64 research outputs found
Upaya Meningkatkan Kemenarikan Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas V SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo
ABSTRAK Sahlan, Mohammad. 2012. “Upaya Meningkatkan Kemenarikan Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas V SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lokananta Teguh HW, M.Kes., (II) Drs. Mardianto, M.Kes. Kata kunci: Metode bermain, kemenarikan, pembelajaran passing bolavoli. Bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan diperoleh informasi bahwa masih banyak siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan masih sering menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi dan modelling untuk memberikan contoh kepada siswa. Peneliti menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman dan tingkat penerapan informasi pada setiap siswa yang nantinya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran dengan menggunakan model-model permainan. Salah satu ciri pembelajaran dengan menggunakan model-model permainan adalah siswa senang dan banyak bergerak. Dengan proses pembelajaran tersebut siswa diharapkan dapat lebih aktif, senang, dan semangat dalam pembelajaran passing bolvoli sehingga hasil belajar meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran passing bolavoli kelas V SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan dengan model-model permainan. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1, persentase siswa 56% atau 14 siswa yang tidak aktif, 60% atau 15 siswa yang tidak semangat, 52% atau 13 siswa tidak menarik pada pembelajaran. Pada siklus 2 siswa yang tidak aktif turun menjadi 4% atau 1 siswa, yang tidak senang pada pembelajaran turun menjadi 4% atau 1 siswa, dan untuk persentase siswa semangat pada pembelajaran turun menjadi 4% atau 1 siswa. Sehingga siswa mengalami peningkatan dalam aspek keaktifan, kesenangan, dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model-model permainan dan variasi pembelajaran yang diberikan oleh guru dalam penelitian ini dapat meningkatkan kemenarikan siswa dalam pembelajaran passing bolavoli pada kelas V SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan
Penciptaan Naskah Drama Candu Temaram Terinspirasi dari Fenomena Gigolo Dikalangan Mahasiswa Yogyakarta
PPENCIPTAN NASKAH CANDU TEMARAM TERINSPIRASI DARI FENOMENA GIGOLO DIKALANGAN MAHASISWA YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI TEATER
JURUSAN TEATER FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ISTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2020
OLEH SAHLAN
ABSTRAK
Naskah drama Candu Temaram terinspirasi dari fenomena mahasiswa yang menjadi gigolo di Yogyakarta. Fenomena cukup menarik diteliti dan dijadikan sumber ide dalam penciptaan naskah karena mencoba mengkritisi kondisi sosial dan politik yang terjadi saat ini. Penciptaan naskah ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial yang kongkrit. Penelitian ini menggunakan teori Deskriptif. Prinsip dasar dari deskriptif ini adalah Teori ekspresif juga disebut sebagai salah satu teori yang memandang sebagai karya pernyataan atau eksperesi batin pengerang. Suatu karya sastra dilihat sebagai sarana untuk menyampaikan ide, gagasan, pikiran, dan penegalaman pengerang . Hasil dari penelitian ini adalah mengangkat peristiwa-peristiwa bertema soaial, pengarang juga ingin mengkritisi kondisi politik saat ini
Kata Kunci : Candu Temaram, Deskriptif, Gigolo, Mahasiswa.
