49 research outputs found

    KONSEP NAFKAH MENURUT MUHAMMAD SYAHRUR DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

    No full text
    Livelihood is meeting the needs of food, shelter, and the wife's treatment, and it is clear that a husband is obliged to provide maintenance to his wife. Based on the law, maintenance is a husband's obligation to his wife that must be met in the form of household needs in accordance with the husband's ability. However, at present, there are various disputes regarding what conditions are included in subsistence, especially in terms of types of subsistence. Therefore, this research is a study that discusses the concept of living according to Muhammad Syahrur and the Compilation of Islamic Law. About how the relevance of his thoughts. To know the relevance of Muhammad Syahrur and the Compilation of Islamic Law regarding maintenance. The type of research used is library research, so the research is not a "trial and error" activity (a step of activity carried out to try and try again). Based on the explanation of Law Number 1 of 1974 concerning marriage and KHI, it can be concluded that the husband is obliged to provide maintenance for his wife because maintenance is the second obligation of the husband to his wife after the husband gives the dowry to the wife.Nafkah adalah memenuhi kebutuhan makanan, tempat tinggal, pengobatan istri, dan sudah jelas bahwa seorang suami wajib memberikan nafkah kepada istri. Berdasarkan undang-undang, nafkah adalah kewajiban suami kepada istri yang harus dipenuhi, berupa keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuan suami. Namun pada saat sekarang terjadi berbagai perselisihan mengenai kebutuhan-kebutuhan apa saja yang termasuk nafkah, terutama dalam hal macam-macam nafkah. oleh karena itu, penelitian ini merupakan penelitian yang mendiskusikan tentang konsep nafkah menurut Muhammad Syahrur dan Kompilasi Hukum Islam. Tentang bagaimana relevansi pemikirannya. Dengan tujuan untuk mengetahui relevansi Muhammad Syahrur dan Kompilasi Hukum Islam mengenai nafkah. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) sehingga penelitian yang dilakukan bukanlah aktivitas yang bersifat “trial and error” (suatu langkah kegiatan yang dilakukan untuk mencoba dan mencoba lagi). Berdasarkan penjelasan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan dan KHI, dapat disimpulkan bahwa suami wajib memberi nafkah kepada istrinya. Karena nafkah merupakan kewajiban kedua suami terhadap istrinya setelah suami memberikan mahar kepada sang istri

    AKTIVITAS HUBUNGAN SEX SUAMI ISTRI MENGGUNAKAN SEX TOYS DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOG DAN MAJELIS ULAMA’ INDONESIA KABUPATEN MALANG

