188 research outputs found
PENGARUH KELOMPOK REFERENSI, KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BAJU CUSTOM DI FAST N LOUD INDUSTRI PONGGOK BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Kelompok Referensi, Kualitas Produk dan
Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Pada Baju Custom Fast And
Loud Industries Ponggok Blitar” ini ditulis oleh Muhamad Nizar Arif, NIM.
1742153181, jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam,
IAIN Tulungagung dengan pembimbing Dr. Syafrudin Arif Marah Manunggal,
M. SI.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh teknologi yang saat ini terus
berkembangnya dan mengalami kemajuan. Kemajuan tersebut menyebabkan
berubahnya cara berbelanja masyarakat. Pada era saat ini indonesia merupakan
negara dengan pertumbuhan yang tinggi. Pada zaman sekerang sudah memakai
alat digital untuk mempromosikan produknya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif. Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data primer,
pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala likert. alat analis dalam
penelitian ini yaitu menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik
dan uji regresi linier berganda yang berfungsi untuk membuktikan hipotesis
penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji t variabel kelompok
referensi, kualitas produk dan kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan
terhadap keputusan pembelian. sedangkan dari hasil pengujian secara simultan uji
F diketahui berpengaruh secara signifikan antara variabel kelompok referensi,
kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian. dari hasil
uji Determinasi diketahui nilai adjusted R square keputusan pembelian
dipengaruhi oleh variabel independen yaitu kelompok referensi, kualitas produk
dan kualitas pelayanan sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel-varabel bebas
yang lain.
Kata kunci: Kelompok Referensi, Kualitas Produk, Kualitas Pelayana
Recommended from our members
Nizar Qabbani: From Romance to Exile
The subject of this dissertation is the life achievement of Syrian poet Nizar Qabbani (1923-1998). The study follows two tracks, one literary focused on the poetry and biography of the poet, and one historical focused on the concurrent political and social developments in the Arab world in the twentieth century. The two tracks contextualize and elucidate each other to form a mega-narrative of Arab life in modern times. The narrative begins by investigating the intellectual world in which Nizar grew up, continues on to examine his unique personal and familial makeup as well as the social and political context of the times, then proceeds to analyze his poetic achievement as it unfolded. In so doing, a picture emerges of the Arab experience in modern times as reflected in Nizar's own creative experience and tumultuous life.The narrative concentrates initially on Syria, more specifically on Damascus, being the birthplace and the breeding ground where the poet's character was first shaped. But once the poet leaves on his many journeys, a wider perspective is adopted to highlight the many other influences that ultimately went into his making, reverting back to Syria insomuch as it continued to influence the poet's unfolding narrative. Although a chronological line threads through the work starting from the poet's birth in 1923 to his passing in 1998, this line is accentuated throughout the life of the poet by the many places he lived in - cities that left their distinctive mark on his consciousness and poetry. As such, the mega-narrative, much like a journey, sets a background of progressive time against a foreground of places that give meaning to the timeline. In general terms, this study views the life of Nizar Qabbani in three interrelated and overlapping stages: a sensuous period (1923-52) that can be poetically described as local, direct, masculine, confident, and joyful; a period of social responsibility (1952-1973) that can be described as mixed, confused, itinerant, transvestite (both feminine and masculine), rebellious and conformist, happy and unhappy at the same time; and an exilic period (1973-1998): committed, feminine, rebellious, esoteric, melancholic and despairing.Release after 03/26/2030Contacted by author 26-Mar-2020 to apply an embargo through 26-Mar-2030, Kimberl
Tamtsil al marah fi majmuati qashaid “Anta-Lii” li nizar qabaani bi nadzariyah Michael Riffatere