ABSTRACT
The Opium Temaram drama script inspired by the phenomenon of students becoming gigolo in Yogyakarta. This phenomenon which is quite interesting is studied and used as a source of ideas in the manuscript because it tries to criticize the current social and political conditions. The creation of this manuscript aims to see concrete social conditions. This research uses descriptive theory. The basic principle of this descriptive is expressive theory, also known as a theory that views it as a work of statements or inner expressions of the attacker. A literary work is seen as a means of conveying ideas, ideas, thoughts, and experiences of the attacker. The result of this activity is to raise social-themed events, the author also wants to criticize the current political conditions
Keywords: Candu Temaram, Descriptive, Gigolo, Studen
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING TERHADAP DISIPIN SISWA DI MADRASAH ALIYAH YASMU MANYAR GRESIK
Pelaksanaan pembelajaran di Madrasah Aliyah Yasmu Manyar dilaksanakan secara
online atau daring semenjak adanya pandemi covid-19 dengan pemanfaatkan media
tekonologi informasi, berdasarkan surat edaran kementrian pendidikan dan
kebudayaan no. 4 tahun 2020, Pada pelaksanakan pembelajaran online atau daring
siswa cenderung kurang aktif, Adapun faktor yang mengakibatkan keaktifan belajar
siswa menurun pada pembelajaran online/daring yang mengakibatkan kedisiplinan
siswa menurun antara lain: 1) kurangnya pengawasan (kontrol) secara langsung
oleh guru terhadap siswa. 2) belum adanya kesadaran dari siswa terkait pentingnya
untuk mengikuti pembelajaran online/daring. 3) belum adanya kesadaran dari
orang tua untuk mendorong siswa agar lebih aktif untuk mengikuti pembelajaran
online/daring. Dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana
implementasi media pembelajaran e-learning di Madrasah Aliyah Yasmu pada
siswa? 2) Bagaimana pengaruh media pembelajaran e-learning terhadap disiplin
siswa di Madrasah Aliyah Yasmu?. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan
pendekatan kuantitatif, Teknik analisis datanya di peroleh melalui teknik analisis
korelasi product moment, yang diolah dengan aplikasi perhitungan SPSS. Adapun
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media
pembelajaran e-learning terhadap disipin siswa. Populasi dalam penelitian ini
adalah 135 Siswa. Jumlah sampel yang digunakan adalah random sampling yaitu
57 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran e-learning mempunyai
pengaruh positif terhadap disiplin siswa yaitu 15,6% dan sisanya sebesar 84,4%
adalah tidak berpengaruh terhadap disiplin siswa
KEWENANGAN PERADILAN TIPIKOR PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Abstract
 The purpose of this journal is to analyze the competency of the administrative court and the corruption court to examine and decide the element of abused of power in corruption act after enacment of the Government Administration Acts and the legal implication when the legislation policy provides the authority to examine and decide upon the matter to the two institutions court, and the arrangements to ideal concept in the future. This is a normative law research, using conceptual approach, statute approach and case approach. The result of this research shows that theoretically and practically the concept of "abuse of power" in the Government Administration Acts is the same with the concept of "abuse of power" in the Eradication Corruption Acts. Therefore, the corruption court and administrative court both have absolute competence to examine and decide abuse of power in corruption. However, based on the principle of "lex posteriori derogate legi priori", the authority to examine and decide the element of abuse of power as positions in corruption becomes the absolute competence of the administrative court. Legal implications of the policy legislation give authority to both courts to examine and decide the abuse of power. First, potential competency disputes between both court; Second, create uncertainty mechanism for handling abuse of power in the corruption thus hampering efforts to eradicate corruption. Regulation in the future as problems of abuse of power as position does not dispute between the administrative court and the corruption court on judicial competency: First, the equation perspectives on the applicability of the Government Administration Acts, of the assessment of abuse of power in corruption. Second, reaffirming the absolute competence of the administrative court as arranged in the Government Administration Acts of assessment substance abuse of power in Article 3 of the Eradication Corruption Acts and arrangement in handling mechanisms (procedural law).