    No full text
    Muhamaad Hisyam Nur Fathoni Sya’bani, 12102193214, Aktivitas Hubungan Sex Suami Istri Menggunakan Sex Toys dalam Perspektif Psikolog dan Majelis Ulama’ Indonesia Kabupaten Malang, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, Uin Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, 2023, pembimbing: Dr. Ahmad Musonnif, M.H.I. Kata kunci: penggunaan sex toys, hubungan seksual, psikolog, MUI. Penelitian ini dilatar belakang ini ada nya fenomena penggunaan sex toys dalam hubungan seksual antara suami dan istri dimana penggunaannya karena adanya ketimpangan dalam kepuasan seksual. Penggunaan sex toys dalam hal ini tentu akan menjadi persoalan baik dari hukum islam, psikolog. Sehingga peneliti ini terfokus bagaimana penggunaan sex toys dalam hubungan suami istri dan bagaimana pandangan Psikolog dan juga Pendapat MUI kabupaten Malang perihal penggunaan sex toys dalam hubungan suami istri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana praktek sex toys dalam hubungan suami istri. (2) Bagaimana pandangan psikolog Kab. Malang terhadap sex toys dalam hubungan suami istri. (3) Bagaimana pandangan Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kab. Malang terkait penggunaan Sex Toys dalam hubungan suami istri. Adapun tujuan dalam penelititan ini adalah: (1) Mendeskripsikan fenomena penggunaan sex toys dalam hubungan suami istri. (2) Mendeskripsikan pandangan psikolog terhadap penggunaan Sex Toys dalam hubungan suami istri. (3) Mengetahui dan memahami pandangan Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kab. Malang terhadap penggunaan Sex Toys dalam hubungan suami istri. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan wawancara, wawancara dengan Psikolog dan MUI yang telah dipilih di kabupaten Malang dan juga yang telah direkomendasikan dan Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi yang dilakukan melalui berita internet ataupun jurnal lainya. Sedangkan dalam pengecekan keabsahan data, penelitian ini menggunakan tringangulasi agar data yang dilakukan benar benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Sex toys adalah benda yang dibuat secara khusus untuk kepuasan seksual manusia. Dan penggunaan sex toys dalam berhungan seksual sudah menjadi hal yang lumrah khususnya dalam hubungan suami dan istri untuk mencapai klimaks. (2) Pandangan psikolog mengenai penggunaan sex toys dalam hubungan seks suami dan istri diperbolehkan. Hal ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang melanggar aturan, karena dalam psikologi, penggunaan sex toys, tidak dianggap sebagai kelainan seksual. Hal ini dipandang sebagai variasi seksual yang umum dilakukan. dan tidak ada unsur paksaan dari kedua belah pihak. (3) Pandangan MUI Kabupaten Malang mengenai penggunaan sex toys sama hukum nya dengan hukum istimna’. Yang dimaksud penggunaan sex toys dengan yang memainkannya adalah pasangannya. Maka itu boleh digunakan dengan tujuan untuk memuaskan pasangannya. Dan dalam hal ini diperbolehkan karena dinilai dapat meminimalisir kemudharatan yang jauh lebih besar

    السجع في مناقب الشيخ عبد القادر الجيلاني في كتاب الجين الداني

    No full text
    Manaqib adalah sesuatu yang diketahui dan dikenal pada diri seseorang berupa perilaku dan perbuatan yang terpuji dari sisi Allah SWT, sifat-sifat yang manis lagi menarik, pembawaan dan etika yang baik lagi indah, kepribadian yang bersih, suci lagi luhur, kesempurnaan yang tinggi lagi agung, serta karomah-karomah yang agung disisi Allah. Dalam manaqib terdapat kalimat- kalimat yang di indah dan dapat dikaji dari beberapa aspek. Salah satunya dapat dikaji dengan menggunakan pendekatan Ilmu Balaghoh. Ilmu Balaghoh terdapat 3 jenis, yaitu : Bayan, Ma’ani, dan Badi’. Ruang lingkup ilmu badi’ terbagi menjadi dua bagian, yaitu : Muhassinatul Lafdhiyah dan Muhasinat Ma’nawiyah. Pada Muhainatul Lafdhiyah terdapat Jinas, Iqtibas, Saja’, Saja’ adalah kesesuaian dua kata terakhir pada huruf akhirnya. Objek penelitian ini adalah Manaqib Syeh Abdul Qadir al- Jaelani. Manaqib Syeh Abdul Qodir al- Jaelani terdapat 7 bab, yang menceritakan dari lahir sampai wafatnya Syeh Abdul Qodir al- Jaelani. Berdasarkan keterangan tersebut, peneliti bertujuan untuk membahas : Apa saja kalimat yang mengandung Saja’ dalam Manaqib Syeh Abdul Qodir al- Jaelani dan apa saja jenis Saja’ dalam manaqib Syeh Abdul Qadir al-Jaelani. Adapun penelitian ini merupakan penelitian dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini dari kalimat yang terdapat pada manaqib Syeh Abdul Qodir al- Jaelani. Hasil yang didapatkan bahwa dari 7 bab, kalimat yang mengandung saja’ terdapat 52 saja’ muthorrof dan 29 saja’ mutawazi

    Navigating Early Marriages: A Methodological Breakthrough in Family Resilience Measurement

