Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
    277 research outputs found

    How do Altruism and Optimism Influence Religious Coping?

    Full text link
    Religious coping merupakan hal yang seringkali dilakukan banyak individu dalam menghadapi kondisi sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh optimisme dan altruisme pada strategi religious coping. Subjek penelitian ini sebanyak 424 responden. Skala koping agama, skala optimisme dan skala altruisme digunakan masing-masing untuk mengukur koping agama, optimisme dan altruisme. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara optimisme dan koping agama secara partial serta hubungan positif antara altruisme dan koping agama. Kedua variabel tersebut juga secara bersama-sama ikut menjadi prediktor terbentuknya koping religius. Individu yang mengaplikasikan religious coping cenderung lebih memilih jalur agama dan mendekatkan diri pada Tuhan dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidu

    Religiusitas, Self-Disclosure dengan Penyesuaian Diri Santri Baru

    Full text link
    Santri baru membutuhkan kemampuan penyesuaian diri ketika bergabung dengan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan keterbukaan diri dengan penyesuaian diri pada santri baru. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 127 santri baru putri kelas VII SMP. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dan keterbukaan diri dengan penyesuaian diri. Religiusitas dan keterbukaan diri merupakan dua variabel yang membentuk penyesuaian diri. Tingkat religiusitas yang baik serta keterbukaan diri yang dimiliki santri mampu memberikan kontribusi terhadap kemampuan santri dalam menyesuaikan diri selama masa-masa awal di pondok pesantre

    Seberapa Menarik Gunung Bromo? Studi Korelasional antara Destination Image dan Place Attachment

    Full text link
    Fenomena ikatan antara seseorang dengan suatu tempat tertentu dikenal dengan istilah place attachment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara destination image dan place attachment pada wisatawan Gunung Bromo. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan teknik purposive sampling kepada responden yang merupakan wisatawan nusantara yang pernah berkunjung ke Gunung Bromo minimal dua kali. Penelitian ini melibatkan 329 responden dengan usia 17 tahun ke atas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial dengan teknik analisis Pearson Product Moment. Penelitian ini menggunakan Scale of Destination Image (SDI) dan Place Attachment Index (PAI). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara destination image dan place attachment. Hubungan positif ini bermakna bahwa semakin tinggi destination image seseorang pada suatu tempat, maka place attachment yang dimiliki seseorang terhadap suatu tempat juga semakin tinggi pul

    Intensitas Komunikasi dan Komitmen Pernikahan pada Pasangan Long Distance Marriage (LDM)

    Full text link
    Hubungan jarak jauh membuat pasangan membutuhkan intensitas komunikasi agar komitmen pernikahan selalu terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi dengan komitmen pernikahan pada pasangan yang tinggal di lokasi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan analisis data menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi antara intensitas komunikasi dengan komitmen pernikahan. Semakin tinggi intesitas komunikasi maka semakin tinggi pula komitmen pernikahan. Pasangan yang tinggal terpisah dapat tetap mempertahankan komitmen pernikahan mereka dengan menjada intensitas komunikas

    Hubungan Self Esteem terhadap Body Image pada Primigravida di Usia Kehamilan Trimester III: Hubungan Self Esteem terhadap Body Image pada Primigravida di Usia Kehamilan Trimester III