Â
Abstrak
Jurnal ini bertujuan mengkaji kewenangan Peradilan TUN dan Peradilan Tipikor dalam memeriksa dan memutus unsur menyalahgunakan kewenangan dalam Tipikor pasca lahirnya UU Administrasi Pemerintahan, implikasi hukumnya ketika kebijakan legislasi memberikan kewenangan untuk memeriksa dan memutus masalah tersebut kepada dua lembaga Peradilan, serta konsep pengaturannya ke depan yang ideal. Kajian ini merupakan kajian hukum normatif, dengan menggunakan conceptual approach, statute approach, dan case approach. Hasil kajian menunjukkan secara teoritis dan praktis konsep “penyalahgunaan wewenang†dalam UU Administrasi Pemerintahan sama dengan konsep “menyalahgunakan kewenangan†dalam UU Pemberantasan Tipikor. Karenanya, Peradilan Tipikor dan Peradilan TUN secara atributif sama-sama memiliki kompetensi absolut untuk memeriksa dan memutus penyalahgunaan kewenangan dalam Tipikor. Namun demikian, berdasarkan asas “lex posteriori derogate legi prioriâ€, kewenangan untuk memeriksa dan memutus unsur penyalahgunaan kewenangan karena jabatan dalam Tipikor menjadi kompetensi absolut Peradilan TUN. Implikasi hukum kebijakan legislasi yang memberikan kewenangan untuk memeriksa dan memutus penyalahgunaan kewenangan dalam Tipikor kepada dua lembaga peradilan, Pertama, berpotensi menimbulkan sengketa kewenangan mengadili antara kedua peradilan tersebut; Kedua, menimbulkan ketidakpastian mekanisme penanganan penyalahgunaan kewenangan dalam Tipikor sehingga menghambat upaya pemberantasan Tipikor. Pengaturan ke depan agar masalah penyalahgunaan kewenangan karena jabatan tidak menjadi sengketa kewenangan mengadili antara Peradilan Tipikor dan Peradilan TUN: Pertama, penyamaan perspektif mengenai keberlakuan UU Administrasi Pemerintahan, terhadap penilaian penyalahgunaan kewenangan dalam Tipikor. Kedua, menegaskan kompetensi absolut Peradilan TUN yang diatur dalam UU Administrasi Pemerintahan terhadap penilaian unsur penyalahgunaan kewenangan dalam Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor dan melakukan penataan pada mekanisme penangannya (hukum acara)
Kewenangan Peradilan Tindak Pidana Korupsi Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan
Penelitian bertujuan mengkaji kewenangan Peradilan TUN dan Peradilan TPK dalam memeriksa dan memutus unsur menyalahgunakan kewenangan karena jabatan dalam TPK pasca lahirnya UU Administrasi Pemerintahan dan implikasi hukumnya ketika kebijakan legislasi memberikan kewenangan untuk memeriksa dan memutus masalah tersebut kepada dua lembaga Peradilan, serta pengaturannya ke depan yang ideal seperti apa. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan conceptual approach, statute approach, dan case approach. Bahan hukum yang digunakan bahan hukum primer, tersier, dan sekunder. Teori dan doktrin yang digunakan sebagai pisau analisa yaitu: teori kewenangan, teori otoritas pengawasan, doktrin De Autonomie van het Materiele Strafrecht, dan bentuk kekuasaan lembaga peradilan. Hasil penelitian menunjukkan secara teoritis dan praktis konsep “penyalahgunaan wewenang” dalam UU Administrasi Pemerintahan sama dengan konsep “menyalahgunakan kewenangan” dalam UU Pemberantasan TPK. Karenanya, Peradilan TPK dan Peradilan TUN secara atributif sama-sama memiliki kompetensi absolut untuk memeriksa dan memutus penyalahgunaan kewenangan dalam TPK. Namun demikian, berdasarkan asas “lex posteriori derogate legi priori”, kewenangan untuk memeriksa dan memutus unsur penyalahgunaan kewenangan karena jabatan dalam TPK menjadi kompetensi absolut Peradilan TUN. Implikasi hukum kebijakan legislasi yang memberikan kewenangan untuk memeriksa dan memutus penyalahgunaan kewenangan dalam TPK kepada Peradilan TPK dan Peradilan TUN, Pertama, berpotensi menimbulkan sengketa kewenangan mengadili antara kedua peradilan tersebut; Kedua, menimbulkan ketidakpastian mekanisme penanganan penyalahgunaan kewenangan dalam TPK akibat perbedaan perspektif dalam melihat keberlakuan UU Administrasi Pemerintahan sehingga menghambat upaya pemberantasan TPK. Pengaturan ke depan agar masalah penyalahgunaan kewenangan karena jabatan tidak menjadi sengketa kewenangan mengadili antara Peradilan TPK dan Peradilan TUN: Pertama, penyamaan perspektif mengenai keberlakuan UU Administrasi Pemerintahan, terhadap penilaian penyalahgunaan kewenangan dalam TPK. Kedua, Menegaskan kompetensi absolut Peradilan TUN yang diatur dalam UU Administrasi Pemerintahan terhadap penilaian unsur penyalahgunaan kewenangan dalam Pasal 3 UU Pemberantasan TPK dan melakukan penataan pada mekanisme penangannya (hukum acara)
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BATANG JAWA TENGAH
