1,720,967 research outputs found

    PERHITUNGAN AB INITIO INTERAKSI ANTARA TRIKALSIUM FOSFAT DAN HIDROKSIAPATIT DENGAN SEGMEN MOLEKUL SELULOSA

    Full text link
    Komposit selulosa bakterial-kalsium fosfat merupakan material hibrid organik-anorganik yang dapat dimanfaatkan sebagai material implan tulang. Interaksi antarmolekul merupakan salah satu tinjauan penting dalam pembentukan komposit selulosa bakterial-kalsium fosfat. Interaksi antarmolekul yang terjadi antara kalsium fosfat dengan molekul selulosa dalam pembentukan komposit selulosa bakterial-kalsium fosfat dapat diprediksi menggunakan metode komputasi. Dari hasil analisis IR dan XRD pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kalsium fosfat yang terdeposit adalah trikalsium fosfat dan hidroksiapatit. Bedasarkan fakta ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi interaksi yang terjadi antara ion Ca2+, PO43-, CaPO4- dalam berbagai konfigurasi, Ca3(PO4)2 dan Ca5(PO4)3OH dengan dimer glukosa (segmen selulosa) menggunakan metode perhitungan ab initio. Perhitungan dilakukan pada tingkat teori dan basis set HF/6-31G(d,p) menggunakan program Gaussian03. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa energi interaksi antara ion Ca2+ dan PO43- dengan dimer selulosa berturut-turut adalah -247,134 kJ/mol (2,3 Å) dan -321,169 kJ/mol (3,1 Å). Energi interaksi untuk dimer glukosa...CaPO4- pada konfigurasi tegak dan miring serta dimer glukosa...PO4Ca- berturut-turut -78,790 kJ/mol (2,5 Å), -62,092 kJ/mol (3,75 Å) dan -42,480 kJ/mol (3 Å). Sedangkan energi interaksi antara Ca3(PO4)2 dan Ca5(PO4)3OH dengan dimer glukosa adalah -65,355 kJ/mol (2,5 Å), dan -93,967 kJ/mol (2,5 Å). Hasil perhitungan energi tersebut menunjukkan bahwa Ca2+, PO43-, CaPO4-, Ca3(PO4)2 dan Ca5(PO4)3OH berinteraksi kuat dengan dimer glukosa

    Integrasi Surat al-Baqarah ayat 205 dan Surat al-A'raf ayat 56 dalam mapel biologi SMA materi ekosistem

    Full text link
    Dalam kenyataan keinginan besar untuk memenuhi kepuasan hidup, sering menjadi pemicu manusia untuk menguasai alam yang cenderung menimbulkan kerusakan ekosistem akibat sikap mementingkan kebutuhan sendiri tanpa memperhatikan kelangsungan ekosistem. Sebagai rumusan masalah yaitu bagaimana kandungan ayat-ayat al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat 205, dan Surat al-A'raf Ayat 56 tentang memelihara keseimbangan ekosistem? Bagamana relevansi kandungan ayat-ayat al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat 205, dan Surat al-A'raf Ayat 56 dengan keseimbangan ekosistem pada Mapel biologi materi pokok ekosistem?. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian library research dengan pendekatan kualitatif. Data Primer yaitu al-Qur'an Surat al-Baqarah Ayat 205, al-A'raf Ayat 56. Data Sekunder yaitu sejumlah literatur yang relevan dengan judul ini. Pengumpulan data berupa studi dokumenter. Analisis data memakai metode deskriptif analitis dan interpretasi. Hasil penelitian/pembahasan menunjukkan bahwa (1) Kandungan ayat-ayat al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat 205, dan Surat al-A'raf Ayat 56 banyak mengandung muatan dan isyarat pendidikan, termasuk di dalamnya masalah ekosistem. (2) Ada relevansinya kandungan ayat-ayat Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 205, dan Surat Al-A'raf Ayat 56 dengan keseimbangan ekosistem pada Mapel Biologi Materi Pokok Ekosistem karena al-Qur’an banyak mengandung muatan dan isyarat pendidikan, termasuk di dalamnya masalah ekosistem

    THE EFFECTIVENESS OF USING SNOWBALL THROWING FOR IMPROVING THE SPEAKING SKILL OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF MAN 2 SEMARANG IN ACADEMIC YEAR OF 2013/2014