    No full text
    This article explores early marriage in Madura. Early marriage causes psychological problems and physical and material losses that are not in line with the purpose of family formation in Islam. Using a mixed-method approach, this article utilizes questionnaires, interviews, observations, and documentation obtained using Structural Equation Modeling with the Partial Least Square approach equipped with qualitative analysis. The achievement of family formation goals is measured using Maqāsid Al-Usrah indicators by Jamal Al-Din 'Atiyah Muhammad. The measurement results indicate that early marriage families in the Madura Muslim community achieve family formation goals to ensure human life continuity, regulate male-female relationships, maintain lineage clarity, and preserve religiosity within the family. At a methodological level, this research contributes to various models for measuring family resilience in establishing and building a family. Based on reliability and validity tests, all indicators of maqāsid al-usrah’s Jamal Al-Din ‘Atiyah Muhammad are declared valid and reliable so that they can be used to measure the achievement of family formation goals in other subjects in further research studies

    Navigating Early Marriages: A Methodological Breakthrough in Family Resilience Measurement

    No full text
    This article explores early marriage in Madura. Early marriage causes psychological problems and physical and material losses that are not in line with the purpose of family formation in Islam. Using a mixed method approach, this article utilizes questionnaires, interviews, observations, and documentation obtained using Structural Equation Modeling with the Partial Least Square approach equipped with qualitative analysis. The achievement of family formation goals is measured using Maqāsid Al-Usrah indicators by Jamal Al-Din 'Atiyah Muhammad. The measurement results indicate that early marriage families in the Madura Muslim community achieve family formation goals to ensure human life continuity, regulate male-female relationships, maintain lineage clarity, and preserve religiosity within the family. At a methodological level, this research contributes to various models for measuring family resilience in establishing and building a family. Based on reliability and validity tests, all indicators of maqāsid al-usrah’s Jamal Al-Din ‘Atiyah Muhammad are declared valid and reliable so that they can be used to measure the achievement of family formation goals in other subjects in further research studies

    GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS SERTA PERSEPSI PASIEN TERHADAP PELAYANAN RAWAT JALAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS KABUPATEN KENDAL TAHUN 2015

    No full text
    Jaminan Kesehatan Nasional adalah satu bentuk perlindungan social dibidang kesehatan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalui penerapan system yang terkendali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap petugas serta persepsi pasien terhadap pelayanan rawat jalan Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kabupaten Kendal Tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dan teknik sampling menggunakan exidental. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan instrument berupa kuisioner. Populasi penelitian ini adalah petugas loket pendaftaran Puskesmas Kabupaten Kendal sebanyak 56 dan 280 pasien Jaminan Kesehatan Nasional yang berkunjung di pendaftaran selama penelitian ini berlangsung. Dari hasil penelitian menunjukan diketahui bahwa sebanyak 69,6 % petugas loket mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup baik, sebanyak 19,6 % petugas loket mempunyai tingkat pengetahuan yang sangat baik dan sebanyak 10,7 % petugas loket mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang baik. Selanjutnya diketahui bahwa sebanyak 67,9 % petugas loket mempunyai sikap sangat mendukung program JKN, sebanyak 23,2 % petugas loket mempunyai sikap yang cukup mendukung program JKN dan sebanyak 8,9 % petugas loket mempunyai sikap yang kurang mendukung program JKN. Dan presentase pasien yang mempunyai persepsi cukup baik pada petugas pelayanan loket sebanyak 54,3%, sebanyak 21,4 % pasien mempunyai persepsi yang sangat baik terhadap pelayanan loket, dan sebanyak 24,3 % pasien mempunyai persepsi kurang baik terhadap pelayanan loket

    Pembuatan Dashboard Untuk Akreditasi Program Studi Berdasarkan IAPS 4.0 Dengan Menggunakan Metode User Centered Design