This research aims to increase student motivation and learning achievement using a project-based learning model based on digital literacy. This literacy ability is important in learning to improve students\u27 critical, logical, and innovative thinking abilities. This research also aims to provide insight into improving students\u27 literacy skills by using a project-based learning model. This research is Classroom Action Research. This research uses 2 stages, namely the initial or pre-cycle and the implementation stage which consists of 2 cycles. The subjects in this research were students of Class XII Madrasah Aliyah Negeri Batang. The data in this research was collected using observation, interview, and test techniques. This research uses data analysis developed by Miles, Huberman, and Saldana. With the research results, the project-based Learning Model based on digital literacy can increase students\u27 motivation and learning achievement results. Students are also able to create and compile project assignments and publish them well.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran project based learning berbasis literasi digital. Kemampuan literasi ini penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan inovatif peserta didik. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang peningkatan kemampuan literasi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini menggunakan 2 tahapan yakni tahapan awal atau prasiklus dan tahapan pelaksanaan yang terdiri dari 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Batang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Penelitian ini menggunakan analisis data yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Dengan hasil penelitian, Model Project Based Learning berbasis literasi digital mampu meningkatkan motivasi dan hasil prestasi belajar peserta didik. Peserta didik juga mampu membuat dan menyusun tugas proyek serta mempublikasikannya dengan baik
MEMBANGUN MASA DEPAN PENDIDIKAN ISLAM: Belajar dari Sejarah dan Merespon Perubahan Zaman di Era Digital
Islamic education has a rich historical heritage in preparing generations of Muslims with strong religious values and deep understanding. However, with the fast-changing times with global challenges, Islamic education needs to adapt so that it remains relevant to the needs of the times. This researcher will explore Islamic education in response to changing times by using innovation and technology. Researchers will identify the history of Islamic education, the challenges of Islamic education and educational innovation, the role of teachers and institutions in building the future of Islamic education. The research method used was descriptive qualitative with a literature study approach, while the data sources in this study were reference books that were closely related to the research which the researchers then combined with interview techniques with educational experts and teachers to strengthen the primary data that the researchers obtained. in the field. The results of the study show that an understanding of the history of Islamic education is the basis for building a strong and relevant future. This research can also provide practical recommendations to practitioners and policymakers in the field of Islamic education to improve the quality of education and meet the changing demands of the times. While the implication is that it can provide a complete picture to education practitioners, be it teachers, implementers and sympathizers of education to get a complete picture of the reality of education.Pendidikan Islam memiliki warisan sejarah yang kaya dalam mempersiapkan generasi muslim dengan nilai-nilai agama yang kuat dan pemahaman yang mendalam. Namun, dengan adanya perubahan zaman yang cepat dengan tantangan global, pendidikan Islam perlu beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Peneliti ini akan mengeksplorasi pendidikan Islam merespon perubahan zaman dengan menggunakan inovasi dan teknologi. Peneliti akan mengidentifikasi sejarah pendidikan islam, tantangan pendidikan islam dan inovasi pendidikan, peran guru dan institusi dalam membangun masa depan pendidikan islam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah buku-buku refrensi yang berkaitan erat dengan penelitian yang kemudian peneliti kombinasikan dengan Teknik wawancara dengan para ahli dan guru pendidikan guna memperkuat data-data primer yang peneliti dapatkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang sejarah pendidikan Islam menjadi landasan untuk membangun masa depan yang kuat dan relevan. Penelitian ini juga dapat memberikan rekomendasi praktis kepada para praktisi dan pengambil kebijakan di bidang pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memenuhi tuntutan zaman yang terus berubah. Sedangkan implikasinya adalah dapat memberikan gambaran yang utuh kepada para praktisi Pendidikan baik itu guru, para pelaksana dan simpatisan Pendidikan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang realitas Pendidikan
STRES KERJA
Dalam kondisi bangsa Indonesia sedang dilanda krisis multidimensi, ketidakpastian merupakan variabel utama dalam kehidupan. Banyak perubahan yang terjadi di masyarakat bersifat mendadak dan tidak dapat diprediksikan. Masyarakat hidup dalam situasi kebimbangan
dan kegelisahan. Harga dollar dan saham berfluktuasi dengan hebat, sebentar naik, sebentar
turun. Para ekonom mengatakan bahwa harga saham dan dollar lebih berkaitan dengan faktor-
faktor psikologis dan bukan disebabkan faktor fundamental ekonomi. Kerusuhan terjadi dimana-mana dan hampir tidak dapat diprediksikan sebelumnya dan bom siap diledakkan di
tempat-tempat strategis agar mengoncang perekonomian dan stabilitas politik. Likuidasi beberapa bank dan beberapa perusahaan yang dahulu dianggap sebagai penopang devisa
negara telah menjadi pasien dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Sejumlah konglomerat dalam proses pembuktian korupsi, kolusi, dan nepotisme di jaman orde baru.