    No full text
    Kehamilan yang dijalani oleh wanita untuk pertama kalinya disebut dengan istilah primigravida. Ibu primigravida akan mengalami perubahan cukup signifikan khususnya pada kondisi fisik yang diakibatkan oleh kehamilan, terutama pada periode trimester ketiga. Perubahan fisik ini akan mempengaruhi ibu primigravida dalam hal persepsi seberapa bernilai dirinya, yang pada gilirannya berpengaruh pada body image atau citra tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan body image pada ibu primigravida. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan menggunakan alat ukur modifikasi skala self-esteem berdasarkan teori dan aspek Rosenberg dan skala body Image berdasarkan teori serta aspek dari Cash. Partisipan dalam penelitian ini adalah ibu primigravida dengan usia kehamilan minimal trimester ketiga yang berjumlah 117 partisipan. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif antara self-esteem dan body image pada ibu hamil primigravida. Hasil ini berimplikasi pada perlunya mengembangkan self-esteem dan body image yang positif akan mendukung ibu primigravida dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi akibat dari kehamilan. Kehamilan yang dijalani oleh wanita untuk pertama kalinya disebut dengan istilah primigravida. Ibu primigravida akan mengalami perubahan khususnya pada kondisi fisik dengan cukup signifikan yang diakibatkan oleh kehamilan, terutama pada periode trimester ketiga. Hal ini yang akan mempengaruhi persepsi ibu primigravida terhadap kondisi tubuhnya, sehingga akan membentuk body image. Akan berkaitan dengan penerimaan dirinya yang disebut sebagai self esteem. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan menggunakan alat ukur modifikasi skala Self Esteem berdasarkan teori dan aspek Rosenberg (Azwar, 2019) dan skala Body Image berdasarkan teori serta aspek Cash (Khairani, Hannan & Amalia, 2019). Subjek penelitian ini adalah ibu primigravida dengan usia kehamilan trimester tiga yang berjumlah 117 responden. Hasil penelitian ini terdapat hubungan positif antara self esteem dan body image pada ibu hamil primigravida di usia kehamilan trimester tiga dengan r = 0,355 dan p = 0,000. Mengembangkan self esteem dan body image yang positif akan mendukung ibu primigravida dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi akibat dari kehamilan

    Korelasi Motivasi Berprestasi dan Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan Dimoderasi Adversity Quotient Mahasiswa

    No full text
    Work is one of the basic needs of humans that should be that should be pursued. During the study, University students must prepare their career by developing plans and strategies to pursue a desired career and a dream job once they graduate from university despite many challenges and obstacles. To do this, university students need adversity quotient skills to be able to get through all the difficulties. This study aims to determine the relationship between achievement motivation and orientation to the future career among university students and to examine whether adversity quotient moderated the relationship between the variables. This study involved 90 students of the at the Faculty of Psychology State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang. The instruments used were the Achievement Motivation Scale, the Orientation to the Future Career Scale in the Field of Work, and the Adversity Quotient Scale. The results showed a significant correlation between achievement motivation and future orientation in the field of work Furthermore, Adversity quotient was found to moderate the relationship between achievement motivation and orientation to future work among university students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi berprestasi dengan orientasi masa depan bidang pekerjaan yang dimoderasi adversity quotient pada mahasiswa. Sampel penelitian sejumlah 90 mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Instrumen yang digunakan berupa Skala Motivasi Berprestasi, Skala Orientasi Masa Depan bidang Pekerjaan, dan Skala Adversity Quotient yang memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara motivasi berprestasi dengan orientasi masa depan bidang pekerjaan sebesar r = 0,616 dengan p = 0,000 < 0,05. Motivasi berprestasi berpengaruh terhadap orientasi masa depan bidang pekerjaan sebesar B = 0,379. Adversity quotient terbukti memoderasi hubungan antara motivasi berprestasi dengan orientasi masa depan bidang pekerjaan sebesar B = 0.414