This research aims to know the indicative reading, the hermeneutic reading, and the indirect expression of the representation of women in the collection of poems "You are mine" by Nizar Qabbani by Michael Rifter. The research questions are. 1) What is the indicative reading (Heuristik) and hermeneutic reading (Hermeneutik) in Nizar Qabbani’s collection of poems ”Anti Lii” according to Nizar Qabbani? 2) What is the indirect expression of the representation of women in the collection of Nizar Qabbani's poems "Anti Lii" by Michael Riffatere? Semiotics is the science of signs in a context in which people's lives are discussed directly and pictorially. Semiotics can also be the study of signs found about human life. Poetry is in fact mainly created by the author according to his life experience and social environment. The type of research in this research is desk study. The research method used in this research is qualitative and descriptive. And the way to put data in a way to read and write. To analyze the data, the method used is Mills and Huberman, which consists of three stages, namely: the method of data collection, data reduction, and drawing conclusions. The result of this research is in a collection of poems you are mine entitled, clothes, blue swimsuits and he in each stanza contains elements of heuristic and heurmenetic meanings. Among the indirectness of expression in the poem entitled clothes there are 5 words, the pink nightgown poem is in 5 words and in the poem entitled swimsuit there are 7 words which indicate the indirectness of expression and describe representasion about woman
PERAN DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG (Studi Kasus Pada Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja)
Skripsi dengan judul Peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam Mengurangi Pengangguran di Kabupaten Tulungagung ini ditulis oleh Nizar Zakaria, NIM 17402153508, pembimbing Muhamad Aqim Adlan, M.E.I. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pengangguran di kabupaten Tulungagung yang kesulitan mencari pekerjaan yang layak dikarenakan angkatan kerja di kabupaten Tulungagung meningkat sedangkan lowongan pekerjaan dikabupaten Tulungagung tidak memenuhi pasar kerja. Dengan adanya peran pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Tulungagung diharapkan mampu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesempatan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer maupun sekunder. Data ini diperoleh peneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Upaya Disnakertrans kabupaten Tulungagung adalah dengan progam penempatan tenaga kerja bagi pengangguran terbuka dan progam perluasan kesempatan kerja bagi setengah penganggur. Hasil dari progam penempatan tenaga kerja berhasil menempatkan pencari kerja yang terdaftar di Disnakertrans kemudian ditempatkan di antar kerja lokal (AKL), antar kerja daerah (AKAD) dan antar kerja negara (AKAN). Sedangkan hasil dari progam perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan dan motivasi berwirausaha tidak bisa dirasakan secara langsung hasilnya.
Kata kunci: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Penempatan Tenaga Kerja, Penganggura
Islam in Indonesian Politics and Foreign Policy : Selected cases from Southeast Asia
This chapter begins with constructivist theories of Alexander Wendt and Stephen Walt that religion is an ideational construct which is often left out from the discussions by leading theories as a factor in explaining developments in politics and international relations. The author stresses that religion has a role to play in a state domestic politics and that sometimes extends influence in foreign policy and how a state reacts to the global issues. Indonesia which has the largest Muslim population in the world cannot avoid the factor of religion in discussing its domestic politics, foreign policy and its reaction to the plight of the Muslim world and other global affairs. This chapter argued that Islam did not feature prominently during Sukarno’s presidency and as well as in the first two decades of the Suharto’s New Order. However, Islam began to emerge as a growing force to a varying degree on the Indonesian political scene and somewhat influenced its foreign policy in the last decade of the Suharto’s New Order regime and the Reformasi (Reformation) era. The concern on Islamic identity among Indonesians, an increasing number of formal and informal Islamic political parties, the elevation of Islamic leaders like Abdurrahman Wahid as President and later Hamzah Haz as Vice President and the introduction of a Syariah law in Aceh showed the growing importance of Islam in Indonesian politics. Subsequent Indonesian leaders later on consolidate their political powers by attracting support from the formal and informal Islamic parties. At the same time, Indonesia’s involvement in D8 and Organisation of Islamic Countries (OIC), its concern on Bosnia, Palestine and the fight against domestic and global terrorism to some extent showed that Islam began to frame the issues and approaches in Indonesia’s foreign policy
Analisis moderasi beragama dalam materi sejarah kebudayaan Islam pada buku teks PAI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semaraknya pemerintah dalam menggaungkan tentang moderasi beragama, tidak terlepas dalam buku teks PAI sebagai bahan dan sumber pokok dalam pembelajaran baik di sekolah ataupun madrasah. Oleh karena itu konstruksi moderasi beragama pada buku teks PAI SMA disajikan secara layak agar pembelajaran dapat lebih menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai moderasi beragama dalam teks pada materi Sejarah Kebudayaan Islam dalam buku teks PAI di SMA, pola penyajian Materi Sejarah Kebudayaan Islam bermuatan moderasi beragama dalam buku teks PAI SMA, dan analisis konstruksi moderasi beragama dalam materi Sejarah Kebudayaan Islam di buku teks PAI SMA.