    No full text
    Sebagai salah satu perguruan tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) harus menjalani proses akreditasi guna memperoleh nilai akreditasi. Proses akreditasi dapat dilakukan oleh suatu badan akreditasi dari luar institusi yang bersifat independen, salah satunya adalah Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Saat ini, BAN-PT memiliki sebuah sistem yang bernama SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). SAPTO sendiri memiliki standar pengisian borang yang harus diikuti oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia, yang salah satunya bernama Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0. IAPS 4.0 merupakan instrumen akreditasi program studi terbaru yang mulai berlaku efektif pada tanggal 1 April 2019. Dalam menjalani proses akreditasinya hingga sekarang, sebagian besar unit pengelola program studi (UPPS) di ITS masih harus mengumpulkan data yang tersebar dari berbagai sistem informasi dan dokumen terlebih dahulu sebelum dipetakan sesuai IAPS 4.0. Proses akreditasi pun membutuhkan waktu dan usaha yang lebih, mulai dari mengumpulkan data hingga menilai dan mengevaluasinya. Hal itu sedikit banyak juga dipengaruhi karena tidak adanya tools khusus untuk melakukan monitoring kinerja program studi secara berkelanjutan selama ini. Sehingga, UPPS memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat melakukan penilaian dan evalusi diri karena proses pengumpulan data selalu harus dilakukan setiap kali menjelang masa akreditasi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu dashboard yang dapat mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk akreditasi program studi dan menggambarkan kinerja program studi selama periode waktu tertentu berdasarkan IAPS 4.0. Dashboard dibuat dengan metode user centered design agar sesuai dengan kebutuhan dari ITS. =================================================================================================== As one of the tertiary institutions, Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) must undergo an accreditation process in order to obtain accreditation scores. The accreditation process can be carried out by an accreditation body from outside an independent institution, one of which is the National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT). At present, BAN-PT has a system called SAPTO (Online Higher Education Accreditation System). SAPTO itself has a standard for filling out forms that must be followed by every tertiary institution in Indonesia, one of which is called the Study Program Accreditation Instrument (IAPS) 4.0. IAPS 4.0 is the latest study program accreditation instrument which took effect on April 1, 2019. In undergoing the accreditation process until now, most study program management units (UPPS) at ITS still have to collect data that is spread from various information systems and documents before being mapped according to IAPS 4.0. The accreditation process also requires more time and effort, from collecting data to evaluating and evaluating it. This is more or less also influenced by the absence of special tools to continuously monitor the performance of study program. Therefore, UPPS requires a long time to be able to conduct self-evaluation and evaluation because the data collection process must always be done every time before the accreditation period. Therefore, we need a dashboard that can collect data needed for the study program accreditation and describe the performance of the study program for a certain period of time based on IAPS 4.0. Dashboard are made using the user centered design method to fit the needs of ITS

    PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN DI SMK PGRI 2 CIMAHI

    No full text
    Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada program keahlian administrasi perkantoran di SMK PGRI 2 Cimahi. Hal tersebut ditandai dengan adanya fasilitas belajar yang masih belum memadai serta kesiapan belajar yang masih belum bisa terealisasikan oleh siswa. Dari fenomena tersebut dapat dikatakan bahwa program keahlian administrasi perkantoran di SMK PGRI 2 Cmahi belum dapat mewujudkan pembelajaran yang optimal. Penelitian ini secara khusus mengenai fasilitas belajar, dan kesiapan belajar sebagai faktor yang diduga mempengaruhi hasil belajar siswa. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi ganda dan korelasi product moment yang merupakan teknik analisis data untuk mengetahui konstribusi setiap variabel. Berdasarkan hasil analisis, data dikumpulkan melalui metode survey eksplanasi dengan menggunakan angket, adapun yang menjadi responden dalam penelitian adalah 106 siswa di Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 2 Cimahi. Berdasarkan hasil analisis didapat gambaran tingkat fasilitas belajar pada kategori baik, gambaran tingkat kesiapan belajar berada pada kategori tinggi, dan gambaran Hasil Belajar berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa Fasilitas Belajar (X1), dan Kesiapan Belajar (X2) berpengaruh secara simultan terhadap Hasil Belajar Siswa. Dari hasil penelitian ini dapat memberikan implikasi bagi kepala sekolah maupun guru sebagai salah satu acuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang optimal. The problem studied in this research is low learning outcomes in office administration program at PGRI 2 Vocational school Cimahi. It is characterized by the existence of learning facilities that are still inadequate and learning readiness that students cannot yet realize. From this phenomenon it can be explained that the office administration program at PGRI 2 Vocational School Cimahi has not been able to realize optimal learning. This reseacrh reviews specifically about learning facilities, and learning readiness as factors that allegedly learning outcomes. Analytical techniques used using multiple regression and product moment correlation is a technique of data analysis to know the contribution of each variable.based on the result of the analysis, data were collected through explanatory survey method using a quessionnare, while the respondents were 106 students in PGRI 2 Vocational School Cimahi. Based on the result of the analysis, the desciption of the level of learning facilities in the good category, the description of the level of the learning readiness is in the high category, and the picture of student learning outcomes is in the low category, hypthesis test result obtained that Learning Facilities (X1), and Learning Readiness (X2) influence simultaneouslyon Student Learning Outcomes. Front of this study can provide implications for the principal schoolas well as teachers as one reference to improve learning outcomes in optimal