    Analysis Implementation of The Stunting Prevention Programme

    Full text link
    Stunting is one of the health issues that has become a major concern for the government in Indonesia. The term stunting refers to a condition where a toddler has a lower height compared to the size that should be appropriate for his or her age. The standard used to determine stunting is a height measurement that is lower than two standard deviations below the median of children's growth standards set by the World Health Organization (WHO). The purpose of this study is to analyse how the implementation of the stunting prevention program is carried out by the health sector in the UPTD Puskesmas Gunung Tua to find out the description of the problems and provide recommendations that may be done to improve the stunting prevention program. Methods: This research used a qualitative approach with a case study design at the UPTD Puskesmas Gunung Tua. The research was conducted from December 2022 to July 2023. The data used were primary data collected through in-depth interviews with informants, the Head of Puskesmas, the holder of the stunting program, nutrition cadres, midwives, and people who have stunted babies, with semi-structured interview guidelines. Secondary data was obtained from monthly reports provided by nutrition cadres, midwives, and the community, who have stunted babies, with semi-structured interview guidelines, while secondary data was obtained from monthly reports provided by Health cadres. Results: This study found that the stunting programme has been running smoothly but in these activities, there are still some obstacles encountered, lack of resources from the puskesmas.Stunting merupakan salah satu isu kesehatan yang menjadi perhatian utama pemerintah di Indonesia. Istilah stunting mengacu pada kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan ukuran yang seharusnya sesuai dengan usianya. Standar yang digunakan untuk menentukan stunting adalah pengukuran tinggi badan yang lebih rendah dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak-anak yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pelaksanaan program pencegahan stunting yang dilakukan oleh sektor kesehatan di UPTD Puskesmas Gunung Tua untuk diketahui gambaran permasalahan dan pemberian rekomendasi yang mungkin dilakukan untuk perbaikan program pencegahan stunting. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di UPTD Puskesmas Gunung Tua. Penelitian dilakukan sejak Desember 2022 sampai juli 2023. Data yang digunakan adalah data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada informan, Kepala Puskesmas, pemegangang program sunting, kader gizi, bidan, dan masyarakat yang memiliki bayi stunting, dengan pedoman wawancara semi terstruktur. Sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan bulanan yang diberikan kader gizi, bidan, masyarakat, yang memiliki bayi stunting, dengan pedoman wawancara semi terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan bulanan yang diberikan kader Kesehatan. Hasil : penelitian ini menemukan bahwa program stunting sudah berjalan dengan lanjar namun dalam kegiatan tersebut masih ada beberapa kendala yang ditemui, kurangnya sumberdaya dari puskesmas

    Hubungan Social Support dan Self Compassion dengan Optimism pada Mahasiswa Akhir yang Sedang Menyelesaikan Skripsi di Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan social support dan self compassion terhadap optimism mahasiswa akhir yang sedang menyelesaikan skripsi di masa pandemi COVID-19. Pada penelitian kuantitatif korelasional ini digunakan tiga alat ukur untuk mengumpulkan data yaitu skala social support, skala self compassion, dan skala optimism. Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Subjek berjumlah 357 mahasiswa dari total populasi sebanyak 5080 mahasiswa yang ditentukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu teknik analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara positif antara social support dengan optimism (p = 0.000 dan t = 4.379). Kemudian pada self compassion  dengan optimism memiliki hubungan yang signifikan secara positif (p = 0.000 dan t = 8.509). Secara keseluruhan atau bersama-sama social support, dan self compassion dengan optimism berhubungan secara signifikan (p = 0.000 dan F = 113.746). Terakhir variabel optimism dipengaruhi/dijelaskan oleh variabel social support, dan self compassion sebesar 39.1% serta sisanya sebesar 60.9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

    Pemulihan Perempuan Penyintas Kekerasan Berbasis Gender Siber (KBGS): Studi Kasus Dua Perempuan Penyintas KBGS dalam Mempertahankan Penghidupannya

    No full text
    This article aims to explore the recovery process of two women survivors of online gender-based violence and their efforts to maintain their livelihoods. This article shows the bondage of violence with the spaces in survivors lives and the livelihood strategies they employ. The method used is a qualitative feminist perspective with data collection techniques carried out by in-depth interviews via online. The data were then analyzed using the Sphere, Time, and Violence (STV) framework by Elias and Rai, which explains deeper about the inequality women experienced in their lives based on 3 aspects; space, time, and violence. The results of the study show two main findings: first, online gender-based violence experienced by women is intertwined with women's roles and living spaces. Women got economic and psychological impacts along with victim blaming and negative stigma from the environment. Second, women survivors seek different coping strategies to survive and recover. Both of the subjects limit their access to communication, carry out technical efforts, and report the case they experienced to the authorities. Unfortunately, the state does not guarantee the recovery of online gender-based violence victims, so there are losses and costs that must be borne by the survivors themselvesArtikel ini bertujuan untuk menggali proses pemulihan dua perempuan penyintas kekerasan berbasis gender siber (KBGS) dan upaya-upayanya dalam mempertahankan penghidupannya. Artikel ini mengungkap kelindan kekerasan yang dialami penyintas dengan ruang-ruang kehidupannya serta strategi penghidupan yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah kualitatif perspektif feminis dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam melalui daring. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan kerangka Space, Time, and Violence (STV) oleh Elias dan Rai, yang melihat ketidaksetaraan dalam kehidupan perempuan berdasarkan 3 aspek, yakni ruang, waktu, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama: pertama, kekerasan berbasis gender siber (KBGS) yang dialami berkelindan dengan peran dan ruang hidup perempuan. Perempuan mendapatkan dampak ekonomi, psikis, penyalahan (victim blaming) dan stigma negatif dari lingkungan. Kedua, perempuan penyintas mengupayakan berbagai strategi koping yang berbeda-beda untuk bertahan maupun pulih, seperti membatasi akses komunikasi, melakukan upaya teknis, hingga melapor pada pihak berwenang. Sayangnya, negara tidak menjamin pemulihan penyintas KBGS, sehingga ada kerugian dan biaya yang harus ditanggung oleh penyintas itu sendiri