Kerangka berpikir dalam penelitian ini buku teks dalam mata pelajaran PAIBP idealnya dapat mendemokratisasi ide dan konsep moderasi beragama, bukan hanya sekedar demokratisasi pengetahuan dan informasi. Ide dan konsep tentang moderasi beragama yang memiliki beberapa poin penting seperti toleransi, keadilan, keseimbangan dan tidak ada keberpihakan perlu ada dalam buku teks PAI cetakan Kemenag terbitan 2019.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik karena menggunakan penelitian kualitatif. Pendekatan yang dilakukan adalah library research atau penelitian kepustakaan yang berinteraksi dengan dokumen atau teks. Kaitannya dengan tema sejarah, peneliti menggunakan pisau analisis isi kualitatif untuk membahas analisis moderasi dalam materi Sejarah Kebudayaan Islam. Hasil penelitian ini nilai-nilai moderasi berama sebagai berikut, yakni persamaan hak, keadilan, anti terhadap kekerasan, egaliter (kesetaraan gender), menerima kebaruan dan keterbukaan serta mengakomodasi budaya lokal. Penyajian Buku teks PAI SMA terbitan Kemenag RI berdasarkan kurikulum 2013 bermuatan. Proporsi teks dan ilustrasi terkait materi sejarah kebudayaan Islam pada setiap tingkatan dan sub bab nya berbeda satu sama lain. Dengan menerapkan implikasi moderasi beragama dalam penyajian materi Sejarah Kebudayaan Islam, buku teks PAI dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang Islam yang toleran, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
Analisis Keberlanjutan Usaha Budidaya Rumput Laut pada Penerima Paket Bantuan Langsung Masyarakat di Kabupaten Muna
Budidaya rumput laut merupakan harapan masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Muna yang mentargetkan ada peningkatan produksi di bidang perikanan. Namun masyarakat pesisir di Kabupaten Muna dihadapkan pada kendala modal usaha yang minim, fluktuasi harga rumput laut yang semakin rendah, dan hal ini berpengaruh pada motivasi para pembudidaya untuk
melakukan usaha budidaya rumput laut. Kondisi ini perlu perhatian, mengingat potensi perairan Kabupaten Muna sangat sesuai untuk melakukan usaha budidaya rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menjaga keberlanjutan usaha, perlu ada pembentukan sistem usaha yang bersinergis satu dan lainnya yang dapat dibangun oleh keberadaan : ( 1) produksi dan pendapatan, (2)ekonomi, (3) pemasaran, (4) peran lingkungan usaha terhadap sosial masyarakat, dan (5)
kebijakan pemerintah. Kelima faktor tersebut sangat diharapkan bersinergis satu sama lain dalam membangun iklim usaha yang baik. Usaha tidak cukup hanya dengan mendorong salah satu faktor saja misalnya lahan, sarana dan satuan
produksi, tanpa adanya kejelasan kekuatan modal baik itu modal pribadi atau sumber modal lainnya (bank, koperasi), serta mekanisme pasar yang baik. Oleh karena itu bantuan langsung masyarakat hanya berupa stimulus saja bagi usaha
masyarakat, yang selanjutnya diharapkan adanya peran serta yang kuat kelima faktor tersebut diatas dalam membangun iklim usaha yang baik, terutama modal usaha, serta pemasaran yang mampu menekan harga ke harga yang mampu memberikan pendapatan yang baik bagi masyarakat. Untuk menggerakan ke
empat faktor tersebut faktor kelima, yakni faktor pemerintahlah yang sangat berperan penting dalam menggerakan (manajerial) keempat faktor tersebut diatas disamping peran pendamping dalam membina dan memotivasi pembudidaya serta
adanya kemauan dan semangat pembudidaya itu sendiri untuk bisa mandiri
Pemberantasan dan penanggulangan tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah utama bagi kesehatan masyarakat. Dilaporkan penyakit ini merupakan penyebab utama kematian dikalangan penyakit infeksi, termasuk penyumbang meningkatnya angka kematian ibu. Oleh karena itu pemerintah telah berupaya memberantas penyakit ini namun belum berhasil secara tuntas. Sejak tahun 1995 setelah kesepakatan global, pemerintah RI sepakat untuk memberantas penyakit ini dipendekatan strategi DOTS (Directy Observed Treatment Short)
- …