Akibatnya, banyak perusahaan yang gulung tikar. Beberapa perusahaan terpaksa mengatur kembali jadwal masuk agar karyawan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), beberapa
perusahaan yang lain terpaksa melakukan PHK dengan screening tertentu, dan beberapa perusahaan lain dengan terpaksa merumahkan semua karyawannya
INVESTIGATING THE INCORPORATION OF COLLABORATION SKILLS IN ENGLISH LANGUAGE LEARNING ASSESSMENT TASKS OF JUNIOR HIGH SCHOOLS
Kemampuan kolaborasi, salah satu keterampilan abad 21, telah dikenal sebagai salah satu kemapuan yang esensial untuk bertahan dan beradaptasi pada era ini. Terutama untuk siswa, kemampuan kolaborasi dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas belajar sekaligus menyiapkan mereka yang nantinya akan bergabung dengan masyarakat, maka dari itu eksposur kemampuan kolaborasi sangat dianjurkan untuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi inkorporasi kemampuan kolaborasi dalam tugas asesmen mata pelajaran Bahasa Inggris di empat Sekolah Menengah Pertama. Kualitatif konten analisis dengan pendekatan deduktif digunakan sebagai metode penelitian ini. Penelitian ini menganalisa 180 indikator komponen tugas asesmen dan 360 indikator kemampuan
kolaborasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat satu tugas asesmen yang terinkorporasi dengan dua kemampuan kolaborasi di sekolah 1 dan tidak terdapat satupun tugas asesmen yang terinkorporasi dengan kemampuan kolaborasi di sekolah 2, sekolah 3, dan sekolah 4. Tugas asesmen dari sekolah 1 yang terinkorporasi kemampuan kolaborasi menerapkan beberapa strategi untuk mendukung inkorporasi tersebut. Strategi tersebut berupa: (1) memberikan instruksi langsung untuk melakukan kerja kelompok; (2) menerapkan aktivitas kerja berkelompok untuk mendorong siswa berkolaborasi; (3) menyediakan perancah tugas yang didesain khusus untuk membantu kolaborasi; (4) menyediakan tugas yang kompleks dan berstruktur terbuka. Tugas ini juga disajikan
dalam bentk dapat meninkorporasi ketrampilan abad 21. Sedangkan, tugas asesmen dari sekolah 2, sekolah 3, dan sekolah 4 tidak menerapkan strategi tersebut dan juga tidak
disajikan dalam bentuk yang mampu mendukung inkorporasi keterampilan abad 21.
**********************************************************
Collaboration skill, as one of the 21st-century skills, has been recognized as an essential skill to thrive and sustain in today’s world. Specifically for students, this skill is important not only to enhance their learning but also to prepare them once they join the society, therefore the exposure of collaboration skills to students is highly enforced. This study aims to investigate the incorporation of collaboration skills in assessment tasks of English
lesson in four Junior High Schools. Qualitative content analysis with deductive category application is used as the method of this study. This study has analysed 180 indicator of assessment task components (ATC) and 360 indicators of collaboration skills. The results found that there is one assessment task incorporated with two collaboration skills in school 1 and there is no assessment task incorporated with collaboration skills in school 2, school 3, and school 4. One assessment task that is incorporated with collaboration skills from school 1 is applying strategies to support the incorporation of collaboration skills within the assessment task. Those strategies are: (1) providing direct
instructions/guidelines to do a group work; (2) incorporating group work activities to enforce students’ collaborative work; (3) providing a specifically designed prompt to support collaborative work; (4) providing a sufficiently complex task that is ill-structured. This task is also presented in a form that is able to employ 21st-century skills, including collaboration skills. As for school 2, school 3, and school 4 these strategies are not
applied in their assessment tasks and the assessment tasks are not presented in a suggested way that is able to employ 21st-century skills
- …
