), bentuk kata keterangan (sekali Lainnya, lebih bagus), suasana hati (tidak diragukan lagi). (2) Isu dibagi ke dalam cerpen Anak Hutan karya Muhammad Attia Al-Ibrashi. Sayyid untuk kasus kesembilan, yaitu kasus subjek (saya), kasus predikat (saya akan memberikan), kasus instrumen (mata), kasus objek (saya memintanya), kasus kasus sumber (kijang, hujan), kasus objek (kota, rumah, istana) dan kasus tempat (di Kota, Taman Ajaib) keadaan waktu (empat tahun
PRINSIP “KEMUDAHAN” SEBAGAI BENTUK SIKAP TOLERANSI NABI MUHAMMAD SAW DALAM KEGIATAN JUAL-BELI (STUDI MA’ANIL HADIS)
Kegiatan jual-beli memiliki sebuah prinsip yang nantinya akan memberikan kemashlahatan bersama, yaitu prinsip kemudahan. Prinsip ini yang nantinya membuat penjual dan pembeli memiliki prasaan saling ridha ketika bertransaksi. Namun di zaman sekarang prinsip kemudahan ini tidak terlalu diperhatikan dengan adanya fakta bahwa semakin marak kasus diskriminasi dalam jual-beli. Salah satu kasus diskriminasi yang marak terjadi adalah kasus penipuan. Dalam kurun waktu sekitar 4 tahun telah ada ribuan kasus penipuan dalam jual-beli baik online maupun offline.
Penelitian ini memfokuskan kajian dalam prinsip “kemudahan” sebagai bentuk sikap toleransi Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan jual-beli dengan menggunakan metode ma’anil hadis Yusuf Qardhawi. Terdapat dua buah rumusan masalah yang dijawab dalam penelitian ini, pertama, bagaimana pemahaman hadis kemudahan dalam jual-beli? Kedua, bagaimana kontekstualisasi hadis kemudahan dalam jual-beli? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualtitatif, dengan penyajian data secara deskriptif-analitik.
Hasil yang didapat dari penelitian ini, 1). Baik penjual maupun pembeli harus memberikan kenyamanan saat bertransaksi seperti yang telah diajarkan Nabi SAW yaitu membuat calon pelanggan diperlakukan seperti sahabat sendiri dan saling terbuka dalam melakukan transaksi. 2). Kemudahan dalam jual-beli juga berkaitan dengan semakin mudahnya kita dalam bertransaksi dengan adanya aplikasi e-commerce yang memberikan kita fasilitas pembayaran, penawaran, pengembalian barang secara virtual
Analisis Nilai-nilai Akhlak dalam Film Animasi Upin dan Ipin Tahun ke 11
Fathurrahman. 2018. Analisis Nilai-nilai Akhlak dalam Film Animasi Upin dan Ipin Tahun Ke 11. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing Konten dan Metodologi Drs. H. Muhammad Yusuf , M.Fill.I dan Pembimbing Bahasa dan Teknik Penulisan Siti Shalihah, S.Pd, MS.
Kata kunci: Nilai-nilai, akhlak, film animasi, Upin dan Ipin
Pada era globalisasi ini, keberadaan televisi yang menyiarkan berbagai acara hiburan maupun tayangan film hampir dipastikan dapat secara mudah diakses oleh setiap keluarga, baik di perkotaan atau pedesaan. Termasuk diantaranya film animasi Upin dan Ipin produksi Les' Copaque yang saat ini sudah memasuki musim kesebelas dengan empat belas episode di dalamnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah nilai-nilai akhlak apa saja yang terkandung dalam film animasi Upin dan Ipin tahun Ke 11? Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam film animasi Upin dan Ipin tahun Ke 11.
Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi (content analisis), dengan mengambil film animasi Upin dan Ipin tahun Ke 11 sebagai sumber primer dan referensi lain yang relevan sebagai sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis cerita, pengolahan dilakukan dengan cara editing, kategorisasi, serta menginterpretasikan data-data yang telah terkumpul. Sedangkan untuk menganalisis data penulis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan pengkajian intensif dan komprehensif terhadap nilai-nilai akhlak yang ada pada film animasi Upin dan Ipin tahun Ke 11 dan menghubungkannya dengan pendekatan religius.
Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan, pertama yaitu deskripsi film animasi Upin dan Ipin tahun Ke 11 terdiri dari empat belas episode dengan judul kompang dipalu, taman riang ria, azam puasa, ragam raya, jom hidup sehat, hapuskan virus, amal jariah, kembara alam dino, terlajak laris, masih ada sayang, selamatkan neo santara, magik pin pin pom, teroka lautan, pesta pantun. Kedua, nilai-nilai akhlak dalam film animasi Upin dan Ipin tahun Ke 11 yang terbagi menjadi dua, yaitu akhlak terpuji meliputi jujur, sabar, ikhlas, dermawan, kasih sayang, ramah, taat, tolong-menolong, optimis, dan tanggung jawab. Serta akhlak tercela yang meliputi serakah, malas, pesimis, putus asa, dusta, khianat, sombong, marah, tidak bertanggung jawab, dan dengki
- …