    Determining the Effect of Orange Peel Extract in Water on Total Cholesterol Fluctuations in HFD-Induced Mice

    Full text link
    Hypercholesterolemia, characterized by elevated levels of total cholesterol, is a well-established risk factor for cardiovascular diseases, necessitating the exploration of natural interventions to mitigate dyslipidemia and its associated health risks. This study aimed to investigate the potential influence of orange peel extract in water on total cholesterol fluctuations in HFD-induced mice. This study used a true experimental design to investigate the effects of dietary interventions on total cholesterol levels in a female mice model. A total of 18 adult mice were utilized for this research, and they were divided into three distinct groups. The allocation of mice into these groups was as follows: Control Group (n=6): The first group served as the control and received only Aquades (sterile water). High-Fat Diet (HFD) Group (n=6) as named HFD only: The second group consisted of mice that were exclusively fed a high-fat diet (HFD) for a total of 17 days. Orange Peel Extract Group (n=6): The third group, also exposed to the HFD for an initial 10-day period, was subsequently administered orange peel extract for seven days. The total cholesterol levels of the mice that were given orange peel extract decreased from 109 ± 7.43 mg/dL to 96.5 ± 10.07 mg/dL after the intervention. This decrease was statistically significant (p < 0.05). the risk of high total cholesterol levels in mice that were given orange peel extract was 33.3%, compared to 83.3% in mice that were given aquades and 50% in mice that were still on a high-fat diet (HFD). , the results of this study suggest that orange peel extract may offer a natural and accessible approach to address dyslipidemia and reduce the risk of cardiovascular diseases. While further research is needed to confirm these findings and explore their applicability to human health.Hiperkolesterolemia, ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, sehingga memerlukan eksplorasi intervensi alami untuk mengurangi dislipidemia dan risiko kesehatan yang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh potensial ekstrak kulit jeruk dalam air terhadap fluktuasi kolesterol total pada tikus yang diinduksi HFD. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental sejati untuk menyelidiki efek intervensi diet terhadap kadar kolesterol total pada model tikus betina. Sebanyak 18 ekor tikus dewasa digunakan untuk penelitian ini, dan mereka dibagi menjadi tiga kelompok berbeda. Pembagian mencit ke dalam kelompok tersebut adalah sebagai berikut: Kelompok Kontrol (n=6): Kelompok pertama berperan sebagai kontrol dan hanya mendapat Aquades (air steril). Kelompok Diet Tinggi Lemak (HFD) (n=6) hanya diberi nama HFD: Kelompok kedua terdiri dari tikus yang diberi diet tinggi lemak (HFD) secara eksklusif selama total 17 hari. Kelompok Ekstrak Kulit Jeruk (n=6): Kelompok ketiga, juga terkena HFD selama 10 hari awal, kemudian diberikan ekstrak kulit jeruk selama tujuh hari. Kadar kolesterol total tikus yang diberi ekstrak kulit jeruk mengalami penurunan dari 109 ± 7,43 mg/dL menjadi 96,5 ± 10,07 mg/dL setelah intervensi. Penurunan ini signifikan secara statistik (p <0,05). risiko terjadinya kadar kolesterol total yang tinggi pada tikus yang diberi ekstrak kulit jeruk sebesar 33,3%, dibandingkan 83,3% pada tikus yang diberi aquades dan 50% pada tikus yang masih menjalani diet tinggi lemak (HFD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk mungkin menawarkan pendekatan alami dan mudah diakses untuk mengatasi dislipidemia dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi penerapannya pada kesehatan manusia

    236

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Fakultas Psikologi dan Kesehatan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