    Full text link
    Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mencari berbedaan yang signifikan dalam peningkatakan nilai pada skil berbicara terhadap siswa yang diajar dengan menggunakan ‘snowball throwing’ dan siswa yang tidak diajar dengan menggunakan ‘snowball throwing’. Studi ini menggunakan penelitian quasi experimental. Dua kelompok dari kelas X dibandingkan dalam prestasi menulis mereka. Satu kelompok diberi ‘snowball throwing’ sedangkan kelompok lainnya tidak diberi ‘snowball throwing’. Ada tiga tahap dalam melakukan penelitian ini: pre-test, perlakuan, post-test selama penelitian tersebut. Subyek dari studi ini adalah kelas X MAN2 Semarang di tahun ajaran 2013/2014. Jumlah peserta sebanyak 70 siswa, 35 siswa untuk masing-masing kelompok. Penulis menggunakan tes berbicara untuk mengumpulkan data. Hasil dari studi ini menunjukkan rata-rata pre-test dari kelompok kontrol adalah 56.40 dan rata-rata pre-test dari kelompok eksperimental adalah 55.69. Setelah perlakuan diberikan, rata-rata post-test dari kelompok kontrol adalah 68.91 dan rata-rata post-test dari kelompok eksperimental adalah 78.67. Berdasarkan Independent t-test, t-test lebih besar daripada t-table diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam peningkatakan nilai pada skil berbicara terhadap siswa yang diajar dengan menggunakan ‘snowball throwing’ dan siswa yang tidak diajar dengan ‘snowball throwing’. 1 Keywords: Snowball Throwing, Berbicara, Quasi-Experimental Desig

    Pengaruh kematangan emosi dan empati terhadap forgiveness pada santri putri di Pondok Pesantren Assa’adah Babakan Ciwaringin Cirebon

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kematangan emosi dan empati terhadap forgiveness pada santri putri di pondok pesantren Assa’adah Babakan Ciwaringin Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji hipotesis berupa regresi linier berganda melalui bantuan SPSS 26. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 109 santri putri Assa’adah dengan teknik pengambilan sampel berupa sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa skala forgiveness, skala kematangan emosi, dan skala empati. Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi terhadap forgiveness dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 < 0,05. Hasil hipotesis kedua bahwa terdapat pengaruh empati terhadap forgiveness dengan nilai sebesar 0,001 < 0,05. Hasil hipotesis ketiga memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (P < 0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 18%. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh secara simultan antara kematangan emosi dan empati terhadap forgiveness pada santri putri di pondok pesantren Assa’adah Babakan Ciwaringin Cirebon

    PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA DAN KONSENTRASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI PERKANTORAN KELAS X OTKP DI SMK MUHAMMADIYAH 1 TEMPEL TAHUN AJARAN 2017/2018

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran teknologi perkantoran kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 1 Tempel, (2) konsentrasi belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran teknologi perkantoran kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 1 Tempel, (3) pergaulan teman sebaya dan konsentrasi belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran teknologi perkantoran kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan jumlah 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana dan regresi berganda setelah uji prasyarat analisis dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran teknologi perkantoran kelas X OTKP di SMK Muhammadiyah 1 Tempel sebesar 45,8% pada taraf signifikansi 5%, (2) terdapat pengaruh signifikan konsentrasi belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran teknologi perkantoran kelas X OTKP di SMK Muhammadiyah 1 Tempel sebesar 62% pada taraf signifikansi 5%, (3) terdapat pengaruh signifikan pergaulan teman sebaya konsentrasi belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran teknologi perkantoran kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 1 Tempel sebesar 67,5% pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian variabel yang paling berpengaruh pada penelitian ini yaitu konsentrasi belajar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENUMBUHAN CARBON NANOTUBE DENGAN TEKNIK MILLING MENGGUNAKAN Fe SEBAGAI KATALIS PENUMBUH

    Full text link
    PENUMBUHAN CARBON NANOTUBE DENGAN TEKNIK MILLING MENGGUNAKAN Fe SEBAGAI KATALIS PENUMBUH. Telah dilakukan penumbuhan Carbon Nanotube (CNT) dengan teknik milling menggunakan partikel Fe sebagai katalis penumbuh. Campuran serbuk Fe-C berukuran nano dibuat dari campuran serbuk grafit dan Fe dalam berbagai variasi persen berat Fe (1% berat hingga 5 %berat), lalu diproses milling memakai teknik High Energy Milling (HEM) selama 50 jam. Hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan hadirnya puncak-puncak karbon C(002), C(004) dan C(110) dan puncak Fe(101) dan Fe(200), Puncak karbon menurun intensitasnya dan cenderung amorf dengan meningkatnya%berat Fe, sedangkan puncak Fe makin menajam. Hasil pengamatan struktur mikro dengan TEM memperlihatkan adanya penumbuhan awal CNT dengan dimensi yang dipengaruhi %Fe. Pada kandungan 2 % berat Fe terbentuk struktur CNT dengan ukuran lebih panjang dibanding pada kandungan berat Fe lainnya. Pembentukan CNT ini juga teridentifikasi dari spektrum Raman yang memperlihatkan hadirnya puncak G-band pada 1590 cm-1 dan puncak D-band pada 1310 cm-1 dengan intensitas ID yang lebih tinggi dibanding IG serta tak hadirnya puncak RBM-band pada bilangan gelombang rendah. Kondisi ini merupakan jenis spektrum untuk bahan dengan struktur Multi Wall Carbon Nanotube (MWCNT). Rasio ID/IG tertinggi pada 2 % berat Fe mendukung hasil analisis dimensi CNT dari pengamatan Transmission Electron Microscope (TEM). Secara umum dari data-data yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditunjukkan bahwa Fe dapat berfungsi sebagai katalis dalam penumbuhan CNT
    corecore