    Generation Z Responses to Female Genital Cutting Practices in Lampung Province

    No full text
    The practice of female genital cutting (FGC) is still extensively performed in Indonesia, notably in Lampung Province. On the one hand, this behavior is considered a cultural tradition and a component of religious symbols, but it is also regarded as discriminatory and hazardous. The Indonesian government has enacted a regulation barring the medicalization of FGC, yet some religious groups continue to oppose the practice. This study focuses on Generation Z in Lampung's views on FGC and the importance of preventing this practice by conducting surveys and interviews with diverse women aged 18 to 25 in Lampung Province. According to the findings of this study, the majority of them continue to engage in FGC practices. At the same time, a tiny number of people are free of the practice, owing to the realization that the practice is part of a culture with no health benefits. This study presents a new perspective and hopes that the Generation Z group believes that FGC practices have no benefits for women and can even affect reproductive health and that they will not pass this practice on to their children. Questionnaires were used to collect data, then thoroughly examined concerning the research questions. According to the study, FGC is still practiced in Lampung Province for religious and cultural reasons. This study was done to supplement existing research on the causes and consequences of FGC practices and learn about Generation Z's attitudes toward the procedure. This study aims to equip Generation Z with an understanding of FGC and promote the prevention of this practice in the future

    Hubungan Kontrol Diri dan Kesepian dengan Nomophobia pada Remaja

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kontrol diri dan kesepian dengan nomophobia pada remaja. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. jumlah responden adalah 346 siswa/siswi di SMK Negeri 12 Surabaya, SMA Negeri 22 Surabaya, dan MAN Kota Surabaya. Skala yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga, yaitu skala kontrol diri yang didasarkan pada aspek-aspek konrtol diri menurut teori Tangney, (2004), dan skala kesepian yang disusun dari aspek-aspek menurut Perlman & Peplau, (1981) yang diadopsi dari Muhammad Abdul Jalil Jauhar, (2019), sedangkan penyusunan skala nomophobia didasarkan pada skala NMP-Q (Nomophobia Questionnair) dari Yildrim, (2014) yang diadopsi dari Nadya Atikah Putri, (2019). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan proses SPSS 16.0 for windows. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kontrol diri dan kesepian dengan nomophobia pada remaja di di SMK Negeri 12 Surabaya, SMA Negeri 22 Surabaya, dan MAN Kota Surabaya dengan uji hipotesis korelasi parsial antara kontrol diri dengan nomophobia sejumlah 0.137 sedangkan signifikansi memiliki nilai sejumlah 0,006, yang artinya terdapat hubungan positif signifikan antara nomophobia dengan kontrol diri pada remaja, kemudian pada variabel kesepian dengan nomophobia mempunyai nilai korelasi sejumlah 0,288 dan nilai signifikansi sejumlah 0,000, yang artinya terdapat hubungan positiif signifikan antara nomophobia dengan kesepian pada remaja. Pada uji korelasi regresi simultan diketahui F-hitung dengan nilai 23.572 dan nilai F tabel sejumlah 3,022. Hal ini menunjukkan bahwa diperoleh hubungan signifikan antara Kontrol Diri dan Kesepian dengan nomophobia pada remaja. Sumbangan efektif yang diberikan dari variabel kontrol diri sebesar 2,7%. Sedangkan sumbangan efektif variabel kesepian sebesar 9,4%. Kedua variabel ini memberikan sumbangan efektif, namun sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel kesepian lebih banyak dari pada kontrol diri. Selebihnya itu variabel nomophobia dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini
    corecore